Eliza

Eliza
menemuinya



Ting Tong ....Ting Tong .....


Lintang menatap ke arah pintu lalu menurunkan kakinya dari tempat tidur berjalan ke arah pintu .


Ceklek


Lintang menarik sudut bibirnya saat melihat wanita yang berdiri di depannya sambil memegang paper bag .


" Minggir " mendorong tubuh besar Lintang lalu masuk menerobos begitu saja tanpa di persilahkan .


" Apa yang kamu bawah " Tanya Lintang mengikuti Eliza ke arah sofa setelah menutup pintu kamarnya .


" Racun " Jawabnya lalu meletakan paper bag itu di atas meja .


Hap


" Aku merindukan mu " Gumam Lintang memeluk tubuh Eliza dari belakang.


" Aku sudah rapi " Ujar Eliza Memperingati Lintang ,tapi pria itu menulikan pendengaran malah membawa Eliza ke arah tempat tidur .


" Lintang ..."


Bugh


Tubuh keduanya terjatuh di atas tempat tidur saling berpelukan lebih tepatnya Lintang yang memeluk Eliza .


" Lintang " Pekik Eliza kesal .


CUP


CUP


Lintang memberikan kecupan di bibir Eliza membuat wanita itu mendesah pelan .


" Jangan mulai nanti kamu sendiri yang pusing " Lintang tidak peduli dengan ocehan Eliza bahkan kini tangan nya sibuk membuka kancing blazer milik Eliza .


" Lintang " Tegur Eliza menahan tangan besar Lintang .


" Hanya sebentar ,aku benar-benar merindukan mereka " Jawab Lintang melepaskan tangan Eliza yang menahan.


" Ingat kamu ada pertemuan dengan Daddy ,dia tidak suka orang yang mengulur waktu sekalipun itu hanya sedetik " Lintang mengaguk sebagai jawabannya secara perlahan dia membuka blazer Eliza melempar nya begitu saja .


Eliza hanya bisa menghela napasnya panjang melihat blazer nya tergeletak di lantai kamar .


" Seperti nya kau sudah mempersiapkan nya " Ujar Lintang saat melihat Eliza hanya memakai tank top.


Lintang merubah posisi nya di mana kini Eliza sudah berada di bawahnya, sejenak keduanya saling mengunci dengan tatapan penuh kerinduan dengan lembut Lintang mengelus pipi mulus Eliza .


" Cantik " Ucap Lintang lalu mencium kening Eliza ,lalu kedua matanya nya,hidung dan berakhir di bibir manis milik Eliza .


Eliza menyambut ciuman itu kedua tangan nya mengalungkan di leher jenjang milik pria itu .


Keduanya saling membelit lidah menyapu mengabsen setiap sudut isi mulut mereka ,Lintang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini tangannya langsung mencari sesuatu yang bisa dia mainkan .


"Hhhmmmppp " Desah Eliza tertahan saat Lintang meremas benda kenyal miliknya.


Tangan Lintang terus memainkan benda kenyal itu memilin pucuk benda kenyal yang sudah terasa keras membuat Eliza melepaskan pangutan mereka .


" Aahhhh " Lintang turun bermain dengan leher jenjang Eliza membuat Eliza mendongak ke atas membusungkan dadanya .


" Aaahhhh..... Lintang " Tangan Eliza meremas Seprei yang ada di sini ya bahkan kini kaki sudah menekuk memberikan akses jalanan


" Aaahhhhhh ......Sayang " Lintang menarik sudut bibirnya dia senang mendengar panggilan dari Eliza sekilas dia menatap Eliza lalu mengulum benda kenyal hingga masuk dalam mulut hangatnya .


" Yes .... Aaahhhh " Eliza menekan kepala Lintang dengan pelan sambil meremas rambut pria itu .


Tangan Lintang tidak bisa hanya bermain dengan kedua benda itu hingga secara perlahan dia mencari sesuatu hal yang hangat , Tangannya mulai mengelus Paha Eliza karena dia memakai rok hingga tidak sulit untuknya .


Hingga akhirnya di menemukan nya di mana lahan itu sudah basah ,dengan perlahan Lintang memasukan jarinya .


" Sssstttt ..... Aaahhhh ....Sayang " Eliza memejamkan matanya saat jari Lintang sudah menerobos masuk dalam lahannya .


" Basah Honey " Ujar Lintang berat menatap Eliza sayu bahkan Eliza pun begitu keduanya terbakar gairah menginginkan yang lebih dari ini apa lagi keduanya sudah lama tidak melakukan nya .


" Mau ...."


" Lanjut kan , lakukan dengan cepat " Lintang langsung membungkam mulut Eliza dengan kasar tidak akan menyia-nyiakan kesempatan sekalipun dia bisa mendapat kan lain hari .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lintang menarik Eliza dalam pelukannya keduanya baru mendapat kan pelepasan hingga membuat keduanya lemas .


Sekalipun singkat tapi mereka bisa mendapatkan kepuasan,Lintang terus mencium punggung basah Eliza .


" Honey "


" Aku ingin punya anak " Eliza belum memberikan jawaban " Bisa jangan meminum pil " Eliza mengaguk membuat Lintang tersenyum karena memang Eliza akan meminum pil setelah melakukan penyatuan dengan Lintang dan itu diketahui olehnya itu kenapa dia tidak hamil sampai sekarang .


" Ayo mandi " Lintang langsung mengangkat tubuh polos Eliza tanpa ada perlawanan dari wanita itu .


10 menit berlalu kini keduanya ke luar dari dalam kamarnya tidak ada kegiatan plus² hanya mandi , sekalipun Lintang ingin sekali kembali memakan Eliza tapi dia harus menahan nya demi kelangsungan hidup dan perusahaan nya .


Keduanya langsung memakai pakaiannya di mana Eliza mengulang memakai pakaiannya tadi .


" Honey tolong pasangan dasiku " Pintah Lintang .


" Sebentar " Jawab Eliza merapikan penampilan nya lalu mendekati pria itu .


Tok ...tok ....


" Buka dulu ,itu mungkin itu Leo " Eliza berjalan ke arah pintu membiarkan Lintang memasang sendiri dasinya .


Ceklek


Eliza menaikan alisnya saat melihat seseorang yang berdiri di samping Leo,di mana pria itu juga terkejut saat melihat Eliza yang membukakan pintu kamar Lintang .


" Bisa masuk " Eliza mengaguk mempersilahkan keduanya masuk ,Eliza menutup pintu kamar mendekati Lintang .


" Kenapa ada dia " Tanya Eliza to the poin .


" Sapa dia dengan benar Honey " Tegur Lintang .


" Bagiamana pun dia adikmu, dia rela bekerja di perusahaan ku hanya untuk dekat dengan mu " Lanjutnya , sekalipun dia bajingan tapi tidak dengan orang² di sekitar nya .


Eliza membuang napasnya panjang lalu menatap pria yang masih menundukkan kepalanya.


" Kenapa tidak di perusahaan ayah mu ?? kenapa harus di perusahaan Lintang " Tanya Eliza .


" Itu milik kakak Eliza, Lana tidak mau mengambil yang bukan hak Lana " Jawabnya lirih.


" Kamu laki² bodoh ,apa kamu tidak tahu aturan dalam keluarga " Umpat Eliza membuat Lana terdiam .


" Honey " Tegur Lintang ,lalu menatap Leo " Sudah pesan sarapan " Leo mengaguk sebagai jawabannya .


" mereka tahu kamu ke sini " Lana mengaguk " Hanya ayah " Jawabnya lagi .


" Lihat aku, apa aku menakutkan " Lana menggeleng pelan lalu menatap Eliza yang menatap nya dingin .


" Cih , melihat wajahmu mengingat kan ku pada wanita sialan itu " Umpat Eliza kesal .


" Pergilah " Usir Lintang menatap Eliza membuat wanita itu mendengus kesal .


" Kakak " Panggil Lana lirih .


" Aku bukan kakak mu " Jawab Eliza ketus membuat Lana terdiam .


" Bicaralah " Lanjut nya lagi saat Lana kembali terdiam .


" Apa bisa bertemu kakak setelah berkerja nanti " Tanya Lana ragu .


" Datang lah kebutik aku tunggu di sana " Lana menghela napas lega setidaknya Eliza tidak menolak nya .


" Apa ini kejutan yang kamu bilang " Lintang hanya diam menikmati sarapan yang di bawah Eliza .


Beberapa potong sandwich dan jus nya , Lintang menggeser kotak bekal ke arah Leo dan Lana .


" Ambillah " Ujar Leo , Lana pun mengambil sepotong sandwich yang ada di dalam kotak itu .


" Aku belum sarapan Lintang " Dengus Eliza kesal karena memang dia ingin sarapan dengan pria itu , Lintang memberikan sandwich yang ada di tangan nya yang pastinya bekas gigitan pria itu ke arah mulut Eliza .


Hap


Eliza menggigit sandwich itu dengan kesal sambil menatap Lintang yang hanya tersenyum tipis .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘