Eliza

Eliza
Grecia



Sore harinya Lintang dan kedua sahabatnya berkunjung ke rumah sakit membawa serta Grace yang sejak pagi bersama mereka .


Setelah meeting Chris dan Albert memilih menyelesaikan pekerjaan nya di perusahaan Lintang .


Syukur Grace tidak terlalu rewel bahkan setelah makan siang ,dia langsung meminta Lintang untuk tidur siang dan menemani nya sebentar karena dia terbiasa ada yang memukul bokong nya sebelum tidur .


Mau tidak mau pria itu melakukan dari pada Grace nangis ,kata Chris belajar sebelum nantinya anak sendiri yang di kelonin .


Ceklek


Kedatangan mereka menarik perhatian penghuni ruangan itu di mana Leo dan Agnes langsung menatap ke arah mereka .


" Daddy ....Mommy " Panggil Grace dengan kencang.


" Sssttt ...Jangan berteriak Princess , adiknya lagi tidur " Ujar Leo menghampiri anaknya .


" Baby sudah lahir " Leo mengaguk tersenyum mengambil ahli tubuh sang anak .


" Maaf sudah merepotkan kalian ,makasih sudah mau menjaga Grace " Ujar Leo serius menatap ketiga sahabatnya .


" Kami tidak kerepotan ,justru kami senang hitung² belajar " Ujar Albert tertawa kecil .


" Selamat , sorry kami tidak bawa papa " Ujar Chris .


" Kehadiran kalian jauh lebih baik " jawab Leo .


" Daddy ...Daddy kenapa tadi meninggalkan Grace " pandangan Leo berganti menatap sang putri .


" Maaf sayang, tadi Daddy sedang panik, maaf " Ujar Leo penuh sesal .


" It's Ok ,bawa Grace ke mommy " Leo mengaguk membawa Grace bersama Agnes dan mendudukkan tubuh mungil itu di samping sang istri .


" Aku gabung mereka dulu ya " Agnes mengaguk tersenyum, Leo berjalan ke arah box membawa bayi nya .


" Wah calon istri ku " Ujar Chris tersenyum .


" jaga mulutmu " Jawab Leo kesal .


" Siapa namanya " Tanya Lintang saat Leo sudah berada di sampingnya .


" Dia sangat cantik " Lanjutnya tersenyum menatap wajah anak kedua Leo .


" Aku belum memikirkan itu ,kamu bisa memberikan nama " Lintang langsung menetap Leo yang hanya tersenyum tipis.


" Grecia " Gumam Lintang .


" Deal aku setuju " Jawab Leo tersenyum.


" kau menjiplak nama calon istri ku Lintang " Ujar Albert .


" Tidak masalah ,yang penting artinya beda " Jawab Lintang sekenanya .


" Ah iya Eliza belum tahu jika kamu melahirkan ,nomornya mendadak tidak aktif ! Mungkin dia lagi melayani pria lain " Bukannya marah Agens malah tersenyum menggeleng mendengar ucapan Lintang .


" Tidak papa ,mungkin dia masih lelah " Jawab Agnes pelan, Lintang hanya mengaguk sebagai jawabannya kini pandangan nya kembali menatap bayi mungil itu .


" Jangan terus memikirkan hal itu, kamu sudah menerima hasilnya " Ujar Leo seolah paham apa yang kini di rasakan sang sahabat .


" Bukankah kamu akan ke sana ,dia sudah siap ? Apa yang kamu pikirkan " Timpal Chris .


" Tadi Tuan Emmanuel menelpon nya kalau Eliza sudah siap " Lanjutnya saat Leo menuntut jawaban dari ucapannya .


"Apa ucapan nya benar " Lintang mengaguk .


" Cih ,kau kira aku berbohong " Cibir Chris kesal .


" Aku hanya memastikan " Jawab Leo sekenanya .


" Aku akan mencuci tangan ,mau menggendong nya " Leo hanya menggaguk sebagai jawaban nya .


Sedangkan di arah tempat tidur Grace dan Agnes asik bertukar cerita .


Wanita Kecil itu menceritakan kegiatannya di perusahaan Lintang .


" Tapi Grace tidak ganggu Uncle kerjakan " Grace mengaguk kecil " Grace tidak nakal Mom " Jawabnya dengan cepat .


" Boleh gabung " Agnes menatap ke samping lalu tersenyum .


" Tadi Grace di berikan iPad sama Uncle Lintang ,terus Uncle kerja , baru uncle Albert menggantikan pakaian Grace , Uncle Chris menguapi Grace baru Grace di temani tidur sama Uncle Lintang memukul bokong Grace seperti Oma " Leo hanya menarik sudut bibirnya mendengar ucapan putri nya .


Itu kenapa dia tenang² saja meninggalkan putri nya di perusahaan sekalian kesadaran nya kembali setelah sang istri menanyakan Grace .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dret.....Dret....Dret....


" Eug " Suara ponsel yang berdering sejak tadi membuat tidur nyaman seorang wanita terusik .


Dengan terpaksa dia mengambil ponsel nya meraba setiap bagian meja hingga mendapatkan nya.


" Aku akan membunuhmu sialan " Umpat Eliza dia sudah sangat tahu siapa yang menelpon nya pagi buta begini karena itu sudah sering .


" Aku tidak peduli " Jawabnya ketus .


" Video " Dengan helaan napas panjang Eliza menahan amarahnya mengikuti permintaan kekasih nya .


" Tutup bagian Dadamu ada orang di sini " Eliza menurut menarik selimut hingga menutupi bagian atasnya .


" Kenapa dia jelek sekali " Ujar Eliza saat Lintang memperlihatkan wajah anak kedua Leo .


" Namanya Grecia, Hai Aunty " Sapa Lintang lembut .


" Hey " Balas Eliza kini dia sudah sadar .


" Apa Papi sudah memberi tahumu " Lintang mengaguk " Tunggu sebentar karena Agnes baru melahirkan " Eliza mengaguk paham.


" Seharian kamu ke mana ? Kenapa ponsel mu mati " Tanya Lintang pelan .


" Habis dari bandara langsung ke butik tidak ke mana² lalu pulang " Lintang tidak lagi bertanya .


" Kata Lintang kamu sedang melayani pria lain " Timpal Chris yang ikut bergabung .


" Pengennya begitu ,tapi milik mereka tidak senikmat milik Lintang " jawaban Eliza mengundang gelak tawa dari seberang.


" Memang milik Lintang seenak apa " Tanya Albert .


" Susah di jelaskan, jangan bahas itu di sini pagi waktu yang pas untuk berkunjung " Lintang hanya menggeleng .


" Sudah lanjut istirahat ,kembali dari sini nanti aku bahas lagi sama Papi " Eliza hanya mengaguk .


" Nanti aku kirim hadiah " Jawab Eliza .


" Hebm " Jawab Lintang lalu mematikan panggilan nya .


Eliza menatap layar ponselnya di mana masih pukul 4 dini hari .


" apa dia membangunkan aku untuk shalat tahajjud atau shalat subuh " Gumam Eliza meletakan kembali ponselnya dan melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu .


🪵


🪵


Perlahan Eliza membuka matanya saat cahaya matahari masuk mengusik tidur nya .


" Baru juga tidur " Ujar Eliza menarik kembali selimutnya hingga menutupi semua tubuhnya .


Kring ....Kring ....Kring ....


" Aakkhhh " Pekik Eliza membuang selimut tebalnya .


" Aku sudah bangun sialan " Umpat Eliza menatap jam alarm nya.


" Shiiit " Umpat Eliza dengan terpaksa dia harus bangun karena harus ke butik lagi .


Duduk sebentar di ujung tempat tidur hingga akhirnya dia bangkit ke arah kamar mandi .


Beberapa menit Eliza ikut bergabung bersama keluarga nya di meja makan .


" Morning " Sapa Eliza seperti biasa dia akan mencium pipi peserta di meja makan itu .


" morning princess " Jawab Naufal lembut .


" Ah iya Zaza sudah bilang sama orang tua Lintang jika Zaza sudah siap " Peserta di meja makan itu langsung menatap Eliza .


" Zaza serius " Tanya Queen dengan wajah syok nya .


" Hebm , Zaza sudah memikirkan itu Bunda " Jawab Eliza tersenyum .


" Aku berangkat dulu " Kini pandangan mereka menatap ke sumber suara.


" belum sarapan " Ujar Queen menatap sang suami .


" Tidak lapar " jawabnya mencium kening Queen lalu pergi begitu saja .


" Ayah " Panggil Eliza tapi Naufal tetap melanjutkan langkahnya .


" Jika ada waktumu bicaralah baik² sama ayah mu , Zaza paham kan maksud Opa " Zaza mengaguk sendu .


" Berikan ayah mu waktu " Ujar Desi lembut .


" Nanti bunda bantu jangan sedih lagi " Ujar Queen mengelus pundak Eliza .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like ..Koment ....Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟