Eliza

Eliza
Kedatangan Opa Oma



Eliza menyibukkan dirinya bekerja selama kepergian Nova pun dia enggan ke rumah utama sekalipun merindukan penghuni rumah besar itu .


Entahlah dia hanya belum siap bertemu dengan seseorang yang sebenarnya begitu dia cintai tapi hanya karena kesalahan kecil membuat nya enggan ke sana dan melihat nya .


Ceklek


Eliza menatap ke arah pintu , seketika bibirnya tertarik ke atas orang yang begitu dia cinta dan dia rindukan berada di depannya .


Tidak ingin membuang waktu Eliza langsung berdiri mendekati kedua manusia itu .


Hap


" Zaza kangen " Henry mundur beberapa langkah saat tubuh Eliza menabrak nya begitu keras .


" Jika kangen kenapa tidak ke rumah " Sindir Elvi membiarkan kedua manusia itu berpelukan melepaskan rindu .


Ya setelah sarapan Henry mengajak sang istri menemui Cucu pertama nya itu .


" Are you ok " Eliza menggeleng ,ini lah yang membuat Eliza merasa nyaman pada keluarga Bunda nya selalu menanyakan keadaan nya tapi bukan berarti keluarga ayahnya tidak .


Keduanya memiliki posisi yang sama pentingnya jika di keluarga Bundanya membebaskan Eliza dalam melakukan hal yang dia inginkan dalam arti tetap di awasi sedangkan di keluarga ayah nya selalu tidak pernah lelah memberikan masukan dan nasehat itu kenapa keduanya sangat penting bagi Eliza.


CUP


Henry mencium kening Eliza lalu membawa wanita itu ke arah sofa.


" Zaza sudah sarapan " Tanya Elvi lembut menatap Eliza yang duduk di antar mereka .


" Sudah Oma ,tapi Zaza lapar lagi " Jawabnya sambil tersenyum .


" Makanlah " Ujar Elvi ,Zaza mengaguk lalu mengambil roti bakar kesukaan nya yang sudah di olesi selai coklat .


Elvi mengelus rambut Eliza yang terurai panjang sambil menatap wanita itu .


" Jangan membenci mommy mu " Eliza hanya diam tanpa menjawab atau membatah ucapan Elvi,karena itu hal yang sangat mustahil bagi nya " Semuanya hanya salah paham , sekarang bagaimana caranya kita bertemu Nova karena dia tidak sendiri melainkan ada anak Abang " Eliza mengaguk dengan mata yang berkaca-kaca karena kembali di ingatkan pada sang sahabat yang selalu menemani nya saat beranjak dewasa .


"Eyang menunggu mu masion , dia tidak mungkin ke sini itu kenapa Opa sama Oma ke sini " Elvi menjeda ucapan " Eyang merindukan Zaza " Lanjutnya ,Eliza hanya diam dan tetap melanjutkan mengunyah Rotinya sekalipun pipinya sudah basah .


" Mau kan ke masion ,Mommy juga menunggumu " Eliza mengaguk pelan .


CUP


Henry mencium kepala Eliza dengan lembut sambil mengelus belakang wanita itu .


" semua akan baik-baik saja " Ujar Henry lembut .


" Iya Opa " jawab Eliza serak menghapus air matanya .


" Kenapa harus ke sini sih " Ujar Eliza kesal sambil menghapus air matanya " akan make up Zaza terhapus " Lanjutnya lagi .


" Memang kalau make up mu terhapus Lintang tidak menyukai mu " Eliza mengaguk " Dia menyukai wanita cantik Oma dan yang aktif di ranjang " Jawabnya jujur .


pLak


" Oma " Rengek Eliza kesal ,Henry hanya bisa tersenyum sambil menggeleng .


" Mau Oma jahit lubangmu hah " Ujar Elvi kesal .


" mana enak Oma,iya kan Opa " Henry hanya mengaguk sebagai jawaban nya "Emang kalau Oma tidak di masuki bisa tahan ,tidak kan " Henry menekan kedua bibirnya agar tidak tertawa .


" Astaga " Elvi memijat kepalanya rasanya tiba² kepala nya seperti di hantam besi yang besar sangat sakit bahkan telinga nya berdengung .


" Henry " panggil Elvi dengan mata terpejam " kamu membawa senjata mu bukan ,kamu tidak mungkin ke luar tanpa membawa itu " Ujarnya menatap sang suami .


" Untuk mengeluarkan isi kepala mu " Jawab Eliza emosi.


" Kamu itu wanita Eliza ,apa tidak bisa kalem sedikit ,jual mahal sedikit jangan terlalu murahan " Eliza menggeleng cepat " Eliza sudah di beri kartu black kard jadi tidak bisa lagi " Elvi memukul pelan kepala nya berharap kesadarannya tetap terjaga agar tidak membunuh wanita yang ada di samping nya .


" Tuhan ,kenapa cobaan mu begitu berat " Aduh Elvi menundukkan kepalanya menahan emosi nya , melihat itu Henry langsung berpindah tempat jika tidak begitu Eliza akan mati di tangan sang istri karena Eliza tidak akan membalas selain mengeluarkan kata-kata nya .


" Habiskan Rotinya sayang " Ujar Henry yang kita duduk di antara keduanya .


" Iya Opa " Jawab Eliza mengambil roti yang hanya tersisa sepotong .


" Kita pulang sepertinya Eliza banyak pekerjaan sayang ' Ujar Henry lembut .


" Ya itu lebih bagus ,ini terkahir nya aku menginjakkan kaki di tempat terkutuk ini " Jawab Elvi kesal.


" Oma selalu bilang begitu, tapi terus ke sini kalau Zaza sudah tidak ke masion " Jawab Eliza tanpa mempedulikan tatapan Elvi dia hanya fokus pada roti bakar selai coklat kesukaan nya .


" Pulang langsung ke sana Eyang menunggu mu " Henry membantu Elvi berdiri " Habiskan jus nya jangan memaksa kan dirimu bekerja Paham " Lanjutnya.


" Iya Opa " Jawab Eliza tersenyum .


" Oma " Elvi menatap Eliza tajam ,tapi Eliza tetap mendekati nya .


CUP


" I love you " Elvi menghela napasnya panjang " kapan dia menemui kami di masion " Kini tatapan Elvi berubah lembut .


" Eliza belum siap Oma " Jawab Eliza jujur sambil menatap Elvi .


"Sampai kapan sayang ?? Apa kalian akan terus melakukan nya tanpa ada ikatan " Eliza menggeleng " Beri Zaza waktu sampai Nova ketemu " Jawabnya dengan serius .


" Setidaknya biarkan Abang yang lebih dulu , bagaiman pun Abang ...."


" Kamu yang pertama dan kamu sah ,tidak ada aturan siapa yang duluan dan siapa yang terakhir " Potong Elvi cepat dan tegas membuat Eliza terdiam .


" Maaf " Cicit Eliza pelan.


" it's Ok,katakan padanya kami menunggu di masion " Eliza mengaguk tersenyum menatap kedua orang yang berdiri di depannya .


" Love you " Ujarnya tersenyum lembut .


" Ya teruslah cintai kami " Jawab Henry mengelus kepala Eliza dengan lembut .


" Lanjutkan kerjanya ,Opa tunggu di masion ok " Eliza mengaguk .


Lalu mengantar Elvi dan Henry hingga ke duanya masuk dalam mobil setelah itu dia masuk kembali dalam butik .


" Apa dia kira aku Zaza yang dulu " Gerutu Eliza saat melihat jus pisang yang selalu di minta nya .


" menyebalkan " Lanjutnya mengambil jusnya membawanya ke meja Kerjanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟