
" Aaarrgghhhh ...... Faster Baby " Geram Lintang panjang .
Jleb .....Jleb ....Jleb .....
" Aaahhhhhh "
" Aaarrrggggghhhhhhh " Lintang menghentakkan bokong nya dari bawah saat puncak kenikmatan nya telah sampai .
BRAK
" Lintang " Pekik Agatha Emosi wajahnya sudah memerah ,dia langsung menghampiri Wanita itu , Lintang langsung berdiri memandang Agatha .
" Apa yang ingin kamu lakukan ,ke luar lah jika tidak ingin aku membunuhmu " Agatha menatap tajam Lintang.
" Masuk ,pakai bajumu " Ujar Lintang menatap wanita yang tadi melayani nya ,tanpa berkata lagi dia langsung mengambil pakaiannya lalu masuk ke dalam ruangan pribadi Lintang .
" Kamu membelanya " Tanya Agatha mengepalkan tangannya kuat, Lintang hanya diam saja merapikan pakaiannya lalu duduk di sofa mengambil rokok nya lalu membakar ujungnya .
" Lintang " Pekik Agatha Emosi
Pyaarr
" Jangan pernah meninggikan suaramu di depan ku ******, Jangan merasa bangga hanya karena status mu ,kau hanya mainan bagiku "Bentak Lintang membuat Agatha terdiam di tempatnya dengan wajah pucatnya .
Ceklek
Leo masuk dengan napas yang memburu saat mendengar suara Lintang .
" Seret wanita ini ke luar jangan pernah mengizinkan dia masuk dalam perusahaan ku dan buat pengumuman kalau kami sudah berpisah " Mata Agatha langsung melotot menatap Lintang .
" Apa maksud mu ? Aku tidak mau " Tanya Agatha dengan cepat .
" CK, kau harusnya bersyukur aku tidak membunuh mu karena mengusik ketenangan ku " Jawab Lintang tersenyum sinis .
" panggil mereka membawa wanita sialan ini, lalu beri pengumuman dan berikan foto nya dengan para pria nya agar mereka tidak membuat kepala ku sakit " Titah Lintang .
" Baik " Jawab Leo .
" Aku minta maaf sudah mengganggumu ,aku janji tidak akan mengulangi nya ,tapi jangan ....."
" Bawa dia Leo " Ujar Lintang saat teman wanita sudah ke luar dari ruangan pribadi nya , Agatha menatap tajam wanita itu tapi sepertinya dia bukan sembarang wanita .
Bahkan dengan angkuhnya dia berjalan melewati Agatha lalu duduk di pangkuan Lintang dan mencium bibir tebal pria itu, melihat itu Agatha semakin emosi mengepalkan tangan nya kuat .
" Aku mau ke mall " Rengeknya dengan manja .
" Pergilah ,aku akan transfer nanti " Wanita itu mengaguk lalu kembali mencium Lintang dengan kasar dan tentunya Lintang membalas itu .
Tok ...tok ...
Leo langsung membuka pintu di mana dua orang pria berbadan besar memasuki ruangan Lintang.
" Bawa dia jangan pernah mengizinkan dia menginjak kakinya di perusahaan ini ,karena dia bukan siapa-siapa lagi " Ujar Leo tegas .
" Baik Tuan " Jawab Kedua pria itu, lalu mendekati Agatha .
" Lepas ,aku bisa ke luar sendiri !! Ingat Aku tidak akan diam ,jangan pikir selama ini aku tidak tahu kalau kamu menyukai Eliza ,dan aku pastikan wanita itu akan menderita " Lintang tertawa mendengar ucapan Agatha .
" Lakukanlah ,jika kamu bisa " Jawab Lintang tertawa lalu dia menatap tajam Agatha " Bahkan kamu tidak papa di banding dia " Lanjutnya sinis.
" Apa kamu tahu dia anak haram " Tanya Agatha sinis " Tidak bukan ,bahkan dia anak yang tidak di inginkan ibuku ,itu kenapa dia meninggalkannya karena kehadiran nya petaka buat ibuku karena dia hidup ibuku hancur " Ujar Agatha Emosi .
" Lalu kamu anak apa ?? Jangan pikir aku tidak tahu apa pekerjaan ibumu dulu sebelum dia bersama ayahmu ,bahkan mungkin itu pun terpaksa bukan " Jawab Lintang tak kalah pedas .
" Tahu apa kamu tentang keluarga ku " Bentak Agatha.
" Aku tahu semuanya ,itu kenapa ayahmu tidak memintamu bekerja di perusahaan pusat bukan bahkan dia tidak memberikan sahamnya pada mu sedikit pun dan yang kamu dapat kan sekarang itu dari menjual tubuh mu dan ibumu " Pancing Lintang menatap rendah Agatha .
" Itu milikku sampai kapanpun akan menjadi milikku bukan milik Eliza ,aku anak sah di keluarga itu bukan seperti nya anak haram yang di buang ayah ibu ku hingga di pungut mereka " Lintang langsung menatap Leo .
" Bawa dia ke luar " Ujar Leo setelah paham arah pembicaraan Agatha .
" Lepas sialan, apa kalian tahu siapa aku hah " Bentaknya tapi kedua pria itu tetap membawa wanita itu ke luar .
" Pergilah " Usir Lintang menatap wanita yang masih duduk di pangkuan nya .
" Baik " Jawabnya lalu berdiri meninggalkan ruangan Lintang .
" Umumkan sekarang " Leo mengaguk lalu ke luar dari ruangan Lintang .
" Akhirnya penderitaan ku berkahir " Gumam Leo lalu menatap wanita yang ada di depannya .
" Aku butuh vitamin " Ujarnya lalu mendekati sekertaris Lintang dan ******* bibir tipis nya .
" Aku tunggu di apartemen nanti malam " Ujar Leo lalu meninggalkan wanita itu yang masih mengatur napasnya .
Di negara lain Eliza hanya berdiam diri dalam apartemen menatap pagi yang cerah ,bahkan wanita itu enggan berdiri sejak dia membuka matanya menyambut pagi hari, sepertinya dia tidak ada niat untuk ke kampus sehingga hanya bermalas-malasan di tempat tidur .
" Miss you " Gumam Eliza menatap lurus ke depan .
" Sepertinya aku sudah gila " Eliza menggeleng kan kepalanya kuat " Sadarlah dia milik orang lain dan sampai kapan pun dia bukan untukmu " Ujar Eliza lirih .
Kini dia kembali fokus menatap ke arah luar, hingga Nada dering Ponselnya membuyar kan lamunannya .
Dengan malas Eliza turun dari tempat tidur tapi saat melihat siapa penelpon nya dia kembali meletakan ponselnya dan kembali duduk di atas tempat tidur dan menatap ke arah luar.
Ceklek
" Sudah aku duga kamu tidak akan mengangkat nya " Eliza hanya diam saja mendengar ocehan Agnes .
" Kau sakit " Eliza menggeleng " Nes " Agnes menghampiri wanita itu duduk di ujung tempat tidur .
" Aku merindukan nya " Ucap Eliza detik kemudian dia menunduk menyembunyikan wajahnya di kedua kakinya .
" Jangan Menahannya ,jika merindukan nya temui !! Hubungi dia untuk ke sini " Eliza menggeleng pelan .
" Aku tidak ingin menyakiti siapa pun " Jawabnya serak .
" Lalu kamu akan terus seperti ini " Eliza hanya diam saja " Aku tidak menyuruh mu merebutnya tapi setidaknya dengan melihat nya kamu merasa tenang ,jika tidak ingin bertemu video call setidaknya itu bisa membuat hidup mu jauh lebih baik " Lanjutnya lagi .
" Kamu seperti orang bodoh semenjak bertemu dengan nya " Ucap Agnes sedangkan Eliza hanya diam saja .
" Ayo mandi kita harus ke kampus , bukan kah kamu ingin cepat selesai " Eliza mengangkat kepalanya menghapus air matanya .
" Maaf,aku terus merepotkan mu " Agnes hanya diam saja .
" Cepat mandi aku tunggu di meja makan " Ucap Agnes lalu ke luar dari kamar Eliza .
" Kau benar Za ,bahkan setelah kejadian itu dia tidak lagi menghubungi ku " Gumam Agnes tersenyum tipis .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟