
" Eliza " Pekik Agnes tertahan sambil menahan sakit pada perut nya karena kaget sehingga membuat gerakan refleks .
" Kau gila " Bentak Eliza kesal .
" Aku ke sini untuk menjengukmu ,jadi diamlah di tempat mu " Lanjut nya mendekati tempat tidur pasien .
" Aku kaget ,kenapa kamu bisa di sini " Tanya Agnes yang masih syok .
" Karena kamu sudah melahirkan makanya aku disini " jawab Eliza ketus ,lalu matanya menatap ke arah box .
" Siapa namanya " Tanya Eliza berbalik arah ke arah box .
" Grace " Jawab Agnes .
" Kau yang memberikan nama " Agnes menggeleng saat bola mata Eliza menatapnya " Leo " Eliza hanya mengaguk lalu kembali menatap Grace .
" Hai akhirnya kita ketemu,selamat datang di dunia Grace jangan pernah merasa sendiri, Perjalananmu masih panjang dan begitu juga tugasmu ,Aunty yakin kamu bisa karena kehadiran mu sudah di gariskan untuk bunda dan ayahmu " Gumam Eliza menatap wajah Grace yang begitu mirip dengan Agnes , hanya bagian hidung dan alis yang begitu mirip dengan Leo .
" Gimana Ok " Agnes mengaguk tersenyum " Terimakasih sudah meluangkan waktu, maaf aku tidak sempat ...."
"Jangan membahas itu, sekarang sudah ada Grace ' Potong Eliza cepat .
" Bibi bisa tinggalkan kami berdua " Ucap Agnes menatap pelayan .
" Bisa Non ,jika butuh papa saya ada di depan " Agnes mengaguk tersenyum " Makasih Bi " Jawab Agnes .
" Ada yang ingin kamu bicarakan " Agnes mengaguk lalu menatap ke arah jendela .
" Mungkin aku akan kembali ke New York" Eliza masih diam di samping Agnes " Aku akan menata hidupku dengan baik di sana dan aku ...."
" Meninggalkan Grace pada Leo, apa kamu tidak bisa belajar dari kisah hidup ku " Potong Eliza saat bisa menebak ucapan Agnes dan wanita itu terdiam .
" Aku tidak mungkin ...."
" Mungkin, di sini ada Grace yang membutuhkan mu !! Apa yang membuatmu yakin sehingga meninggalkan nya bersama Leo ?? jika akhirnya seperti ini untuk apa kamu mempertahankan " Agnes tetap diam dengan mata yang berkaca-kaca " Dia baru lahir bahkan umurnya belum sampai 1 hari tapi hidupnya sudah berat Nes , aku sudah menceritakan perjalanan ku dari kecil sampai sekarang ,lalu kenapa kini kamu akan melakukan hal yang sama seperti ****** seperti nya " Lanjutnya dengan kesal .
" Aku hanya ...."
" Korbankan perasaan mu untuk Grace ,jika dia sudah paham kamu bisa menjelaskan dengan perlahan " Agnes menundukan kepalanya menangis melihat itu Eliza langsung memeluk Agnes .
" Jangan membuat Grace membenci mu seperti ku membenci ****** itu, sekalipun kamu tidak melakukan apa pun di luar sana ,Demi Grace Nes " Ucap Eliza lembut mengelus pundak Agnes dengan lembut .
" Sakit Eliza " Ucap Agnes dalam tangisan nya .
" Aku tahu dan aku yakin kamu bisa " Jawab Eliza melonggar kan pelukannya lalu menghapus air mata Agnes .
" Wanita yang dekat dengan Leo tidak ada yang tulus dan mereka akan memaafkan putrimu dan saat mereka mendapatkan apa yang mereka mau ,Grace akan terlupakan apa lagi nanti sampai ada adiknya ,apa kamu ingin seperti itu " Agnes menggeleng dengan pelan " Bertahan demi Grace ' Agnes hanya diam saja cairan bening terus memenuhi pipi mulusnya .
" Aku tidak akan lama di sini ,karena butik sudah menjadi tanggung jawabku tapi selama di sini aku akan menjagamu " Agnes mengaguk ' Terimakasih " Jawab Agnes sesegukan .
" Jangan melakukan hal yang nekad, lihatlah Grace jangan membuat nya membenci dirinya sendiri karena sikapmu dan Leo " Agnes mengaguk tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tidak terasa hari sudah sore Eliza dan Agnes bercerita begitu panjang hingga keduanya di kagetkan dengan kehadiran Leo .
Tanpa mengganggu kedua wanita itu Leo langsung masuk mencuci tangan nya ke dalam kamar mandi lalu melihat Grace di box dan membawanya ke sofa sekilas Agnes menatap ke arah Leo sepertinya pria itu singgah di apartemen untuk mandi karena dia sudah tidak memakai pakaian kantor .
" Aku balik dulu ,nanti besok kalau aku tidak sibuk ke sini lagi " Ujar Eliza .
" Makasih sudah menemani ku ,kalau hanya bibi aku pasti bosan karena dia menjaga jarak " Ucap Agnes jujur .
" Mereka hanya ingin bekerja Nes " Ujar Eliza tertawa kecil .
" Ya sudah aku pamit ,jangan lupa makan dan minum obat nya biar kamu cepat sembuh " Ujar Eliza .
" Memang siapa yang memintamu di sini " Canda Eliza.
" Tidak ada ,tapi demi mengeluarkan Grace aku harus berada di sini " Jawab Agnes .
" Apa aku harus memarahi nya " Agnes langsung melototkan matanya " Aku akan memukul bokongmu " Jawab Agnes .
" Ah aku takut " Ujar Eliza lalu berdiri dari duduknya berjalan mendekati sofa di mana Leo sedang mengajak bicara Grace .
" Permisi " Leo mengaguk " Hai Grace , Aunty pamit ya besok Aunty janji ke sini lagi untuk menemani kalian " Ujar Eliza lembut .
" Jangan Rewel ,kasian bunda sama ayah mu ,By sayang " Lanjutnya sambil mengelus pipi Grace .
" Terimakasih sudah menemani mereka " Eliza mengaguk tersenyum " Tidak masalah,kalau begitu saya pamit " Ujar Eliza .
" Aku balik ya ,ingat ucapan ku tadi " Agne mengaguk " Hati² jangan balap bawa mobilnya tapi kalau sudah bosan tidak papa " Ujar Agnes .
" Ya dan kamu orang pertama yang akan menemani ku di neraka " Jawab Eliza lalu ke luar dari ruangan itu .
" Dari apartemen " Tanya Agnes menatap Leo .
" Hebm " Agnes mengaguk mendengar jawaban Leo .
" Berusaha lah tidak ada yang sia² Nes ,aku banyak belajar dari bundaku di mana dia harus mengurusku dan menyayangi ku dengan tulus tanpa memikirkan perasaan nya sendiri padahal dia sendiri tidak baik² saja tapi sekarang kamu bisa lihat bahkan ayah ku tidak bisa jauh dari bunda ku " Agnes terus menatap Leo dan Grace .
Aku akan berusaha sebisa ku tapi jika sampai waktunya tiba aku akan pergi tanpa menatap ke belakang Ucap Agnes dalam hati .
Oek .....Oek ...Oek
" Bawa ke sini mungkin dia haus " Leo langsung menatap Agnes " Aku tidak bisa " Jawabnya Jujur .
" minta bantuan dulu sama perawat " Leo membawa box anaknya ke arah tempat tidur lalu memencet tombol di dekat tempat tidur pasien.
" Maaf ,Daddy belum bisa menggendong mu !! Daddy takut jadi Daddy mohon jangan menangis " Ujar Leo lembut namun tampak sedikit khawatir karena tangisan Grace semakin kencang .
Sedangkan di dalam lift Eliza Sedang bersandar di dinding sambil memainkan ponselnya .
" Tidak terasa kamu sudah memiliki putri aku bahagia " Jawab Eliza dengan helaan napas panjang .
" Aku ingin cepat sampai dan menelpon Nova " Gumam Eliza pelan .
" Kenapa kita tidak ada yang bahagia dengan urusan pria CK " Lidah Eliza berdecak .
Saat lift berhenti Eliza langsung membenarkan posisinya menatap kedepan sebelum pintu lift terbuka dengan luas.
Ting
Deg
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟