
" Apa belum selesai ? " Lintang menatap Leo yang baru saja masuk dalam ruangan nya .
" Belum " Jawab Leo sekenanya mendekati Lintang yang berada di meja kerjanya .
" Apa tidak bisa kamu merubah jadwalku ? Jam 4 aku harus pulang " Ujar Lintang .
" Tanda tangan " Lintang memberikan tanda tangan nya di lalu kembali menatap Leo .
" Masih banyak yang harus kita selesaikan " Jawab Leo menutup berkas yang tadi dia bawah .
" Sampai kapan Leo ? Kamu tahu Eliza sedang hamil dan aku tidak ingin melewati itu " Jawab Lintang dengan helaan napas panjang.
" Lalu bagaimana denganku " Leo menatap sinis sahabatnya itu .
" Maksudnya " Leo menaikan bahunya memilih meninggalkan ruangan Lintang .
" LEO " Pekik Lintang,tapi sayang nya pria itu bersikap masa bodoh .
" Shiiit aku akan memecat nya lalu membunuh nya "Lanjutnya dengan napas memburu .
Dret.....Dret.....Dret....
Lintang memejamkan matanya kuat lalu menatap ponsel yang ada d atas mejanya .
Dengan segera dia menerima panggilan itu saat melihat nama penelpon .
" Hallo Honey " Sapa Lintang lembut .
" Agnes sudah kembali " Lintang menahan napasnya menunggu ucapan Eliza selanjutnya nya " Apa lembur lagi " Lanjutnya lagi .
" Maaf Honey ,mungkin beberapa hari ini aku ....."
" Tidak papa ,aku hanya bertanya " Potong Eliza " Tapi jangan lupa makan malamnya " Lanjutnya lagi dengan lembut .
" Apa dia rewel " Tanya Lintang.
" Tidak ,tapi apa aku boleh minta sesuatu " jawab Eliza pelan .
" Apa itu ? katakan saja " Ujar Lintang.
" Boleh aku ke situ ,kangen " Lintang menahan senyumnya .
" Tapi ini sudah sore Honey ,kasian Baby " Ujar Lintang lembut .
" Aku janji tidak akan ganggu dan menurut " Seperti Eliza sebelum nya ,wanita itu memang tidak akan mengalah jika kenginginan nya tidak di turuti " sekalian bawah makan malam " Lanjutnya lagi .
" Tidak usah,nanti pesan saja !! Tapi di antar sopir ya ! Jika tidak lebih baik tunggu di rumah " Ujar Lintang serius .
" Iya , makasih sayang " jawab Eliza .
" Hati² jika sudah sampai kabarin biar aku jemput di bawah " Ucap Lintang.
" Iya " Lintang kembali meletakan ponselnya di atas meja lalu berdiri dari duduk nya .
Kini pandangan Lintang menyapu bagian luar perusahaan di mana di berdiri di dinding kaca menghadap ke luar .
" Untuk pertama kalinya aku berdiri di sini menikmati sore hari " Gumam Lintang.
Jika dulu dia memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang dengan sahabat nya kini dia hanya menghabiskan waktu di perusahaan ,apa lagi kini dia sudah memiliki istri dan calon anak .
Pasti hal itu sangat mustahil untuknya, sebenarnya tidak tapi tidak akan sebebas dulu di mana dia akan bermain dengan para wanita yang akan di bayar .
Bisa² dia di bunuh Eliza dan membuangnya ke jalanan ,Lintang merinding sendiri memikirkan hal itu .
Ini baru seandainya belum tentu terjadi tapi entah kenapa dia sudah ketakutan sendiri .
Saat Lintang tengah fokus menatap ke arah Luar memikirkan masa depan yang akan dia ambil,pintu ruangan nya terbuka dari luar .
" Sayang " Panggil nya dengan lembut namun tidak membuat sang empedu menyahut .
Eliza menyimpan bawaan nya di atas meja yang dekat sofa lalu mendekati Lintang.
" Eliza " Geram Lintang tertahan lalu membalikkan badannya ,mencoba menahan amarahnya dia mengira orang lain yang sudah masuk dalam ruangannya dan memeluk nya .
" Memikirkan apa ? " Tanya Eliza lembut .
" Tidak memikirkan apa pun ,hanya lelah " Lintang membawa Eliza dalam pelukannya .
" Kenapa tidak menelpon ku ,biar aku jemput di bawah " Lanjutnya dengan lembut .
" Aku sudah telepon bahkan dua kali " Jawab Eliza membalas pelukan Lintang .
" maaf " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 20.11 PM
Lintang dan Eliza baru tiba di rumah di mana penghuni nya sudah masuk mimpi mereka ,hanya ada beberapa penjaga dan security saja .
" Selamat malam tuan ,Non " Sapa penjaga sopan .
" Malam Pak " Jawab Eliza lembut .
Lintang menuntut istri nya masuk dalam rumah dia terus merangkul pinggang sang istri menjaganya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan .
Ceklek
" Mandi dulu ya ,baru aku buatkan susu " Ujar Lintang saat keduanya sudah berada di dalam kamar .
" Sama² saja " Lintang hanya mengaguk .
Lintang meletakan tas kerjanya lalu membantu Eliza untuk ke kamar mandi ,keduanya mandi bersama tapi tidak ada adegan dewasa karena Lintang tidak ingin terjadi sesuatu pada calon anaknya .
Beberapa menit kemudian ke duanya ke luar dari kamar mandi langsung menuju ruangan ganti .
" Tunggu sebentar aku ambilkan bajunya " Eliza mengaguk tersenyum menunggu Lintang .
" Kamu melakukan nya begitu mulus, apa kamu takut anakmu kenapa² " Lintang menatap Eliza lalu mengaguk " Ya, dia lebih penting " Eliza mengendus kesal lalu mengusap perutnya yang masih rata .
" Tidak usah pakai dalaman " Eliza menatap Lintang curiga " Cepat pakai kamu belum minum susunya Eliza " Lanjutnya lagi.
" Kenapa harus lingerie " Tanya Eliza .
" Karena aku suka ,ayo aku bantu " Pintah Lintang .
" Ini sama saja aku tidak pakai baju Yank, apa lagi kamu melarang ku memakai dalaman " Jawab Eliza pelan .
" Itu sudah tujuan ku ,agar aku bisa memegang mereka dengan bebas " Eliza memukul tangan Lintang yang tiba-tiba meremas dadanya.
" Hanya tes " Eliza memutar bola matanya jengah "Sudah sana pakai baju " Lintang meninggalkan Eliza berjalan ke arah lemari pakaian nya .
Setelah selesai keduanya ke luar dari ruangan itu dengan Eliza memakai jubah tidurnya karena mereka akan ke dapur membuat susu.
" kalau malam gini horor betul berasa berada di gedung tua yang banyak penghuni nya " Eliza mengeratkan genggaman pada lengan Lintang .
" Jangan membuat anakku ketakutan Eliza ,apa yang kamu pikirkan itu akan berimbas padanya " Eliza langsung melepaskan genggaman tangan nya .
" Kaya pernah hamil saja ' Lintang hanya tertawa kecil lalu merangkul pinggang Eliza .
Pria itu terus memastikan keadaan Eliza dan calon anaknya baik-baik saja .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟