
Sepulang dari butik Eliza langsung ke masion utama sesuai permintaan Opa dan Oma nya .
Wanita masuk langsung ke ruangan di mana dia bisa mendengar suara penghuni rumah besar itu .
" Hai ,apa kalian merindukan Zaza " Ujarnya dengan semangat lalu mencium para penghuni yang ada di situ .
Terkahir dia memeluk Daddy Radit dengan erat dan mencium pipi pria paru baya itu berkali-kali hingga membuat Daddy Radit jengah .
" Minggir sialan " Umpat Daddy Radit membuat Eliza tertawa dan berhenti mencium Daddy Radit .
" Kakak " Eliza menatap El yang " Kenapa " Tanya Eliza lembut
" Bulan depan El akan kerja di butik kakak " Eliza hanya menggaguk sebagai jawabannya .
" Kau masih ingat rumah ini " Ujar Eliza meletakan minuman di atas meja .
" Tadi ke sini pakai maps Oma " Ujar Eliza seadanya .
" Apa kau ingin Oma mempercayai nya " Timpal Ana .
" Tidak ,karena itu tidak penting " Jawab Eliza .
" Pulang lah " Usir mommy Ellena membuat Eliza tertawa kecil .
" Kangen sama Eyang " Ujar Eliza berdiri duduk di samping mommy ellena lalu memeluk wanita itu dengan erat .
" Ah Eyang belum mandi " Mommy Ellena langsung mengakat tangan nya dan mendarat dengan sempurna .
pLak
" Sssttttt "Eliza meringis mengelus pahanya yang terasa panas.
" Mom " Tegur Daddy Radit .
" Apa ?? kau ingin terus membela nya " Eliza langsung memasang wajah sedihnya saat Mommy Ellena menatap nya .
" Apa harus memukul nya " Lidah mommy ellena berdecak lalu menatap Eliza yang tersenyum kuda memperlihatkan gigi putihnya .
" Siapa itu " Tanya Raymond yang baru turun bersama Adara di susul Reza dan Riane .
" Wah ada orang asing " Timpal Reza tersenyum .
" Maaf apa tuan mengenal saya " Ujar Eliza kesal .
" Siapa yang mengundang mu " Eliza mendengus kesal saat mendengar pertanyaan dari Raymond .
" Istri anda " Jawabnya ketus .
" Sudah tidak marah dengan mommy,maaf mommy tidak ..."
" Zaza malas bahas itu mom, jadi jangan mengingat kan itu " ucap Eliza jujur memotong ucapan Adara .
" Apa pun itu , mommy...." Adara mengentikan ucapannya begitu saja saat melihat kode dari Alan .
" Kaka " Eliza mengembangkan senyumnya saat melihat Della .
" Kau seperti boneka Annabelle " Della memanyunkan bibirnya " Papa " Reza mengelus kepala Della mengakat Della duduk di pangkuan nya .
" Dia hanya iri karena tidak secantik Ade " Della tersenyum menyembunyikan wajahnya di dada Reza .
" menjijikkan " Ucap Eliza .
" Kakak " Tegur Rangga tidak suka " Sorry " jawabnya menaikan kedua jarinya hingga berbentuk V .
" mampus " Cibir Alan tertawa kecil .
" Abang ke mana " Tanya Eliza menatap sekeliling nya .
" Abang tidak akan ikut berkumpul " Eliza menatap El yang menunduk " Abang masih di kantor " Lanjutnya lagi , Eliza tidak bertanya lagi .
" Gimana kerjaan Zaza " Daddy Radit mengalihkan pembicaraan.
" Bertambah karena kamu merayu semua pria " Timpal Riane mencibir .
" Itulah ke ahlian Zaza , mau Zaza ajarin tidak Ma " Tawar Eliza tersenyum menaikan turun kan keningnya .
" Tidak perlu , terimakasih " Jawab Riane .
" Ya sayang sekali, padahal Zaza hanya menawarkan sekali saja " Ujarnya sambil tertawa kecil .
Beberapa menit kemudian Edward pulang dengan keadaan yang begitu kacau .
" Abang " Edward menatap ke sumber suara tersenyum tipis " kau datang " Eliza mengaguk dengan wajah datarnya .
" Dari kantor " Edward mengaguk lalu melanjutkan langkahnya ,tanpa mengatakan apa pun Eliza mengikuti pria itu tanpa di tahan dari peserta di ruangan itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Abang cape " Edward hanya diam ,Bukannya tidak tahu Eliza mengikuti nya tapi melarang nya pun percuma karena wanita sejenis bebatuan yang paling terkuat bumi hingga ucapan apa pun tidak akan ada yang masuk .
" Kakak siapkan air ya " Eliza langsung masuk dalam kamar mandi Edward tanpa persatuan pria itu .
Edward mulai membuka pakaian hingga hanya menyisakan celana panjang nya .
Beberapa menit kemudian Eliza ke luar menghampiri Edward .
" Sudah ,mandi lah nanti airnya dingin " Edward langsung berdiri sedangkan Eliza masuk dalam ruangan ganti menyiapkan pakaian pria itu .
🪵
🪵
🪵
Edward menatap Eliza yang duduk di balkon ,mau tidak mau Edward menemani wanita itu .
" Aku merindukan nya " Edward hanya diam saja " Apa dia akan baik² saja bang " Edward hanya bisa menghela nafasnya panjang.
" Dia tidak membawa apa pun , apa dia sudah kaya melebihi ku sehingga dia begitu tenang meninggalkan kartu yang Abang kasih " Edward hanya tersenyum tipis bahkan sangat tipis .
" Kakak " Eliza menatap ke samping di mana Edward memejamkan matanya " Aku merindukan nya " Lanjutnya serak .
" Setiap mengingatnya dadaku sesak bahkan hampir meledak " Eliza menghapus cairan yang ke luar dari ujung mata Edward .
" Aku akan membenci wanita sialan itu " Ujar Eliza kesal tapi tidak sepenuhnya .
" Apa dia akan mempertahankan nya kak " Tanya Edward bahunya bergetar karena menahan tangisannya .
" Ya " Jawab Eliza yakin " Jika dia melakukan hal Bodoh aku akan membuatnya menyusul anakmu " Ujarnya dengan serius lalu berdiri dari duduknya berjalan ke arah pembatas balkon .
" Jangan menyiksa dirimu , jika kakak bisa maka Abang juga harus bisa " Ujar Eliza serius .
" Hanya masalah waktu Bang, setahun, dua ,atau seterusnya aku yakin dia akan kembali dan memohon padamu " Ujar Eliza menatap lurus kedepan " hiduplah seperti biasanya ,jangan membuat mommy selalu merasa bersalah sekalipun kakak membencinya tapi rasa sayang kakak mengalahkan itu " Lanjut nya serak .
" Yakinlah pasti dia juga merindukan mu, dia hanya butuh waktu bang , jika mental nya sudah siap dia akan kembali karena sampai kapan pun kalian akan terikat " Edward menghela napasnya panjang lalu di hembuskan dengan kasar .
" Dia hanya menyiapkan dirinya jadi sabarlah " Lanjutnya .
" Kenapa kakak seyakin itu " Tanya Edward menatap Eliza yang membelakangi nya " Karena dia terlalu mencintai mu " Jawab Eliza membalikkan badannya menatap Edward .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟