Eliza

Eliza
Wanita yang baik



" Kamu sakit ,pucat bangat " Tanya Agnes sambil menatap Eliza .


" Tidak ,hanya pusing saja " Jawab Eliza seadanya .


" Kamu masak apa " Lanjutnya lagi .


" Tidak masak papa ,hanya roti seperti biasa " Eliza hanya mengaguk saja" Mau di siapkan " Eliza kembali mengagguk " Kalau kamu tidak sehat tidak usah ke kampus to kita hanya setor tugas saja ,nanti aku yang bawakan " Ujar Agnes sambil melayani Eliza .


" Susu saja Nes " Agnes menatap Eliza sebentar lalu mengambil susu di lemari pendingin " Tumben pagi mau minum susu biasa nya juga jus " Ujar Agnes tapi dia tetap melakukan nya .


" Lagi pengen saja " Jawab Eliza membaringkan kepalanya di atas meja .


" Nanti aku balik apartemen iya ,sudah lama di tinggal " Ujar Agnes meletakan Susu Eliza di depan wanita itu.


" Di sini saja,kalau sudah ada adik² ku kamu belum tentu bisa di sini " Ujar Eliza .


" Lalu bagaimana dengan apartemen ku, nanti hantunya tambah banyak karena Kelamaan di tinggal " Jawab Agnes duduk di depan Eliza .


" Hantu takut sama kamu ,tidak usah khawatir " Agnes mendengus kesal berdebat dengan Eliza tidak akan ada selesai nya karena wanita i5u tidak akan mau mengalah sama sekali.


" Mereka jadi kuliah di sini " Eliza mengaguk " Mereka akan tinggal di sebelah ,tapi sepertinya akan sering di sini makanya aku minta kamu di sini dulu !! Kalau sudah ada mereka kamu tidak akan nyaman mereka itu anti orang asing " Jawab Eliza tersenyum .


" Aku bukan orang asing " Jawab Agnes .


" Bagimu tapi bagi mereka iya " Agnes memilih melanjutkan sarapannya dari pada mendengar ocehan Eliza yang tidak bermutu menurut nya .


Baru beberapa gigitan saja Eliza sudah mendorong piring Rotinya membuat Agnes menatap wanita itu .


" Kenapa lagi " Tanya Agnes ketus .


" Kenyang " Agnes langsung melotot kan matanya menatap Eliza " Kenyang dari mana ?? Bahkan setengah nya saja belum " Eliza hanya diam saja lalu meneguk susunya hingga habis .


" Aku ke kamar dulu, kepalaku berat sekali " Ujar Eliza langsung berdiri meninggalkan Agnes .


" Aneh, ada apa dengan nya ?? Apa dia lagi kerasukan jin diet " Gumam Agnes lalu menatap sekeliling berdigik ngeri .


" Lebih baik aku selesaikan setelah itu ke kampus " Lanjutnya lalu mengambil sarapan Eliza " Sayang kalau di buang " Lanjutnya meletakan di piring nya sendiri.


Sedangkan di dalam kamar Eliza hanya berdiam diri merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur empuknya .


Sejak kemarin badannya sudah tidak enak di tambah kepalanya yang tidak bisa di ajak berdiri karena itu bisa membuatnya pusing dan berkahir di kamar mandi karena mual .


Dengan pelan Eliza memijat kepalanya dengan lembut bahkan sesekali dia menarik rambutnya untuk mengurangi rasa pusingnya .


Tidak berselang lama Agnes masuk ke kamarnya sekilas dia menatap Eliza .


" Mana tugasmu " Eliza hanya menunjuk bagian sofa " Aku hanya antar ini baru kembali ,kamu pesan apa " Tanya Agnes .


" Belikan saja yang segar² terserah apa yang penting segar !! " Ujar Eliza tanpa menatap Agnes .


" Sebutkan ,Aku tidak ingin kembali ke luar karena salah " Tanya Agnes .


" Pergi saja ,yang penting segar ,manis aku tidak akan menolaknya" Lidah Agnes berdecak .


" Kamu sudah minum obat " Eliza menggeleng " iya sudah sekalian aku beli Obat " Eliza hanya diam saja hingga Agnes ke luar dari kamarnya .


" Baru kali ini sakit selama aku besar ,tidak enak sekali !! Aku merindukan Oma jika sudah begini hanya dia yang bisa membuatku nyaman " Gumam Eliza lirih .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Morning " Kedua sepasang suami istri yang sudah tidak mudah lagi menatap ke sumber suara .


" Morning sayang " Balas sang istri.


" Morning " Jawab sang suami .


" Gimana ,semua baik² saja kan " Ujar Emmanuel ayah dari Lintang .


" Baik Pi ,tapi sepertinya bulan² ini aku akan sering ke luar dan minggu depan aku akan ke Indonesia " Ujar Lintang .


" Ada apa di sana " Tanya Emmanuel menatap sang anak .


" Urusan pekerjaan dengan perusahaan RM Corp " Emmanuel langsung menatap Lintang " Really, kamu sedang tidak merencanakan papa kan, Jangan macem-macem mereka bukan tandingan kita " Ujarnya penuh penekanan .


" Sarapan dulu ,tidak baik mengobrol di depan makan " Ujar Clara lembut .


" Iya Mi " Jawab kedua pria yang beda usia itu .


" Ah iya Ibunya Agatha meminta bertemu ...."


" Tidak perlu Mi, hanya membuang waktu , Lintang harap Mami tidak bertemu dengan nya " Potong Lintang Cepat .


" Katanya ada hal yang ingin di bicarakan tentang Agatha semenjak kalian putus " Ujar Clara .


" Mi " Tegur Emmanuel .


" Sebelumnya Lintang sudah jelaskan bukan " Clara mengaguk " Tapi kasian Pi " Emmanuel menghela napas panjang istri nya ini terlalu lembut pada semua orang .


" Apa pun itu alasannya jangan perna bertemu dengan nya ,jika dia ingin bicara dia bisa ke sini Papi temani " Ujar Emmanuel tegas .


" Iya Pi " Jawab Clara ,karena jika sudah begitu berarti tidak ada lagi bantahan apa pun .


" Makanya menikah Nak, Mami ingin menggendong Cucu semau teman arisan Mami sudah punya Cucu " Ujar Clara cemberut .


Seketika ingatan Lintang langsung memikirkan Eliza ,bukankah ini sudah lebih dari sebulan ,itu berarti Lintang menggeleng kepala nya dengan pelan.


" Nanti Mom " Jawab Lintang seadanya .


" Nanti kapan ,itu terus jawabannya " Ujar Clara .


" Kalau sudah dapat yang tepat " Jawab Lintang .


" Gimana mau dapat yang tepat kalau kerjaan mu terus bermain ,awas nanti kalau sampai mereka hamil " Ancam Clara " Mami tidak mau punya Cucu dari wanita yang tidak, lebih baik Mami tidak usah punya Cucu " Lanjutnya serius.


" Lintang akan carikan wanita yang baik² Mi " Jawab Lintang seadanya .


" Awas iya kalau wanita yang gatal sana sini ,yang sukanya hanya hambur² uang hanya untuk gaya hidup nya tanpa memikirkan tugas dan kewajiban nya " Lintang mengaguk sebagai jawabannya .


" Lintang kenyang " Lintang membersihkan mulutnya lalu berdiri mencium pipi Clara san Emmanuel .


" Hati² jangan bawa mobil balap² " Lintang hanya pergi begitu saja tanpa menjawab ucapan Clara .


Di dalam mobil Lintang terus memikirkan ucapan Mami nya yang tiba² membahas Cucu .


matanya menatap lurus kedepan sekalipun terhalang kaca mata hitamnya .



" Ace " Panggil Lintang pada sang sopir sekaligus pengawal nya .


" Iya tuan " Jawabnya tanpa menatap Lintang karena dia fokus pada jalanan .


" Apa kau pernah berpikir untuk menikah " Tanya Lintang .


" Bukan kah semua orang menginginkan itu Tuan " Tanya balik sang pengawal .


" Aku meminta jawaban bukan kamu balik bertanya Bajingan " Umpat Lintang Emosi .


" Maaf tuan, saya masih mencari wanita yang tepat tuan , sekalipun saya bukan pria yang baik² tapi saya menginginkan wanita yang baik untuk anak² ku nanti " Jawabnya Ace tanpa keraguan .


" Apa di zaman sekarang masih ada wanita yang seperti itu, bahkan sebagian dari mereka hanya menginginkan harta dan kekuasaan " Ujar Lintang menatap ke arah Luar , Ace hanya mengaguk sebagai jawabannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟