Eliza

Eliza
Istri dan anakku



Kini Agnes sudah berada di ruangan perawatan setelah beberapa jam berada di ruangan pemulihan ,kini di ruangan itu hanya ada dia dan Leo, sedangkan sahabat Leo sudah kembali .


Leo terus menatap ke arah tempat tidur di mana Agnes masih Beta dengan tidur panjang nya karena pengaruh obat bius, sedangkan putri kecil nya masih berada di ruangan khusus bayi .


Tok ...tok ...


Ceklek


" Tuan ada pelayan " Ujar salah satu penjaga yang berada di depan kamar rawat Agnes .


" masuk " Jawab Leo


Tidak berselang lama pelayan masuk membawakan makan malam Leo dan beberapa pakaian untuk Agnes dan bayinya .


" Apa semuanya sudah lengkap " Tanya Leo .


" Sudah tuan " Jawab Pelayan .


" Makan tuan " Leo mengagguk ,dengan sigap pelayan langsung menyiapkan makan malam Leo .


" Setelah ini saya akan ke luar ,jaga Agnes jika dia sudah sadar langsung hubungi saya di depan ada yang berjaga jika butuh papa suruh mereka saja jangan meninggalkan Agnes " Ucap Leo sambil menunggu makan malamjya .


" Baik tuan " Jawab Pelayan lalu meletakan makanan Leo di depan pria itu.


Sambil menunggu Leo menyelesaikan makan nya , Pelayan memilih duduk di samping tempat tidur wanita itu .


Beberapa menita Leo sudah menyelesaikan makan nya,sebelum meninggal kan Agnes dia mendekati tempat tidur wanita itu .


" Aku tinggal sebentar ,bibi akan menjagamu di luar juga ada penjaga " Ujar Leo pelan, mengelus kepala Agnes lalu ke luar dari ruangan Agnes.


" Semoga dengan kehadiran nona muda kecil bisa membuat tuan lebih baik lagi " Gumam pelayan setelah pintu ruangan itu tertutup rapat .


" jangan membiarkan siapa pun masuk , kecuali dokter dan perawat yang sudah di tentukan " Ujar Leo tegas menatap para penjaga yang berjumlah 4 orang


" Baik tuan " Jawab mereka bersamaan .


" Jika ada yang mencurigakan langsung hubungi saya " Ucap Leo .


" Baik tuan " Jawab mereka .


Setelah memberikan ultimatum pada penjaga Leo langsung meninggalkan rumah sakit besar itu.


" Aku akan perlihatkan siapa aku sebenarnya " Leo tersenyum miring di sela kangkahnya .


🪵


🪵


🪵


🪵


BRAK


Seseorang yang berada dalam kamar langsung menatap ke arah pintu kaget .


" Leo ....sayang " Winda mendekati Leo, penampilan wanita itu sudah berantakan entahlah apa yang sudah di lakukan anak buah Leo .


" Mereka .... melecehkan aku " Winda menangis menatap Leo dengan sendu.


" Itu lebih baik dari pada mereka membunuh mu " Jawab Leo ketus .


" Melecehkan " Lidah Leo berdecak " kamu bukan wanita perawan jangan mengatakan hal yang membuat mu seperti wanita sampah " Lanjutnya lagi .


" Leo " Bentak Winda ,tapi detik kemudian sebuah tamparan mendarat cukup keras di pipinya bahkan mungkin meninggalkan bekas .


pLak


" Aawwww " Winda memegang tangan Leo saat pria itu menarik rambutnya kebelakang,padahal pipinya masih terasa panas .


" Kali ini kamu bersyukur karena istri dan anak ku baik² saja ,jika terjadi sesuatu dengan mereka aku pastikan kamu bertemu dengan Tuhan mu " Ucap Leo tepat di depan wajah Winda tapi winda malah tersenyum


" Aku ingin melihat bagaimana reaksi nya jika tahu suami nya sering bermain denganku " Rahang Leo mengeras,Leo berdiri menarik Winda tanpa melepas kan rambutnya membawa wanita itu ke atas tempat tidur .


Bhug


Winda terhempas begitu kuat di atas tempat tidur ,hingga membuat wanita itu meringis .


" Masuk " Titah Leo ,tidak berselang lama masuk beberapa pria yang berbadan besar .


" Lakukan tugas kalian " Titah Leo lalu duduk di sofa menatap ke arah tempat tidur .


" Baik tuan " Jawab mereka lalu mendekati tempat tidur menatap winda lapar .


" Jangan mendekat " Winda terus mundur hingga tubuh nya berada di kepala ranjang .


" Leo hentikan mereka " Bentak Winda terus menatap ke arah penjaga ,yang di mana kedua tangan nya sudah di ikat .


" Lepas " Sentak Winda tapi tidak membuat mereka menghentikan kegiatan yang akan membuat mereka kenikmatan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah mendapat kan telepon dari pelayan ,Leo langsung meninggalkan tempat di mana Winda di tahan ,padahal dia ingin melihat wanita itu sampai tidak berdaya dan meminta ampun tapi nyatanya wanita itu cukup tangguh , bahkan dia tampak menikmati nya di mana setiap inci tubuhnya tidak lepas dari tangan nakal anak buah Leo .


Ceklek .


" Tuan " Pelayan langsung berdiri saat melihat Leo masuk dalam ruangan itu .


"Tadi kembali ke apartemen mandi " Agnes hanya mengaguk sebagai jawabannya karena memang pria itu sudah berganti pakaian .


" Apa dokter sudah ke sini " Tanya Leo menatap Pelayan.


" Sudah tuan, mungkin nona muda kecil akan di antar ke sini besok pagi " Jawab Pelayan .


" Kembalilah ke apartemen dan kembali besok pagi sekalian dengan sarapan Agnes dan pakaian kantor ku " Ucap Leo .


" Baik tuan, permisi tuan Non " Pamit Pelayan .


" Hati² Bi, makasih sudah menemaniku " Pelayan hanya mengaguk lalu ke luar dari ruangan itu.


" istirahat lah " Ujar Leo menatap Agnes.


" Sudah makan " Tanya Agnes .


" Hebm "


" Apa dia baik² saja " Leo hanya mengaguk sebagai jawabannya.


" Ada yang ingin aku bicarakan " Ujar Agnes pelan .


" Istirahat lah, aku juga lelah " Jawab Leo lalu merebahkan tubuhnya di sofa " Tunggu dulu " Leo tetap memejamkan matanya ,dia tahu apa yang akan di bicarakan wanita itu .


Sedangkan di lain tempat Eliza baru saja mendarat dan dia sudah di tunggu beberapa pengawal yang langsung mengarahkannya ke mobil .


" Ke rumah sakit " Titah Eliza .


" Maaf Non, tuan dan nyonya besar sudah menunggu anda " Ujar Pengawal yang duduk di depan samping sang sopir .


" Apa yang mereka lakukan , ini sudah larut kenapa tidak tidur saja " Ujar Eliza kesal .


" Menyebalkan ,kenapa mereka harus tahu sih " Gerutunya lagi lalu merebahkan tubuhnya di sandaran mobil .


15 menit kini mobil yang membawa Eliza sudah sampai di rumah besar yang di mana penghuni nya sudah menunggu di depan pintu rumah besar itu .


" Astaga " Gumam Eliza saat melihat tiga pasangan suami istri yang menunggunya .


" Apa kalian menggantikan para penjaga " Ucap Eliza saat turun dari mobil .


" Hanya karenamu, Queen tidak berhenti menelpon sialan " Umpat Jeje kesal .


" Kenapa meladeninya, harusnya bunda sadar aku tidak mungkin kabur karena belum menguras habis hartanya " Jawab Eliza mendekati Para penjaga sementara itu .


pLak


" Apa tidak bisa sehari saja tidak membuat orang pusing " Omel Mommy Ellena .


" Pukulannya masih sakit " Eliza mengelus lengannya lalu mencium pipi wanita itu begitu juga yang lainnya .


" Masuk sana " Titah Daddy Radit .


" Ini Eliza mau masuk Eyang ,bahkan tadi Eliza ingin tidur di hotel tapi mereka membawaku ke sini " Jawab Eliza kesal .


" Sudah makan " Tanya Ana lembut .


" Sudah Oma ,pesawat jet milik mertua Oma sangat lengkap jadi jangan takut " Jawab Eliza tertawa kecil .


" Anak ini " Elsa menggeleng pelan melihat tingkah Eliza tidak ada yang berbeda dari kecil hingga dia besar bahkan saat besar dia semakin menjadi .


" Berishin tubuhnya pakai air hangat langsung istirahat jangan melakukan apa pun " Ucap Elsa .


" Iya Oma " Jawab Eliza lalu berjalan ke arah kamarnya begitu juga yang lainnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟