Eliza

Eliza
Egois



" Honey " Panggil Lintang dengan lembut mengelus punggung polos Eliza yang hanya terbungkus Pelindung yang berwarna hitam .


" Honey wake up " Ulang nya lagi sambil mencium punggung mulus Eliza .



" Aku akan mengantar mu ke masion " Eliza membuka matanya dengan perlahan menatap pria yang kini duduk di depannya bertelanjang dada .


" Pakaian mu ...." Eliza menepis tangan Lintang dengan kasar lalu bangun dari tidurnya tanpa peduli dengan penampilan nya .


" di atas meja " Ujar Lintang, saat melihat Eliza kebingungan mencari pakaian nya .


BRAK


Lintang mengusap wajahnya kasar dengan helaan napas panjang nya .


Tidak ingin terlalu memikirkan sikap Eliza ,Lintang memilih ke ruangan ganti untuk memakai pakaian nya karena sebelumnya dia lebih dulu membersihkan dirinya .


Lalu menenangkan diri di balkon sebelum nantinya kembali berperang dengan Eliza .


Beberapa menit kemudian Eliza ke luar dari kamar mandi, menyadari itu Lintang langsung mematikan nikotin yang ada di tangan nya lalu menghampiri Eliza .


" Cari apa " Tanya Lintang datar, tapi Eliza hanya diam saja .


Lintang membawa Eliza ke ruangan ganti dan mendudukkan di kursi .


" Apa kamu tidak lelah seperti ini terus ?? " Tanya Lintang menyalakan hairdryer mengeringkan rambut Eliza .


" Eliza ....Honey " Eliza tetap membisu menatap pantulan dirinya di depan kaca .


" Sudah " Ujar Lintang ,Eliza langsung berdiri tapi tangannya kembali di tahan Lintang .


" Aku akan mengantar mu " Eliza langsung menatap Lintang .


" Tidak perlu , terimakasih " Jawabnya Ketus.


" Jangan memulai Eliza" Ujar Lintang serius menatap Eliza ,lalu membawa wanita itu ke luar dari ruangan ganti mengambil ponsel dan dompet milik nya .


" Mau makan malam dulu " Eliza hanya diam


" Kita bicara dulu sebelum kita pergi " Lintang menarik Eliza hingga kini mereka saling berhadapan.


" Apa yang kamu inginkan dariku " Tanya Lintang serius .


" Jangan mengusik ku " Jawab Eliza .


" Aku tidak bisa ,kamu milikku dan selamanya akan seperti itu " Jawab Lintang tenang .


" Banyak wanita ...."


" Dan hanya kamu wanitaku " Potong Lintang.


" Lalu mereka " Tanya Eliza kesal .


" Mainan di saat aku bosan " Jawab Lintang jujur .


" Lalu di saat kamu bosan dengan ku ...."


" Tidak, kamu akan tetap di samping ku " Potong Lintang .


" Jangan Egois ,Tidak ada wanita ...."


" Maka sadarkan Posisimu jika tidak ingin berbagi dengan yang lain " Eliza langsung melotot kan matanya tajam


Bugh


" Sakit Eliza " Ucap Lintang memegang dadanya .


" Bahkan aku lebih sakit bajingan " Umpat Eliza emosi .


" Ayo kita kembali " Lintang membawa Eliza ke luar dari kamarnya .


Saat ke luar dari apartemen Lintang langsung merangkul pinggang Eliza dengan posesif hingga keduanya masuk dalam Lift .


" ini dalam lift saya tidak akan kabur " Lintang hanya diam saja bahkan dia semakin merapat kan tubuh Eliza ke arahnya .


" Masuk " Eliza langsung masuk dalam mobil saat pria itu membukakan pintu mobil.


Eliza menatap ke samping di mana Lintang langsung menyalakan mobilnya saat sudah berada di dalam .


" Apa aku setampan itu " Tanya Lintang tanpa menatap Eliza .


" Tidak,anda sangat buruk rupa " Jawab Eliza ketus lalu menatap ke arah luar .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagar besar dan tinggi itu seketika terbuka saat tahu siapa yang ada dalam mobil itu .


Eliza hanya menghela napas panjang nya saat sudah berada di halaman rumah dan para penghuni menunggunya .


Lintang ke luar lebih dulu dari mobil membukakan pintu untuk Eliza .


" Selamat malam tuan ,nyonya " Sapa Lintang sopan .


" Malam Nak " Jawab Mommy Ellena .


" Sejak kapan dia jadi anakmu " Tanya Daddy Radit menatap Mommy Ellena.


" Sejak dia dekat dengan Cucuku " Jawab Mommy ketus .


" Ajak teman nya makan malam dulu Sayang " Ujar Elsa lembut .


" Apa pun itu ,jaga sikap mu Eliza " Tegur Ana tegas .


" Ayo makan malam dulu " Ujar Mommy Ellena .


" Terima kasih nyonya ,tapi saya ada....."


" Istriku sudah mengajak mu dan jangan pernah berniat untuk menolaknya " Potong Daddy Radit serius .


" Maaf tuan, saya tidak berniat menolak tapi saya ada urusan yang tidak bisa saja tinggal " Jawab Lintang tenang.


"Lagian Eyang apa kurang kerjaan harus mengajak nya ...."


pLak


" Dia sudah membuang waktu nya hanya untuk mengantar mu ,apa begitu caramu berterimakasih " Ucap Elsa menatap tajam Eliza .


" Astaga, Terimakasih tuan Lintang Elmer Emmanuel sudah mengantar saya dengan selamat , Silahkan " Ujar Eliza menundukkan kepalanya.


" Besok aku jemput " Ucap Lintang membuat Eliza melototkan matanya menatap Lintang .


" Kita tidak ....


" Kalau begitu saya permisi dulu tuan ,nyonya " Potong Lintang Cepat menunduk kepalanya lalu masuk dalam mobilnya .


Setelah kepergian Lintang ,satu persatu masuk dalam rumah besar itu .


Tidak ada yang bertanya tentang apa yang baru mereka lihat ,karena memang mereka sudah tahu , begitu juga dengan Eliza yang enggan membuka suara membahas antara dia dan Lintang hingga kini mereka duduk di meja makan .


Sedangkan Lintang langsung menuju rumah sakit, di mana di sana sudah ada kedua orang tuanya menjenguk Agnes dam anaknya .


15 menit berlalu mobil Lintang sudah berada di rumah sakit, tanpa membuang waktu Lintang langsung ke luar dari mobilnya .


Ceklek


Penghuni ruangan itu langsung menatap ke arah pintu .


" Apa dia anakmu " Tanya Lintang saat melihat Ibunya menggendong bayi yang berjenis kelamin perempuan itu .


" Kapan kamu memberikan Mami mainan seperti ini " Lintang duduk di sofa tanpa memperdulikan ucapan ibunya .


" Mami bisa membelinya di mall " Jawab Lintang seadanya .


" Kalau ada sejak dulu Mami membelinya " Jawabnya kesal .


" Apa hubungan kalian akan seperti ini " Tanya Emmanuel membuka suara membuat Leo terdiam .


" Grace akan bersama kami ,sampai kamu mengambil keputusan " Lanjutnya lagi .


" Papi jangan mengusik kehidupan Leo ,Dia sama Agnes sudah membahas ini jangan memaksa mereka " Ucap Lintang menatap Emmanuel .


" Mereka harus memikirkan perasaan Grace dan kehidupan nya Lintang " Jawab Emmanuel serius .


" Kehidupan apa ?? Leo sudah menjamin semuanya itu " Jawab Lintang .


" Apa kamu tidak punya mulut " Lanjutnya menatap Leo yang hanya diam menatap Agnes yang hanya terdiam menatap ke arah jendela .


Dengan perlahan Leo berdiri menghampiri Agnes berdiri di samping wanita itu .


" Ayo kita ke luar " Ajak Emmanuel hingga ketiga nya ke luar dari ruangan Agnes setelah meletakkan Grace dalam box .


" Saya akan kembali ke New York " Ujar Agnes tanpa mendapat Leo , seperti nya dia tidak akan mampu terus berdiri di samping pria itu .


" Saya tidak akan mengingkari janjiku ,dan saya harap Anda bisa menjaga Grace dengan baik sesibuk apa pun nantinya " Lanjutnya menundukkan kepalanya " 3 hari lagi saya akan ke luar jika keadaan ku semakin membaik, terimakasih sudah menampung ku selama sebulan ini " Ucap Agnes serak .


" Grace bisa kembali lebih dulu, dan saya meminta pelayan untuk menjemput nya besok pagi ....."


" Kau yakin akan meninggalkan Grace " Potong Leo cepat.


" Ya, itu lebih baik untuk nya ...."


" Untuknya atau untukmu " Potong Leo lagi .


" Untuk kita " Jawab Agnes .


" Kita ?? kamu dan siapa " Tanya Leo seolah tidak paham dengan ucapan Agnes .


" Anda hanya membutuhkan Grace tapi ...."


" Tapi Grace membutuhkan mu Agnes " Bentak Leo yang sudah mulai kesal .


" Apa sejauh ini kamu belum bisa paham Hah " Bentaknya lagi sampai Agnes memejamkan matanya .


" saya cape jika terus seperti ini, setahun bukan hal yang muda dan saya harus tetap baik² saja karena memikirkan Grace yang ada dalam perut ku " Agnes menatap Leo " Sedangkan kamu ?? Apa kamu memikirkan itu ,Tidak bukan ? Bahkan Hhhmmmppp " Ucapan Agnes menghilang begitu saja saat bibirnya di bungkam dengan bibir tebal milik Leo .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟