Eliza

Eliza
Hamil



" Kau sudah sehat " Eliza menatap ke sumber suara " Hm " Jawabnya seadanya .


" Ini " Agnes memberikan Es krim dan juga obat pusing .


" Kamu kira aku anak kecil ,kenapa membelikan es krim " Agnes mendengus kesal " Bukannya katamu Terserah yang penting Segar ,itu segar karena dingin " Dengan malas Eliza mengeluarkan Es krim dari kantung belanjaan .


" Aku mau mandi dulu " Eliza hanya diam saja " Yang ada ngilu bukan segar " Gumam Eliza kesal tapi dia tetap memakan es krim pemberian Agnes .


Sesampainya di kamar Agnes langsung membuang tubuhnya di atas tempat tidur king size yang ada di kamar itu .


" Tumbulah,jadilah penguat bunda sayang " Ujar Agnes mengelus perut nya yang masih rata " jangan takut bunda akan tetap bersamamu " Lanjut nya lagi .


Tidak ingin membuang waktu Agnes langsung bangun dari tidurnya lalu beranjak ke kamar mandi .


Hanya butu waktu 20 menit Agnes ke luar dari kamarnya menemui Eliza, Bahkan wanita itu Tidak berpindah dari tempat duduknya.


" Zaza " Eliza menatap ke sumber suara " Kau sudah mandi " Agnes hanya mengaguk " Ada yang ingin aku katakan " Eliza langsung menatap Agnes dan mematikan TV .


" Apa " Tanya Eliza dengan wajah serius .


" A...ku hamil " Ujar Agnes terbata sambil menunduk .


" Ha.....mil jangan bercanda itu tidak lucu " Ucap Eliza sambil tertawa ,tapi tunggu melihat wajah Agnes Eliza langsung mengentikan tawanya " Ka....mu ....hamil ......benaran " Tanya Eliza Terbata.


" I...ya " Jawab Agnes terbata .


"Bagaimana bisa , Maaf aku tidak ada maksud papa !! Lalu bagaimana " Tanya Eliza bingung dengan pertanyaan yang ke luar dari mulutnya .


" Aku ...Juga bingung " Jawab Agnes .


" Tapi aku tidak berniat untuk menghilangkan nya" Lanjutnya tanpa ada keraguan sama sekali .


" Kamu yakin " Agnes mengaguk " Lalu apa kamu akan memberitahu Leo " Agnes kembali menunduk lalu menggeleng " Hubungan kami tidak sebaik itu Za " Eliza menghela napas panjang " Kamu sudah memeriksa nya " Agnes kembali menggaguk " Tadi setelah dari kampus aku memeriksa nya " Jawab Agnes lirih .


Flashback on


Sudah seminggu Agnes tidak bisa tenang, bukan karena apa !! Tapi tamu bulanannya sudah lewat ,dan itu membuatnya khawatir karena sebelumnya dia tidak perna seperti ini .


Tapi dia tetap berusaha tenang, Tak kalah dia tiang mual atau menginginkan hal layaknya orang hamil pada umumnya,sejak semalam dia sudah memikirkan akan membeli testpeck .


Namun saat tadi membeli obat untuk Eliza, dia minta harus menunggu esoknya karena hasilnya akan bagus saat pagi hari ,sehingga dia memutuskan untuk memeriksa nya saja sekalipun dia sendiri gugup .


Sesampainya di rumah sakit,Agnes langsung mengambil nomor antrian seperti yang lainnya , dia menatap sekeliling nya di mana mereka di temani suami mereka masing-masing, Agnes menghela napas panjang .


Setelah menunggu cukup lama akhirnya tiba giliran Agnes dan dia pun langsung masuk karena sebelumnya sudah di periksa berat, tinggi badan dan juga tekanan darah nya .


" Nona Agnes ,Ada yang bisa di bantu Bu " Tanya Dokter lembut .


" Sebenarnya saya juga bingung dok ,tapi saya sudah telat beberapa hari " Jawab Agnes .


" Apa anda mengalami gejala " Agnes menggeleng " Tidak Dok " Jawab Agnes .


" Kita langsung periksa saja,biar semuanya pasti " Agnes langsung berdiri setelah di persilahkan oleh perawat yang ada di ruangan itu, dia di minta naik di atas tempat tidur pasien .


Perasaan Agnes semakin tidak menentu tak kalah pakaian nya di naikan hingga bagian perut atasnya dan bagian bawah di tutupi selimut.


" Jangan tegang,rileks saja " Agnes mengagguk tersenyum pada dokter.


" Bisa lihat ke monitor " Agnes menurut menatap monitor yang ada di atasnya " yang lingkaran hitam kecil ini calon anak anda " Ujar Dokter lembut .


Ternyata dugaanku benar Ucap Agnes dalam hati entalah dia bingung harus bersikap bagaimana sekarang antara senang dan tidak dia sendiri bingung .


" Usianya berjalan 4 Minggu , panjang dan berat nya bagus sesuai usianya iya Non " Agnes hanya mengaguk saja sebagai jawabannya " jangan lupa makan buah dan sayur nya karena itu penting untuk calon anak anda ,susu hamil juga jangan lupakan itu ,nanti saya resepkan vitaminnya " Ucap dokter lembut .


30 menit berada dalam ruangan pemeriksaan akhirnya Agnes ke luar ,karena dia banyak bertanya pada dokter tentang apa yang harus dia lakukan dan tidak.


Setelah melakukan pemeriksaan Agnes kembali ke apartemen menggunakan taxi online tapi sebelum itu dia menembus vitaminnya dan membeli susu ibu hamil , sepanjang perjalan dia terus memikirkan kehidupannya kedepan Sesekali dia menatap perut nya yang masih rata.


Hingga akhirnya dia sampai di apartemen, dengan gontai dia turun dan memasuki lift menuju unit apartemen milik Eliza .


Flashback off


" Kamu yakin tidak akan memberi tahu Leo " Tanya Eliza setelah mendengar kan penjelasan Agnes .


" Tidak ,hubungan kami tidak sebaik itu ,dan kamu tahu itu " Eliza mengaguk membenarkan " Jadi kamu akan merawatnya sendiri " Agnes kembali mengaguk " Jika sudah memungkinkan aku akan bekerja ...."


" Tidak usah memikirkan itu, fokus saja sama kandungan mu, Aku yang akan menjamin hidup kalian " Potong Eliza cepat .


" Jika kamu menolak aku akan beri tahu Leo " Agnes langsung terdiam " Jangan beri tahu dia " Ucap Agnes pelan .


" Tapi aku tidak enak ,terus merepotkan kamu, bukannya aku menolak tapi kali ini biarkan ...."


' Aku tidak peduli, jika kamu menolak !! Jangan salahkan aku jika Leo tahu kehadiran nya " Agnes menghela nafas panjang " Maaf aku harus lakukan itu , Aku sudah banyak melihat ibu hamil karena di keluargaku begitu dan semuanya tidak muda Nes !! Maka menurut lah " Agnes hanya diam saja .


" Apa kamu sudah sehat " Eliza mengaguk "Kamu tahukan jika sudah seperti ini " Agnes hanya tersenyum tipis sambil menatap perut nya , melihat itu Eliza langsung berjongkok di depan Agnes .


" Hai ,anak Aunty !! Jangan takut Bundamu akan aman bersama aunty , berjanjilah untuk tetap baik² saja di dalam sampai nanti kamu bisa bertemu bunda dan aunty " Ujar Eliza lembut .


" Eliza , makasih banyak sudah mau ...."


" Stop, aku tidak butuh ucapan manismu !! Bosan " Agnes hanya menanggapinya dengan senyuman .


Kita tidak sendiri nak, ada Aunty Eliza yang akan menemani kita Ucap Agnes dalam hati .


" Jangan memikirkan apa pun,Aku kaya " Lidah Agnes berdecak " Selalu itu yang di andalkan " Eliza tertawa kecil .


" Kenapa kamu tidak mau memberi tahu Leo " Tanya Eliza menatap Agnes dengan intens " Tidak papa ,Aku hanya ingin hidup dengan tenang dan semoga dengan kehadiran nya hidupku akan jauh lebih tenang karena sekarang sudah ada dia yang jadi alasanku untuk tetap semangat " Jawab Agnes .


" Seandainya kabar ini di dengar Leo apa yang akan kamu lakukan " Agnes menatap Eliza dengan mulut tertutup rapat " Baiklah ,tidak usah membahas itu lupakan saja " Lanjutnya lagi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di perusahaan besar Leo dan Lintang sedang terlibat pembahasan yang cukup serius ,keduanya saling mengeluarkan pendapat masing-masing .


Hingga hampir satu jam keduanya akhirnya mendapatkan kesepakatan .


" Berarti dari sana kita langsung ke New York " Tanya Leo menatap Lintang.


" Hebm ,Tapi sebelum itu kita selesaikan dulu pekerjaan di sini " Jawab Lintang .


" Baiklah " Jawab Leo .


Ceklek


" Hai " Sapa Chris tersenyum di susul Albert yang suka menyapa kedua nya .


" Ada apa dengan wajah kalian " Tanya Albert lalu duduk di samping Leo .


" Tidak ada papa ,kami hanya membahas pekerjaan saja " Jawab Leo .


"Kalian dari mana " Tanya Leo .


" Biasa ,dari berkelana menyebrangi sungai yang mengalir cukup deras " Jawab Albert ambigu sambil tertawa kecil .


" Masih siang " Celetuk Lintang .


" Tidak ada kata siang Dude jika sudah ada mangsa " Jawab Chris .


" Kamu jadi kerja sama dengan perusahaan milik keluarga Eliza " Lintang mengaguk cepat " Minggu depan kami akan ke sana " Jawab Lintang .


" Gerakan mu cepat juga ,lalu bagaimana dengan Eliza " Lintang menaikan bahunya " Hubungan kami sudah berakhir jadi jangan menanyakan hal itu " Jawab Lintang berdiri berjalan ke arah kursi kerjanya .


"Benarkah ,apa itu berarti aku bisa mendekatinya " Tanya Albert menatap Lintang yang berdiri membelakangi mereka dan menatap ke arah luar jendela .


" Iya " Jawab Lintang , sekalipun dia sendiri bingung dengan perasaannya " Kamu yakin " Tanya Albert lagi .


" Kamu tahu bukan aku tidak akan mundur " Lintang hanya diam saja mendengar ucapan Albert .


" Jangan memancing nya " Ucap Chris menatap Albert .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf Up nya sudah sore,dan kemarin juga tidak Up mohon maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘