
Dret ......Dret .....Dret
Eliza menatap ponselnya yang berada di atas meja kerjanya saat melihat siapa yang menelpon segera dia menggeser tombol hijau .
" Hallo "
" Honey ,kamu masih di butik " Tanya Lintang di seberang.
" Iya ,lagi tungguin kamu kan mau makan siang di rumah sama bunda " Ujar Eliza sambil merapikan meja kerjanya .
" Bisa tunggu ,baru selesai nanti di lanjut setelah makan siang lagi " Ujar Lintang.
" Apa belum selesai " Tanya Eliza menghentikan kegiatan nya .
" Hebm " Jawab Lintang seadanya .
" Istirahat saja, Nanti aku bilang Bunda kalau kamu masih kerja " Ujar Eliza lembut .
" Tidak bisa Honey,aku tidak ...."
" Nurut Ok,makan siang dulu cari tempat yang dekat dengan perusahaan Daddy saja sekalian istirahat kalau kamu ikut makan siang di rumah yang ada kamu tambah pusing " Potong Eliza cepat .
" are you ok " Tanya Lintang memastikan .
"Ya tidak usah khawatir " Jawab Eliza .
" Iya sudah aku suruh Lana saja yang ke butik jangan ke manaΒ² tunggu dia " Ujar Lintang serius .
" Hebm " Jawab Eliza .
" By , Love you honey "
" Ok " Eliza langsung mematikan ponselnya lalu melanjutkan kegiatan nya yang sempat tertunda .
" Awas saja Daddy ya ,Apa dia kira ini zaman penjajahan Istirahat hanya untuk makan saja " Gerutu Eliza kesal .
πͺ΅
πͺ΅
πͺ΅
" Apa Eliza marah " Lintang menatap Leo ,lalu menggeleng " Itu yang aku suka darinya tidak egois " Jawab Lintang tersenyum .
" Lalu apa kita balik ke hotel " Tanya Leo .
" Kita ke butik aku merindukan nya ,bukan kah dari sini lebih dekat sekalian antar Lana " Ujar Lintang tersenyum miring .
" Baiklah " Jawab Leo,lalu meminta sopir untuk mengantar mereka ke butik .
5 menit kini mobil yang mereka tumpangi sudah berada di depan butik milik Eliza .
Lintang dan Lana langsung ke luar sedangkan Leo menunggu di dalam mobil saja .
Kedua pria itu langsung masuk setelah di persilahkan security menuju ruangan Eliza .
Ceklek
" Katakan padanya untuk menunggu di depan " Ujar Eliza tanpa melihat siapa yang masuk .
" Honey " Eliza langsung mengakat kepala nya menatap ke arah pintu di mana Lintang dan Lana berdiri di ambang pintu .
" Kenapa ke sini " Tanya Eliza kaget dan bingung .
" Aku merindukan mu " Ujarnya lalu menetap Lana " Tunggu di luar " Titahnya , Lana mengaguk meninggalkan Lintang yang sudah masuk dalam ruangan Eliza .
" Aku butuh Obat " Ujarnya mendekati Eliza .
Hap
" Aku cape Honey " Gumam Lintang saat sudah berada di pelukan Eliza .
" Mau istirahat di sini saja ,biar aku suruh karyawan membelikan makanan tapi aku tidak bisa menemani mu " Tawar Eliza membalas pelukan Lintang .
" Seperti ini saja " Jawab Lintang lalu duduk di kursi kerja Eliza sambil memangku Eliza .
" Mau obat " Eliza hanya menghela napasnya saat melihat tangan Lintang yang mulai menurunkan resleting pakaian nya .
" Nanti kamu pusing sendiri " Lintang menggeleng tersenyum menatap Eliza .
CUP
CUP
Eliza mencium bibir tebal Lintang membuat pria itu tertawa kecil .
" Mau yang lebih " Eliza langsung membungkam mulut Lintang dengan kasar dan mengalungkan tangannya di leher Lintang .
Dia tidak perlu maluΒ² di depan pria itu karena bukan hal yang baru untuk dia apa lagi Lintang jangan di tanya .
" Mau melakukan " Tawar Eliza tersenyum setelah melepaskan ciumannya sambil mengelus rahang tegas Lintang .
" Tidak " Tolak Lintang serius ,tapi Eliza hanya menampilkan senyumnya lalu kembali membungkam mulut Lintang keduanya kakinya di naikan bertumpuk dengan kedua lututnya .
" Eliza " Lintang melepaskan ciuman keduanya dengan paksa .
" Bukan kah ini obatnya " Tanya nya tersenyum miring sambil menggosokkan bokongnya di senjata tempur yang masih tersembunyi itu .
" Honey .... Eliza .....Jangan memancing ku " Lintang memegang pinggang Eliza yang terus bergerak dengan liar hingg membuat bagian bawah yang tadinya tidur secara perlahan bangun dan sesak .
" Cepat sekali reaksinya " Ucap Eliza tersenyum menatap Lintang yang mencoba menahan gairahnya .
" Ayo kita ke luar " Eliza turun dari pangkuan Lintang ,tapi bukannya menurut dia malah berjongkok di depan pria itu membuat Lintang melototkan matanya apa lagi kini tangannya sudah mulai berkerja .
" Apa yang kamu lakukan " Tanya Lintang menahan tangan Eliza .
" Biarkan cepat selesai " Eliza melepaskan tangan Lintang secara perlahan Celana yang Lintang sudah turun kebawah .
" Eliza jangan mulai ,kamu Aaarrgghhhh "
Hap
Lintang meremas ujung meja dengan mata terpejam saat miliknya masuk dalam mulut hangat Eliza .
Tapi sepertinya wanita itu tidak akan berhenti dia terus menggoda Lintang memainkan Lidahnya yang masih ngemut sosis besar berurat itu .
" Eliza..... Please Aaarrgghhhh " Lintang menengadah kan kepalanya ke atas saat merasakan miliknya masuk sepenuh nya dalam mulut kecil Eliza
Eliza tersenyum puas saat melihat wajah frustasi Lintang yang mencoba menahan diri tapi kenikmatan yang di berikan membuat nya tidak bisa menolak .
Eliza menarik mulut nya mengurut nya menggunakan tangan kecil nya .
" Sssstttt .....Zaza ......"
Bugh
Lintang membuka kedua matanya saat Eliza mendorong nya di duduk di atas kursi nya .
" Why " Tanya Lintang dengan mata sayu dan berat .
" Biarkan aku yang bekerja " jawab Eliza lalu naik di atas pangkuan Lintang .
Jleb .....
' Aaarrgghhhh " Erangan panjang Lintang memenuhi ruangan Eliza .
" Honey ...Kita ...tidak banyak waktu " Ucap Lintang di sela desahannya .
" Maka Jangan menahan nya " Ujar Eliza lalu mulai bergerak menaikkan bokong nya .
" Eliza ....Aahahhhh Honey ....." Lintang meremas bokong sintal milik Eliza dengan keras .
" Stop... Please ...Honey "
" Ini ...sangat ...Enak ...Sayang " Jawab Eliza terus bergerak dengan kasar hingga membuat Lintang terus mendesah dan mengerang keras .
" Baiklah " Ujar Lintang membuka kedua matanya menatap Eliza dengan tajam, rahangnya mulai mengeras " Kau suka yang kasar " Eliza mengaguk tersenyum .
Lintang langsung berdiri sambil menggendong Eliza lalu mendudukkan wanita itu di atas meja kerja Eliza .
" Aku sudah memperingati mu dan kau akan mendapatkannya " Geram Lintang .
" Aaahhhhh " Pekik Eliza.
" Kau suka yang kasar bukan " Lintang menaikan kedua kaki Eliza di pundaknya dan menarik bokong nya ke ujung meja hingga membuat wanita itu harus menahan tubuhnya menggunakan lengannya .
" Aaahhhhh " Lintang menarik sudut bibirnya dan terus bergerak dengan kasar dan cepat .
Suara erangan dan ******* keduanya mulai memenuhi ruangan itu peluh membasahi wajah mereka .
" Please .....Faster .... Aahhhhhh "
Lintang menurunkan tubuh Eliza lalu meminta wanita itu untuk membelakangi nya
Jleb ..
" Aaarrgghhhh " Lintang memejamkan matanya kuat lalu memegang benda sintal yang menggantung di depan Eliza .
"Ooouuggh " Eliza terus mendesah menikmati semua yang di berikan Lintang.
Jujur ini sangat nikmat itu kenapa dia tidak menahan diri jika sudah bersama pria itu ,tapi ingat itu hanya dengan lintang tidak dengan pria lainnya .
" Please ....Aku ....Mau Aaahhhh " Lintang menaikan kaki Eliza sebelah lalu menahannya.
" Bersama " Eliza hanya mengaguk .
π
π
π
π
" Aaaaahhhh "
" Aaarrrggggghhhhhhh " Lintang menghentakan miliknya dengan keras hingga menyentuh *- **** milik Eliza dan membuat wanita itu menggeram panjang .
Lintang memeluk Eliza dari belakang membiarkan sisa cairan miliknya masuk dalam rahim Eliza .
" Kau membuat ku gila Honey " Gumam Lintang lalu menarik miliknya .
" Aaakkhhhh "
pLak
" Aaakkhhhh "
Lintang tertawa kecil lalu meninggalkan Eliza masuk dalam ruangan pribadi Eliza untuk membersihkan diri ,di susul Eliza ..
" Ganti saja bajunya " Lintang mengaguk lalu masuk dalam kamar mandi begitu juga Eliza .
Keduanya langsung membersihkan tubuh mereka tanpa melakukan apa pun karena keduanya harus mengisi tenaga dan setelah itu melanjutkan pekerjaan .
" Kau tidak meminum Obat bukan " Tanya Lintang di sela membersihkan tubuhnya .
" Iya " Jawab Eliza .
Beberapa menita kedua nya sudah ke luar Eliza langsung mengambil pakaian untuk Lintang yang sudah di ruangan itu .
" Aku tidak bisa membantumu " Lintang hanya mengaguk sebagai jawabannya .
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian π₯°π₯°π₯°π₯°
Semoga Lulus ,kalau lulus jangan lupa Vote ....Hadiah ...Rate nya ππππ
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 πππππ