Eliza

Eliza
Jauh lebih baik



Seperti nya Lintang harus terbiasa jika paginya akan terus seperti ini hingga 3 bulan kedepannya di mana dia selalu di kagetkan dengan tingkah Eliza yang tiba-tiba saja bangun dan melompat dari tempat tidur .


Kini dia sedang menemani Eliza mengeluarkan isi perut nya hingga membuat wanita lemas dan pucat .


Dengan perlahan Lintang membawa Eliza ke luar dari kamar mandi setelah membersihkan mulut nya .


" Aku ke dapur dulu ya " Eliza menggeleng " Di sini saja " Gumam Eliza lirih .


" Aku buatkan dulu minuman biar kamu enakan " Eliza menggeleng " tolong peluk aku " Lintang menggeser tempat duduknya lalu memeluk Eliza dengan lembut .


" Begini " Eliza mengaguk " Ini jauh lebih baik " Jawabnya pelan .


Lintang mengusap punggung Eliza dengan lembut hingga membuat ibu hamil itu semakin nyaman dalam pelukan suaminya .


" Mau sarapan apa ? " Tanya Lintang lembut .


" Jus tomat sama nasi goreng " Ujar Eliza pelan, Lintang hanya mengaguk .


Beberapa menit kemudian Lintang mendengar dengkuran halus dari mulut sang istri ,perlahan Lintang menatap ke arah bawah di mana Eliza kembali tertidur .


Dengan perlahan Lintang membaringkan tubuh Eliza dengan nyaman menutup tubuh nya dengan selimut hingga dibatas dadanya ,setelah dia mencium kening dan bibir Eliza .


Lintang ke luar dari kamarnya menuju dapur tapi langka nya terhenti saat melihat ibunya di ujung tangga bawah .


" Mami mau ke mana " Tanya Lintang menatap secangkir minuman di tangan ibunya .


" Bawakan minuman ini untuk Eliza " Jawabnya sambil memperlihatkan gelas yang ada di tangannya .


" Istri ku tidur Mi karena kelelahan nanti saja jika dia sudah bangun " Ujar Lintang mendekati ibunya .


" Lalu kamu mau ke mana? " Tanya nya dengan lembut .


" Mau ke dapur , Eliza meminta sarapan nasi goreng dan jus tomat " Jawab Lintang mengambil gelas yang di bawah ibumya lalu meneguknya hingga habis .


" Itu untuk istri mu " Ujar ibunya menggeleng .


" Aku wakilkan " Sang ibu hanya menghela napas, lalu keduanya ke dapur bersamaan .


" Sudah Mi " Tanya Emmanuel kebingungan nya menatap istrinya.


" Eliza lagi tidur ,jadi Lintang yang meminum nya ! kasian mubazir " Jawab Lintang .


" Bilang saja kamu haus " Jawab Emmanuel .


" Bibi katakan sama tukang masak untuk memasak nasi goreng perbanyak sayurnya sama jus tomat " Ujar Lintang serius .


" Baik tuan muda " Jawab Pelayan .


" satu lagi " Ujar Lintang sebelum pelayan ke belakang " buah tapi sudah di potong kecil " Lanjutnya lagi .


" Baik tuan " Jawab pelayan lalu ke dapur belakang .


" Lintang ke atas dulu mau mandi " Emmanuel mengagukan kepalanya sebagai jawabannya begitu juga ibunya .


" Jika sudah bangun nanti telepon saja ,biar Mami antarkan minuman nya " Ujar ibu dengan lembut .


" Iya Mi " Jawab Lintang lalu meninggalkan dapur .


Sesampainya di kamar Lintang menatap ke arah kasur di mana istri nya masih tertidur dengan pulas .


Mungkin karena lelah setelah mengeluarkan isi perutnya Eliza begitu damai dalam tidurnya rapi saat akan melangkah ke kamar mandi ponsel Eliza berdering dengan cepat Lintang mengambil benda tipis itu sebelum istirahat nya bangun .


" Hallo "


" iya ,maaf Eliza nya lagi tidur jadi saya yang mengakat nya " jawab Lintang .


" Apa Eliza baik² saja " Lintang bisa menangkap kekhawatiran dari ucapan ayah mertua nya itu .


" apa saya bisa berkunjung " Tanya nya berharap .


" Datang lah ,rumah selalu terbuka untuk kalian " Jawab Lintang pelan .


" Biasanya dia bangun jam berapa ? Takutnya saat saya datang malah mengganggu waktu istirahat nya " Tanya nya dengan lembut .


" Makan siang di sini saja, Eliza pasti senang " Jawab Lintang sambil menatap ke arah tempat tidur.


" Baiklah ,saya akan ke situ saat akan makan siang " Jawab nya cepat .


" Apa saya perlu membawa sesuatu ? atau hal yang di inginkan Eliza " Lanjutnya lagi .


" Tidak perlu membawa papa , kehadiran anda di sini sudah cukup membuat Eliza bahagia " Jawab Lintang seadanya.


" Baiklah , saya tutup dulu " Pamitnya dengan pelan .


" Iya " Jawab Lintang kembali meletakan ponsel Eliza di atas meja .


ya hubungan antara Lintang dan Alvin ayah kandung Eliza begitu dingin tapi keduanya terlihat biasa saja ,beda halnya dengan Naufal bahkan secara terang-terangan Lintang memanggil pria itu dengan sebutan ayah sama halnya dengan Eliza .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Honey " Lintang membangunkan Eliza dengan lembut .


" Bangun dulu, sarapan " Lanjutnya dengan lembut .


Eliza membuka matanya perlahan hingga kedua matanya bertemu dengan tatapan Lintang.


" Sarapan dulu ,baru lanjut istirahat " Ulang nya lagi .


Eliza mengaguk lalu membuka kedua tangan nya meminta pria itu memeluknya dengan senang hati Lintang memeluk Eliza yang masih berbaring di atas tempat tidur mereka.


" Maaf aku belum bisa jadi istri yang baik untukmu...."


"Kamu istirahat yang terbaik untukku " Potong Lintang cepat .


" Seharusnya aku menyiapkan semua kebutuhan mu ,maaf aku belum bisa melakukan itu " Ujar Eliza lembut.


" Tidak papa ,pelan² saja toh kamu tidak melakukan nya karena baby lagi rewel jangan memaksakan diri mu ,aku masih bisa mengurus semuanya dengan baik " Ujar Lintang mencium kening Eliza dengan lembut .


" Ayo aku bantu cuci muka sama sikat gigi nya " Lintang membantu Eliza untuk bangun.


" Mau mandi " Jawab Eliza .


" Nanti saja ,sarapan dulu nanti baby lapar apa lagi tadi kamu mualnya banyak " Kali ini Eliza menurut mengikuti sang suami yang membawanya ke kamar mandi padahal Lintang sudah siap dengan pakaian kerjanya .


" Mungkin ayah mu akan ke sini tadi dia menelpon mu " Eliza menatap Lintang dari kaca besar yang ada di depannya .


" Maaf sudah mengakat panggilan dari ponsel mu , aku takut itu mengganggu tidur mu " Eliza menggeleng sambil tersenyum.


Lintang mengacak rambut Eliza yang sedang menggosok giginya membalas senyuman istri nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟