
Di saat orang di luaran sana berbahagia atas kelahiran anak Edward tapi tidak dengan Ekiza di mana kelahiran Nova sang sahabat bersamaan dengan sakitnya Mommy Ellena .
Dan yang di rasakan Eliza sama halnya juga di rasakan keluarga nya ada rasa bahagia dan juga rasa khawatir sekaligus takut .
Itu kenapa dia memilih mengurung diri dan menyibukkan diri di butik , selain itu pun ada alasan yang lain kenapa dia tidak ingin ke rumah sakit lagi ,yaitu pemintaan Mommy Ellena .
Bukannya dia tidak mau ,bahkan dia sudah menunggu momen itu tapi keadaannya bukan seperti ini di mana wanita yang begitu dia cintai tidak seperti sebelumnya .
Helaan napas panjang ke luar dari mulut wanita itu di mana dia harus memendam amarahnya dan juga sesak secara bersamaan .
Tok ...tok ...
" Boleh Ayah masuk " Sudah Eliza duga .
" Masuk yah " Jawab Eliza dari dalam kamarnya .
Ceklek
Naufal mengapa Eliza yang hanya duduk di atas tempat tidur dan bersandar di kepala ranjang.
" Kenapa Hm " Tanya Naufal lembut duduk di ujung tempat tidur
" Aku benci Eyang " Jawab Eliza jujur tapi dadanya sesak mengatakan hal itu .
" Eyang hanya ingin melihat Zaza bahagia " Naufal menggegam tangan Eliza menepuknya dengan perlahan " Ayah masih ingat saat dulu Zaza masuk rumah sakit dan saat itu juga ayah tahu Zaza bukan anak kandung ayah ,jujur ayah sangat terpukul bahkan ayah bingung harus melakukan apa dan mengatakan apa ? Tapi lain dengan Eyang mu dia tidak peduli akan hal itu yang ada di pikiran nya hanya satu yaitu keselamatan Zaza , baginya kamu anak ayah atau bukan Zaza tetap Cucu pertama mereka ,bahkan saat ayah sudah melakukan kesalahan yang besar pun sama Bunda mereka tidak membenci Zaza padahal saat itu semuanya belum di ketahui " Ujar Naufal tersenyum .
" Lalu Saat usia Zaza 18 tahun sebenarnya Eyang melarang kami untuk memberi tahu Zaza karena mereka tidak ingin Zaza kecewa dengan apa yang nantinya ayah sama bunda katakan tapi ayah tetap memberi tahu Zaza bagaimana yang sebenarnya dan Zaza bisa lihat sendiri bagaimana Eyang menyayangi Zaza dan Zaza bisa rasakan itu " Eliza menundukkan kepalanya.
" Mungkin ini terdengar kasar tapi ayah tidak bermaksud papa !! Zaza sudah dewasa jadi bisa mengerti dengan apa yang ayah ucap kan " Naufal menjeda ucapannya sejenak lalu kembali membuka suara " Lintang pria yang Zaza pilih dan kami tidak memiliki hak untuk melarang Zaza,jujur sebenarnya Ayah keberatan karena jika Zaza menikah nanti pasti akan ikut dengannya itu kenapa ayah selalu memilih menghindar jika sudah membahas hal itu , Ayah tidak sanggup jika harus jauh sama Zaza tapi bersama Lintang ayah bisa melihat jika Zaza bahagia begitu juga yang di rasakan Eyang dan yang lainnya Sayang " Lanjutnya dengan pelan .
" Sayang bukannya sekarang sudah waktunya membalas kebaikan mereka, Eyang mu hanya meminta itu selama ini mereka tidak meminta atau menuntut papa sama Zaza ,paham kan maksud ayah " Eliza mengaguk paham .
" Zaza ..." Eliza langsung memeluk lintang menangis di pelukan pria yang selama ini selalu menemani nya bahkan dia tidak pernah mengeluh apa pun padanya, Naufal membalas pelukan Eliza mengelus punggung Eliza dengan lembut membiarkan wanita itu menangis .
" Zaza....takut ...ayah " Naufal paham dengan ucapan Eliza tapi bukan kah kita tidak boleh berpikir hal itu bisa saja apa yang di pikirkan salah karena semua tidak akan ada yang tahu kedepannya .
" Eyang hanya ingin kamu bahagia ,jangan memikirkan yang belum terjadi bukannya Opa Henry sudah mengatakan itu " Eliza mengagguk dalam pelukan Naufal .
" Besok bertemu lah dengan Lintang bahas apa yang harus kalian bahas ,adik²mu juga sudah setuju akan hal itu " Ujar Naufal lembut melerai pelukannya menatap wajah Eliza di mana matanya sudah sembab .
" Jangan buat Bunda khawatir ,bahkan sejak tadi dia belum makan memikirkan mu dan Eyang belum lagi Anak Abangmu " Naufal menghapus air mata Eliza " Mandi setelah itu ketemu bunda Ok " Eliza mengaguk pelan
Cup
Naufal mencium kening Eliza dengan lembut lalu kembali memeluk Eliza.
" Princess ayah sudah besar " Gumam Naufal mengeratkan pelukannya.
" Makasih ayah untuk semua yang ayah sudah lakukan untuk Zaza ....."
" Itu sudah tugas ayah sebagai orang tua dan nantinya kamu pun akan melakukan hal yang sama ,jadi jangan mengatakan hal itu cukup hidup dengan baik itu sudah membuat ayah bahagia " Potong Naufal .
" I love you my super Hero " Naufal mengaguk tersenyum beranjak dari tempat tidur Eliza " Love you more princess " Ujar Naufal lembut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ceklek
Eliza membuka pintu kamar orang tuanya sengaja dia tidak mengetuk karena memang hanya Queen yang ada di dalam dan Naufal di ruangan kerja .
" Bunda " Queen hanya menatap Eliza yang mulai mendekati nya ke arah sofa .
" Bunda sudah makan " Queen hanya diam saja membiarkan Eliza bicara .
Tiba-tiba Eliza memeluk Queen lalu merebahkan tubuhnya di atas paha Queen.
" Jika nanti Zaza merindukan Bunda ,apa bunda akan ke sana menemui Zaza ?? " Eliza menyembunyikan wajahnya di perut wanita yang begitu dia cintai .
Wanita yang selalu menyayangi nya tanpa membedakan dia dengan adik²nya yang memang tidak ada kaitan darah di antara mereka .
" Apa tidak bisa Bunda ikut Zaza ke sana, biarkan ayah yang di sini bersama Opa dan Oma " Queen mengakat tangan nya mengelus kepala Eliza dengan lembut .
" Ternyata gadis kecil yang bunda temui di mall sudah besar " Ujarnya tersenyum kuda .
"Besok temui Eyang bersama Lintang ,mau kan " Eliza mengaguk " Bunda senang karena tidak ada lagi yang buat bunda marah " Eliza semakin menyembunyikan wajahnya di perut Queen .
Banyak hal yang ingin dia katakan tapi entah kenapa lidahnya terasa Kelu bahkan hanya untuk mengatakan terimakasih pun sangat sulit .
Tangisan Eliza kembali pecah di pangkuan Queen dan sang ibu hanya membiarkan hal itu dia tahu ini juga berat untuknya tapi mungkin ini sudah jalannya .
" Zaza .....mau ...uang ...Bunda " Queen mengusap ujung matanya menarik sudut bibirnya ke atas hingga berbentuk senyuman.
" Kamu sudah memiliki pabrik uang " Jawab Queen serak .
Ceklek
Queen menatap ke arah pintu di mana sang suami berdiri di ambang pintu tapi detik kemudian dia menutup nya kembali membiarkan kedua wanita itu menghabiskan waktu dan dia memilih kembali ke ruangan kerja .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟