Eliza

Eliza
Telat dua hari



" Sudah bangun " Perlahan Eliza membuka matanya dengan perlahan,Eliza tersenyum saat melihat Lintang sedang menatapnya .



" Jam berapa " Tanya nya lalu memeluk tubuh Lintang dari samping " Aku masih mengantuk " Lanjut nya dengan mata terpejam


Lintang merubah posisi nya hingga Eliza tidur di atas tubuhnya .


" Sudah pagi,kita harus ke makam Eyang " Seketika mata Eliza langsung terbuka menatap Lintang yang juga menatap nya .


" Kamu tidak lupa kan kejadian semalam " Eliza turun dari tubuh Lintang menyandarkan pandangan nya lalu menatap Lintang saat kesadaran nya mulai kembali dengan perlahan


" Kita sudah menikah " Lintang mengakat kedua tangan nya di letakkan di bawah kepala nya " Ya " Jawabnya singkat .


" Jadi benar , Eyang sudah pergi " Lintang mengaguk sebagai jawabannya .


" Kamu bercanda kan ?? " Lintang hanya diam saja tapi matanya tidak lepas dari Eliza


Melihat Eliza hanya terdiam Lintang pun bangun tidurnya memeluk Eliza dengan erat.


" It's Ok " Gumamnya dengan lembut,Untuk beberapa menit Eliza hanya terdiam dan Lintang terus memeluk wanita itu tanpa melepaskan nya .


" Masih ingatkan ucapan Eyang " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya ,menarik napas dengan panjang lalu di hembuskan dengan pelan, Eliza menyekat air matanya yang sudah membasahi pipinya .


" Aku baikΒ² saja " Lintang melepaskan pelukannya menatap Eliza lalu tersenyum .


" Ya aku tahu itu , sekarang kita mandi Ok " Eliza mengaguk ,keduanya turun dari tempat tidur berjalan ke arah kamar mandi .


Beberapa menit keduanya ke luar dari kamar mandi .


Tok ...tok ...


" Biar aku saja " Ujar Eliza lalu mendekati pintu kamarnya .


Ceklek .


" Maaf Non ,pakaian untuk tuan Lintang " Ujar pelayan .


" Dari butik " Tanya Eliza .


" Iya Non " Eliza menerima pakaian itu " Makasih Bi ,apa di bawah sudah ada orang " Tanya lagi .


" Iya Non ,lagi bersiap ke rumah Kaca,tapi tuan besar dan tuan Henry sejak tadi berada di sana " Jawabnya Gugup,pelayan tahu orang yang paling lemah adalah Eliza dan El .


" Bilang sama mereka untuk menunggu Zaza " Pintanya .


" Baik Non " jawab pelayan .


Eliza kembali ke dalam kamarnya setelah menutup pintu kamarnya .


" Mau aku bantu " Tanya Eliza saat sudah berada di depan Lintang .


" Nanti saja, kamu bersiap lah " Eliza mengaguk paham lalu meletakan pakaian Lintang di sofa sedangkan dia berjalan ke arah lemari .


πŸͺ΅


πŸͺ΅


Lintang dan Eliza bergabung bersama di mana satu persatu sudah memegang bunga .


Pelayan mendekati Eliza dan Lintang lalu memberikan setangkai bunga untuk mereka .


Setelah itu mereka ke rumah kaca saat melihat Daddy Radit dan Henry ke luar dari rumah itu .


Satu persatu mulai masuk dalam rumah kaca meletakan bunga yang ada di tangan mereka .


Hampir setengah jam mereka kembali ke masion karena mereka belum sarapan .


Sarapan kali ini tidak ada canda seperti biasanya mereka fokus pada makanan mereka masing-masing.


Tidak gelak tawa atau ejekan yang ke luar dari mulut mereka,hanya ada suara sendok dan garpu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah sarapan Lintang dan Eliza meminta izin untuk ke apartemen Eliza di mana barang Lintang berada di sana .


Sepanjang perjalan tidak ada pembahasan apa pun ,Eliza lebih fokus ke arah luar .


Perlahan Lintang menggegam tangan Eliza yang berada di atas pahanya membuat sang empedu tersentak menatap ke arahnya .


" Apa pemandangan di luar lebih menarik di banding suami mu " Eliza menarik sudut bibirnya ke atas melepaskan tangan Lintang lalu memeluk lengan pria itu .


" Aku sudah bosan melihat mu " Jawabnya meletakan kepalanya di pundak Lintang .


" jangan terus bersedih, aku merindukan omelanmu " Eliza menatap Lintang " Maaf " Lintang mengagukan kepalanya .


" Aku akan kembali besok pagi ....


" apa tidak bisa menungguku, seminggu saja " Lintang menatap sekilas ke arah istrinya lalu kembali fokus pada jalanan .


" Nanti aku jemput Honey, ada yang harus aku urus" Jawab Lintang lembut .


" Apa tidak bisa di tangani Papi " Lintang menggeleng mengelus kepala Eliza .


" Papi juga punya pekerjaan sendiri Honey " Eliza membuang napasnya panjang.


" Berapa hari " Tanya nya menatap Lintang .


" aku tidak tahu berapa hari ,tapi aku akan menyelesaikan dengan cepat karena hampir sebulan aku di sini " Eliza menekuk wajah nya dan itu membuat Lintang tersenyum .


" Berarti kita akan berjauhan lagi " Lintang mengaguk " Bukannya kemarin kau meminta waktu sebulan " Eliza menggeleng " Itukan kemarin bukan sekarang " Jawabnya cemberut.


" Berarti nanti bisa juga berubah " Eliza menggeleng " Jangan lama " Lintang mengaguk tersenyum .


" Kita baru bertemu Honey ,sebelum aku ke sini karena Eyang " Eliza hanya tersenyum .


Kini mereka sudah memasuki area apartemen hingga pembahasan keduanya berhenti .


πŸͺ΅


πŸͺ΅


Di dalam kamar Eliza menyusun pakaian milik Lintang dan sebagian di simpan saja di lemari , sebenarnya Lintang hanya membawa beberapa pakaian saja tapi karena dia di sini sudah beberapa hari akhirnya dia meminta Eliza untuk mengirimkan pakaian ke apartemen .


" Sayang "Panggil Eliza tanpa menatap Lintang begitu juga Lintang hanya diam saja menunggu wanita itu melanjutkan ucapannya .


" Aku sudah telat dua hari " Lintang langsung berdiri dari duduknya mendekati Eliza .


" Kau hamil " Eliza menggeleng " Aku tidak tahu ,tapi aku sudah telat dua hari ,kata Aunty Amanda nanti di periksa tapi aku takut nanti salah " Jawabnya pelan .


" Kita periksa " Eliza menggeleng dengan cepat " Biarkan seperti ini " Jawabnya menutup koper milik Lintang lalu berdiri menatap suaminya .


" Kita harus ...."


" Aku akan hatiΒ² percaya lah,jika kamu sudah kembali dan aku belum datang bulan ! Kita akan memeriksa nya " Lintang menarik rambutnya kasar lalu menatap Eliza dengan tatapan memohon .


" Sekarang Ok, ada atau tidak ada setidaknya kita sudah tahu " Eliza tetap menggeleng karena takut kecewa,apa lagi Lintang begitu antusias karena memang dia sudah menunggu momen itu .


" Baru dua hari ....


" Biar sejam ,kita periksa sekarang " Titah Lintang tidak ingin di bantah .


" Tapi ..."


" Eliza Elmer Emmanuel " Tekan Lintang membuat Eliza terdiam .


" Tapi bagaimana...."


" bukannya aku sudah bilang yang penting kita sudah tahu " Eliza menutup rapat mulutnya nya seperti nya dia sudah salah memberi tahu Lintang .


" Tapi sayang ,aku tidak seperti orang hamil pada umumnya " Jawab Eliza dan itu kenapa dia jadi pesimis dan takut kecewa .


" bukannya orang hamil juga banyak yang tidak merasakan apa pun " Eliza hanya bisa terdiam menggigit bibir bawahnya .


" Mau ya , Please sebelum aku kembali Honey !! Kalaupun tidak ada kita bisa melakukan lagi toh setelah ini kita akan bersama bukan " Eliza menghela napasnya panjang lalu mengaguk " Tapi apa pun hasilnya jangan kecewa " Lintang mengaguk " Bukan aku tapi kamu " Eliza kembali terdiam membuat Lintang tersenyum lalu memeluk Eliza .


" Apa pun hasilnya aku akan tetap bersama mu " Eliza membalas pelukan Lintang menyembunyikan wajahnya di dada Lintang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Sedikit lagi END 😘😘😘πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜šπŸ˜š


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟