
Ceklek
Lintang menatap sekilas ke arah pintu lalu menatap ke arah lain mengeluarkan asapnya lewat mulut dan hidung nya .
Cup
Lintang mengembang senyumnya " Thanks " Ujarnya dengan lembut lalu mematikan benda yang berbahan tembakau itu .
" Sudah sarapan " Lintang mengaguk mengambil botol mineral lalu meneguknya hingga habis " Temani aku cari cincin " Lanjutnya membuat Lintang menatap nya .
" you're serious " Eliza mengaguk menyandar kan tubuhnya di sofa " Eyang tidak pernah meminta atau menuntut ku harus seperti apa ,dan ini pertama kalinya " Jawab Eliza .
" Aku bukan menolak atau tidak ingin menikah dengan mu ,Aku hanya takut " Lanjutnya menatap ke arah lain .
" Kamu bukan tuhan Eliza " Jawab Lintang .
" aku tahu " Jawab Eliza ketus .
" Tapi perasaan ku tidak enak , Kalau hanya kita mungkin aku tidak sampai berpikiran ke sana tapi Rangga ,El bukankah itu aneh " Lanjutnya kesal .
" Otakmu yang aneh " Eliza mendengus kesal,bukannya membaik Lintang malah membuat nya emosi .
" Mendingan tadi aku tidak usah ke sini " Jawab Eliza .
" Aku tidak memintamu ke sini " Jawab Lintang seadanya .
" Kalau begitu aku akan bilang sama Eyang kita tidak usah menikah " Lintang menaikan bahunya " Aku akan berterimakasih jika kamu melakukan itu " Jawab Lintang
" LINTANG " pekik Eliza emosi .
" Eliza " Tegur Lintang membuat Eliza terdiam " Maaf " Cicitnya pelan .
" Papi sama Mami akan ke sini " Eliza menatap Lintang " Kapan " Tanya dengan pelan .
" Jika waktunya sudah di tentukan karena Papi menggantikan aku untuk sementara " Eliza mengaguk paham .
" Apa aku langsung ikut dengan mu " Kini gantian Lintang yang menatap Eliza.
" Kenapa ?? Kau ingin tinggal di sini ? " Eliza mengaguk " Tapi bagaimana pun aku harus ikut kamu bukan " Jawab Eliza .
" Kamu bisa ke sini sesukamu, Setelah menikah aku akan pulang lebih dulu ! Seminggu aku kira cukup untuk menghabiskan waktu bersama mereka " Ujar Lintang .
" Apa tidak bisa di undur lagi, sebulan " Nego Eliza tersenyum tapi gelengan kepala Lintang membuat senyuman nya pudar .
" Kita sudah sering berjauhan Eliza bahkan bertahun-tahun, kamu tahu kan !! Aku sudah menunggu waktu ini bukan " Eliza mengaguk " Jadi jangan lagi menawar " Lanjutnya .
" Ada hal yang lebih penting lagi yang harus kita lakukan " Ujar Lintang .
" Dan kamu tahu itu apa " Lanjutnya .
" Aku sudah periksa sama Aunty Amanda ,dan tidak ada masalah ,mungkin karena masalah obat kata Aunty kadang hormon seseorang berubah jadi kita hanya perlu bersabar atau kita bisa ikut program " Jawab Eliza .
" Kita akan lakukan itu " Eliza mengaguk
" Ayo, bukannya mau beli cincin " Eliza menatap tangan Lintang lalu berdiri menyambut nya " Aku mau yang mahal " Ujar Eliza .
" Dan kamu tahu cara membayar nya bukan " Eliza mendengus kesal membuat Lintang tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah mendapat kan apa yang mereka inginkan keduanya langsung ke masion utama ,karena Mommy Ellena sudah berada di sana mendapatkan perawatan medis di rumah atas permintaan nya sendiri .
" Zaza datang " Peserta di ruangan itu menatap ke sumber suara di mana mereka sedang mengobrol dengan ruangan perawatan .
" Kau meminta nya ke sini " Tanya Jose menatap Henry.
" Bahkan aku ingin membunuh nya sekarang " Jawab Henry menatap datar ke arah Eliza dan Lintang .
Tanpa mempedulikan Ucapan Henry , Eliza mendekati mereka lalu mencium satu persatu .
"Duduk sayang " Ujar Elvi lembut menatap Lintang .
" Jangan berbicara dengan nya sayang, dia pria ************ " Uajr Henry kesal .
" Kamu membela nya " Ujar Henry menatap tajam sang istri .
" Kena lagi " Gumam Alan pelan .
" Mau nya tadi aku kembali ke rumah dulu , malamnya baru kembali " Timpal Davin .
" Kalau sudah ada yang baru pasti mereka akan berubah jadi wanita kuat " Cibir Jeje .
" Padahal mereka juga menginginkan itu ,sekarang merasa dia korban " Cibir Jose .
" Kami menginginkan itu tapi jika sudah lelah kami berhenti tapi Papa mana ada mau berhenti kalau hanya sekali ke luar " Cibir Aqila .
"CK, jangan berlaga jadi wanita mahal " Dengus Jose kesal membuat Aqila tertawa kecil .
" Kalian baik² saja kan " Tanya Elsa lembut .
" Iya Oma " Jawab Eliza .
" Pasti kamu kan yang menemui pria itu " Eliza tertawa kecil " Opa koh tahu,Dukun ya ? " Goda Eliza.
" Cih "
" Mau ketemu Eyang " Tanya Ana Nabilla .
" Iya ,apa boleh ? " Tanya Eliza menatap Davin .
" Tunggu dulu sebentar soalnya Oma habis di kasih obat jadi lagi Istirahat " Jawab Davin.
" Iya Opa " Jawab Eliza.
" Zaza sudah beli Cincin " Lanjutnya .
" Lo koh tidak bilang saja Mama ,adikmu juga belum beli Cincin Lo " Ujar Riane dengan lembut .
" El juga belum " timpal Elvi .
" Tadi sekalian ke sini ,jadi langsung beli " Jawab Eliza sekenanya .
" Mommy Adara mana " Tanya Eliza,karena memang dia tidak melihat Adara sejak tadi .
" Urus Anak Abang " Eliza mengaguk paham .
" Gimana dengan orang tuamu ,apa merasa akan ke sini " Tanya Henry menatap Lintang .
" Jika waktunya sudah di tentukan mereka akan ke sini ,sementara mereka mengganti kan saya di perusahaan " Jawab Lintang tenang .
" Kau langsung membawa nya " Tanya Alan sambil menatap Eliza .
" Saya pergi lebih dulu " Jawab Lintang .
" Bawa saja,kami sudah bosan hidup dan melihat nya sudah cukup bagi kami menampung nya " Ujar Jeje .
" Zaza bilang sama Eyang Radit " Ancam Eliza .
" Terus " Jawab Jeje .
" Opa akan di usir " Jeje tertawa kecil " Kau yakin sekali ,Opa kasih tahu rahasia Eyang yang selama ini dia simpan " Eliza menatap Jeje dengan serius " Eyang meminta mu menikah karena dia sudah bosan dengan mu ,dari dulu dia ingin menikahkan mu jadi ada alasan biar kamu lepas dari keluarga ini, sedikit lagi keinginan Eyang akan terwujud " Lanjutnya tersenyum .
" Zaza juga senang karena memiliki ATM dan uang Zaza semakin banyak " Jawab Eliza sombong .
" Dia tidak malasah biar di jual asal dengan orang kaya " Ujar Henry membuat peserta di ruangan itu tertawa kecil .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟