Eliza

Eliza
Alesya



Oek ....Oek ....Oek.....


Suara tangisan itu memecah ketegangan di luar ruangan itu , Emmanuel langsung sujud syukur begitu juga sang istri


" Cucu kita Pi " Emmanuel langsung memeluk sang istri kedua nya menangis haru karena bahagia .


Penantian mereka selama ini akhirnya terbayar hari ini kehadiran sosok malaikat kecil yang akan melengkapi keluarga mereka .


Beberapa menit kemudian ruangan itu terbuka di mana memperlihatkan sosok pria yang baru saja menyandang status sebagai ayah .


" Mami " Lintang langsung memeluk sang ibu " Dia sangat cantik seperti Eliza " Lanjutnya bergetar .


" Maaf " Ibu mengelus kepala Lintang dengan lembut " Selamat, terima kasih sudah memberikan hadiah yang begitu luar biasa " Ujar sang ibu serak .


Lintang melepaskan pelukannya lalu menatap Emmanuel " Aku berhasil Pi " Emmanuel mengaguk tersenyum .


" Papi tahu itu " Jawabnya memukul pelan bahu sang putra semata wayangnya .


🪵


🪵


Beberapa jam kemudian Eliza sudah di pindahkan di ruangan perawatan VVIP khusus keluarga Lintang .


Di mana di ruangan itu hanya ada keluarga Lintang dan Leo saja ,karena Lintang belum mengizinkan siapa pun menjenguk sang istri .


Sedangkan keluarga Eliza sendiri sudah di kabari , Awalnya mereka kaget karena jauh dari perkiraan dokter tapi sebisa mungkin Leo menjelaskan dengan baik .


Hingga mau tidak mau mereka akan terbang malam ini juga dan berarti di sana pagi hari nya ,Karena Leo menghubungi mereka larut malam .


" Mandi dulu " Ujar Eliza lembut .


" Aku tetap harum sekalipun tidak mandi seminggu " Jawab Lintang sambil menggegam tangan Eliza .


" Aku tahu tapi nanti kalau baby datang gimana ? Kau tidak ingin menggendong nya " Tanya Eliza


" Baby akan di antar besok pagi ,kamu harus istirahat penuh mengembalikan tenaga mu dulu " Jawab Lintang.


" Aku wanita kuat " Jawab Eliza .


" Jika kamu kuat aku tidak seperti ini " Eliza menatap lengan suaminya yang penuh dengan luka .


" siapa yang melakukan ini padamu sayang " Tanya Eliza menatap Lintang menuntut .


" Apa kamu amnesia ? " Tanya Lintang menggeleng .


" Kamu ...Kamu yang melakukan nya Eliza ! Apa kamu lupa , Bahkan belum 24 jam kamu melahirkan putri ku tapi kamu sudah lupa , Apa saat mengejan mengeluarkan Putri ku otakmu juga ikut ke luar " Lanjutnya menatap Eliza yang hanya tersenyum kuda .


" Maaf sayang " Ucap Eliza tersenyum .


" Lupakan saja ,yang penting kamu dan baby baik² saja " Ujar Lintang mengakhiri pembahasan konyol itu .


" Siapa nama Cucuku " Lintang dan Eliza menatap ke arah sofa " Alesya " Jawab Lintang tersenyum .


" Hadiah dari tuhan " Lanjutnya tersenyum .


" Alesya Elmer Emmanuel " Terang Emmanuel tersenyum .


"Gimana Honey kamu suka ? atau mau ganti " Eliza menggeleng tersenyum " Namanya yang cantik begitu juga artinya " Jawabnya jujur .


" Lalu aku harus memanggil nya apa ? " Tanya Leo


" Alesya, apa lagi ? " Jawab Lintang menatap aneh sahabat nya itu .


" Atau kau ingin memanggil nya Elmer atau Emmanuel " Lanjutnya lagi membuat Eliza dan ibu mertua nya tertawa .


" Opa sudah di beri tahu "Lintang kembali fokus pada sang istri lalu mengaguk " Mungkin mereka akan berangkat malam ini " Jawab Lintang .


" Jika sudah memungkinkan kita bawa Alesya ketemu Eyang , boleh kan " Lintang mengaguk tersenyum .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Daddy " Leo merentangkan tangannya menyambut kedua putrinya .


Hap


Leo langsung memeluk kedua Putri nya memberikan ciuman lembut di kedua pipi putri nya .


" Ayo masak , Daddy baru pulang kerja "


" Kenapa mommy selalu menganggu kesenangan kita " Leo mengacak rambut putri pertama nya .


" Ayo kita masuk ,hari sudah mulai gelap " Leo menggendong kedua putrinya di kedua tangan nya .


" Grace sama Gracia bersama Oma dulu ok " Pinta Leo .


" Iya Dad " Leo menurunkan kedua Putri nya .


Leo menatap Agnes yang berdiri tidak jauh dari nya .


" Bisa kita ke kamar " Agnes mengaguk tertawa kecil .


" Apa aku akan mendapatkan hadiah " tanya Agnes merangkul lengan sang suami .


" Tentu " Jawab Leo melepaskan tangan Sang istri lalu menarik pinggang Agnes .


🪵


🪵


" Gimana keadaan Eliza " Tanya Agnes kedua tangan nya bertengger di leher sang suami .


" Baik,anaknya juga baik " Jawab Leo sambil membuka kancing pakaian Agnes.


" padahal aku ingin sekali ke sana" Gerutu Agnes kesal .


" Kita harus mengikuti aturan Baby " Agnes mengaguk paham " Aku sudah tidak sabar ingin melihat anaknya " Bisik Agnes lalu mencium leher Leo bahkan memberikan jilatan di kuping sang suami .


" Mau memimpin " Agnes menatap Leo yang sudah berubah sayu " Apa kamu bisa tahan ? " Agnes merubah posisi duduknya menghadap suaminya .


" Akan aku coba " Jawab Leo melepaskan


dress milik Agnes hingga melorot ke bawah .


" Apa kita perlu membuat adik untuk Gracia ,kamu belum memberi kan apa yang aku mau " Agnes tertawa kecil .


" Kedua putri mu masih kecil tuan, CUP " Jawab Agnes mencium bibir tebal Leo sekilas .


"Tidak masalah " Jawab Leo sambil meremas kedua benda kenyal bergantian.


" tunggu dulu " Agnes menahan yang Leo " apa kamu punya hak melarang ku " Tanya leo menyingkirkan tangan Agnes yang mencoba menahan nya .


" Ada yang ...Aahhhh "


" Selesai membuat adik Gracia baru kita bahas " Agnes hanya bisa pasrah ,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟