
Pagi ini Eliza tidak akan ke rumah sakit karena Leo menemani Agnes, sekalipun begitu setelah sarapan wanita itu langsung meninggalkan masion entahlah ke mana dia akan pergi .
Hingga mobil nya berhenti di sebuah gedung tinggal yang pernah dia masuki bahkan dia berkerja selama beberapa hari hanya untuk sebuah tanggung jawab .
Mengingat itu membuat Eliza kesal sendiri,tanpa membuang waktu lebih lama ,Eliza ke luar dari mobilnya .
Melihat kehadiran Eliza security langsung menundukan kepalanya lalu membuka pintu .
" Ada Tuan Lintang " Tanya Eliza saat sudah di meja resepsionis .
" Ada Non " Jawab Resepsionis yang menang sudah tahu Eliza sekalipun sudah beberapa bulan tapi ingatan nya cukup kuat
" Makasih " Jawab Eliza lembut lalu meninggalkan meja resepsionis menuju lift menekan tombol menuju lantai di mana Lintang berada .
Di dalam lift Eliza terdiam hingga lift berhenti di lantai tujuannya, di a segera ke luar menuju ruangan Lintang .
Tapi saat akan mengetuk pintu Eliza mendengar suara erangan dan ******* yang begitu jelas hingga Eliza menarik tangan nya memilih duduk di meja sekertaris yang sudah tidak ada penghuninya lagi .
Setelah menunggu beberapa menit ,pintu besar itu terbuka lebar dan seorang wanita ke luar dari ruangan Lintang .
Sekilas Eliza menatap ke arah wanita yang baru saja ke luar sambil merapikan penampilan nya ,lalu berdiri masuk dalam ruangan Lintang .
" Sudah selesai " Lintang langsung menatap ke sumber suara kaget melihat kehadiran Eliza .
" Hebm " Jawab Lintang seadanya lalu masuk ke ruangan pribadinya .
Sambil menunggu Lintang, Eliza memainkan ponselnya bertukar pesan dengan Nova dan Queen yang begitu cerewet menurutnya karena dia belum kembali juga .
CUP
Eliza menatap ke arah samping di mana Lintang sudah mandi dan berganti pakaian .
" Karyawan mu " Lintang hanya mengaguk lalu duduk di samping Eliza memeluk pinggang wanita itu .
" Mau main " Goda Lintang meletakan dagunya di pundak Eliza " Bukannya kamu sudah main " Jawab Eliza yang masih fokus dengan ponselnya .
" Aku tidak masalah jika mengulang nya " Ucap Lintang sambil menatap ponsel Eliza .
" Maka kamu bisa memanggil nya kembali " Jawab Eliza tenang.
" Mana pistol ku " Lanjutnya lalu menyimpan ponsel nya dalam tas .
Jika kalian bertanya apa mereka sudah memiliki hubungan atau tidak ,hanya mereka yang tahu ,Karena sebelumnya pun hubungan keduanya tidak sebaik itu . Keduanya memilih mempertahankan ego mereka masing-masing.
Dan kalian bisa melihat bagaimana sikap tenang Eliza saat tahu Lintang masih saja bermain dengan wanita sekalipun ingin sekali dia marah dan mengamuk .begitu juga lintang yang terlihat baik² saja seolah tidak terjadi apa pun sebelum Eliza datang .
" Di laci " Jawab Lintang mendaratkan tubuhnya di sofa tanpa melepaskan tangan nya yang yang melingkar di pinggang Eliza .
" Kapan kita menikah ??" Tanya Lintang serius .
" Puaskan dulu dirimu " Jawab Eliza .
" Sudah ada kamu " Ujar Lintang .
" Aku bukan mereka ...."
" Aku tahu, jadi katakan kapan kita menikah " potong Lintang tegas .
" Kita tidak akan menikah " Jawab Eliza lalu berdiri menuju meja kerja Lintang .
" Kamu yakin dengan jawabanmu " Tanya Lintang yang masih duduk di sofa .
" Hebm " Jawab Eliza seadanya .
Eliza berjongkok di depan meja Lintang tanpa melakukan apa pun atau mengambil barangnya ,dia sudah terlalu lelah dengan perasaan nya sendiri sehingga dia memilih untuk diam,sekuat apa pun dia tetap akan rapuh jika terus tersakiti .
" Eliza " Panggil Lintang menghampiri Eliza,karena dia tidak mendengar apa pun dari arah mejanya hingga dia mendekati wanita itu .
" Hebm " jawab Eliza ,lalu membuka laci meja Lintang mengambil barang nya lalu di masukan dalam tasnya .
Setelah itu dia meninggal kan Lintang yang hanya terdiam tanpa mencegah nya .
Lintang menarik kursi kerjanya lalu mengusap wajahnya dengan kasar .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Cape " Tanya Daddy Radit ,tanpa menjawab Eliza langsung memeluk pria itu .
Eliza memilih kembali ke masion karena saat ini dia tidak butuh apa pun selain ketenangan .
" Masih kuat " Tanya Jeje mengelus kepala Eliza dengan lembut " Sakit " Jawab Eliza pelan .
" Mau Opa lakukan sesuatu " Eliza menggeleng dengan cepat.
" Zaza baik² saja " Jawabnya dengan serak .
"Kapan kembali ,bundamu terus memarahi kami " Ujar Alan lembut .
" Jika Agnes sudah baik² saja " Jawab Eliza melepaskan dirinya dari Daddy Radit lalu duduk di sofa .
" Sudah pulang " Tanya Elsa lembut sambil membawa sepiring batagor Pesanan Alan .
" Zaza mau Oma " Ujar Eliza .
" Nanti Oma ambilkan " Jawab Elsa ,tidak berselang lama Ana dan mommy Ellena ikut bergabung sambil membawa piring yang berisi batagor untuk Jeje dan Daddy Radit
" Pedas Oma " Jawab Eliza ,Elsa hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Dari mana " Tanya mommy Ellena lembut .
" Cari udara segar " Jawab Eliza .
" Siapa yang buat " Tanya Daddy Radit .
" Tetangga sebelah " Jawab Mommy Ellena asal membuat Jeje dan Alan tertawa kecil .
" pertanyaan Daddy aneh " Ujar Jeje .
" Mereka yang buat siapa lagi, mana ada orang di sini mau buat batagor " Jawab Alan menggeleng .
" Daddy kalian terlalu basa basi efek umur " Cibir Daddy Radit .
" Sekalipun Daddy sudah tua ,tapi tiap malam mommy selalu merintih keenakan " Jawab Daddy Radit kesal
" Ada Zaza " Celetuk Eliza cepat .
" CK " Lidah Jeje dan Alan berdecak mendengar ucapan Eliza..
" Memang kalau ada kamu kenapa " Tanya Daddy Radit ketus .
" Tidak papa ,hanya jaga² saja " Jawabnya tersenyum kuda.
" Apa Oma ingin membunuh ku " Tanya Eliza setelah melihat batagor yang di letakan di depannya .
" Ya itu lebih baik " Jawab Elsa tertawa kecil lalu duduk di samping Alan .
" Mau " Tanya Alan menyuapi Elsa ,tanpa menjawab Elsa langsung melahap makanan itu .
melihat adegan di depannya Eliza hanya tersenyum miris lalu menatap batagor yang ada di depannya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟