Eliza

Eliza
Cape dan lelah



" Ada masalah " Tanya ibu Leo menatap kedua orang yang ada di depannya .


" Tidak ada Mom " Jawab Leo datar .


" Apa pun masalah kalian selesai kan dengan baik, tidak baik untuk perkembangan Cucu mommy nantinya " Ujarnya dengan tegas .


" Kita tidak bisa menahan Agnes terlalu lama Mom, dia punya kehidupan sendiri " Jawab Leo membuka suara .


" Kehidupan sendiri ?? " Tanya nya menatap Agnes yang langsung menunduk " Apa Grace bukan kehidupan nya " Lanjutnya lagi membuat Agnes semakin gugup .


" Apa yang membuat mu tidak nyaman berada di sini, apa Mommy ?? " tanya Ibu meletakan garpu dan sendok nya menatap Agnes dengan intens bahkan kedua tangannya di naikan di atas meja .


" Leo " Jawab Agnes jujut membuat sang empedu menatap nya " Kenapa dengan Leo " Tanya lagi sambil menatap anak semata wayangnya.


" Katakan saja , Mommy akan mendengar kan dengan baik dan jika memang Leo yang bersalah mommy akan mengusirnya dan tidak mengizinkan dia masuk dalam rumah ini atau pun bertemu dengan Grace " Lanjutnya saat Agnes terdiam .


" Mommy ...." Leo mendengus kesal saat ibunya menatap nya tajam .


" Dia tidak mencintai saya ,dia hanya menginginkan Grace " Agnes menjeda ucapannya " Aku tidak ingin menjadi penghalang buat ....."


"Apa aku harus mengatakan jika aku mencintaimu ,tidak bisa kah melihat sikap ku selama ini ?? Tidak bisa kah melihat ketulusan ku ? Harus juga aku katakan aku mencintaimu "Potong Leo cepat .


" Apa sebuah pernikahan belum cukup untuk meyakinkan mu ?? Lalu aku harus seperti apa katakanlah " Lanjutnya dengan kesal .


"Semalam ...." Aurellia tidak sanggup melanjutkan ucapannya karena dadanya terasa sesak .


' Aku minta maaf untuk yang semalam ,aku hanya lelah ,cape dengan hubungan kita hingga aku melampiaskan sama orang lain karena dengan itu aku bisa berpikir dengan baik " Jawab Leo jujur


" Selesai kan sarapan nya ,Grace akan bersama mommy hari ini " Ujar ibunya dengan serius .


" Mommy tidak mau mendengar pertengkaran atau apa pun setelah ini " Lanjutnya melanjutkan makannya .


" Iya Mom " Jawab Keduanya .


Setelah sarapan Agnes langsung memompa ASI nya sedangkan Leo sudah lebih dulu berada di kamar menunggu Agnes dia harus menyelesaikan masalah mereka sebelum meninggal Agnes ke perusahaan .


" Pergilah " Agnes mengaguk dengan pelan " Maaf sudah merepotkan mommy " Ujar Agnes lirih .


" Selesai kan dengan cepat tidak usah memikirkan Grace dia akan bersama mommy " Agnes mengaguk lalu mencium kening Grace dengan lembut .


" Jangan rewel ya ,kasian Oma " Ucap Agnes lalu meninggalkan mertua dan anaknya .


Ceklek


Agnes masuk dalam kamar lalu menutup kembali pintu itu dengan rapat .


" Duduklah " Agnes mengaguk lalu mendekati Leo " Di samping ku " Agnes kembali berdiri saat Leo memintanya mendekat .


Melihat Agnes yang sedikit gugup membuat Leo kesal hingga menarik wanita itu duduk di pangkuan nya .


" Aa Hhhmmmppp " Agnes melotot kan matanya tajam menatap Leo yang tiba-tiba saja mencium nya .


" balas " Jawab Leo kesal ,lalu kembali mencium bibir Agnes dengan kasar bahkan tangannya menahan tengkuk Agnes memperdalam ciuman keduanya, Leo benar² melampiaskan amarah nya pada sang istri .


" Sssttt " Desis Agnes saat merasakan bibir nya di gigit kuat dan Agnes yakin jika bibirnya kini terluka .


Huh


Leo langsung melepaskan pangutan keduanya lalu memeluk Agnes dengan erat menyembunyikan wajahnya di dada Agnes .


" Jangan terus memancing amarah ku Agnes , aku diam bukan berarti aku baik² saja aku hanya tidak ingin menyakiti mu " Gumam Leo lirih .


" Kenapa terus menyakiti ku, apa selama aku di New York tidak cukup " Tanya Agnes serak .


" Apa aku tidak pantas mencintaimu hingga terus menyakiti ku,bukan hanya kamu yang lelah dengan hubungan ini , aku merasakan itu Leo dari awal hubungan kita sampai sekarang bahkan aku ingin menyerah " Lanjut nya lagi .


" Sakit " Ujar nya dengan mata terpejam .


" Aku belum bisa memasuki nya bukan ?? " Tanya Leo mengakat wajahnya menatap Agnes .


" Maksud nya " Tanya Agnes bingung .


" Kamu akan tahu nantinya " Leo berdiri dari duduknya menggendong Agnes seperti koala .


" Leo ...apa ...."


" Kali ini aku akan melampiaskan padamu " Agnes langsung menelan ludahnya kasar matanya menatap ke arah tempat tidur dengan gugup .


" Leo bekas operasi ku ...."


" Aku tidak peduli " Jawab Leo menurunkan Agnes dengan pelan di atas tempat tidur mereka .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Leo menarik tubuh Agnes dalam pelukannya mengusap pundak Agnes yang masih polos .


" Are you ok " Agnes mengaguk menyembunyikan wajahnya di dada Leo .


" mulutku sakit , dadaku juga " Jawab Agnes pelan .


" Maaf sudah menyakiti mu " Agnes mengaguk lagi , otaknya terus berputar di mana sosis besar itu keluar masuk dalam mulutnya sedangkan kedua tangan nya di ikat hingga dia tidak bisa melawan .


Tidak puas dengan mulutnya ,Leo kembali bermain dengan dadanya sekalipun Agnes terus memperingatinya jika itu milik Grace tapi Leo tidak peduli dengan hal itu dia terus mengisap kuat hingga mengeluarkan cairan nya dan menggigit nya .


Bahkan Leo sampai mengeluarkan santan kentalnya dua kali hanya dengan bermain di mulut Agnes ,dan tentunya dia tidak mengeluarkan di mulut istrinya ,akalnya masih berkerja dengan baik sekalipun hanya 0,1 % .


" Berapa kali melakukan nya " Tanya Agnes lirih .


" Aku lupa yang jelas sudah lebih dari 5 kali itu selama kamu di new York dan semalam " Jawab Leo jujur .


" Apa selama aku di sini ...."


" Baru semalam " Potong Leo cepat .


" Ayo kita mandi, aku harus keperusahan " Ujar Leo melepaskan pelukannya .


" Hanya mandi " Ulang nya lagi saat Agnes hanya diam dan menatap nya .


" Duluan saja ,aku bisa masuk sendiri " Leo langsung mengakat tubuh Agnes tanpa peduli dengan tatapan Agnes .


" Apa darahnya masih banyak " Agnes mengaguk pelan .


" Jangan melihat ku begitu " Cicit Agnes malu sambil menutup bagian bawahnya .


" kenapa ? Aku hanya ingin melihat nya saja " Agnes menggeleng " Jangan jorok, kamu mandi duluan bukannya kamu harus keperusahan " Leo mengaguk lalu menyalahkan shower menggugurkan rambut nya kebelakang .


Sedangkan Agnes hanya menatap Leo dengan intens sambil duduk di atas kloset yang sudah tertutup .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩl...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟