
" Luar biasa sekali " Ujar Lintang saat melihat siapa yang masuk dalam ruangannya " asisten dari pengusaha besar terlambat masuk kantor dan membiarkan bosnya menunggu " Geram panjang Lintang menatap tajam Leo .
" Maaf, tadi ada yang harus aku urus " Lidah Lintang berdecak .
" Aku tidak peduli " Jawabnya kesal .
" Mommy tidak akan mempertemukan aku dengan Grace jika Agnes meminta berpisah " Lintang mengubah ekspresi wajahnya menatap Leo .
" Lalu " Tanya Lintang serius .
" Semuanya baik-baik saja , setidaknya agnes masih mau mendengar ucapan ku " Jawabnya dengan helaan napas panjang .
" Dia tahu tentang semalam " Leo mengaguk " Dia selalu tahu apa yang aku lalukan di luar tapi dia tidak bertanya atau apa pun itu hingga membuatku kesal " Jawab Leo .
" Apa yang membuat mu kesal ,bukannya kamu senang bahkan semalam sampai kamu membuat wanita itu tidak berdaya " Cibir Lintang ketus .
" Karena dia tidak peduli seolah aku ini bukan suaminya , bahkan mungkin jika aku meninggal di luaran sana dia akan baik² saja " Jawab Leo datar .
" Apa kamu mencintai nya " Lidah Leo berdecak mendengar pertanyaan Lintang " Pertanyaan bodoh " Lintang langsung melototkan matanya tajam .
" Jika tidak ,Untuk apa aku harus menahan nya jika hanya memikirkan Grace mommy masih bisa mengurus nya " Jawab Leo ketus .
" Lintang " Pekik seseorang membuat Leo menatap ke arah meja .
" Kau menelpon " Lintang mengaguk tersenyum .
"Kau terlalu lama hingga aku meminta Eliza menemaniku "jawab Lintang .
" Maaf Honey " Ujar Lintang lembut .
" Sekarang Leo sudah ada biarkan aku bekerja " Ucap Eliza .
"Kamu sudah makan siang " Tanya Lintang lembut .
" Hebm " Jawab Eliza .
" aku tutup ,Miss you " Ujar Lintang .
" Me too " Jawab Eliza ,lalu panggilan itu terputus .
" Ah iya jam 9 pemilihan sekertaris " Ujar Leo .
" Ini sudah lewat jam 9 " Jawab Lintang emosi .
" Apa aku selama itu " Gumam Leo menggaruk pelipisnya yang tidak gatal .
Tok ....tok ...tok ...
" Masuk "
Ceklek
" Maaf tuan peserta .... "
" 5 menit lagi kami akan ke sana " Potong Leo cepat .
" Baik tuan , permisi " Ujar nya lalu menutup kembali pintu ruangan Lintang dengan rapat .
" Biarkan aku minum sedikit " Ujar Leo berjalan ke arah lemari koleksi wine milik Lintang .
" Kau ingin " Lintang hanya mengaguk sebagai jawabannya .
🪵
🪵
🪵
Kini Lintang dan Leo sudah berada di ruangan interview mereka menatap para calon sekertaris tapi ada yang menarik perhatian Leo dan Lintang yaitu satu² peserta pria yang ada di ruangan itu .
" Bukannya kamu adiknya Eliza " Tanya Lintang menatap pria yang kini duduk di depannya .
" Iya ....tuan " Jawabnya terbata .
" Kau memiliki tujuan " Lana mengaguk jujur .
" Apa " Tanya Lintang .
" Hanya itu " Lana mengaguk dengan cepat karena dia tahu jika Lintang memiliki hubungan dengan kakaknya tersebut saat dia bertunangan dengan Kakaknya Agatha dan diam² dia mengikuti mereka saat kembali ke kamar .
" Antar dia ke ruang ku " Ujar Lintang menatap salah satu anak buah nya .
" Tunggu di sana , jangan ke luar sebelum aku kembali " Lana menatap Lintang .
" Tolong jangan katakan pada ibu dan kakak Agatha ataupun ayah ku " Ujarnya dengan memohon, Lintang hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Mari tuan " Lana mengikuti anak buah Lintang .
" Maaf kak Eliza ,jika Lana harus melakukan ini ,maaf ayah !! Lana hanya ingin hubungan kita baik² saja sekalipun tidak dengan ibu dan kakak Agatha " Gumam Lana pelan tapi masih bisa di dengar oleh anak buah Lintang .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lana langsung berdiri saat mendengar suara pintu terbuka di mana Lintang dan Leo serta seorang wanita memasuki ruangan itu .
" Duduk " Titah Leo pada kedua orang tersebut .
" Kenapa kamu bisa tahu di sini buka lowongan pekerjaan karena aku hanya meminta yang ada di dalam perusahaan saja " Tanya Lintang to the poin.
" Ada temanku yang berkerja di sini dan dia memberitahu ku dan saya mencoba sekalipun saya tidak yakin untuk di terima tapi semalam saya mendapatkan telepon untuk mengikuti interview " Jawab Lana jujur .
" Perusahaan ayah mu " Tanya Lintang lagi .
" Itu milik Kaka Eliza ,saya hanya ingin berdiri sendiri membahagiakan ayah dengan usahaku sendiri " Jawab Lana .
" Kau berbeda sekali dengan ibumu dan Agatha " Ucap Leo menggeleng .
" jika ayahmu tahu kamu bekerja di sini apa yang akan kamu katakan begitu juga dengan ibu dan Agatha "Tanya Lintang
" Saya belum memikirkan itu Tuan " Jawab Lana menunduk .
" Kau akan membantu Leo dalam arti kamu Sekretaris nya " Lana langsung menatap Lintang .
" Itu terlalu tinggi tuan, saya tidak papa menjadi OB atau apa pun itu " Tolak Lana dengan cepat .
" Apa kau ingin Eliza membenci ku hanya karena manusia seperti mu " Lana langsung menundukan kepalanya " Maaf tuan " Jawab Lana.
" Dan kamu " Tunjuknya pada seorang wanita yang duduk di samping Lana " Kerjakan tugasmu dengan benar jika saja kamu melakukan kesalahan nasibmu akan sama dengan sekertaris sebelumnya " Lanjut nya dengan tegas .
" baik tuan " Jawab nya terbata .
" mejamu di depan dan kamu " tunjuk nya pada Lana " Nanti Leo pikirkan untuk sementara kamu bekerja dalam ruangan nya Leo dulu mungkin besok mejamu sudah ada " Lanjut nya lagi .
" Iya tuan " jawab Keduanya .
" Ke luar lah, kamu langsung ke ruangan Leo yang ruangan sebelah " ucap Lintang .
" Iya tuan , terimakasih " Jawab ke duanya lalu ke luar dari ruangan Lintang .
"Aku ke ruangan ku dulu " Ucap Leo
" Hebm ,berikan pekerjaan mereka " Jawab Lintang
" Iya " Jawab Leo ,lalu meninggalkan Lintang sendirian .
Lintang menarik sudut bibirnya ke atas menampilkan senyum seringainya , sepertinya dia akan memanfaatkan adik iparnya itu tidak masalah bukan .
Lintang tertawa kecil memikirkan hal bodoh yang akan dia lakukan nanti dan pastinya akan membuat wanita itu akan marah, Lintang menyukai itu karena menurut nya Eliza sangat lucu dengan wajah merah menahan emosinya .
" Tunggu tanggal mainnya Honey " Gumam Lintang lalu kembali fokus pada pekerjaan nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘