Eliza

Eliza
Villa



"Aku tunggu di kantin ya " Lintang hanya mengangguk sebagai jawaban lalu menekan tombol lift menuju lantai milik Naufal .


Pagi tadi setelah sarapan Eliza langsung menjemput pria itu di hotel lalu keduanya ke perusahaan Naufal .


Seperti ucapan nya semalam dia ingin bertamu dengan pria itu sebelum kembali ke negara asal nya London .


Sedangkan di lantai tertinggi Naufal langsung berdiri dari duduknya saat melihat pesan yang masuk di ponsel nya dan itu dari sang putri .


" Ke ruangan ku " Titah Naufal .


Ceklek


" Jemput Lintang di depan lift " Daniel menatap bingung pada pria yang ada di depannya itu .


" Pergi saja " Lanjut nya dengan kesal .


Ya Daniel masih berkerja menjadi asisten Naufal dan dia akan berhenti saat Kanz sudah menyelesaikan pendidikan nya sehingga dia akan membantu sang anak di perusahaan milik ayahnya yang di berikan padanya .


Daniel berdiri di depan pintu lift dengan tatapan bingungnya ,hingga tidak berselang lama pintu lift terbuka .


Di mana menampakan seorang pria yang memakai kemeja berwarna hitam dan lengan nya di gulung sampai batas siku .


" Apa Anda tamu Naufal " Tanya Daniel


" Ya " Jawabnya singkat lalu ke luar dari lift " Bisa tunjukkan di mana ruangannya " Ucap Lintang .


" Ya " Jawab Daniel lalu mendahului pria itu,Daniel masih menebak² siapa pria ini .


Apa keluarga Naufal , atau kerabat nya ?? Tapi Daniel tidak yakin dengan semua itu apa lagi melihat penampilan nya sekalipun rapi tapi tangan nya di penghuni tato


Apa Naufal memiliki masalah dengan pria ini ,tapi kenapa dia tidak tahu apa pun .


Ceklek


" Silahkan " Lintang mengagguk lalu masuk dalam ruangan Naufal di mana pria itu sudah menunggu nya di sofa .


" Selamat Pagi " Sapa Lintang sopan .


" Pagi duduklah " Pinta Naufal lalu menatap Daniel yang terus menatap nya untuk menjelaskan padanya.


" Duduklah biar kamu tidak penasaran " Daniel mendengus kesal lalu duduk di samping Naufal berhadapan dengan Lintang .


" Kata Zaza kamu akan kembali " Tanya Naufal tanpa embel-embel kata tuan .


" Iya , pekerjaan ku di sana sudah sudah menumpuk " Jawabnya serius .


" Ah iya aku lupa , kenal kan dia Papa nya Eliza kakak dari nyonya Adara istri nya tuan Raymond " Lintang menatap Daniel lalu mengulurkan tangan nya .


" Kekasih Eliza " Ucapnya saat Daniel menyambut tangan Lintang membuat pria itu melototkan matanya tajam .


" Daniel " Jawab Daniel .


Tok ....tok ..


" Masuk "


Ceklek


" Maaf tuan " Naufal mengagguk mempersilahkan OB mengantar kan minuman dan beberapa kue .


" Eliza sudah banyak bercerita tentang mu, lebih tepatnya pada Bunda nya lalu Bunda nya menceritakan padaku " Ujar Naufal membuka suara setelah OB ke luar dari ruangan nya.


" Saya hanya meminta jangan sakiti dia, mungkin kamu melihat nya seperti Eliza wanita yang keras kepala tapi percaya lah dia hanya wanita biasa pada umumnya , Dia hanya tidak ingin orang lain melihat sisi kelemahannya , itu kenapa dia selalu bersikap angkuh dan sombong terlebih saat tahu dia tahu siapa dirinya sebenarnya " Naufal menjeda ucapannya lalu menatap Eliza " yakin kan dia , sembuhkan lukanya sekalipun ini bukan kesalahan mu tapi aku yakin kamu paham kenapa dia bersikap seperti itu " Lintang mengagukan kepalanya paham .


" Aku akan kembali bersama orang tuaku nantinya ,dan Eliza sudah menyetujui itu " Jawab Lintang serius .


" Mungkin ini agak berat tapi saya berharap kamu bisa membuat hubungan mereka membaik sekalipun tidak bisa sepenuhnya " Ujar Naufal .


" tuan Alvin dan istri nya sedang dalam proses perceraian " Naufal dan Daniel langsung menatap pria itu .


" Siapa istri nya " Tanya Daniel .


" Nyonya Lian " Daniel langsung menatap Naufal " Apa mereka menikah " Naufal mengaguk pelan .


" Entahlah aku bingung harus berekspresi seperti apa " Gumam Daniel pelan .


" ya apa pun itu aku hanya berharap yang terbaik untuk mereka ,karena aku tidak ingin saat Eliza di sana mereka masih mengusiknya bagaimana pun suatu saat dia akan mengikuti ke manapun suaminya pergi dan aku harus melepaskan nya sekalipun berat " Ujar Naufal serius .


" Saya akan pastikan dia baik² saja " Naufal mengaguk pelan .


BRAK


Ketiga pria itu menatap ke arah pintu di mana wanita yang baru saja membuka pintu dengan kasar menghampiri mereka .


" Zaza sudah menunggu hampir dua jam , Kenapa lama sekali " Gerutunya kesal menatap Lintang dan ayah nya bergantian


" Apa ayah tidak punya jadwal atau pekerjaan nya " Lanjutnya lalu kini menetap Daniel yang langsung menyilang kan tangan nya sebagai jawabannya.


" Pergilah ,ayah sudah selesai bicara dengan kekasih mu " Ujar Naufal tersenyum .


" kalau Zaza belum ke sini pasti belum selesai " Ujar Eliza mencibirkan bibirnya seperti anak kecil .


" Sudah ,tanya saja pada orang nya " Eliza menatap Lintang yang hanya mengaguk .


" Kalau begitu ayo " Eliza mendekati Naufal mencium pipi pria itu lalu bergantian mencium pipi Daniel .


" Kamu banyak utang sama Papa ,paham " Eliza mengaguk tersenyum .


" Ayo sayang " Lintang menerima uluran tangan Eliza " Kalau begitu kami pamit dulu " Ujar Lintang menundukkan kepalanya sedikit .


Kini Eliza dan Lintang sudah berada di dalam mobil di mana Eliza yang menyetir mobil sedangkan Lintang duduk di sebelah nya .


" Jauhkan tangan mu dari situ Bajingan " Umpat Eliza kesal sambil menatap tangan Lintang yang berada dalam bajunya .


" Aku hanya memegang nya Honey " Ujar Lintang tenang sambil memainkan ponselnya .


" Kita ke puncak mau " Lintang hanya mengaguk sebagai jawabannya .


" Baiklah " Jawab Eliza membawa mobil nya membela jalanan yang tidak terlalu macet .


" Sudah puas " Lintang hanya tertawa kecil mendengar ucapan Eliza lalu merapikan pakaian wanita itu .


" Tadi bahas apa sama ayah " tanya Eliza menatap sekilas ke arah Lintang .


" Tidak ada ,hanya membalas Pekerjaan " Jawab Lintang .


" Bohong sekali " Lintang tertawa lalu mencium pipi Eliza " dia hanya meminta ku untuk terus mencintaimu " Jawab Lintang .


" Apa selama itu ?? " Lintang mengaguk sekalipun Eliza tidak melihat nya karena fokus pada jalanan " bukanya tadi aku mengatakan membahas pekerjaan " Jawab Lintang .


" Apa kau akan bekerja sama juga dengan perusahaan ayah " Naufal menaikan bahunya " maybe ,tapi belum tahu kapan " Jawab Lintang .


" Jika lelah kau bisa memintaku menggantikan mu " Eliza menggeleng " Hari ini biarkan aku berganti profesi jadi pemandu wisata mu " Jawab Eliza .


" Pemandu wisata plus² bukan " Timpal Lintang tersenyum miring .


" Otaknya selalu berada di sana ,apa dulu kamu keluarga Daddy kenapa otak kalian semua nya sama " Dengus Eliza kesal .


" Kami pria normal Honey ,bahkan kamu sendiri pun menginginkan itu " Eliza menatap sinis ke arah Lintang .


" Itu karena mu, dulu aku ini wanita yang polos ,lugu dan sangat baik " Tawa Lintang langsung pecah memenuhi mobil itu .


" Sejak kapan wanita polos ,lugu, baik seperti ucapan mu itu berada di club' sendirian " Ujar Lintang di sela tawanya .


" Club' , sendirian ? maksud nya " Tabya Eliza bingung menatap Lintang sebentar .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘