Eliza

Eliza
Merindukan Eyang



Eliza dan Lintang sedang menunggu hasilnya dengan cemas begitu juga yang lainnya .


Apa lagi Queen yang sejak tadi mondar mandir di luar ruangan menunggu Eliza ,Lintang dan Amanda ke luar dari ruangan itu .


" Duduklah ,Ayah pusing melihat mu " Queen menatap sinis ke arah Alan tapi dia tetap melakukan itu .


Beberapa menit pintu pemeriksaan terbuka,Queen langsung mendekati Amanda .


" Gimana " Tanya Queen,tapi Amanda hanya terdiam membuat yang lainnya ikut gugup begitu juga Eliza dan Lintang karena semenjak pemeriksaan Amanda tidak mengatakan apa pun.


" Amanda bingung harus mengatakan dari mana " Semua orang masih terdiam tapi tidak dengan Raymond .


" Kamu hanya mengatakan, apa susahnya " Ujar Raymond ketus .


" Tunggu seminggu....."


" jangan bercanda " Potong Queen kesal .


" apa Kaka tidak bisa diam " Jawab Amanda kesal .


" Kamu tinggal memberi tahu mereka apa hasilnya , jangan berputar² " Ujar Queen lagi


Daddy Radit melihat perdebatan Cucu nya hanya bisa tersenyum bahagia , sekalipun mereka rapuh tapi dia bangga karena anak, cucu dan cicit nya berusaha baik² saja untuk menepati janji mereka pada mendiang istrinya.


" Ayah " Rengek Amanda menatap Sang suami .


" Aunty " Pekik Eliza tertahan membuat Amanda kesal .


"Seminggu Ok, tapi selama itu jangan dulu melakukan apa pun dengan Lintang kamu paham kan maksud Aunty ' Ujar Amanda lembut .


" Memang kenapa " Tanya Davin membuka suara .


" Amanda belum bisa memberikan jawaban nya Ayah ,itu kenapa Amanda meminta waktu seminggu " Davin mengaguk paham .


" Menurut Aunty saja " Ujar Eliza menatap Amanda .


" Aunty tidak bisa memberikan jawaban nya Zaza, karena masih 50/50 bisa salah bisa benar " Eliza menatap Lintang yang hanya tersenyum padanya .


" Kenapa tidak melakukan testpack saja " Ujar Raine membuka suara .


" Kamu ini bodoh atau bego ,di periksa saja Amanda meminta waktu seminggu malah menyuruh nya pakai testpack " Ujar Rif'at menggeleng .


" Rif'at Alexander Mateo " Rif'at langsung menatap Reza lalu tersenyum


" Ah sorry bos " Ujar Rif'at menaikan kedua tangan nya ke udara membuat Riane dan Amanda tersenyum tipis .


" Hanya seminggu " Jawabnya dengan lembut .


" Tapi ...."


" I'm fine " Jawabnya tersenyum,Eliza hanya menghela napasnya panjang lalu berjalan ke arah sofa di ikuti Lintang .


" Jangan dekat dengan suamiku ,kamu sudah memiliki suami " Dengus Queen menatap tajam Eliza .


" Dia ayah Zaza " jawab Eliza ketus .


" Dia bukan ayah mu " Eliza tidak peduli dia memeluk Naufal dengan erat .


" Lepas tidak " Sentak Queen tapi Eliza tetap diam sambil memeluk lengan Naufal .


" Kau hanya diam saat istri mu menempel pada suamiku " Lintang hanya tersenyum tipis lalu menarik Eliza " Jangan membuat bunda marah " Eliza menatap sinis Queen yang kembali tersenyum memeluk Naufal .


" Kamu anaknya siapa sih " Tanya Henry menatap Queen .


" Anak Ayah Alan " Jawab Queen membuat Alan tertawa kecil .


" Kau benar " Jawabnya kemudian .


" Besok saya akan kembali ke London ,karena ada pekerjaan dan harus saya sendiri yang menangani nya karena papi ada pekerjaan juga " Lanjutnya serius .


" Kamu akan membawa Eliza " Tanya Henry sedikit kesal karena dia belum siap berpisah dengan Eliza begitu juga Naufal yang langsung menegangkan duduknya padahal sebelumnya mereka sudah sering berpisah .


Tapi mungkin karena kali ini Eliza tidak akan kembali beda dengan sebelumnya .


" Tidak ,saya akan menjemput nya nanti jika pekerjaan ku sudah selesai " Jawab Lintang .


" Kapan selesai " Tanya Naufal


" Saya tidak bisa memberikan jawaban yah, karena hampir sebulan saya meninggal kan pekerjaan " Henry dan Naufal menghela napasnya panjang , Begitu juga yang lainnya.


Sekalipun kadang di buat pusing karena tingkahnya tapi mereka selalu merindukan Ekiza ,bahkan sehari saja dia tidak menghubungi mereka akan ada beberapa pesan yang masuk dan tentu nya itu berisi umpatan .


" Bawah saja ,aku sudah bosan melihat nya , jangan lagi membuat beban untuk kami " Jawab Henry ketus .


" Benar ,dia selalu membuat kami repot ! Apa tidak bisa kamu membawa nya " Timpal Jose .


" Awas ya kalau Zaza sudah pergi baru kalian menelpon Zaza dan terus meneror ku " Ujar Eliza kesal .


" Bahkan kami akan berpesta selama seminggu " Jawab Jeje membuat Eliza kesal .


Masing-masing dari mereka berusaha membangun suasana lebih baik tapi itu hanya sementara karena setelah itu mereka kembali terdiam .


Entahlah kepergian Mommy Ellena benar² membuat penghuni nya seperti mayat hidup ,tapi bagiamana pun mereka harus terlihat baik² saja bukan untuk Daddy Radit tapi untuk janji mereka .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Eliza dan Lintang sudah berad dikamar mereka, keduanya hanya berdiam di mana Eliza membaringkan tubuhnya di atas paha Lintang yang sedang menyelesaikan pekerjaan nya .


" Papi sama Mami sudah tahu kamu pulang " Tanya Eliza pelan .


" Aku sudah mengirimkan pesan pada mereka " jawab Lintang tanpa mengalihkan pandangannya .


" Apa kamu ingin kamar di sana di rubah " Tanya Lintang .


" Biarkan seperti itu, nanti aku ke sana baru pikirkan " Jawab Eliza..


" semoga kerjaan mu bisa cepat selesai " Lanjutnya lagi .


" Maaf aku harus meninggalkan mu sendirian di sini " Eliza mengaguk paham " Sayang " Panggil Eliza pelan .


" Aku merindukan Eyang " Lintang langsung melepaskan iPad nya menatap ke arah bawah di mana tangisan Eliza semakin terdengar jelas .


" Zaza belum membahagiakan Eyang, bahkan aku belum meminta maaf padanya karena sudah menolak dan membentak Eyang " Lintang membangunkan Eliza lalu memeluk Eliza dengan erat .


" Aku tidak bermaksud ...."


" Eyang pasti tahu maksud mu Honey, dan siapa pun yang ada di posisi mu pasti akan melakukan hal yang sama ,jangan terus menyalahkan dirimu ,ingat pesan Eyang jangan menangisinya " Tangisan Eliza semakin pilu di pendengaran Lintang .


" Eyang tidak perna memarahiku sekalipun aku berbuat salah ,sejak kecil Eyang begitu menyayangi ku , sekalipun itu sudah ada Abang dan yang lainnya " Lintang mengelus belakang Eliza dengan pelan sesekali mencium kepala Eliza dengan lembut membiarkan sang istri menangis untuk mengurangi rasa sesak di dadanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟