Eliza

Eliza
Bukan tamu



Setelah menghabiskan waktu bersama sahabat dan sahabat Lintang kini mereka sudah berada di rumah Lintang di mana ibu dari Lintang sudah menunggu kedatangan calon menantunya itu .


Dan benar saja melihat reaksi ibunya saat melihat Eliza membuat Lintang mendengus kesal .


" Mami " Tegur Lintang membuat wanita itu menatap nya " Bahkan sama Lintang yang anak kandung Mami tidak begitu saat Lintang pulang kerja " Lanjutnya lagi.


" Kamu anaknya Papi mu " Jawab sang ibu sambil membawa Eliza ke ruangan makan.


" Honey " Panggil Lintang mengikuti langkah kedua wanita itu .


" Dia milikku " Ujar Lintang menatap kesal ke arah ibunya saat sudah berhasil melepaskan Eliza dari ibunya .


" Dia bukan milikmu " Sentak sang ibu yang tidak mau kalah .


" Papi urus istri mu " Ujar Lintang menatap laki² yang hanya duduk di kursi.


" Kalian belum menikah jadi dia ....."


" Ayo honey " Eliza hanya bisa menghela nafasnya panjang dia sudah seperti tali tambang yang di tarik ke sana kemari .


" Tidur di sini kan " Tanya ibu lintang menatap Eliza .


" Malam ini saya tidur di rumah Lana Aunty ,Tidak enak soalnya mereka yang meminta ku ke sini " Lintang langsung menengok ke samping menatap Eliza .


" Kan sudah janji mau tinggal di sini Honey " Ujar Lintang tidak suka .


" Hanya satu malam " Lidah Lintang berdecak kesal " Layani aku " Jawabnya ketus .


" Tidak usah sayang, kamu di sini tamu biar pelayan saja " Cegah sang ibu tidak enak .


" Dia bukan tamu Mi ,dia wanitaku " Ujar Lintang .


" Apa pun itu tapi ......"


" Tidak papa Aunty , jika kita tidak mengalah kasian Uncle " Ujar Eliza menatap ayah Lintang yang sejak tadi menatap perdebatan mereka .


" sejak kapan papi di sini " Tanya sang istri kaget .


" Apa kehadiran calon menantu mu melupakan suamimu " Cibir Ayah Lintang menatap sang istri.


" Bukan begitu ......Papi mau makan apa " Tanya Sang istri mengalihkan pembicaraan.


" Papi sudah kenyang " Jawabnya ketus,tapi sang istri tetap mengambilkan makanan untuk suami nya .


" Honey " Eliza menghela napasnya panjang lalu melayani Lintang seperti orang yang di depannya .


" kamu harus biasa Honey " Lanjutnya lagi .


" Berapa lama di sini " Tanya ayah Lintang.


" Belum Tahu Uncle tapi mungkin agak lama " Jawab Eliza menatap pria yang begitu mirip dengan sang kekasih.


" Apa keluarga mu sehat " Eliza mengaguk tersenyum " Sehat Uncle , Uncle sendiri gimana sehat " Ayah Lintang mengaguk dengan wajah datarnya .


Ayah sama anak tidak jauh berbeda saat mereka belum terlalu akrab dengan orang mereka akan bersikap datar dan dingin ,begitu juga dengan Lintang dulu .


Eliza meletakan piring yang sudah di isi lauk pauk di depan Lintang sambil mendekatkan air minumnya .


" Syukurlah ,jika Uncle punya waktu jalan² ke sana " Ujar Lintang lembut .


" Kamu tidak memintaku ke sana Honey " Ucap Lintang menatap Eliza .


" Kamu tidak penting " Timpal sang ibu .


" Aku usahakan " Jawab ayah Lintang.


" Zaza akan menunggu nya Uncle " Ujarnya tersenyum lalu duduk di samping Lintang setelah mengambil makanannya sendiri .


" Ya " Jawabnya singkat padat dan jelas .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah acara makan siang bersama lalu di sambung cerita sebentar Lintang membawa Eliza ke kamarnya dengan alasan istirahat .


" Tidak ke kantor " Lintang menggeleng memeluk Eliza dari belakang " Bolos " Lintang hanya mengaguk .


" Mau istirahat " Eliza mengaguk " Badanku terasa lelah " Lintang membawa Eliza ke tempat tidurnya .


" Apa kita akan tidur sekamar " Tanya Eliza menatap Lintang .


" Bukannya kita sudah sering seperti ini " Tanya balik Lintang menaikan kedua alis nya menatap Eliza .


" Tapi ini di rumah sayang, aku tidak enak ....."


" Ayo " Lintang membaringkan tubuh Eliza " Sayang " panggil Eliza .


" Apa perlu aku meniduri mu " Eliza memutar bola matanya jengah " Badanku cape " Jawabnya kesal lalu menarik selimut menutupi tubuhnya .


Lintang membuka jas ,dasi ,kemeja nya meletakan di keranjang kotor di susul bagian bawanya lalu masuk dalam kamar mandi membiarkan Eliza istirahat dengan baik .


Melihat itu Eliza hanya tersenyum membenarkan posisi tidurnya .


Hanya dalam hitungan menit Eliza sudah masuk dalam mimpi nya bersamaan dengan Lintang yang baru ke luar dari kamar mandi yang hanya menggunakan dalaman .


Lintang melempar handuk yang baru saja di pakai untuk mengeringkan rambut nya ke keranjang kotor lalu menyusul Eliza di atas tempat tidur .


dengan perlahan dia membalikkan tubuh Eliza menghadap nya,lalu membuka kancing kemeja Eliza satu persatu.


" Lintang " Tegur Eliza yang merasa terusik .


" Aku hanya bermain dengan mereka tidur lah " Ucapnya tanpa rasa bersalah .


Hap .


mulut hangat Lintang langsung melahap benda kenyal itu bak bayi yang sedang kehausan jangan lupa tangan satunya meremas nya dengan pelan dan memainkan dengan ibu jarinya dan jari telunjuknya .


🪵


🪵


🪵


" Apa nanti Grace tidak menangis ,nanti malah merepotkan Albert dan Chris " Ujar Agnes yang sedang berbaring di paha Leo ,keduanya masih berada di perusahaan mengurus beberapa pekerjaan yang di tinggal Lintang .


"Sekalian mereka belajar " Jawab Leo sekenanya .


" Kalau ada yang melihat mereka membawa Grace pasti orang² akan beranggapan itu benar " Leo hanya menarik sudut bibirnya ke atas .


" Di luar sana banyak mata pasti mereka sudah melihat itu " Jawab Leo tenang .


" Apa mereka tidak ingin menikah " Leo menaikan kedua bahunya " Mungkin belum dapat yang cocok " Jawab Leo sekenanya .


" Eliza ke sini ada urusan apa " Tanya Agnes .


" Kenapa kamu begitu penasaran dengan kehidupan orang ,apa itu caramu bisa bertahan hidup " Agnes mendengus kesal " Alu hanya bertanya " Jawabnya kesal .


" Ada urusan dengan keluarga kandungnya ,apa itu sudah cukup " Agnes hanya diam saja sambil menatap layar di depannya .


" Istirahat lah jika kamu ingin tidur " Agnes mengaguk lalu membalikkan badannya menghadap perut Leo .


" Perutmu aman Baby " Agnes hanya menggaguk sambil mengelus perut nya dengan pelan,lagian sofa yang di ruangan Leo memang besar jadi cukup untuk di jadikan tempat tidur.


Leo menatap ke arah bawa membawa tangannya mengelus pipi mulus Agnes lalu menatap perut nya yang semakin membesar membuat bibirnya tertarik ke atas .


Lalu dia kembali fokus pada pekerjaan agar cepat selesai sebelum nantinya mereka kembali ke rumah .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟