Eliza

Eliza
Lintang bodoh



Lintang menatap gambar kecil yang ada di tangannya tidak ada respon apa pun , hingga membuat Eliza sedikit bingung dan takut .


" Sayang " Sama Lintang tetap diam .


" Lintang " Lintang menatap Eliza tapi itu hanya sebentar dia kembali lagi menatap gambar yang ada di tangannya itu .


" Cih ,kenapa dia jadi bodoh " Umpat Eliza kesal sendiri memilih meninggalkan suaminya di sofa berjalan ke arah tempat tidur .


Setelah Lintang mandi ,Eliza meminta pria itu untuk berbicara serius tapi saat selesai berbicara Lintang tidak memberikan respon apa pun dia seperti patung bernyawa dan itu membuat Eliza kesal .


Dia menatap ke kembali ke arah sofa dan melihat suaminya itu masih terdiam ,Eliza mematikan lampu kamar menyisakan lampu tidur lalu naik ke atas tempat tidur melanjutkan tidurnya yang sempat terusik .


" Honey " Seperti nya kesadaran Lintang sudah kembali ,dia berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah tempat tidur di mana Eliza sudah menutup dirinya dengan selimut .


" Honey "Lintang duduk di ujung tempat tidur menarik selimut Eliza .


" Apa " Jawab Eliza ketus .


" Ini benaran " Lintang memperlihatkan gambar yang ada di tangan nya .


" Tidak " Jawab Eliza emosi kembali menutup dirinya dengan selimut tapi gerakan nya kalah cepat dari sang suami .


" Makasih " Lintang langsung memeluk Eliza " Padahal aku sudah tidak berharap karena kamu tidak memberi tahuku ,makasih Honey " Lanjutnya serak .


Eliza membalas pelukan Lintang posisi nya dia masih berbaring .


" Maaf ,aku hanya ingin memberikan kejutan " Eliza melepaskan pelukannya dengan cepat menatap wajah suaminya " Kamu menangis " Lintang mengaguk jujur " Aku bahagia " Eliza meringis melihat Lintang menangis hanya karena dia hamil .


" Hai ,ini Papi gimana keadaan mu di dalam sana ? Kamu baik² saja kan ? Maaf Papi baru menyapamu sekarang terimakasih sudah hadir di antara kami tumbuhlah dan berjuang bersama Mami mu , Papi akan melakukan apa pun yang kamu inginkan , Ah iya jangan menyakiti Mami mu cukup katakan padanya apa yang kamu mau ,dan Papi akan mengabulkan nya Ok " Eliza tersenyum menatap Lintang yang berbicara di depan perut nya .


" 3 hari lagi usianya akan memasuki 2 Minggu, nanti jika sudah sebulan kita akan memeriksa nya kembali ke rumah sakit " Lintang menatap Eliza tanpa merubah posisi nya .


" Apa kamu mual " Eliza mengaguk tersenyum " Itu membuatku ingin pingsan tapi mereka memberi ku semangat dan itu hanya berlangsung selama tiga bulan " Lintang kembali menatap perut Eliza sambil mengelus nya sesekali dia memberikan ciuman .


" Kapan kamu mulai merasakan nya " Tanya Lintang tanpa menatap Eliza .


" Hebm ,dua hari setelah kamu di sini " Kini Lintang menatap sang istri " Dan kamu tidak memberi tahuku " Eliza mengaguk tersenyum membuat Lintang berdecak .


" Apa Papi sama Mami sudah tahu " Tanya Lintang .


" Belum ,bahkan ayah Alvin pun belum tahu " Jawab Eliza .


" Mami mu sangat semangat memberikan kejutan " Lintang kembali berbicara depan perut Eliza .


" Bukan kejutan tapi lebih kaya malas " Lintang mendengus kesal memberikan kecupan di perut Eliza lalu bangun dari posisinya .


" Ceritakan apa lagi yang belum aku ketahui " Eliza menggeser posisi tidurnya hingga Lintang berbaring di samping nya .


" Dia masih sangat kecil..."


" Bahkan aku tidak melihat apa pun " Potong Lintang cepat .


" Bisa diam " Lintang mengaguk memeluk Eliza menyembunyikan wajahnya di dada sang istri " Nanti dia akan tumbuh dengan bertambah nya usia kandungan ku ,kata Aunty Amanda usia kehamilan trimester awal itu rentan keguguran jadi aku jangan melakukan hal yang berat atau banyak pikiran dll ,harus banyak makan buah dan sayur jangan lupa susunya " Lidah Eliza berdecak kesal " Bukan nya itu terdengar menyebalkan " Lintang menggeleng dengan cepat " Itu demi kebaikan kamu dan baby Honey " Jawab Lintang cepat .


" Tapi kamu tahu bahkan aku tidak bisa mencium aroma daging dalam bentuk apa pun itu ,rasanya mau mati baunya sangat menyiksa " Lintang menatap Eliza dengan intens .


" Apa itu berarti aku tidak bisa memakan daging " Eliza menaikan kedua bahunya " Papi akan mengamuk " Lanjutnya kembali memeluk Eliza sambil tersenyum .


" Sepertinya banyak yang berubah nantinya " Gumam Lintang tertawa kecil .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya Eliza terbangun lebih dulu dia langsung berlari ke arah kamar mandi perut nya terasa di aduk dengan cepat .


" Honey " Gerakan Eliza yang tiba-tiba membuat Lintang ikut terbangun karena dia tidur sambil memeluk wanita itu .


Hoek .....Hoek ....


Lintang langsung menyusul Eliza ke kamar mandi saat mendengar Eliza muntah .


Tangan besar Lintang mengusap perut Eliza dan tangan yang satunya memijat tengkuk Eliza dengan lembut .


" Baby ,jangan buat Mami kesakitan " Ujar Lintang dengan lembut .


" Baby mau apa ? Biar Papi Carikan " Lanjutnya lagi dengan pelan .


Lintang mengakat tangan nya memegang rambut Eliza .


" Masih " Eliza mengaguk pelan Kepala nya bersandar di ujung wastafel .


" Biasanya mereka melakukan apa ? biar mualnya hilang " Tanya Lintang lembut .


" Tidak melalukan apa pun, hanya membuat kan teh hangat " jawab Eliza lirih ,tapi setelah itu dia kembali mengeluarkan isi perutnya nya sekalipun hanya berubah cairan saja .


" Honey " Lintang langsung menahan tubuh Eliza yang sudah tidak memiliki tenaga lagi bahkan wajahnya terlihat sangat pucat .


Dengan perlahan Lintang mencuci mulut Eliza lalu membawa nya ke luar dari kamar mandi .


" Aku ke bawah dulu " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya .


Lintang membenarkan posisi Eliza agar istrinya bisa berbaring dengan nyaman ,lalu dia ke luar dari kamarnya tujuannya kali ini dapur .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟