
Pagi harinya Eliza kembali ke perusahaan Lintang ,jika kalian bertanya apa Daddy Radit dan yang lainnya tidak tahu ?
Tentu saja tahu tapi itu hanya para pria !!
Tapi sejauh Eliza baik² saja mereka hanya bisa memantau dan diam di tempat ,tapi lain halnya jika Eliza sudah terluka sekalipun dia bisa mengatasinya tapi mereka tidak akan diam .
" Pagi Mba " Sapa Eliza pada sekertaris Lintang .
" Pagi Nona Eliza " Jawab sekertaris lembut .
" Apa mereka sudah datang " Tanya Eliza .
" Iya Non, tapi itu ....Anu ...."
" Aaahhh ..lebih cepat Tuan Aaahhh "
" Bersama "
Sekertaris Lintang langsung mengentikan ucapannya begitu saja .
" Apa ada tamu di dalam " Tanya Eliza " Iya Non " Jawab sekertaris Lintang tersenyum kaku " Boleh aku duduk " Eliza pun duduk setelah mendapatkan persetujuan lalu mengambil ponselnya dalam tas .
" Nona Eliza " Panggil Leo melototkan mata nya lebar lalu menatap rungan Lintang yang tidak tertutup rapat ,dimana suara erangan dan ******* dari dalam bisa terdengar di luar .
Dengan cepat Leo langsung menutup pintu ruangan Lintang dengan keras ,dan berharap orang di dalam bisa berhenti .
BRAK
Beberapa menit kemudian pintu ruangan Lintang terbuka memperlihatkan seorang wanita yang baru saja ke luar dengan penampilan yang sedikit berantakan .
Setelah kepergian wanita itu ,Eliza langsung masuk kedalam ruangan Lintang dengan ekspresi biasa saja membuat Lintang kaget.
Lintang menatap Leo yang hanya bisa terdiam .
" Apa yang saya kerjakan " Tanya Eliza duduk di sofa .
" sudah lama datang nya " Tanya Lintang mendekati Eliza .
" Hebm "
" Bersihkan badanmu ,bukannya anda habis melakukan olahraga " Lanjutnya saat Lintang akan duduk di samping nya membuat gerakan pria itu terhenti lalu menatap Leo yang terus terdiam .
Mereka sengaja datang lebih pagi, karena Lintang memintanya mencarikan wanita agar Eliza tidak tahu tapi nyatanya wanita itu datang di saat Lintang belum selesai .
" Kosongkan jadwalku " Titah Lintang lalu berdiri menuju ruangan Pribadi nya ada yang di ruangan itu .
" Permisi Non " Pamit Leo ke luar dari ruangan itu dengan cepat ,dia tidak ingin berurusan dengan dua manusia yang menurut nya sama² keras .
Beberapa menit kemudian Lintang ke luar sudah dengan penampilan barunya mendekati Eliza di sofa .
" Berikan Ponsel mu " Eliza menatap Lintang sekilas " Berikan " Eliza pun memberikan,karena memang dia sangat membenci namanya perdebatan dia lebih memilih langsung melakukan tindakan dan selesai dari pada berdebat tidak ada ujungnya .
" Aku akan menemanimu jalan² " Ujar Lintang saat melihat pesan Eliza yang di kirim pada Agnes .
" Tidak perlu " Jawab Eliza cepat mengambil ponselnya di atas meja .
" Kamu ingin ke mana " Tanya Lintang tanpa peduli pada penolakan Eliza .
"saya akan kembali ke rumah " Jawabnya Datar .
" Ayo " Lintang memegang tangan Eliza ,tapi dengan kasar Eliza menepis tangan Lintang kasar hingga ponsel nya jatuh begitu saja di atas lantai ruangan Lintang .
" Ayo kita akan beli ponsel baru untukmu " Lagi² Eliza menepis tangan Lintang hingga membuat jarinya terluka karena goresan dari kaca ponselnya .
" Kamu terluka " Dengan santainya Eliza mengambil tisu di atas meja menutup lukanya sehingga darah tidak kembali ke luar tanpa peduli dengan Lintang .
" Aku masih mampu membeli ponsel ,bahkan sepulu pun aku masih mampu " Ujar Eliza datar .
" Simpan saja uang mu untuk membayar para wanitamu " Rahang Lintang mengeras menatap Eliza .
"Ayo " Ujar Lintang
" Aku bisa sendiri " Bentak Eliza keras " Rendahkan suaramu " Ujar Lintang dingin .
" Maka biarkan aku pergi " Jawab Eliza ketus
" Ke luar lah, dan kamu akan tahu apa yang akan aku lakukan padamu " Lintang melepaskan tangan Eliza membiarkan wanita itu pergi .
Tapi saat Eliza akan membuka pintu dengan cepat Lintang mendorong kembali pintu dengan keras hingga menimbulkan suara
" Sssttt" Desis Eliza saat tubuhnya meraksan sakit karena Lintang mendorong nya begitu kuat .
" Jangan membuatku marah dan berkahir menyakitimu " Ujar Lintang rendah .
" Apa kamu mempermasalahkan yang tadi " Eliza langsung menatap Lintang .
Bukannya dia semalam yang mengajaknya menjalin hubungan dan mengatakan membenci pengkhianatan ??
" Itu urusan mu ingin menghabiskan waktu bersama wanita ..."
Eliza memalingkan wajahnya cepat saat Lintang akan mencium nya ,Lintang tersenyum miring lalu menarik dagu Eliza menatap nya .
" Kenapa " Tanya Lintang menaikan alisnya sebelah .
" Bukannya tadi malam kita sudah melakukan nya " Lanjutnya tersenyum .
PLak
" Aku sudah katakan jangan pernah samakan aku dengan wanita bayaran mu Bajingan " Umpat Eliza kesal .
Lintang memegang pipinya lalu menatap Eliza dingin .
" Kau akan menyesal " Ujar Lintang detik kemudian dia sudah membukam mulut Eliza dengan kasar , sekalipun Eliza terus memberontak .
Lintang membawa Eliza ke ruangan pribadinya tanpa melepaskan bibir mereka .
Brug
Lintang mendorong tubuh Eliza di atas tempat tidur yang ada dalam ruangan itu,Lalu menindih tubuh wanita itu .
" Apa yang ingin kamu lakukan " Tanya Eliza menahan emosinya bahkan kini wajahnya sudah memerah .
" Menurutmu " Tanya Lintang mengelus pipi Eliza dengan lembut sambil tersenyum seringai. .
" Jangan ...... Hhhmmmppp " Ucapan Eliza terpotong begitu saja saat bibir tebal itu kembali menyatukan benda kenyal milik mereka .
Keduanya saling menatap ,Eliza menutup rapat mulut nya dengan kuat sekalipun Lintang menggigit nya mencoba memasukkan lidahnya kedalam .
Karena kesal Lintang dengan kasar menarik tangan Eliza membawanya ke atas kepalanya dan tangan satunya mencari hal yang bisa dia bisa mainkan .
Eliza memejamkan matanya kuat mengepalkan tangannya, sekuat apa pun dia tenaganya tidak sebanding dengan Lintang .
"Lakukan lah " Ujar Eliza saat Lintang akan turun bermain di lehernya .
Seketika Lintang menghentikan gerakannya menjatuhkan tubuhnya di samping Eliza .
" Sorry " Eliza bangun dari tidurnya merapikan penampilan nya ,lalu memegang bibirnya yang terasa perih.
Lintang ikut bangun ,lalu menggegam tangan Eliza membawanya ke sofa ,lalu membuka laci mengambil kotak obat .
Tidak ada percakapan yang terjadi di antara keduanya , Lintang fokus mengobati bibir Eliza begitu juga Eliza yang hanya diam menatap Lintang mengobati bibirnya .
" Sudah " Ujar Lintang .
" Makasih " Jawab Eliza datar, Lintang hanya diam saja lalu menatap Eliza .
" Jika tidak ada yang saya kerjakan ,saya akan kembali bagiamana pun saya harus membayar utang ku , karena anda sendiri yang tidak ingin saya ganti dengan uang melainkan berkerja di perusahaan mu " Ucap Eliza tenang .
" Apa hanya itu yang bisa kamu katakan " Tanya Lintang Dingin .
" Lalu saya harus bertanya tentang apa ?? Hubungan Anda dengannya atau ....'
" Hubungan ku dengan mu " Potong Lintang cepat .
" Bukannya harusnya saya yang bertanya seperti itu, Apa hal seperti itu sudah sering anda katakan pada siapa pun termaksud saya " Tanya Eliza .
" Jika iya ,maka saya akan ikut dalam permainan mu ? Saya harus bagaimana harus seperti mereka atau...."
" Eliza " Bentak Lintang keras .
" Why " Tanya Eliza " saya hanya bertanya tugasku sebagai kekasih dari seorang Lintang Elmer Emmanuel " Lanjutnya lagi .
" Apa saya harus seperti mereka atau saya memiliki tugas yang lain " Tanya Eliza lagi .
" Ke luar " Ujar Lintang rendah .
" Iya " Jawab Eliza lalu meninggalkan Lintang berada di ruangan itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟