
Alvin tersenyum bahagia melihat keakraban Lana dan Eliza sekalipun sang kakak sering mengumpat dan berkata ketus tapi Lana terus bercerita mungkin itu sudah ciri khas dari anak sulung nya itu dan Lana sudah terbiasa dengan hal itu .
" Ayah kenapa " Alvin menatap Lana menggeleng " ayah hanya bahagia melihat kalian berdua ,jika saja...."
" Jangan memulai ,lebih baik cari wanita untuk mengurus anda , Lana tidak mungkin akan terus berada di samping mu ,dia juga akan memiliki keluarga " Potong Eliza serius , terserah orang beranggapan buruk padanya karena berbicara sesantai itu pada ayah kandung nya karena memang dia begitu .
" Apa kamu tidak masalah jika ayah menikah lagi " Tanya Alvin serius menatap Eliza .
" Kenapa harus bertanya padaku " Eliza menaikkan alisnya sebelah " Yang jalani anda jadi lakukan saja jika sudah bertemu dengan wanita yang benar bukan wanita jadi²n " Sindir Eliza .
" Ayah akan melakukan nya ,tapi kamu harus datang ' Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya .
Saat ketiganya tengah sibuk mengobrol orang yang di tunggu akhirnya datang.
" Kenapa lama sekali " Tanya Alvin kesal .
" Klienku bukan kamu saja " Jawab sang pengacara .
" Apa ini Putri mu " Alvin mengaguk tersenyum " Cantik " Ujarnya dengan jujur .
" Jaga ucapan nya Om ,dia sudah menikah " Ujar Lana membuat sang pengacara menutup mulutnya rapat.
" Maafkan saya Non " Jawab nya dengan sopan .
" Jangan mendengar ucapan anak kecil itu ,berikan saja berkasnya " Alvin menggaguk sebagai jawabannya.
Eliza menerima berkas yang di berikan pengacara ayah nya lalu menatap isi berkas itu dengan teliti .
" Apa mereka hanya mendapat kan rumah " Tanya Eliza menatap ayahnya setelah membaca isi surat itu .
" Ya " Jawab Alvin jujur .
" Berikan beberapa setidaknya untuk mereka makan 50 atau 100 itu sudah cukup " Ujar Eliza lalu membubuhkan tanda tangan nya di atas kertas itu .
" Tapi sayang...."
" Setidaknya dia pernah menemani anda hingga memberikan tiga orang anak , terserah uang itu mereka gunakan untuk apa ,itu bukan urusan kita " Potong Eliza menatap serius ayahnya .
" Baiklah " Jawab Alvin, dia bangga dengan pemikiran Eliza padahal jika itu untuk orang lain bahkan tidak akan berpikir sejauh itu dengan apa yang sudah di lakukan ibunya di masa lalu begitu juga dengan mya .
Tanpa mereka sadari jika Eliza lebih dari seorang monster jika sudah berubah wujud , dia hanya akan menampakkan sisi lain di depan orang tapi jika sudah mengusik nya jiwa malaikat maut nya akan melekat padanya .
Kini giliran Lana yang tanda tangan lalu setelah itu Alvin yang memberikan tanda tangan nya di kertas yang sudah di penuhi tinta itu .
" saya hany mengambil kopian nya aslinya Lana yang memegang nya " Ujar sang pengacara .
" Terima kasih sudah membantuku " Ujar Alvin serius .
" Kita teman tidak ada kata Terimakasih cukup belikan aku makanan " Ujarnya bercanda membuat Alvin tertawa kecil .
🪵
🪵
Kini Eliza sudah berada di kamar yang di siapkan ayahnya tidak semewah kamarnya yang ada di Indonesia tapi ini cukup nyaman untuknya .
" Istirahat satu jam " Gumam Eliza membuang tubuhnya di atas tempat tidur empuk itu .
tapi belum juga matanya terpejam ponselnya dering dan itu panggilan dari sang kekasih .
" Apa dia tidak punya kerjaan " Ujar Eliza kesal lalu mematikan ponselnya bahkan dia sampai menonaktifkan tidak peduli pria itu akan marah .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BRAK
" Apa kau tidak bisa membuat ku tenang ,aku baru datang dan kamu meminta anak buahmu menjemput ku " Eliza menatap tajam pria yang hanya duduk di kursi kerjanya dengan tenang .
" Mami menunggu mu dia merindukan mu " Ujar Lintang .
" Aku tidak merindukan nya " Jawab Eliza ketus hingga membuat Perseta yang ada di sofa hampir tertawa.
" Apa yang harus aku bawa " Tanya Eliza berjalan ke arah sofa .
" Berlian " Jawab Lintang berdiri ikut menyusul Eliza .
" Aku tidak punya uang " Jawab Eliza .
" Kalian terlihat akrab " Tanya Eliza menatap Chris dan Albert .
" ya ,bahkan kami sudah memiliki seorang putra " Ujar Chris kesal membuat eliza tersenyum .
" Apa Agnes tidak ke sini " Tanya Eliza menatap Leo .
" lagi di perjalanan sekalian jemput Grace sekolah " Jawab Leo .
" Ah aku merindukan gadis kecil itu " Gumam Eliza tersenyum .
' berapa hari di sini " Tanya Albert .
" Sebulan " Jawab Eliza asal tapi di tanggapi serius oleh Lintang .
" Serius " Tanya Lintang menatap Eliza " Awas jika kamu pulang sebelum waktunya aku akan membuat perusahaan ayahmu rata tidak tersisa "Lanjutnya dengan serius .
" ya aku perlu menenangkan diri " Jawab Eliza serius .
" Belum ada hasilnya " Eliza mengaguk tersenyum , ketiga pria yang ada di situ saling menatap karena tidak paham .
Tidak berselang lama pintu ruangan Lintang terbuka memperlihatkan gadis kecil yang berlari menghampiri mereka .
" Daddy " Leo merentang kan kedua tangan nya menunggu Grace memeluk nya .
beberapa detik kemudian wanita hamil masuk sambil memegang tas ransel kecil membuat Eliza berdiri dari duduknya.
" Apa Perutmu akan meledak " Agnes hanya tertawa mendengar ocehan sang sahabat " masih beberapa bulan " jawabnya memeluk Eliza dengan erat .
" aku merindukan mu " Ujar Agnes dengan tulus .
" Tapi aku tidak " Balas Eliza.
" Terimakasih atas pujiannya " Ujar Agnes melepaskan pelukannya .
" Di antar sopir " Agnes mengaguk " Mommy melarang ku membawa mobil " Jawab Agnes .
" Agnes " panggil Chris " jika itu perempuan untuk istri ku ya " Lanjutnya membuat Agnes tertawa tapi tidak dengan Leo
" Apa segitu tidak lakunya hingga kalian mengincar kedua anakku " Bentak Leo kesal.
" Jika kalian terus menempel rumor di luaran sana aka semakin melebar " Ujar Lintang .
" Rumor apa " Tanya Eliza menatap Lintang .
" Mereka pacaran " Eliza langsung menutup kedua mulut nya kaget .
" Serius " Tanya Eliza menatap Leo dan Agnes yang hanya mengaguk " Miris sekali " Ucap Eliza tersenyum ngeri .
" lebih baik kita pergi berada di sini kita seperti orang asing " Ujar Chris kesal .
"Tapikan mereka sering jajan " Ucap Eliza .
" Kami sudah lama berhenti ,biar kaya Lintang dan Leo dapat daun muda " Jawab Albert datar .
" Kering dong " Jawab Eliza sambil menatap ke arah bawah Albert dan Chris membuat kedua pria itu menutup milik mereka dengan kedua tangan nya .
" Honey " Tegur Lintang kesal .
" Aku hanya menatap nya tidak menegangnya " Jawab Eliza tenang .
" Sekalipun " Jawab Lintang tegas .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘