
" Kau terlihat bahagia " Leo hanya diam saja memberikan berkas " Aku butuh sekarang " Jawabnya datar .
" Apa dia tidak ingin ikut dengan mu " Tanya Lintang sambil membunuh tanda tangan nya .
" Dia di apartemen " Jawab Leo .
" Lalu " Tanya Lintang memberikan berkas pada Leo .
" Aku bertemu dengan nya , seperti nya dia akan kembali negara nya " Bukannya menjawab Leo malah menceritakan pertemuan nya dengan Eliza .
" Apa aku harus berterima kasih padamu " Jawab Lintang ,rapi Leo hanya diam saja .
Ceklek
" Kau sudah kembali ,aku kira kamu akan tinggal di sana " Uajr Albert yang baru saja masuk di susul Chris .
" Ada apa dengan wajahmu, apa kamu di tolak !! Sangat tidak enak untuk di lihat " Timpal Chris .
" Sadar ,bahkan wajahmu lebih tidak enak di pandang " Jawab Leo ketus lalu ke luar dari ruangan Lintang .
" Kamu tidak memarahinya bukan " Tanya Albert menatap Lintang .
" Apa kau lihat wajahnya seperti orang yang habis di marahi " Jawab Lintang kesal lalu menyusul ke dua sahabatnya di sofa .
" Aku tidak bisa menebak nya , wajahnya terlalu jelek " Jawab Chris .
" Ah iya ada yang baru ,mau ikut " Tanya Albert menatap Lintang .
" Apa kamu ke sini untuk itu " Dengan polos Albert dan Chris mengangguk .
Tidak berselang lama Leo kembali masuk lalu duduk di samping Chris .
"Ada apa denganmu " Leo hanya menggeleng memejamkan matanya .
" Kau tidak ingin pergi nanti malam, ada barang baru " Ujar Albert .
" Lintang akan ke sana " Timpal Chris ,padahal Lintang belum mengatakan apa pun .
" Hebm " Jawab Leo seadanya.
" Kamu tidak seperti biasanya " Ujar Albert serius.
" CK, apa kamu dukun " Jawab Leo ketus.
" Iya semacam nya " Jawab Albert.
Sedangkan di apartemen Agnes menyibukkan diri mengatur pakaian nya dan juga perlengkapan bayi yang dia bawa karena itu pemberian Eliza, bahkan di new York masih ada dan Agnes meminta untuk di bawah semuanya sekalipun Leo sempat menolak nya .
" Apa dia memborong semua isi mall " Gumam Agnes menggeleng menatap pakaian bayi yang berserahkan di lantai .
" Aku merindukan nya " Agnes langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi Eliza .
Hingga panggilan ke tiga Eliza baru mengangkatnya .
" Hallo "
" Baru bangun " Tanya Agnes kaget karena di sana pasti siang bukan.
" Aku baru mau tidur dan kamu menelpon ku bodoh " Umpat Nya dengan kesal .
" Berarti aku salah " Tanya Agnes polos .
" Apa mendekati waktu lahiran otakmu jadi bodoh ,tentu kamu salah " Bukannya merasa bersalah Agnes malah tertawa .
" Aku lagi butuh bantuan mu, aku cape mengatur pakaian baby, Aku seperti memindah kan isi mall ke sini " Ujar Agnes .
" Lalu aku harus ke situ hanya untuk membantu mu " Tanya Eliza .
" Iya ,bukannya kamu bilang akan selalu membantuku jika aku butuh, setelah itu jika ingin kembali tidak papa ,toh kamu orang kaya " Jawab Agnes sambil memilih pakaian sesuai bentuknya .
" Aku mau tidur jangan menghubungi ku " Bentak Eliza emosi, tapi itu malah membuat Agnes terhibur .
Tut .....Tut
" Semoga kebahagiaan akan menghampiri mu " Ujar Agnes menatap ponselnya lalu di letakan di lantai begitu saja.
Hampir 2 jam Agnes mengatur pakaian baby akhirnya dia bisa bernapas dengan lega sekalipun tidak semuanya tersusun karena dia hanya mengambil yang diperlukan sedangkan yang lainnya kembali di susun dalam box, Tapi saat melihat lemari sudah di penuhi pakaian baby dengan rapi ,Agnes kembali menghela napasnya bahkan dia bingung harus menyimpan di mana pakaiannya.
Sedangkan laci² lemari itu sudah di penuhi pakaian baby, seperti nya dia akan membiarkan pakaian nya dalam koper toh hanya sedikit pikir Agnes
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kamu sudah siap kan kerja di butik bunda " Tanya Naufal menatap Eliza .
Kini mereka sedang makan malam bersama setelah kembalinya Eliza dari new York ini makan malam pertama bagi mereka .
" Koh kerja ayah, bukannya itu sudah punya Eliza "Protes Eliza cemberut .
" Kirain kalau sudah jadi bos hanya meminta mereka saja " Keluh Eliza .
" Kalau malas kerja , di kamar saja " Celetuk Xana membuat Eliza menatapnya .
" Apa " Tanya Xana ketus .
" Syukur kamu adikku ,jika tidak ingin sekali aku membuang mu " Jawab Eliza kesal .
" Aku bukan adikmu, adikmu mereka " Tunjuk Xana pasa si kembar .
" Bukan " Jawab valeno dan Valerio bersamaan.
" CK, sekalipun kalian menolak tapi kenyataannya begitu " Jawab Eliza berdecak .
" Kepala Opa mau pecah, sudah beberapa tahun ini Opa bisa makan dengan tenang sekarang tidak lagi " Gumam Faisal di sela makannya .
" Sudah jangan berdebat ,makan dulu " Relai Desi lembut .
" Mereka yang duluan Oma " Jawab Eliza .
" Princess sudah,jangan ganggu adiknya " Ujar Naufal .
" Koh malah Zaza yang di salahin yah, kan Xana yang mulai " Omel Eliza tidak terima .
" Ayah tidak menyelahkanmu Eliza " Ujar Queen .
" Tadi ayah bilang jangan ganggu adiknya padahal tadi ....."
pLak
" Orang mau makan ,apa tidak bisa mulut mu itu berhenti gunakan untuk mengisi makanan " Ucap Queen kesal .
" Ya " Jawab Eliza mengusap pundaknya lalu menatap tajam ketiga adiknya lebih tepatnya si kembar yang sepertinya sangat suka jika Eliza di marahin .
" Kalian juga makan " Lanjutnya pada si kembar .
" Iya Bunda " Jawab mereka bersamaan .
" Punya anak banyak bukannya senang malah bikin pusing " Gumam Queen kesal.
" Sayang " Tegur Naufal tidak suka dengan ucapan Queen .
" Maaf " Cicit Queen .
Kini meja makan kembali hening,hingga makan malam berakhir .
" Besok bangun jangan telat , Zaza ikut bunda ke butik setelah itu nanti Zaza handle sendiri butiknya " Ujar Queen .
" Koh langsung kerja Bunda , katanya Minggu depan masuknya " Jawab Eliza.
" Itu kamu masuk sendiri ,sebelum itu Bunda harus menemani mu " Ucap Queen .
" padahal Zaza sudah mengatur jadwal untuk jalan² " Ujarnya cemberut .
" Weekend waktumu jalan² " Jawab Desi tersenyum .
" Sepertinya aku salah jalan " Gumam Eliza pelan .
" Sudah ke rumah Opa " Tanya Naufal lembut .
" Sudah dari bandara langsung ke sana " Jawab Eliza kesal .
" Terus " Tanya Naufal lagi .
" Tahu itu mertua Ayah bikin kesal belum lagi yang lainnya di tambah para keponakan Bunda ,ingin sekali aku menembak kepala mereka satu" Gerutu Eliza kesal .
" Mereka tidak mungkin mulai jika buka Zaza yang duluan " Ujar Naufal yang memang sangat hafal sikap putri nya .
" Zaza lagi kan " Gumamnya lirih .
" Kalau bukan kakak siapa ,tidak mungkin Opa duluan " Jawab Xana ,Eliza menatap sinis Xana .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!!
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟