Eliza

Eliza
Pria menjijikkan



Di bawah bathroom hotel seorang wanita mencari keberadaan Lintang ,siapa lagi kalau bukan sang tunangan .


" Mom "


" Kenapa Sayang "


" Lintang mana " Tanya nya dengan kesal,karena semenjak kepergian tadi dia sudah tidak melihat pria itu.


" Ada urusan mendadak,jadi dia harus pergi bersama asisten nya " Timpal Papi Lintang yang ikut mendengar keluhan calon menantunya.


" Koh papi izinin kan ini malam acara kami Pi " Ucapnya dengan kesal,tapi sang mertua hanya meninggalkan begitu saja dan lebih ikut menemui kolega bisinis bersama sang istri .


" Mom ...."


" Tenang sayang, ingat ini acaramu jangan merusak nya, tetap tersenyum lihat semua orang menatap mu " Seketika wajah nya berubah tersenyum " Ayo kita temui mereka biar mereka tahu siapa kamu sebenarnya dengan begitu kita bisa lebih gampang menguasai semua nya " Ujar nya lalu membawa sang putri di kerumunan pesta itu.


...----------------...


" Apa yang ingin kamu katakan ?? " Tanya Eliza .


" Aku akan mengikuti nya tapi tidak dengan meninggalkan Leo " Lanjutnya dengan tegas .


" Apa aku harus membunuh nya ?? " Tanya Lintang.


" Maka aku juga akan membunuh tunangan mu, Impas bukan " Jawab Eliza tenang .


" Kamu cemburu " Eliza tertawa kecil " Bukan kah kamu ? " Tanya balik Eliza .


" Aku tidak cemburu " Sanggah Lintang cepat " Aku hanya tidak suka milikku di sentuh pria lain , sekalipun itu dia " Jawab Lintang tegas .


" Aku bukan mil... Hhhmmmppp " Lintang langsung membungkam mulut Eliza dengan kasar


PLak


" Apa kamu gila " Bentak Eliza emosi,lintang memegang pipinya lalu menatap Eliza .


" Anggap saja seperti itu " Jawabnya tersenyum miring lalu menarik tangan Eliza hingga menabrak dadanya " Lepas " Lintang tersenyum miring " Bukankah aku sudah katakan jangan memakai pakaian terbuka " Ujar Lintang mengelus pundak mulus Eliza .


" Aku tidak perlu persetujuan mu, Leo ....." Lintang kembali membungkam mulut Eliza dengan lembut,Eliza terus memuku l dada Lintang tapi pria itu tidak peduli .


Seolah amarah yang sejak tadi dia tahan dia lampiaskan melalui ciuman mereka .


" Buka " Bisik Lintang lalu kembali membungkam mulut Eliza, keduanya saling menatap seolah berbicara lewat sorot mata .


Bugh


" Aku tidak akan melepaskan mu malam ini " Ujar Lintang serius menatap Eliza yang kini sudah berbaring di atas tempat tidur empuk .


" Lakukan itu dengan wanitamu ,karena aku tidak akan pernah sudi bersama pria menjijikkan seperti mu " Ujar Eliza emosi.


" Benarkah " Jawab Lintang membuka satu persatu kancing kemejanya lalu membuang dengan asal, saat melihat Eliza akan bangun pria itu langsung menindih tubuh Eliza " Mau ke mana " Tanya Lintang ,Eliza menatap ke arah pintu yang sudah tertutup rapat .


" Kau menginginkan kekasih mu kembali " Tanya Lintang sinis " Jangan berharap untuk itu " Lanjutnya berbisik lalu menjilati kuping Eliza ,membuat wanita itu merinding .


Eliza mendorong Lintang tapi pria itu benar² berat bahkan Kiki kedua kakinya sudah di kunci membuatnya semakin sulit bergerak .


" Kenapa Hm " Tanya Lintang mengelus pipi Eliza dengan lembut membuat wanita itu memejamkan matanya .


" Buka matamu Honey " Eliza tetap memejamkan matanya mengalihkan perasaan yang baru dia rasakan pertama kalinya , Lintang menatap sekeliling nya lalu mengambil jasnya meningkat tangan Eliza membuat wanita itu membuka matanya .


" Apa yang kamu lakukan ,lepas Lintang " Bentak Eliza Emosi .


"Tentunya memiliki mu Honey " Jawab Lintang ,Eliza mengepalkan tangannya kuat saat Lintang mulai bermain di leher .


" Jangan aku mohon " Ucap Eliza lirih,tapi sepertinya permohonan Eliza tidak membuat Lintang sadar.


" Apa yang kamu lakukan " Tanya Eliza panik saat pria itu menekuk kedua kakinya " Aku akan membunuh mu Lintang " Geram Eliza dengan mata terpejam .


Sapuan halus di paha nya membuatnya merinding .


CUP


Lintang mencium luka goresan kaca yang masih memerah lalu mengelus nya dengan lembut lalu di kembali menatap Eliza .


" Putuskan Leo " Eliza menggeleng cepat membuat rahang Lintang mengeras " Baiklah ,kamu yang memilih jalan ini " Ujar Lintang datar dan dingin .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Leo membuktikan ucapannya sebelum acara Lintang dia mengambil cuti ke new York sekalipun Lintang menolaknya tapi pria itu tetap pergi.


Kini dia sudah berada di apartemen Agnes bersama dengan Eliza, ketiga nya duduk saling berhadapan .


Eliza menghela napas panjang nya menatap kedua orang yang di depannya .


" Jika kalian hanya diam lebih baik aku pulang, ini sudah jam berapa " Ujar Eliza kesal .


" Sebelumnya saya minta maaf kalau permintaan saya ini terdengar konyol dan kurang ajar ,tapi saya minta bantu anda " Eliza mengerutkan keningnya menatap Leo .


" Apa " Leo menatap Agnes yang hanya menaikan bahunya membuat Leo mendengus kesal .


" Aku sengaja mengambil cuti lebih tepatnya kabur karena pria kejam itu tidak menginginkan ku ke sini " Eliza mengaguk paham " Anda akan menghadiri acara pertunangan Lintang " Eliza mengaguk cepat karena memang dia akan ke sana " Saya memiliki rencana untuk Lintang,aku tahu dia menyukai anda mungkin anda juga begitu " Eliza tertawa kecil membuat Leo menghentikan ucapannya .


" Kalian hanya gengsi karena sikap kalian " Lanjut Leo saat Agnes memberikan kode " Aku hanya ingin Anda menjadi kekasih ku hanya selama pesta saja " Ujar Leo .


" Aku tidak tertarik,aku ke sana hanya real menghadiri undangan nya tidak ada hal lain, dan hubungan ku dengan nya aku anggap selesai " Ucap Eliza tegas .


" Dia sudah mendapatkan pilihan nya berarti memang wanita itu yang terbaik untuknya bukan aku , lagian hubungan kami tidak ada hal yang istimewa jangan membuang waktumu hanya hal semacam ini apa lagi sampai mengambil cuti hanya hal konyol Seperti ini " Lanjutnya menatap Leo .


" Apa kamu akan seperti ini terus ,apa kamu tahu siapa wanita yang akan menjadi tunangannya " Kini Agnes membuka suaranya .


" Hargai usahanya dia begini bukan karena untuk nya tapi karena mu ,dia tidak peduli pada Lintang padahal dia bosnya, kami hanya memintamu semalam menjadi kekasih nya bukan selamanya " Ujar Agnes serius .


" Apa Rencana kalian " Tanya Eliza serius .


' Kamu akan tahu nantinya, asal kamu setuju dan kami akan melakukan dengan baik " Jawab Agnes.


" Kenapa harus Leo ,bukan Chris atau Alber " Tanya Eliza.


" Mereka tidak punya keberanian sebesar itu, dan ini juga kami tidak memberi tahu mereka " Jawab Leo .


" Kenapa kamu menginginkan itu ,jujur aku tidak ingin terlibat lagi dengan dia apa lagi berurusan dengan nya " Ujar Eliza .


" CK, kau kira kami ini orang bodoh " Eliza langsung menatap Agnes " Kau berubah sejak dari London lebih tepat nya bertemu pria menjijikkan itu " Leo langsung menatap Agnes kaget " Dan kamu ingin mengelak tidak memiliki perasaan padanya ,jika iya maka ikuti kenginginan kami " Lanjut nya lagi .


" Kenapa harus mengikuti keinginan kalian " Tanya Eliza .


" Jika kamu menolak berarti kamu memiliki perasaan padanya, sekarang pilihan ada padamu ,jika kamu menolak berarti kamu memiliki perasaan padanya jika tidak berarti memang tidak ada " Jawab Agnes tenang .


" Kenapa aku harus terjebak di antara kalian,kalian yang ...."


" Berarti kamu akui Sekarang kalau kamu memiliki per...."


" STOP " Bentak Eliza " Aku akan ikut mau kalian karena memang aku tidak memiliki perasaan apa pun padanya tapi dengan satu Syarat " Jawab Eliza memotong ucapan Agnes .


' Apa " Jawab Agnes .


" Cium Leo " Ujar Eliza tersenyum seringai " Hanya itu " Eliza mengaguk tersenyum sinis .


" Cium atau kecupan " Tanya Agnes menatap Eliza " Ciuman " Detik kemudian Agnes langsung menarik leher Leo mencium pria itu membuat Eliza melototkan matanya bulat padahal dia sangat yakin wanita itu tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu.


Tidak Inging kalah Leo membalas ciuman itu membuat Agnes menatapnya tajam dan Leo hanya tersenyum hingga akhirnya Agnes memukul lengan Leo hingga pangutan keduanya terlepas .


"Agnes .....you are crazy " Ujar Eliza terbata .


"Sekarang kamu membuktikan ucapan mu " Jawab Agnes sambil mengelus bibirnya .


" Apa kalian perna ciuman " Tanya Eliza tanpa peduli dengan ucapan Agnes .


" Iya perna ,di mobil " Jawabnya jujur membuat Eliza semakin syok tapi tidak dengan Leo yang hanya tersenyum tipis .


FLASHBACK OFF


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟