Eliza

Eliza
Ikut ke London



Setelah menunggu beberapa bulan kini Eliza sudah menyelesaikan urusannya di New York ,dan malam ini dia akan berpisah dengan sang sahabat yang memilih tinggal di New York .


Padahal Eliza ingin dia ikut bersama nya tapi ,Agnes menolak dengan alasan tidak ingin selalu merepotkan nya !! Alasan yang konyol bukan ?? Padahal Eliza tidak merasa di repot kan dan dia melakukan semuanya karena memang Agnes sahabatnya tanpa ada niat lainnya .


" Tidak bisa kah kamu ikut dengan ku " Eliza menatap memohon pada Agnes .


" Makasih,Tapi aku akan tetap di sini !! Berjuang bersama nya nanti " Jawab Agnes yang terus mengusap perutnya .


" Aku akan kembali saat kamu lahiran dan aku akan meminta pengawal untuk bersama mu " Agnes tertawa " Jangan bercanda bahkan pengawal yang sudah ada aku tidak terlalu peduli pada mereka " Jawab Agnes .


" Aku tidak peduli dengan pengawal bodoh itu,pokoknya aku akan meminta satu untuk memantau mu " Ujar Eliza serius .


" Ya terserah padamu, Aku bahkan sekarang merasa seperti anak orang kaya seperti mu " Eliza berdecak saja .


" Jika aku memintamu ke sana , Aku harap kamu tidak menolak nya " Agnes mengaguk " Pastinya ,jika uangku habis aku akan menelpon mu ,karena aku sudah tidak kuliah dan kamu tahu semuanya karena kamu ' Jawab Agnes tanpa malu,karena memang itu kenyataan nya apa yang dia dapat selama di London karena Eliza . Sejak awal wanita itu melarang nya bekerja untuk menyambung hidup nya di Negera itu dan Eliza menjamin kehidupan nya .


" Aku akan menunggunya , jika ,kamu akan bekerja aku akan meminta bantuan Opa, Daddy atau ayah ku untuk membantumu " Ujar Eliza cepat .


" Makasih, doakan semoga semuanya lancar " Eliza mengaguk lalu memeluk Agnes dengan erat .


Banyak hal yang di lewati kedua wanita itu , termaksud soal percintaan mereka yang nyata mereka harus di kecewakan orang yang baru saja mereka kenal dan soalnya kedua wanita itu langsung timbul perasaan yang seharusnya tidak ada .


"Aku usahakan besok aku akan mengantar mu " Eliza mengaguk sebagai jawabannya .


" Kau menangis " Tanya Agnes sedikit meninggikan suaranya .


" Hiks ...Hiks ...Aku tidak ingin berpisah dengan mu " Agnes memukul keningnya " Kau bukan orang miskin Eliza ,kamu bisa ke sini kapan pun !! Apa kamu lupa jika kamu orang kaya dan aku orang miskin " Eliza menggeleng cepat lalu melepaskan pelukannya .


" Aku hanya sedih ,jika aku meninggalkan mu kamu akan semakin miskin dan tidak mampu memberikan makan enak anakmu " Agnes langsung melongo , sekalipun dia sadar bukan itu alasannya .


" Maka kirimkan kami uang ,agar anakku bisa makan enak " Jawab Agnes kesal .


Saat keduanya sedang berdebat dalam kesedihan, salah satu pengawal Agnes mendekati ke duanya .


" Maaf Non, tuan Leo ada di apartemen " Agnes dan Eliza langsung menatap ke sumber suara .


" Maksud nya " Tanya Agnes bingung .


" Apa bosmu ada di apartemen Agnes saat ini " Tanya Eliza memperjelas ucapan Pengawal .


" Iya Non " Jawab Pengawal .


" Apa yang dia lakukan di sini , Ayo kita temui dia " Agnes langsung menahan tangan Eliza .


" Kamu akan kembali besok, tenang saja aku akan mengurus nya , jangan terlalu khawatir aku akan baik-baik saja " Ucap Agnes cepat .


" Kau yakin " Agnes mengaguk " Jika dia kembali menyakitimu beri taku aku !! dengan senang hati aku akan mematahkan kepalanya " Agnes hanya mengaguk saja .


" Kamu juga kembali lah bukan kah kamu harus melakukan persiapan pada ke dua adikmu " Tanya Agnes .


"Ya kau benar , sekalipun mereka tidak pernah menganggap ku ada " Jawab Eliza dengan helaan napas panjang .


Lalu keduanya pun memutuskan untuk mengakhiri acara makan malam,dan kembali ke apartemen masing-masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Agnes sudah berada di apartemen nya dan dia melihat sepatu milik Leo .


" Malam Non, tuan ada di kamar " Agnes hanya mengaguk tersenyum " Malam " Jawab Agnes seadanya .


"Apa Nona sudah makan " Agnes kembali mengaguk " Sudah tadi di luar " Jawab Agnes lalu meninggalkan pelayan nya menunju kamarnya .


Ceklek


Hal pertama yang Agnes lihat seorang pria sedang duduk sedang menatap ke arahnya dengan tatapan datar dan dingin .



Tanpa merasa terusik Agnes meletakan tasnya di atas meja samping tempat tidur lalu masuk dalam ruangan ganti baru masuk dalam kamar mandi sambil membawa pakaian gantinya .


" Kau sudah makan " Agnes menatap Leo dari pantulan cermin " Sudah " Jawab Agnes seadanya .


" Kita akan ke London " Agnes langsung membalikan badannya menatap Leo .


" Saya tidak bisa " Jawab Agnes ketus .


" Kamu mau atau tidak ,kamu akan tetap ikut " Jawab Leo tegas .


" Apa Anda tidak punya pekerjaan, apa tidak bisa jangan mengganggu ku " Bentak Agnes kesal .


" Jika tidak ingin aku mengusik mu maka aku akan bersama nya tanpa kamu " Agnes menatap tajam Leo .


" Jangan mimpi ,selama ini aku yang selalu bersama nya dan kamu hanya sibuk dengan Wanita mu " Teriak Agnes emosi .


" Rendah kan suaramu " Bentak Leo menatap Agnes .


" Kenapa ?? memang benar kan apa yang aku katakan " Jawab Agnes .


" Kita akan berangkat besok pagi, karena masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan " Ujar Leo .


" Pergi saja sendiri,lagian saya tidak pernah meminta anda ke sini " Jawab Agnes ketus .


Leo hanya diam lalu berdiri membuka jaket kulitnya mendekati tempat tidur yang sering di tempati Agnes .


" Jangan mengajakku berdebat ,aku mengantuk minta pelayan untuk membereskan barang-barang mu yang penting saja " Ujar Leo .


" Saya tidak akan ikut " Jawab Agnes kesal .


" Mau ke mana " Tanya Leo .


" Mau tidur di kamar sebelah " Leo langsung bangun menahan Agnes .


"Kita akan tidur di sini "Leo langsung membawa Agnes ke tempat tidur .


" saya tidak mau " Leo tidak peduli dengan penolakan Agnes dia langsung memeluk wanita itu dari belakang .


" Kapan dia akan ke luar ??" Tanya Leo dengan lembut sambil mengelus perut Agnes dan itu membuat Agnes sedikit tenang merasakan sapuan halus di perut besarnya .


" Sebulan lagi " Jawabnya lirih .


" Kata mereka perempuan " Agnes hanya mengaguk sebagai jawaban.


Tidak ada lagi pertanyaan yang ke luar dari mulut pria itu ,tapi tangannya terus mengusap perut besar Agnes yang sebulan lagi akan melahirkan .


Sedangkan di apartemen lainnya setelah menyempatkan diri dengan kedua adiknya Eliza langsung kembali ke apartemen nya .


" Apa dia juga ke sini " Gumam Eliza merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya,bahkan dia belum membersihkan tubuhnya.


" Kenapa aku harus peduli dia ke sini atau tidak " Lanjutnya lagi .


" Tapi tidak mungkin asisten nya ku ke sini tanpa dia bukan " Gumamnya lagi .


" Aakkkhhh terserah dia mau ke sini atau tidak, aku tidak peduli lebih baik aku mandi " Eliza langsung bangun dari tidurnya menuju kamar mandi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟