
" Sudah bangun " Perlahan Eliza membuka matanya dengan perlahan,Eliza tersenyum saat melihat Lintang sedang menatapnya .
" Jam berapa " Tanya nya lalu memeluk tubuh Lintang dari samping " Aku masih mengantuk " Lanjut nya dengan mata terpejam
Lintang merubah posisi nya hingga Eliza tidur di atas tubuhnya .
" Sudah pagi,kita harus ke makam Eyang " Seketika mata Eliza langsung terbuka menatap Lintang yang juga menatap nya .
" Kamu tidak lupa kan kejadian semalam " Eliza turun dari tubuh Lintang menyandarkan pandangan nya lalu menatap Lintang saat kesadaran nya mulai kembali dengan perlahan
" Kita sudah menikah " Lintang mengakat kedua tangan nya di letakkan di bawah kepala nya " Ya " Jawabnya singkat .
" Jadi benar , Eyang sudah pergi " Lintang mengaguk sebagai jawabannya .
" Kamu bercanda kan ?? " Lintang hanya diam saja tapi matanya tidak lepas dari Eliza
Melihat Eliza hanya terdiam Lintang pun bangun tidurnya memeluk Eliza dengan erat.
" It's Ok " Gumamnya dengan lembut,Untuk beberapa menit Eliza hanya terdiam dan Lintang terus memeluk wanita itu tanpa melepaskan nya .
" Masih ingatkan ucapan Eyang " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya ,menarik napas dengan panjang lalu di hembuskan dengan pelan, Eliza menyekat air matanya yang sudah membasahi pipinya .
" Aku baikΒ² saja " Lintang melepaskan pelukannya menatap Eliza lalu tersenyum .
" Ya aku tahu itu , sekarang kita mandi Ok " Eliza mengaguk ,keduanya turun dari tempat tidur berjalan ke arah kamar mandi .
Beberapa menit keduanya ke luar dari kamar mandi .
Tok ...tok ...
" Biar aku saja " Ujar Eliza lalu mendekati pintu kamarnya .
Ceklek .
" Maaf Non ,pakaian untuk tuan Lintang " Ujar pelayan .
" Dari butik " Tanya Eliza .
" Iya Non " Eliza menerima pakaian itu " Makasih Bi ,apa di bawah sudah ada orang " Tanya lagi .
" Iya Non ,lagi bersiap ke rumah Kaca,tapi tuan besar dan tuan Henry sejak tadi berada di sana " Jawabnya Gugup,pelayan tahu orang yang paling lemah adalah Eliza dan El .
" Bilang sama mereka untuk menunggu Zaza " Pintanya .
" Baik Non " jawab pelayan .
Eliza kembali ke dalam kamarnya setelah menutup pintu kamarnya .
" Mau aku bantu " Tanya Eliza saat sudah berada di depan Lintang .
" Nanti saja, kamu bersiap lah " Eliza mengaguk paham lalu meletakan pakaian Lintang di sofa sedangkan dia berjalan ke arah lemari .
πͺ΅
πͺ΅
Lintang dan Eliza bergabung bersama di mana satu persatu sudah memegang bunga .
Pelayan mendekati Eliza dan Lintang lalu memberikan setangkai bunga untuk mereka .
Setelah itu mereka ke rumah kaca saat melihat Daddy Radit dan Henry ke luar dari rumah itu .
Satu persatu mulai masuk dalam rumah kaca meletakan bunga yang ada di tangan mereka .
Hampir setengah jam mereka kembali ke masion karena mereka belum sarapan .
Sarapan kali ini tidak ada canda seperti biasanya mereka fokus pada makanan mereka masing-masing.
Tidak gelak tawa atau ejekan yang ke luar dari mulut mereka,hanya ada suara sendok dan garpu .
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Setelah sarapan Lintang dan Eliza meminta izin untuk ke apartemen Eliza di mana barang Lintang berada di sana .
Sepanjang perjalan tidak ada pembahasan apa pun ,Eliza lebih fokus ke arah luar .
Perlahan Lintang menggegam tangan Eliza yang berada di atas pahanya membuat sang empedu tersentak menatap ke arahnya .
" Apa pemandangan di luar lebih menarik di banding suami mu " Eliza menarik sudut bibirnya ke atas melepaskan tangan Lintang lalu memeluk lengan pria itu .
" Aku sudah bosan melihat mu " Jawabnya meletakan kepalanya di pundak Lintang .
" jangan terus bersedih, aku merindukan omelanmu " Eliza menatap Lintang " Maaf " Lintang mengagukan kepalanya .
" Aku akan kembali besok pagi ....
" apa tidak bisa menungguku, seminggu saja " Lintang menatap sekilas ke arah istrinya lalu kembali fokus pada jalanan .
" Nanti aku jemput Honey, ada yang harus aku urus" Jawab Lintang lembut .
" Apa tidak bisa di tangani Papi " Lintang menggeleng mengelus kepala Eliza .
" Papi juga punya pekerjaan sendiri Honey " Eliza membuang napasnya panjang.
" Berapa hari " Tanya nya menatap Lintang .
" aku tidak tahu berapa hari ,tapi aku akan menyelesaikan dengan cepat karena hampir sebulan aku di sini " Eliza menekuk wajah nya dan itu membuat Lintang tersenyum .
" Berarti kita akan berjauhan lagi " Lintang mengaguk " Bukannya kemarin kau meminta waktu sebulan " Eliza menggeleng " Itukan kemarin bukan sekarang " Jawabnya cemberut.
" Berarti nanti bisa juga berubah " Eliza menggeleng " Jangan lama " Lintang mengaguk tersenyum .
" Kita baru bertemu Honey ,sebelum aku ke sini karena Eyang " Eliza hanya tersenyum .
Kini mereka sudah memasuki area apartemen hingga pembahasan keduanya berhenti .
πͺ΅
πͺ΅
Di dalam kamar Eliza menyusun pakaian milik Lintang dan sebagian di simpan saja di lemari , sebenarnya Lintang hanya membawa beberapa pakaian saja tapi karena dia di sini sudah beberapa hari akhirnya dia meminta Eliza untuk mengirimkan pakaian ke apartemen .
" Sayang "Panggil Eliza tanpa menatap Lintang begitu juga Lintang hanya diam saja menunggu wanita itu melanjutkan ucapannya .
" Aku sudah telat dua hari " Lintang langsung berdiri dari duduknya mendekati Eliza .
" Kau hamil " Eliza menggeleng " Aku tidak tahu ,tapi aku sudah telat dua hari ,kata Aunty Amanda nanti di periksa tapi aku takut nanti salah " Jawabnya pelan .
" Kita periksa " Eliza menggeleng dengan cepat " Biarkan seperti ini " Jawabnya menutup koper milik Lintang lalu berdiri menatap suaminya .
" Kita harus ...."
" Aku akan hatiΒ² percaya lah,jika kamu sudah kembali dan aku belum datang bulan ! Kita akan memeriksa nya " Lintang menarik rambutnya kasar lalu menatap Eliza dengan tatapan memohon .
" Sekarang Ok, ada atau tidak ada setidaknya kita sudah tahu " Eliza tetap menggeleng karena takut kecewa,apa lagi Lintang begitu antusias karena memang dia sudah menunggu momen itu .
" Baru dua hari ....
" Biar sejam ,kita periksa sekarang " Titah Lintang tidak ingin di bantah .
" Tapi ..."
" Eliza Elmer Emmanuel " Tekan Lintang membuat Eliza terdiam .
" Tapi bagaimana...."
" bukannya aku sudah bilang yang penting kita sudah tahu " Eliza menutup rapat mulutnya nya seperti nya dia sudah salah memberi tahu Lintang .
" Tapi sayang ,aku tidak seperti orang hamil pada umumnya " Jawab Eliza dan itu kenapa dia jadi pesimis dan takut kecewa .
" bukannya orang hamil juga banyak yang tidak merasakan apa pun " Eliza hanya bisa terdiam menggigit bibir bawahnya .
" Mau ya , Please sebelum aku kembali Honey !! Kalaupun tidak ada kita bisa melakukan lagi toh setelah ini kita akan bersama bukan " Eliza menghela napasnya panjang lalu mengaguk " Tapi apa pun hasilnya jangan kecewa " Lintang mengaguk " Bukan aku tapi kamu " Eliza kembali terdiam membuat Lintang tersenyum lalu memeluk Eliza .
" Apa pun hasilnya aku akan tetap bersama mu " Eliza membalas pelukan Lintang menyembunyikan wajahnya di dada Lintang .
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Lanjut !!
Sedikit lagi END ππππ₯°π₯°π₯°
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian π₯°πππ
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang ππππππ