
Seminggu sudah Lintang berada di Indonesia dan pekerjaan kerja sama antara RM Corp dengan Emmanuel Corp berjalan dengan lancar , Raymond mengajak Lintang untuk makan malam sebagai perayaan dan sekalian perpisahan karena pria itu juga akan kembali ke London mengingat pekerjaan nya di sana juga sudah menumpuk .
" Apa tidak bisa kau pergi bersama Leo dan Lana ,kenapa harus bersama ku "
" Jangan terus mengajakku berdebat Honey ,lebih baik kamu bersiap " Lidah Eliza berdecak , bagaimana tidak saat akan pulang Lintang menelpon nya dan meminta menunggu di butik hingga dia menunggu sampai karyawan butik pulang .
Sesampainya Lintang di butik dia meminta Eliza menyiapkan jas dan juga gaun untuk dirinya karena dia akan makan malam dan dia harus ikut dan membuat nya lebih syok lagi teman makan malamnya tidak lain Reza dan Raymond pasti kedua pria itu sudah merencanakan nya dan pasti mereka pun akan membawa istri mereka masing-masing .
" Menyusahkan saja " Gerutu Eliza kesal.
' Jangan menampakan wajah seperti itu Honey , mereka akan mengira aku sudah memperkosa mu " Eliza memutar bola matanya jengah .
" Memang, apa kamu lupa apa yang barusan kau lakukan di kamar mandi dengan alasan mempercepat waktu" Cibir Eliza kesal membuat Lintang tertawa .
" Kau sudah mengirim pesan pada Bundamu " Eliza mengaguk " besok jam 7 malam aku berangkat , dan besok seharian aku ingin bersama mu " Eliza kembali mengaguk .
" Apa aku harus membeli sesuatu untuk Orang tuamu ,atau mami mu " Tanya Eliza menatap Lintang lewat kaca yang ada di depannya .
" Dia menyukai Tas dan berlian " Jawab Lintang tersenyum sambil memasang dasinya berdiri di belakang Eliza .
" Wow seperti nya aku akan cocok dengannya, Apa kita harus menikah sekarang " Tanya Eliza .
" jangan sekarang, aku belum membuatmu hamil " Jawab Lintang seadanya .
Eliza berdiri dari duduknya memperlihatkan penampilan nya .
" Belakangmu terlalu terbuka Honey " Tegur Lintang menatap punggung Eliza .
" Aku akan menutupi nya dengan jas mu " Lintang tidak berkomentar lagi .
" Sudah siap " Eliza mengaguk lalu duduk di sofa untuk memasang sendal hils nya .
" Biar aku saja " Ujar Lintang lalu berjongkok di depan Eliza " Sudah " Lanjutnya .
" Makasih " Jawab Eliza tersenyum ,Lintang menunjuk bibirnya Eliza langsung mencium bibir tebal Lintang .
Tok ...tok ...tok ..
" Itu seperti nya mereka ,pakai Jas nya Honey " Eliza mengambil Jas nya tanpa membantah sedangkan Lintang membukakan pintu untuk Leo dan Lana.
Lintang menatap penampilan Lana ada yang berbeda .
" Honey " Panggil Lintang lembut .
" Hebm "
" Kau memberikan jas padanya " Eliza menatap Lana lalu mengaguk " Terpaksa " Jawab Eliza .
" Kau memberikan padanya ? Sedangkan aku tidak apa kau gila " Protes Lintang tidak suka .
" Jangan banyak tingkah ,bahkan tiap pagi karyawan ku harus mengirim jas ke hotel ini dan tidak tahu malunya kau memintaku yang membayar nya " Cibir Eliza kesal lalu mendekati Lintang yang masih berdiri di ambang pintu sambil membawa kan ponsel Lintang .
" Itu gunanya mempunyai kekasih yang memiliki butik ,jadi aku tidak perlu repot-repot membawa pakaian banyak " Jawab Lintang tersenyum .
" Terserah " Lintang menarik pinggang Eliza lalu keduanya ke luar dari kamar hotel itu di ikuti Lana dan Leo .
Aku merindukan Agnes ,apa yang dia lakukan !! Aku harus membuat kan adik untuk Grace setelah Kemabli dari sini ,aku benar-benar merindukan nya berada di atas kasur Batin Leo dalam hati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Selamat malam Tuan ,nyonya " Sapa Lintang
" Eliza " Eliza memutar bola matanya malas " Ya " Jawabnya lalu duduk di kursi nya sebelum di persilahkan sedangkan peserta yang ada di meja itu masih berdiri.
"Kekasih Anda sangat sopan Tuan , seperti nya anda sangat mendidik nya dengan baik " Sindir Raymond menatap Eliza lalu duduk di ikuti yang lainnya .
" Bisa jelaskan ?? Kenapa kamu bersama dengan teman bisnis mereka " Tanya Riane menatap Eliza lalu menatap Lintang .
Reza mengangkat tangannya meminta pelayan untuk menghidangkan makanan di meja besar itu .
" Apa hubungan kalian sudah membaik " Tanya Reza .
" Ya , seperti yang Papa lihat " Reza mengaguk sebagai jawabannya .
" Ayah mu sudah mengajukan cerai pada ibumu " Eliza hanya mengangguk sebagai jawaban ,tapi tidak dengan Lana karena pria itu belum tahu papa .
Satu persatu hidangan sudah memenuhi meja besar itu, Raymond mengakat gelas yang berkaki tinggi itu di ikuti yang lainnya tapi tidak dengan Eliza ,Adara dan Raine .
Cheers
bunyi gelas memenuhi ruangan VVIP itu lalu mereka meneguk cairan yang berwarna merah pekat itu .
Adara yang baru pertama kali melihat Raymond minum hanya bisa meringis ,karena memang jika diner seperti ini Reza lah yang menemaninya .
Kini mereka mulai menikmati hidangan yang ada di depan mereka, Lintang mengambil Piring Eliza memotong steak menjadi lebih kecil agar lebih muda di makan Eliza .
" Apa Aku perlu mencium mu di sini " Tanya Eliza tersenyum manis .
Tak
" Sssttttt " Eliza menatap ke samping nya lalu menatap tajam Raymond .
" Sekalipun kamu ****** jangan menampakan itu depan orang apa kamu tidak punya harga diri ? " Eliza mendengus kesal .
" Bilang saja Daddy iri kan ,karena tidak seperti kami " Ujar Eliza ketus.
" Bahkan istri ku lebih cantik darimu " Balas Raymond .
" Buat apa cantik kalau tidak bisa goyang dan tahan lama "
Uhuk...... Uhuk ....
Raymond langsung memberikan gelas minuman untuk Adara lalu menatap Eliza .
" Ah maaf ,apa Zaza bicara terlalu jujur ,Ops sorry Mom " Ujar Eliza dengan wajah memelas menatap Adara yang wajahnya sudah merah karena malu .
" Honey " Tegur Lintang
Uhuk ....Uhuk... Uhuk..
Kali ini Riane yang terdesak daging yang baru saja masuk dalam mulut nya karena mendengar panggilan Lintang untuk Eliza .
Bukan kah itu terdengar sangat manis, Riane menatap Reza yang hanya terdiam saja bahkan memberi kan minum saja tidak hanya menggeser nya di depan wanita itu .
"Jangan memanggilku seperti itu Sayang ,kamu membuat harga diri mereka jatuh " Ujar Eliza manja mengelus dada Lintang lalu tersenyum mengejek pada Reza .
"Cih, menjijikkan ' Umpat Reza .
Leo dan Lana melihat ketiga pasangan itu satu persatu mulut mereka tidak ada obatnya bahkan mereka tidak peduli jika ucapan mereka itu akan menyakiti perasaan lawan nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟