Eliza

Eliza
Hanya sebuah hiburan



Eliza sampai di new York jam 7 pagi dia langsung ke apartemen begitu juga dengan Agnes,Eliza menatap sekeliling apartemennya,berjalan ke arah sofa .


" Kenapa aku memikirkanya ?? Hubungan kami hanya sebatas omongan dan dia melakukan itu sama semua wanita termaksud kamu Eliza ,jadi stop it jangan lagi memikirkan nya bahkan saat kamu kembali pun dia tidak menemui mu ,Lalu apa yang kamu harapkan " Gumam Eliza



" Tubuh ku benar² lelah aku membutuhkan air hangat saat ini , Shiiit " Umpat Eliza kesal sendiri .


Eliza mengambil ponselnya mengirimkan pesan Daddy Radit,Jeje dan Alan karena sangat tidak mungkin menghubungi mereka ,karena di sana masih larut ,setelah itu dia menelpon Opa kesayangan nya karena di sana juga pagi hanya beda hari saja bukan .


" Opa "


" Hebm "


" Zaza sudah sampai "


" are you ok " Tanya Henry lembut .


" Hebm "


" Love you princess "


" Hebm " Jawab Eliza lalu mematikan Panggilannya .


setelah itu dia kembali menghubungi orang tuanya.


"kamu sudah sampai sayang "


" Iya , ayah sudah di kantor " Tanya Eliza lembut .


" Belum sayang, masih di rumah "


" Hati² ke kantor nya ,ayah tahukan kalau Zaza sayang sama ayah bunda " Ujar Eliza pelan .


" iya sayang ,kamu juga di situ sehat² jangan nakal " Eliza tertawa kecil " Padahal Eliza masih rencana tapi ayah sudah tahu " Jawab Eliza .


" Ayah tutup ,kamu langsung istirahat " Ujar Naufal lembut .


" Love you ,ayah bunda ,Oma ,opa "


" Love you too princess " Balas Naufal , Eliza pun mematikan panggilannya .


Eliza menatap ponselnya tidak ada salam sekali pesan atau panggilan, Eliza hanya tersenyum tipis dia seperti orang bodoh padahal dia baik pada semua wanita bukan kah dia sudah tahu sejak awal lalu kenapa dia harus memikirkan itu .


Eliza tertawa keras seperti nya dia sudah gila, padahal pertemuan mereka hanya karena masalah mobil hingga berakhir bekerja di perusahaan nya itu pun tidak sampai 2 Minggu karena dia mempercepat kepulangan nya .


" Lebih baik aku mandi " Gumam Eliza berdiri dari duduknya , seperti nya wanita itu memang belum mengingat pertama kali bertemu dengan Lintang karena memang saat itu dia sudah mulai mabuk .


Sedangkan di Negara lainnya sejak kembali dari Hotel Lintang tidak langsung kembali ke rumah ,dia memilih ke apartemennya .


Tidak ada hal yang dia lakukan hanya duduk di temani wine dan batang kecil yang berbahan dasar tembakau itu .


Bahkan meja nya sudah di penuhi dengan barang itu .


Ting ...Ting ...


Ceklek


" Kau di sini rupanya " Ujar seseorang yang baru masuk tak lain ketiga sahabatnya .


" Pergi lah " Usir Lintang datar .


" Kami akan tetap disini " Jawab Chris duduk di depan Lintang mengambil gelas bekas Lintang .


" Aku ambil gelas dulu " Ujar Albert berdiri .


" Dia sudah sampai sekarang di apartemen nya " Lintang hanya diam saja mendengar ucapan Leo .


" Kau memiliki hubungan dengan Agnes " Tanya Chris .


" Apa aku harus memberi tahu kalian jika memiliki hubungan dengan nya " Bukannya menjawab Leo malah balik bertanya .


" Kau mengkhianati ku " Tanya Albert yang baru saja mendarat kan bokong nya di sofa .


" Apa kalian punya hubungan ?? " Leo menatap Albert " Tidak bukan, jadi salahnya di mana jika aku jalan dengan nya " Lanjutnya .


" Aku sedang mendekati nya bangsat " Umpat Albert .


" Deal, aku ikut " Timpal Chris membuat Albert menatap ke arahnya " Apa kau sudah melupakan Amber " Lidah Chris berdecak kesal .


" Ke luar " Usir Lintang dengan suara rendah.


" Kami akan menemani mu " Lintang menghela napas panjang lalu memejamkan matanya bersandar di sofa tangan kiri nya memijat pangkal hidungnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Bangunlah ,apa kau tidak ingin makan " Eliza membuka kedua matanya dengan pelan saat merasakan pukulan kecil di bokong nya .


" Kenapa kau bisa masuk " Lidah Amber berdecak lalu duduk di ujung tempat tidur Eliza " Menurutmu bagaimana caranya orang bisa masuk " Eliza menendang Amber pelan lalu bangun dari tidurnya .


" Bangun ini sudah sore ,aku yakin kamu belum makan siang !! sejak tadi aku menelpon mu tapi kamu hanya menjadi nada dering ponsel mu lagi tidurmu " Eliza tersenyum kuda lalu duduk bersandar di kepala ranjang .


" Apa aku tidur selama itu " Gumamnya menatap ke arah luar .


" Memang kamu tidur jam berapa " Eliza menaikan bahunya " Selesai mandi aku main Hp lalu ketiduran " Jawab Eliza


" Sana mandi,aku akan menyiapkan makan tadi aku bawa dari apartemen " Eliza mengaguk lalu turun dari tempat tidurnya.


" Jangan lama, aku bukan pelayan mu " Lanjutnya .


" Iya bawel sekali " Jawab Eliza sebelum masuk dalam kamar mandi .


Agnes langsung ke luar setelah melihat Eliza susah menghilang di balik pintu kamar mandi .


Saat sampai di dapur Agnes mulai menyalin makanan yang di bawahnya lalu di atur di atas meja makan .


Dret .....dret ...


" Apa "


" Apa begitu caramu menjawab jika ada yang menelpon mu " Agnes menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan pelan .


" Iya sayang , kamu sudah sarapan " Tanya Agnes .


" Apa kamu tidak memiliki jam, ini sudah waktunya orang berkeja bukan makan " Agnes memejamkan matanya kuat .


" Ah benarkah ,maaf baby "


" Lakukanlah dengan ikhlas " Agnes langsung mematikan ponselnya karena kesal .


" Aku bersumpah tidak akan mengangkat panggilan mu " Ucap Agnes menatap ponselnya lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya .


" Ada apa denganmu " Agnes langsung menatap ke sumber suara " Kau tidak mandi " Tanya Agnes .


" Malas " Jawabnya lalu menarik kursi makan " Perutku mendadak lapar ,tolong ambilkan piring " Ujar Eliza .


" Apa kamu tidak memiliki kaki dan tangan kenapa menyuruh ku " Jawab Agnes tapi dia tetap mengambilkan nya .


" Kamu yang paling dekat " Ucap Eliza tersenyum menatap Agnes .


" Makanlah " Eliza mengaguk " terimakasih " Jawab Eliza .


" Apa dia menghubungi mu " Eliza menggeleng pelan " Hubungan kami tidak sebaik itu Nes " Jawab Eliza tersenyum .


" Lalu yang di ucapkan itu hari " Eliza menaikan bahunya " Mungkin hanya sebuah hiburan " Jawabnya sambil memasukan makanannya dalam mulutnya .


" Kau yang memasak " Tanya Eliza


" Apa kau pernah rasa masakan seenak itu di jual " Tanya Amber,Eliza hanya diam saja memilih melanjutkan makannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟