
" Honey " Panggil Lintang dengan lembut mengelus punggung polos Eliza yang hanya terbungkus Pelindung yang berwarna hitam .
" Honey wake up " Ulang nya lagi sambil mencium punggung mulus Eliza .
" Aku akan mengantar mu ke masion " Eliza membuka matanya dengan perlahan menatap pria yang kini duduk di depannya bertelanjang dada .
" Pakaian mu ...." Eliza menepis tangan Lintang dengan kasar lalu bangun dari tidurnya tanpa peduli dengan penampilan nya .
" di atas meja " Ujar Lintang, saat melihat Eliza kebingungan mencari pakaian nya .
BRAK
Lintang mengusap wajahnya kasar dengan helaan napas panjang nya .
Tidak ingin terlalu memikirkan sikap Eliza ,Lintang memilih ke ruangan ganti untuk memakai pakaian nya karena sebelumnya dia lebih dulu membersihkan dirinya .
Lalu menenangkan diri di balkon sebelum nantinya kembali berperang dengan Eliza .
Beberapa menit kemudian Eliza ke luar dari kamar mandi, menyadari itu Lintang langsung mematikan nikotin yang ada di tangan nya lalu menghampiri Eliza .
" Cari apa " Tanya Lintang datar, tapi Eliza hanya diam saja .
Lintang membawa Eliza ke ruangan ganti dan mendudukkan di kursi .
" Apa kamu tidak lelah seperti ini terus ?? " Tanya Lintang menyalakan hairdryer mengeringkan rambut Eliza .
" Eliza ....Honey " Eliza tetap membisu menatap pantulan dirinya di depan kaca .
" Sudah " Ujar Lintang ,Eliza langsung berdiri tapi tangannya kembali di tahan Lintang .
" Aku akan mengantar mu " Eliza langsung menatap Lintang .
" Tidak perlu , terimakasih " Jawabnya Ketus.
" Jangan memulai Eliza" Ujar Lintang serius menatap Eliza ,lalu membawa wanita itu ke luar dari ruangan ganti mengambil ponsel dan dompet milik nya .
" Mau makan malam dulu " Eliza hanya diam
" Kita bicara dulu sebelum kita pergi " Lintang menarik Eliza hingga kini mereka saling berhadapan.
" Apa yang kamu inginkan dariku " Tanya Lintang serius .
" Jangan mengusik ku " Jawab Eliza .
" Aku tidak bisa ,kamu milikku dan selamanya akan seperti itu " Jawab Lintang tenang .
" Banyak wanita ...."
" Dan hanya kamu wanitaku " Potong Lintang.
" Lalu mereka " Tanya Eliza kesal .
" Mainan di saat aku bosan " Jawab Lintang jujur .
" Lalu di saat kamu bosan dengan ku ...."
" Tidak, kamu akan tetap di samping ku " Potong Lintang .
" Jangan Egois ,Tidak ada wanita ...."
" Maka sadarkan Posisimu jika tidak ingin berbagi dengan yang lain " Eliza langsung melotot kan matanya tajam
Bugh
" Sakit Eliza " Ucap Lintang memegang dadanya .
" Bahkan aku lebih sakit bajingan " Umpat Eliza emosi .
" Ayo kita kembali " Lintang membawa Eliza ke luar dari kamarnya .
Saat ke luar dari apartemen Lintang langsung merangkul pinggang Eliza dengan posesif hingga keduanya masuk dalam Lift .
" ini dalam lift saya tidak akan kabur " Lintang hanya diam saja bahkan dia semakin merapat kan tubuh Eliza ke arahnya .
" Masuk " Eliza langsung masuk dalam mobil saat pria itu membukakan pintu mobil.
Eliza menatap ke samping di mana Lintang langsung menyalakan mobilnya saat sudah berada di dalam .
" Apa aku setampan itu " Tanya Lintang tanpa menatap Eliza .
" Tidak,anda sangat buruk rupa " Jawab Eliza ketus lalu menatap ke arah luar .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagar besar dan tinggi itu seketika terbuka saat tahu siapa yang ada dalam mobil itu .
Eliza hanya menghela napas panjang nya saat sudah berada di halaman rumah dan para penghuni menunggunya .
Lintang ke luar lebih dulu dari mobil membukakan pintu untuk Eliza .
" Selamat malam tuan ,nyonya " Sapa Lintang sopan .
" Malam Nak " Jawab Mommy Ellena .
" Sejak kapan dia jadi anakmu " Tanya Daddy Radit menatap Mommy Ellena.
" Sejak dia dekat dengan Cucuku " Jawab Mommy ketus .
" Ajak teman nya makan malam dulu Sayang " Ujar Elsa lembut .
" Apa pun itu ,jaga sikap mu Eliza " Tegur Ana tegas .
" Ayo makan malam dulu " Ujar Mommy Ellena .
" Terima kasih nyonya ,tapi saya ada....."
" Istriku sudah mengajak mu dan jangan pernah berniat untuk menolaknya " Potong Daddy Radit serius .
" Maaf tuan, saya tidak berniat menolak tapi saya ada urusan yang tidak bisa saja tinggal " Jawab Lintang tenang.
"Lagian Eyang apa kurang kerjaan harus mengajak nya ...."
pLak
" Dia sudah membuang waktu nya hanya untuk mengantar mu ,apa begitu caramu berterimakasih " Ucap Elsa menatap tajam Eliza .
" Astaga, Terimakasih tuan Lintang Elmer Emmanuel sudah mengantar saya dengan selamat , Silahkan " Ujar Eliza menundukkan kepalanya.
" Besok aku jemput " Ucap Lintang membuat Eliza melototkan matanya menatap Lintang .
" Kita tidak ....
" Kalau begitu saya permisi dulu tuan ,nyonya " Potong Lintang Cepat menunduk kepalanya lalu masuk dalam mobilnya .
Setelah kepergian Lintang ,satu persatu masuk dalam rumah besar itu .
Tidak ada yang bertanya tentang apa yang baru mereka lihat ,karena memang mereka sudah tahu , begitu juga dengan Eliza yang enggan membuka suara membahas antara dia dan Lintang hingga kini mereka duduk di meja makan .
Sedangkan Lintang langsung menuju rumah sakit, di mana di sana sudah ada kedua orang tuanya menjenguk Agnes dam anaknya .
15 menit berlalu mobil Lintang sudah berada di rumah sakit, tanpa membuang waktu Lintang langsung ke luar dari mobilnya .
Ceklek
Penghuni ruangan itu langsung menatap ke arah pintu .
" Apa dia anakmu " Tanya Lintang saat melihat Ibunya menggendong bayi yang berjenis kelamin perempuan itu .
" Kapan kamu memberikan Mami mainan seperti ini " Lintang duduk di sofa tanpa memperdulikan ucapan ibunya .
" Mami bisa membelinya di mall " Jawab Lintang seadanya .
" Kalau ada sejak dulu Mami membelinya " Jawabnya kesal .
" Apa hubungan kalian akan seperti ini " Tanya Emmanuel membuka suara membuat Leo terdiam .
" Grace akan bersama kami ,sampai kamu mengambil keputusan " Lanjutnya lagi .
" Papi jangan mengusik kehidupan Leo ,Dia sama Agnes sudah membahas ini jangan memaksa mereka " Ucap Lintang menatap Emmanuel .
" Mereka harus memikirkan perasaan Grace dan kehidupan nya Lintang " Jawab Emmanuel serius .
" Kehidupan apa ?? Leo sudah menjamin semuanya itu " Jawab Lintang .
" Apa kamu tidak punya mulut " Lanjutnya menatap Leo yang hanya diam menatap Agnes yang hanya terdiam menatap ke arah jendela .
Dengan perlahan Leo berdiri menghampiri Agnes berdiri di samping wanita itu .
" Ayo kita ke luar " Ajak Emmanuel hingga ketiga nya ke luar dari ruangan Agnes setelah meletakkan Grace dalam box .
" Saya akan kembali ke New York " Ujar Agnes tanpa mendapat Leo , seperti nya dia tidak akan mampu terus berdiri di samping pria itu .
" Saya tidak akan mengingkari janjiku ,dan saya harap Anda bisa menjaga Grace dengan baik sesibuk apa pun nantinya " Lanjutnya menundukkan kepalanya " 3 hari lagi saya akan ke luar jika keadaan ku semakin membaik, terimakasih sudah menampung ku selama sebulan ini " Ucap Agnes serak .
" Grace bisa kembali lebih dulu, dan saya meminta pelayan untuk menjemput nya besok pagi ....."
" Kau yakin akan meninggalkan Grace " Potong Leo cepat.
" Ya, itu lebih baik untuk nya ...."
" Untuknya atau untukmu " Potong Leo lagi .
" Untuk kita " Jawab Agnes .
" Kita ?? kamu dan siapa " Tanya Leo seolah tidak paham dengan ucapan Agnes .
" Anda hanya membutuhkan Grace tapi ...."
" Tapi Grace membutuhkan mu Agnes " Bentak Leo yang sudah mulai kesal .
" Apa sejauh ini kamu belum bisa paham Hah " Bentaknya lagi sampai Agnes memejamkan matanya .
" saya cape jika terus seperti ini, setahun bukan hal yang muda dan saya harus tetap baik² saja karena memikirkan Grace yang ada dalam perut ku " Agnes menatap Leo " Sedangkan kamu ?? Apa kamu memikirkan itu ,Tidak bukan ? Bahkan Hhhmmmppp " Ucapan Agnes menghilang begitu saja saat bibirnya di bungkam dengan bibir tebal milik Leo .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟