
" Selamat datang Nona Eliza " Eliza hanya mengaguk tersenyum melewati para penjaga dan masuk dalam rumah besar itu di ikuti karyawan nya yang membawa beberapa pakaian untuk di coba Nova .
" Di mana Nona muda kalian " Tanya Eliza saat berpapasan dengan pelayan .
" Ada di belakang Non bersama Nona El " Eliza mengaguk paham lalu berjalan ke arah belakang.
Sesampainya di sana dia melihat El dan Nova hanya duduk sambil menatap ke arah tanaman bunga.
" Apa aku mengganggu kalian " Kedua wanita itu membalikkan badannya.
" Kakak " Eliza hanya tersenyum menghampiri mereka " Ingat Gajimu di potong " El hanya tertawa kecil .
" Abang memberi ku gaji lebih banyak di banding kerja di tempat kakak " Lidah Eliza berdecak lalu dia menatap Nova yang hanya diam .
"Apa mulutmu kurapan ? kenapa tidak membalas sapaan ku " Ucap Eliza menatap Nova .
" Kamu lagi bicara sama Nona El " Jawab Nova pelan .
" Dia adik iparmu bukan majikan mu " Ucap Eliza menekan ucapan nya ,Nova hanya membalasnya dengan senyuman .
" Ayo coba dulu pakaian mu " Lanjut nya lagi .
El membantu Nova sedangkan Eliza lebih dulu masuk ke dalam rumah besar itu .
Sesampainya di dalam El langsung membawa Nova ke salah satu kamar yang ada di ruangan itu di ikuti Eliza dan karyawan nya .
" Perlihatkan padanya " Pinta Eliza .
" Baik Non " Jawab Karyawan Eliza .
" Pilihlah mana yang kamu suka , jika tidak ada nanti aku perlihatkan gambar nya dan akan di bawah ke sini " Ujar Eliza saat semua pakaian sudah di susun di atas sofa .
" Aku bingung harus pilih yang mana semuanya cantik " Jawab Nova jujur sambil menatap beberapa pakaian yang ada di depannya .
" Biar El saja yang pilih kak " Ujar El antusias .
" Jang mau pakai Nova bukan kamu " El memanyunkan bibirnya kesal .
" Kan kakak Nova bingung ,jadi aku hanya membantunya " Jawab El pelan .
" Pilihlah " Ujar Eliza tanpa mempedulikan ucapan El .
" Nona El pilih yang mana " El langsung menatap Nova tersenyum " Kakak yakin ingin aku yang memilih nya " Nova mengaguk " Jika cocok nanti aku pakai " Dengan senang hati El langsung mendekati sofa berdiri di depan dan menatap pakaian yang ada di situ .
" Yang itu " Tunjuk El pada sebuah gaun yang begitu cantik " Gimana Kak " Tanya El .
" Apa itu tidak terllau terbuka ,nanti Abang mu marah " Jawab Nova menatap El .
Sebenarnya dia juga menyukai nya hanya saja dia takut jika Edward tidak menyukai nya .
" Abang pasti suka koh kak,iya kan kak " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Jika kamu mau yang itu kamu coba dulu ,biar nanti kita lihat apa yang harus di rubah " Ujar Eliza lembut .
" Ayo kak " Nova berdiri dari duduknya menatap gaun yang di pilih El .
" Bantu dia " Titah Eliza pada karyawan nya .
" Mari Non " Ujar karyawan Eliza ,sedangkan Eliza dan El memilih ke luar dari kamar itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah kembali dari masion utama Eliza kembali melanjutkan pekerjaan nya masih ada beberapa jam lagi sebelum dia akan kembali ke rumah .
Dret .....Dret ....
Eliza menatap ponselnya di mana nama sang kekasih tertera di sana sekalipun nama itu tidak perna di ganti .
" Apa kamu tidak punya kerjaan "
" Ya " Jawab Lintang seadanya sambil tersenyum menatap Eliza .
" Aku dapat undangan tapi kemungkinan aku tidak bisa hadir jadi aku hanya kirim hadiah " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya " Kamu juga butuh hadiah " Eliza menarik sudut bibirnya menatap Lintang yang juga menatap nya serius .
" Ya, aku mau saham " Jawabnya tertawa kecil .
" Jual dirimu biar kamu dapat saham " Eliza tertawa lepas .
" belikan sendal nanti aku kirim kan fotonya " Lintang mengaguk sebagai jawabannya .
" Apa Papi sama Mami juga tidak akan hadir " Tanya Eliza .
" Mungkin mereka hadir ,karena Papi tidak ada jadwal apa pun " Jawab Lintang.
" Nanti aku jemput jika mereka ke sini " Ujar Eliza .
" Nanti hubungi saja Mami , kamu memiliki nomor nya bukan " Tanya Lintang .
" Aku hanya memiliki nomornya Papi " Jawab Eliza.
" Siapa tau nantinya dia membutuhkan aku " Lanjutnya tersenyum .
" Dia lebih butuh istrinya dari pada kamu " Jawab Lintang ketus.
" Aku lanjut kerja dulu, karena harus kembali cepat Ayah sama bunda mau pergi malam ini " Ujar Eliza .
" Urusan pekerjaan " Eliza menggeleng " Menjenguk Xana dan si kembar " Lintang mengaguk paham .
" Ok by " Lintang langsung mematikan panggilan nya tanpa menunggu jawaban Eliza .
Begitu juga dengan Eliza langsung fokus pada pekerjaan nya tanpa peduli dengan ponsel nya sudah yang mati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
London 11.30
Tok ....tok ....
" Masuk "
Ceklek
" Daddy " Kedua pria yang ada di ruangan itu langsung menatap ke sumber suara .
" Lo koh Grace ke sini ,mommy mana " Tanya Leo dengan wajah syok nya .
" Di rumah ,Grace bawakan makan siang " Tunjuk nya pada pelayan yang sedang membawa beberapa kotak bekal .
" Hey princess " Grace menghampiri Lintang dan memeluk pria itu membuat Lintang tersenyum dan mengakat tubuh Grace duduk di pangkuan nya .
" Maaf Tuan " Leo langsung berdiri mengambil kotak bekal yang di bawah pelayan.
"Pulang saja nanti Grace balik sama saya " Ujar Leo .
" baik tuan " Jawab Pelayan lalu meninggalkan ruangan itu .
" Kenapa datang sendiri ,mommy mana " Tanya Leo menghampiri Grace dan Lintang .
" Mommy marah sama Grace " Leo hanya menghela napasnya panjang sedangkan Lintang hanya tersenyum .
" Jangan membuat mommy selalu marah Sayang, kamu tahu mommy lagi hamil kasian Oma " Ujar Leo lembut .
" Grace hanya minta uang untuk beli hadiah untuk teman Grace tapi mommy bilang Grace sudah di berikan tadi pagi kenapa minta lagi ? " Aduh Grace cemberut.
" istri mu terlalu hemat Leo ,apa dia takut kamu miskin " Leo hanya menghela nafas panjang .
" Ya sudah ayo kita makan dulu, nanti Grace pulang sama Daddy ok " Grace mengaguk.
" Mau nginap di rumah Uncle tidak ,pasti Oma sama Opa senang " Grace menatap Lintang dan Leo bergantian .
" Nanti Mommy ...."
" Biar Uncle yang Izinin ,mau tidak " Grace mengaguk dengan cepat ,dia sangat yakin jika pria yang meminta izin pasti langsung di jawab iya oleh ibunya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟