
Eliza langsung ke luar dari lift saat melihat siapa pria yang kini berdiri di hadapannya,tapi saat melewati pria itu Lintang langsung menahan pergelangan tangan Eliza .
" Duluan ke atas " Ucap Lintang datar menatap kedua sahabatnya .
" Ikut " Ucapnya lalu menarik tangan Eliza ke luar dari rumah sakit itu, dan tentunya itu menjadi perhatian semua orang yang ada di situ.
" Lepas " Eliza menghentakan tangan nya kuat,tapi bukan Lintang namanya jika akan kalah apa lagi itu dengan wanita .
" Masuk " Dorong nya dengan sedikit kasar lalu menutup pintu mobil dengan kasar hingga menimbulkan suara .
BRAK
" Jangan berani ke luar jika kamu masih ingin selamat " Eliza langsung menatap ke arah samping di mana Lintang sudah duduk dan menyalakan mobil " Maaf saya tidak punya urusan lagi dengan Anda tuan " jawab Eliza ketus .
Tanpa berniat menjawab ucapan Eliza , Lintang menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit itu .
Selama perjalan baik Eliza atau Lintang tidak ada yang membuka suara hingga mobil berhenti di sebuah apartemen dan itu milik Lintang .
" Turun " Eliza menurut karena memang dia males berdebat,keduanya masuk dalam lift hingga akhirnya lift berhenti tetap di lantai unit milik Lintang .
" Katakan apa yang ingin anda katakan saya tidak punya waktu " Ucap Eliza setelah keduanya berada dalam apartemen .
" Untuk apa kamu ke sini " Eliza menaikan alisnya sebelah " Apa aku perlu menjawab ?? Aku di mana itu bukan urusan anda tuan " Jawab Eliza ketus .
" Eliza " Bentak Lintang
PLak
"Saya diam bukan berarti saya takut , saya sudah terlalu sabar dengan sikap anda tuan Lintang Elmer Emmanuel ,dan satu lagi kita tidak punya hubungan apa pun jadi berhenti mengusik kehidupan ku " Ucap Eliza emosi .
" Kau semakin berani " Ucap Lintang sambil mengelus pipinya lalu tersenyum miring pada Eliza .
" Tidak ada yang perlu saya takuti " Jawab Eliza menatap Lintang dengan tajam .
" Apa aku perlu bahagia dengan perubahan mu ini " Tanya Lintang mendekati Eliza .
" Saya tidak perlu pengakuan dari anda tuan " Jawab Eliza mendorong tubuh Lintang tapi pria itu semakin mendekati nya .
" Kamu semakin berani " Ujar Lintang mengelus pipi Eliza dengan lembut .
" Terimakasih atas pujian nya " Jawab Eliza menepis tangan Lintang dengan kasar .
" Why " Tanya Lintang memegang rahang Eliza , tapi itu hanya sementara lagi² Eliza menepisnya .
" saya bukan wanita yang sering anda panggil sesuka hati ,jadi katakan apa yang anda ingin katakan ?? " Jawab Eliza ketus .
" Kenapa harus buru² kita bisa menikmati waktu kita Honey " Jawab Lintang menghimpit tubuh Eliza ke dinding .
" Saya tidak punya waktu ,jadi menyingkir lah " Ucap Eliza mendorong Lintang yang terus menempel dengan tubuhnya .
" Tapi saya punya banyak waktu Honey, ayo bersenang-senang !! Bukankah sudah lama kita tidak berbagi keringat " Tangan Eliza mengepal dengan kuat .
" Apa kamu membawaku ke sini hanya untuk itu " Tanya Eliza menatap Lintang .
" Of course " Jawab Lintang tersenyum miring .
Eliza langsung melepaskan tasnya " Baiklah " Jawab Eliza mendorong paksa tubuh Lintang .
Lalu membuka pakaian atasnya membuat Lintang langsung melotot kan matanya dan menahan tangan Eliza .
" Apa yang kamu lakukan ?? Apa kamu gila Hah" Bentak Lintang dengan keras .
" Kenapa diam ?? Bukannya anda menginginkannya " Lanjutnya lagi ,tapi Lintang masih terdiam sambil menatap Eliza .
" Tapi kali ini saya akan meminta bayaran seperti mereka yang meminta Hhhmmmppp " Lintang langsung membungkam mulut Eliza dengan kasar bahkan kini lidah Lintang sudah menerobos mengabsen isi mulut Eliza .
Lintang baru melepaskan ciumannya saat merasakan pipinya basah dan Eliza pelaku nya di mana pipi wanita itu sudah basah .
" Ayo kita menikah " Ujar Lintang tiba² .
" Untuk apa ?? biar kamu bebas memakai tubuh ku ...."
Bugh
Eliza langsung menunduk memegang kepalanya dengan mata tertutup saat Lintang memukul dinding yang ada di sampingnya .
" Aku bisa memakai mu kapan pun aku mau, Indonesia - London bukan hal yang sulit untukku " Ujar Lintang emosi tangannya masih berada di dinding .
" Jadi jangan memancing amarah ku Honey " Lanjutnya dengan helaan napas panjang.
Lintang menatap ke arah Eliza yang masih berjongkok memegang kepala nya karena takut ,dengan perlahan dia mengakat tubuh itu untuk berdiri .
Dengan perlahan Lintang membawa Eliza dalam pelukannya hingga membuat tangisan wanita itu pecah .
" I'm sorry " Ujar Lintang mengelus pundak Eliza yang bergetar .
" Aku akan menemui keluarga mu, setelah itu kita akan bertemu orang tuaku " Lanjut nya lagi dengan lembut .
Eliza mendorong tubuh Lintang dengan pelan hingga pria itu menatap nya .
" Maaf Jasnya jadi kotor ,saya akan gantikan dengan ..."
" Tidak perlu " Potong Lintang cepat .
" Apapun itu saya harus ganti , terimakasih sudah memberikan bahunya sekali lagi saya minta maaf " Eliza menunduk kepalanya lalu membalikkan badannya .
" Eliza " Panggil Lintang menahan tangan Eliza .
" Maaf tuan ,saya harus kembali " Ujar Eliza tanpa membalikkan badannya .
" Jangan membuat ku kembali marah Eliza ,kamu sudah sering melihat ku seperti itu " Ujar Lintang dingin .
" Maaf " Eliza melepaskan tangan Lintang dengan tangannya yang bebas .
" Eliza ,jangan membuatku marah dan menyiksa mu ini peringatan terakhir ku Eliza " Bentak Lintang Emosi kembali menahan tangan Eliza ,tapi Eliza kembali melepaskan nya hingga membuat Lintang meradang dan merobek baju Eliza .
Srrekkk
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!!
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘