
jangan lupa mampir di karya author yang baru, di sini kita sedikit agak menjauh tapi tetap membahas keluarga Mateo .
Yang sudah pernah membaca dari awal sampai sekarang pasti sudah paham 😁😁.
Jangan lupa koment ,vote, Like, Hadiah dan ranting nya 😘😘😘
Jangan sungkan untuk memberikan masukan asal itu dengan kata-kata yang sopan .
Sampai di sini dulu promosi nya ,sekarang kita kembali ke pembahasan karena beberapa hari ini agak molor Up nya sehingga banyak yang cariin 🤭🤭🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 Maafkan author ,jangan lupa mampir ya author tunggu Lo .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Eliza kembali beraktivitas seperti biasanya sebelum sang pemilik sesungguhnya kembali mengumpat nya .
Bahkan semalam saat dia turun dari mobil Queen sudah berdiri di ambang pintu sambil menatap nya tajam .
membuat ketiga adiknya tertawa kecil melihat wajah Eliza memelas dan memohon pada ayah mereka Naufal .
Namun sayang pria itu enggan berkomentar apalagi membantunya hingga umpatan dan cacian ke luar dari mulut sang pemilik raga itu .
Eliza hanya bisa mendesah pelan dan menahan diri jika saja tidak memikirkan siapa wanita yang kini mengumpat nya mungkin Eliza akan menarik kepala nya dan membuang nya ke jalan di jadikan makanan anjing liar di luaran sana.
" Kaka " Eliza menatap ke arah pintu .
" Kamu sudah mulai bekerja " Tanya Eliza saat melihat El.
" Hanya hari ini kak, mumpung libur " Eliza mengaguk saja .
" Gimana liburan nya apa mengasyikkan " Tanya El antusias .
" Kembali bekerja ,kamu ke sini bukan untuk bergosip " Lidah El berdecak lalu memberikan apa yang di bawa sejak tadi .
" Baik Bos " Jawab El lalu ke luar dari ruangan Eliza .
" Sepertinya bunda balas dendam " Gumam Eliza lalu menatap pekerjaan yang ada di atas mejanya.
Eliza kembali fokus pada pekerjaan yang beberapa hari dia tinggalkan untuk melihat keadaan Agnes .
Tapi kini dia bisa bernapas dengan lega karena wanita itu mau mendengarkan nasehatnya sekali pun Eliza harus membentaknya hanya karena Agnes terus merubah keputusan nya tak ayal membuat Eliza murka dan kesal sendiri.
Sekali pun sedih karena tidak ada dia saat hari bahagia nya tapi Eliza cukup bahagia dan mengirimkan hadiah untuk wanita itu .
🪵
🪵
🪵
Karena terlalu fokus Eliza bahkan tidak sadar jika ini sudah siang,hingga El masuk dalam ruangannya untuk memberi tahu nya .
" Duluan saja dek " Ujar Eliza .
" Tapi nanti kakak makan ya " Jawab El .
" Ya " Jawab Eliza,El kembali menutup pintu ruangan Eliza .
Namun saat akan kembali bekerja ponsel Eliza berdering ,sekilas Eliza menatap sang penelpon lalu menggesek tombol hijau .
" Kau sibuk " Tanya dengan suara serak.
" Baru bangun " Tanya Eliza .
" Hebm "
" Apa yang kamu lakukan " Tanya Lintang .
" Memikirkan mu " Jawab Eliza asal sambil menatap pekerjaan nya sedang kan ponsel nya di biarkan di atas meja.
" Apa aku harus terbang kesitu " Tanya Lintang .
" Tidak perlu,aku bosan melihat mu " Jawab Eliza cepat .
" Kau di hotel " Tanya Eliza saat mendengar suara orang lain .
" Pelayan menyiapkan air dan pakaian ku " Jawab Lintang .
" mandilah ,kamu juga harus ke perusahaan bukan " Ujar Eliza .
" ya,by " Eliza menatap ponselnya saat panggilan sudah terputus lalu dia kembali fokus pada pekerjaan nya .
" Kenapa aku harus terikat dengan pria bajingan seperti nya " Gumam Eliza menggeleng .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Landon 06.30
Agnes menatap ke arah pintu di mana Leo berdiri di ambang pintu bertelanjang dada dan hanya memakai celana training panjang,kedua tangan nya pintu bagian atas jangan lupakan nikotin yang menempel di bibir pria itu .
Agnes hanya menggeleng pelan,ini masih pagi tapi dia sudah melihat pemandangan yang begitu mengagum kan " Tidak sekalian dengan wine nya " Tanya Agnes .
" Bajuku Agnes " Pekik dari dalam kamar mandi membuat Agnes menatap ke arah pintu lalu turun dari tempat tidur menuju ruangan ganti .
" Apa aku harus melakukan ini " Gumam Agnes pelan ,ini hari keduanya menjadi istri Leo .
Entahlah bahkan dia sendiri tidak merasakan apa pun dengan pernikahan mereka .
Jika biasanya orang akan bahagia maka berbanding terbalik dengan Agnes karena mereka berdua melakukan hanya untuk Grace begitu lah pikir nya .
Apa lagi dia yakin jika pria itu masih memiliki wanita lain di luar sana bukan hanya Winda tapi yang lainnya juga, Agnes menghela napasnya panjang lalu mulai memilih pakaian untuk Leo kenakan ke kantor .
Sedangkan di luar Leo langsung menuju tempat tidur saat melihat Grace hanya sendirian di atas kasur besar itu .
" Baby " Panggil Leo langsung mencium wajah Grace yang masih tertidur di mana dia bngun saat semua orang masih dalam mimpinya .
CUP
CUP
Tok ...tok ...
" Ini Mommy "
" Masuk mom " Jawab Leo mendudukkan dirinya di tempat tidur .
Ceklek
" Masih tidur " Tanya ibunya mendekati tempat tidur mereka .
" Iya Mom, tadi dia bangun baru tertidur saat pukul 05 .15 tadi " Jawab Leo .
" Bangun ,tidak baik anak gadis tertidur di pagi hari apa lagi belum mandi " Ujar sang ibu mengakat Grace hingga membuat Grace terusik
" Mommy " Leo dan ibunya menatap ke sumber suara .
" Maaf tadi Agnes ...."
" Kamu urus saja suami mu ,Grace biar mommy yang urus " Potong Ibu dengan cepat .
" Tapi Mom ...."
" Mommy mandikan Grace dulu " Ibu langsung ke luar dari kamar Leo membawa Grace membiarkan kedua manusia itu di dalam kamar .
" Kau sudah menyiapkan nya " Agnes mengaguk pelan,Leo langsung turun dari tempat tidur menuju ruangan ganti .
" Kau tidak ingin membantu ku " Tanya Leo sebelum masuk dalam ruangan ganti .
" Membantu apa " Tanya Agnes.
" Kau lupa dengan ucapan Mommy tadi " Tanya Leo dingin lalu masuk dalam ruangan itu ,Agnes menghela nafas panjang lalu ikut masuk dalam ruangan itu .
🪵
🪵
🪵
" Kau bahagia sekali setelah libur seminggu " Sindir Lintang saat melihat Leo masuk dalam ruangan nya .
" Maaf tuan ,saya harus memastikan istri dan anakku nyaman " Jawab Leo menunduk kepalanya sambil memegang dadanya.
" Cih ,tidak usah banyak tingkah siapkan semua nya hanya karena mu banyak meeting dan rapat yang di tundah " Jawab Lintang ketus.
" Apa Albert dan Chris enggan menggantikan ku " Tanya Leo
" Mereka juga punya tanggung jawab ,apa kamu lupa " Leo mendesah pelan .
" Apa aku perlu mencari sekertaris lagi " Tanya Leo duduk di sofa menatap ke arah meja kerja Lintang .
" Wanita lagi " Tanya Lintang menaikan alisnya sebelah menatap Leo .
" Kenapa tidak " Jawab Leo tersenyum miring.
" Terserah,asal dia bisa di andalkan " Jawab Lintang .
" Termaksud di ranjang " tanya Lintang tertawa kecil .
" Bajingan " Umpat Lintang ,lalu keduanya tertawa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟