Eliza

Eliza
Tidak perlu menikah



Di rumah sakit Leo menghabiskan waktunya bersama Grace ,sedangkan dari tempat tidur Agnes memperhatikan mereka sejak tadi .


Ada rasa bahagia ketika Leo begitu menerima Grace dengan penuh kasih sayang tapi di lain sisi dia juga sedih jika dia tidak selamanya bersama Grace ,karena saat ini dia belum memutuskan untuk tetap seperti kata Eliza atau tetap di samping pria itu , sekalipun dia sendiri sudah bisa menebak apa yang akan terjadi nantinya .


Helaan napas Agnes yang begitu keras hingga mengundang perhatian Leo dan menatap ke arah tempat tidur pasien di mana Agnes masih memperhatikan keduanya .


" Kau ingin menggendong nya " Agnes langsung tersadar lalu menggeleng pelan .


" Kenapa ?? " Tanya Leo lagi .


" Biar dia terbiasa denganmu " Jawab Agnes seadanya .


" Boleh aku bertanya " Leo hanya diam tapi dia tetap menatap ke arah Agnes " Bagaimana keadaan..... "


" Dia tidak baik-baik saja ,apa itu sudah cukup " Potong Leo yang mengerti ke mana arah pembicaraan Agnes .


"Tidak usah memikirkan orang lain, pikirkan keadaan mu mungkin kamu belum bisa kembali dengan cepat " Lanjut nya lagi.


" Apa tidak bisa saya di rawat di apartemen saja ,saya bosan berada di sini setidaknya di sana saya bisa bergerak sedikit, kasian juga sama bibi yang harus pulang pergi ke sini begitu juga penjaga yang di depan mereka juga butuh istirahat " Ucap Agnes panjang lebar.


" Mereka aku bayar " Jawab Leo tenang,Agnes memilih diam mengalihkan pandangannya karena bicara pun dia akan tetap kalah .


" Mau ingin jalan² baby " Tanya Leo menatap Grace .


" Di balkon saja mau " Tanya lagi, lalu berdiri membawa Grace.


" Pakaian selimut nya di luar dingin " Leo berjalan ke arah box mengambil selimut tebal milik Grace lalu mendekati Agnes membantunya memakai kan.


Dengan lembut Agnes membantu menutupi tubuh Grace dengan pelan agar tidak mengganggu tidur Grace.


" Apa dia tidak akan sesak nafas " Agnes menggeleng " Jika tidak nyaman dia akan menangis " Jawab Agnes .


" Agnes "


" Hbm " Jawabnya yang masih fokus pada Grace.


" Apa jika kita menikah kamu akan tetap di sini " Agnes langsung menghentikan gerakan tangannya menatap Leo .


" Demi Grace,Karena aku tidak mungkin terus berada di sampingnya , aku tidak menuntut hak dan kewajiban padamu begitu juga sebaliknya,hingga Grace bisa memahami semuanya kita akan bercerai " Lanjutnya lagi .


Agnes kembali fokus pada Grace ,bibirnya tersenyum miris " Tidak perlu menikah, aku akan menemani Grace sampai waktu di tentukan " Jawab Agnes pelan .


" Agnes "


" Bukankah nantinya juga kita akan bercerai ,lalu untuk apa menikah !! biarkan seperti ini " Ujar Agnes .


" Sudah selesai " Lanjutnya memberikan Grace pada Leo .


Leo ke luar ke arah balkon sambil menggendong Grace sekalipun masih kaku tapi sejauh ini masa aman .


Di luar balkon Leo langsung duduk di kursi yang ada di sana meletakan Grace di dadanya .


" Maaf Daddy tidak bisa memberikan keluarga yang utuh " Gumam Leo menyadarkan tubuhnya dan memejamkan matanya kuat " Daddy bukan tidak mencintai mommy mu ,tapi Daddy bingung harus bagaimana ,Baby " Panggil Leo Pelan " Jika nanti kamu tahu yang sebenarnya apa kamu akan membenci Daddy Hm " Tanya Leo menatap ke arah Dadanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore harinya Albert dan Chris ke rumah sakit membujuk Agnes keduanya juga tidak datang dengan tangan kosong mereka membawa buah dan mainan untuk Grace sekalipun bayi mungil itu belum tahu papa .


Ceklek


" Selamat sore kesayangan Uncle " Sapa Chris tersenyum .


" Sore istri ku " Sapa Albert tersenyum kuda membuat Leo mendengus kesal .


" Ah aku sampai melupakan ibu mertua ku ,ini ada hadiah sedikit untuk anda dan calon istri ku " Agnes menerima dengan tersenyum Lembut .


" Makasih ,maaf sudah repotin " Jawab Agnes .


" Tidak ada yang repot untuk calon istri ku " Agnes hanya tertawa kecil menanggapi ucapan Albert .


" Cuci tangan dulu bodoh kalian dari luar " Umpat Leo kesal saat keduanya berjalan ke arah box bayi .


Chris dan Albert langsung ke dalam kamar mandi bahkan keduanya tidak mau bergantian tapi keduanya langsung masuk bersamaan .


Leo mendekati tempat tidur Agnes mendudukkan dirinya di ujung tempat tidur .


" Aku mengantuk " Ujar Leo menatap Agnes " Mumpung mereka di sini aku mau tidur " Lanjutnya .


" Tapi ...."


" Bisa geser sedikit " Agnes menggeser kan tubuhnya ke samping dengan pelan ,lalu Leo membaringkan tubuhnya dan memeluk Agnes .


" Leo " Panggil Agnes tidak nyaman .


" aku mengantuk " Jawabnya lirih meletakan kakinya di atas kaki agnes sedangkan tangan melingkar di bagian bawah perut Agnes yang tidak terkena jahitan .


" Ok " Agnes hanya berdehem saja mengelus kepala Leo dengan lembut entah lah dia hanya ingin melakukan itu hingga membuat Leo tersenyum dalam tidurnya .


" Jangan macem-macem kita di sini " Ujar Chris yang baru ke luar di ikuti Albert .


" Ini gimana gendongnya " Tanya Albert yang sudah berdiri di samping Box .


" jangan sembarangan nanti Grace jatuh lihat saja seperti itu " Titah Leo tegas membuat kedua pria membawa Grace ke arah Sofa .


Di lain tempat Lintang memilih menghabiskan waktu di ruangannya , sekalipun waktunya sudah pulang tapi dia masih enggan meninggalkan ruangan itu ,matanya terfokus pada layar ponsel nya di mana layar depannya foto Eliza .


Tapi saat matanya terfokus pada ponselnya, panggilan masuk entah dari siapa dengan segera Lintang mengangkat nya .


" Hebm "


" Bisa kita bertemu "


" Saya Opanya Eliza " Lintang langsung menegang kan duduknya .


" Bisa ,katakan saja di mana saya akan ke sana " Jawab Lintang .


" Hebm " Panggilan pun terputus begitu saja .


Lintang langsung berdiri dari duduknya mengambil dompet dan Ponselnya di masukan dalam saku celananya dan ke luar dari ruangannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟