
Hiks ....Hiks ...Hiks ....
Lintang membuka matanya dengan paksa saat mendengar tangisan seseorang,padahal dia baru saja memejamkan matanya beberapa menit yang lalu .
" Honey " Lintang langsung bangun dari tidurnya hingga kini dia duduk di atas tempat tidur menghadap Eliza .
" Kenapa ?? Apa baby sakit atau aku tidak sengaja memukul mu atau gimana " Tanya Lintang dengan lembut sekalipun dia sendiri khawatir .
Karena melihat istri nya tiba² saja menangis tanpa sebab !
" Kenapa Hm " Lintang menghapus cairan bening yang sudah membahasi pipi Eliza " Baby lapar mau makan sesuatu " Lagi² Eliza menggelengkan kepalanya pelan .
"Kamu kangen keluarga mu " Eliza kembali menggeleng ,dengan sabar Lintang membawa Eliza dalam pelukannya " Aku harus gimana ? " Tanya dengan pelan .
" Aku mau ini, tapi kamu tidurnya terlalu pulas karena kelelahan ! Aku tidak tega membangunkan mu " Ujar Eliza sesegukan ,tanpa dia sadari bahwa kini Lintang yang tadinya panik dan khawatir berubah jadi Blang dengan penuturan Eliza apa lagi tangan wanita itu tidak berpindah dari asetnya .
Merasa tidak mendapatkan respon apa pun dari Lintang ,Eliza semakin kencang menangis nya membuat Lintang kalang kabut.
" Honey ..maaf² " Lintang melonggarkan pelukannya menatap wajah Eliza .
Cup
" Jangan menangis " Eliza hanya diam saja " Kita telepon dokter kandungan mu dulu ya, aku takut kalian kenapa² " Ujarnya dengan lembut .
" Kata Aunty bisa di lakukan dengan pelan " Jawab Eliza polos .
" Apa kau sangat menginginkan nya " Eliza mengaguk cepat " Baby ingin di jenguk " Lintang mengulum senyumnya melihat wajah Eliza seperti itu membuat nya ingin tertawa .
" Tapi Honey ...."
" Kamu tidak mau " Tanya Eliza kesal sejak tadi Lintang berusaha menolaknya dan mengulur waktu .
" Bukan begitu Honey ,aku hanya ....."
" Aku juga tidak mau begini ,sejak tadi aku tidak bisa tidur hanya karena dia menginginkan di jenguk Papi nya " Potong Eliza emosi .
" Iya² Honey maaf " Lintang menghela napas panjang , seperti nya dia harus kembali belajar sama Leo .
" Lihat aku " Eliza menatap Lintang dengan mata yang masih basah .
Perlahan Lintang mencium kening ,lalu mata Eliza secara bergantian ,hidung lalu berakhir di bibir manis milik Eliza.
" Jika sudah tidak nyaman nanti katakan ya " Eliza mengaguk lalu menunduk malu ,membuat Lintang menahan senyumnya .
Jika boleh jujur Lintang tidak mengenali Eliza yang sekarang di mana wanita itu berubah jadi wanita pemalu .
Padahal sebelumnya wanita itu bisa di bilang tidak memiliki urat malu ,tapi jika sifatnya kembali dia akan berubah jadi macan tutul .
" Bukannya aku memintamu untuk menatap ku Hm " Lintang kembali mengakat dagu Eliza .
" Jangan begini ,aku gugup " Cicit Eliza memalingkan wajahnya ke samping bahkan kini wajahnya sudah memerah nak tomat merah.
" Kenapa harus gugup " Lintang kembali meminta Eliza untuk menatap nya hingga kini keduanya saling menatap .
" Cantik " Ujar Lintang , perlahan Lintang mendekatkan wajahnya hingga napas keduanya saling menerpa kulit mereka .
Cup
Eliza memejamkan matanya pelan saat benda kenyal nan tebal milik Lintang menyentuh bibirnya dengan lembut dan menuntut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Eliza menggeleng bersandar di dada Lintang di mana wanita itu begitu aktif berada di atas Lintang sebelum keduanya mendapatkan pelepasan yang begitu dahsyat.
" Istirahat sebentar dulu ya, baru kita bersihkan milikmu ,takutnya Baby tidak nyaman " Eliza hanya menggaguk sebagai jawabannya.
" Cape tapi enak " Ujar Eliza setelah napasnya kembali membaik .
" Aku akan terus menghamili mu jika seperti ini " Jawab Lintang tertawa kecil .
" Tadi di tolak " Ujar Eliza kesal .
" Aku bukan menolak Honey ,hanya takut terjadi papa dengan kalian karena usia baby belum sebulan " Terang Lintang lembut .
" Alasan " Cibir Eliza .
" Ayo ,bersihkan dulu " Lintang memilih mengalihkan pembicaraan,jika tidak bisa saja akan berlanjut dan berkahir salah paham lagi .
Lintang membawa Eliza kedalam kamar mandi sambil menggendong wanita itu ala baby koala .
Cup
CUP
CUP
Eliza mencium bibir tebal milik Lintang berkali² tanpa mempedulikan pria itu .
Setelah selesai Lintang mendudukkan Eliza di ujung tempat tidur sedangkan dia masuk dalam ruangan ganti untuk mengambil pakaian untuk Eliza .
Namun saat kembali wanita itu sudah tertidur dengan keadaan polos yang hanya di tutupi selimut .
" Apa orang hamil seperti ini ,ketika sudah mendapat kan kenginginan nya dia bisa tidur dengan tenang " Lintang menatap piyama tidur Eliza .
Dengan pelan dia naik di atas tempat tidur memakai kan pakaian tidur milik Eliza .
" Jangan membuat Mami mu seperti tadi ,Papi bingung harus melakukan apa " Lintang mengelus perut Eliza dengan lembut lalu menurun pakaian Ekiza dengan pelan .
Huh !
Lintang menghela nafas lega karena Eliza tidak sampai bangun ,entah karena lelah setelah melakukan penyatuan atau karena ngantuk.
Lintang sendiri bingung ,tapi apa pun itu setidaknya istri nya itu sudah bisa tidur dengan nyenyak setelah tadi membuat nya jantungan .
" Kita tidur ya sayang " Lintang membaringkan tubuhnya di samping Eliza lalu membawa wanita itu dalam pelukannya sambil mengusap perut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘