Eliza

Eliza
berbelanja dengan adik ipar



Ceklek


Lintang dan Eliza menatap ke arah pintu di mana Leo masuk bersama sang istri .


" Grace sudah di sekolah " Agnes mengaguk tersenyum .


" kita bisa pergi sekarang " Lanjut nya lagi.


" Boleh " Jawab Agnes .


" kalau lelah Istirahat,jangan memaksa kan tubuh mu " Agnes mengaguk tersenyum lalu mencium bibir Leo .


" Aku jalan dulu , CUP " Ujar Eliza dia tidak mau kalah dari Agnes .


" Ingat kamu bawah wanita hamil ,jangan seperti cacing kepanasan " Eliza hanya mengaguk lalu menghampiri Agnes .


" Ayo " Leo melepaskan tangan nya dari pinggang Agnes saat Eliza merangkul lengan istri nya .


"Sudah isi kartu ku kan " Lintang hanya mengaguk sebagai jawabannya lalu kedua wanita itu ke luar bersamaan.


"Kamu sudah siapkan semuanya bukan " Leo menatap Lintang lalu mengaguk " Dia menolak dengan keras saat aku ingin menemani nya " Lintang hanya tersenyum .


" Kamu bukan papa nya jika di banding wanita gila itu " Jawab Lintang .


" Siap² ponsel mu akan panas " Leo hanya tertawa kecil begitu juga Lintang .


"sepertinya kita harus lembur untuk mengganti pengeluaran hari ini " Ujar Leo tertawa kecil .


Ceklek


" Kedua wanita itu mau ke mana " Tanya Albert yang baru saja masuk bersama asisten nya.


" Menjual diri ,mereka ingin suasana yang baru " Albert berdecak kesal .


"Kalian membiarkan mereka pergi berdua ,apa lagi yang satunya perutnya akan meledak " Ujar Albert duduk di sofa lalu meminta asisten nya untuk ikut duduk lewat isyarat tangan nya .


" Jika kamu ingin menemani mereka pergi lah " Ujar Leo .


" Pekerjaanku lebih penting " Jawab Albert cepat .


" Tumben kekasih mu tidak ikut " Albert mendengus kesal " Dia lagi melayani wanita lain " Jawab Albert kesal .


"Apa itu tandanya dia sudah bosan denganmu " Ejek Lintang tersenyum .


" Diamlah " Jawab Albert kesal .


🪵


🪵


🪵


" Kita ke mana dulu " Tanya Agnes menatap ke samping di mana Eliza yang membawa mobil .


" Ke mana ya ?? Aku bingung soalnya sudah lama kita tidak healing " Jawab Eliza lalu mengambil ponselnya di dalam tasnya menghubungi seseorang .


" Hallo Kak " Jawab di seberang.


" Kamu sibuk " Tanya Eliza membelokan mobilnya ke arah lain .


" Lumayan,Kaka butuh sesuatu " Tanya Lana lembut .


" Mila sibuk tidak ,Kaka ingin jalan dengannya " Ujar Eliza. .


" Aku akan meminta nya untuk menunggu kakak di bawah "Ujar Lana cepat .


" Jangan sekarang ,aku masih di perjalanan nanti jika sampai aku akan menghubungi mu " Jawab Eliza .


" Tidak papa, ruangan nya juga di lantai 5 ,jadi dia bisa siap² " Ujar Lana .


" Berikan kartu mu padanya jangan pelit " Eliza mengulum senyum mendengar tawa Lana.


" Iya Kak, kalau begitu Lana tutup ya soalnya ada tamu " Izin Lana dengan lembut .


" Iya ,semangat dek " Jawab Eliza .


" Apa kita akan keperusahan ayah mu " Eliza mengaguk " Seperti nya hubungan kalian semakin membaik " Eliza tertawa kecil .


" Ya , bagaimana pun aku harus menerima mereka bukan " Agnes mengaguk " Ya itu harus apa lagi mereka masih hidup semuanya " Jawab Agnes .


" Sebenci apa pun pada ibumu jangan abaikan dia Za , aku tahu kamu orang baik sekalipun ucapanmu kasar dan yang belum mengenal mu akan membenci mu " Agnes menjeda ucapannya " Kamu tidak perlu turun tangan untuk melakukan itu semua cukup meminta seseorang, hidup di negara ini beda dengan di Indonesia Za dan kamu pasti tahu itu " Eliza membuang napas nya kasar .


" Aku bingung harus memulai dari mana Nes " Ujar Eliza dengan helaan napas panjang .


" Perlahan saja jangan memaksakan diri ,agar kamu nyaman " Eliza mengagukan kepalanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Eliza dan Mila sibuk mencari pakaian untuk calon anak Agnes sedangkan sang pemilik anak hanya duduk terdiam karena Eliza memintanya untuk tetap diam .


" Kakak Zaza ,apa ini bagus " Eliza menatap pakaian yang di pegang calon adik ipar nya itu .


" ambil saja yang menurut mu bagus " Jawab Eliza lalu kembali fokus pada incaran nya .


Hampir dua jam berada di toko itu baru mereka ke luar kali ini tujuan mereka pakaian wanita .


Entahlah untuk apa dia memasuki toko pakaian khusus wanita dari Brand terkenal itu .


" kau ingin beli baju " Eliza menggeleng " Untuknya, mataku sakit melihat nya memakai pakaian murah bahkan kulitku gatal saat memegangnya " Agnes mendengus kesal .


" Tidak usah di masukan dalam hati , dia kurang belaian " Ujar Agnes lembut pada Mila .


" Tidak usah kakak ,pakaian .... "


" Diamlah ,aku malas mendengar suaramu " Potong Eliza cepat.


" Biarkan saja ,kamu cukup menurut jika bersama nya seperti ku tadi Ok " Mila mengaguk pelan " Iya Non " Jawab Mila .


" Panggil Agnes saja " Ujar Agnes lembut .


" Baik, Kakak Agnes " Agnes mengaguk tersenyum .


" Selamat datang Non , terimakasih sudah berkunjung di toko kami " Ujar pelayan dengan ramah .


" Sini " Mila mendekati Eliza " Carikan pakaian yang sesuai dengan nya ,tapi ingat yang terbaru " Titah Eliza pada pelayan .


" Baik Non,ada lagi " Tanya pelan sopan.


' yang itu saja selebihnya saya akan cari sendiri " Jawab Eliza .


" Baik Non " pelayan toko langsung meninggalkan mereka .


" kamu duduk di sana ? Ayo ikut akut " Agnes hanya menggeleng melihat sikap Eliza yang menarik tangan adik iparnya .


"Kau melebih ibu tiri Za " Gumam Agnes menggeleng lalu duduk di sofa menunggu kedua wanita itu .


Dia sangat yakin setelah ini Mila akan kapok ke mall jika bersama Eliza.


Tapi saat Agnes sedang menunggu Eliza dan Mila dia melihat sosok wanita yang dia kenali di mana wanita itu masih memiliki hubungan dengan Eliza .


Agens menaikan tangan nya meminta pengawal untuk mendekat.


" Ada yang bisa saya bantu nyonya " Tanya Pengawal dengan sopan .


" Tolong katakan pada Eliza karena di sini ada adiknya takut nya wanita itu mencari masalah jadi dia bisa menahan emosinya " Pengawal menatap ke arah samping di mana sepasang wanita dan pria memilih pakaian.


" Baik nyonya " Jawabnya lalu meninggalkan Agnes.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟