Eliza

Eliza
Berhalusinasi



Seminggu sudah setelah kepergian Lintang ,dan sudah waktunya Eliza menyusul suaminya seperti ucapan Henry dan Elvi .


Setelah berpamitan pada keluarganya,Eliza langsung masuk dalam pesawat sekalipun dia tidak ingin pergi .


Padahal sebelumnya Eliza sudah sering pulang pergi London -indonesia tapi bedanya kali ini dia harus menetap karena suaminya tinggal di negara itu .


Bahkan Eliza belum memberi tahu Lintang jika dia menyusulnya ke London , dia ingin memberikan kejutan pada suaminya ,itu kenapa dia meminta keluarga nya untuk tidak memberi tahu nya .


Setelah menempuh perjalan yang cukup lama Eliza sampai pagi hari padahal sebelum nya dia berangkat pagi dari Indonesia karena perbedaan waktu yang begitu banyak .


Kini Eliza sudah berada di perjalan menuju kediaman Lintang, dia menyempatkan diri menghubungi keluarganya agar tidak khawatir .


" Hallo "


" Zaza sudah sampai Opa " Jawab Eliza dia lebih dulu menghubungi Henry .


" Kamu di jemput pengawal "


" Di jemput Brad Opa " Jawab Eliza menatap ke arah depan di mana Brad sedang mengemudi .


" Apa pria itu tidak bekerja " Tanya Henry .


" Mungkin Erland yang meminta nya Opa " Jawab Eliza lembut .


" Biasakan tiap 3 bulan ke sini " Eliza tersenyum mengagguk sekalipun Henry tidak melihat nya ,padahal saat dia berpamitan Henry terus memintanya untuk pergi karena bosan melihat nya .


" Hebm, Zaza usahakan ! jika Opa meminta sekarang pun Zaza akan kembali " Jawab Eliza menatap ke arah luar .


" Tidak perlu ,kamu habiskan waktumu di situ ! jika sekarang Opa malas melihat mu " Eliza hanya tersenyum mendengar ucapan Henry " Kalau begitu Opa tutup masih banyak pekerjaan Opa " Eliza menatap ponselnya yang tiba-tiba mati .


" Apa segitu senang nya " Gumam Eliza tersenyum lalu kembali menghubungi seseorang .


" Hallo princess " Kali ini Eliza menghubungi Naufal .


" Ayah sudah pulang " Tanya Eliza lembut .


" Belum ,masih menyelesaikan beberapa pekerjaan mungkin ayah lembur " Jawab Naufal lembut .


" Zaza sudah sampai ,ini lagi di perjalanan di jemput Brad " Ujar Eliza lembut .


" Syukurlah, ingat pesan Oma mu " Ujar Naufal .


" Iya Ayah ,Eliza bisa kembalikan jika merindukan ayah sama Bunda " Tanya Eliza


" Zaza bisa kembali kapan pun itu " Jawab Naufal cepat .


" Ah bahkan Zaza sudah merindukan ayah ,apa Zaza kembali saja " Eliza menarik sudut bibirnya kala mendengar tawa Naufal .


" Tidak untuk sekarang Princess, Opamu akan menceramahi mu hingga pagi hari bahkan dia tidak akan berhenti nantinya " Kali ini gantian Eliza yang tertawa .


" Salam buat Papa " Ujar Eliza saat mendengar suara pria itu.


" Kamu masih mengingat papa " tanya Daniel .


" Tentu , Papa cinta pertama Zaza " Jawabnya sambil tersenyum .


" Papa anggap kamu tidak berbohong "


" Kalau begitu ayah tutup ya, soalnya lagi bahas pekerjaan dengan papa Daniel " Ujar Naufal lembut .


" Iya ayah ,jangan pulang larut kasian bunda " Pinta Eliza .


" Iya sayang , hati² di situ ! I Love you "


" Love you too ayah ,papa " Jawab Eliza .


Eliza kembali meletakan ponselnya dalam tas kecilnya lalu menatap Brad.


" Gimana keadaan mu ? Maaf aku baru menanyakan itu ' Tanya Eliza lembut .


" Baik kak " Jawab Brad ,ya karena dia dan Eliza tidak memakai panggilan seperti yang lainnya ,Naufal melarang itu karena dia dan Brad keluarga .


" Jangan terus membuat Aunty menunggumu , sering hubungi dia " Brad mengaguk " Iya kak " Jawab Brad .


" Kau lebih dingin di banding adik mu " Brad tertawa kecil .


Pembahasan keduanya terputus karena kini mobil Brad sudah berada di depan pagar besar yang menjulang tinggi milik rumah Lintang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mendengar kedatangan Eliza kedua orang tua Lintang langsung ke luar dari rumah besar itu menyambut kedatangan menantu mereka .


" Eliza " Eliza tersenyum melihat ibu mertua nya .


" Kenapa tidak memberi tahu Mami jika mau ke sini " Eliza mundur beberapa langkah saat wanita itu memeluknya dengan erat .


" Eliza ingin memberi kejutan Mi " Jawab Eliza membalas pelukan ibu mertua nya .


" Jadi suamimu tidak tahu " Eliza mengaguk tersenyum .


" Gimana keadaan Mami sama Papi, sehat " Kini keduanya saling menatap .


" Kamu baik² saja " Bukannya menjawab ibu mertuanya malah balik bertanya .


" Tidak " Jawab Eliza jujur .


" Tapi sejauh ini Eliza sudah sedikit membaik " Ibu mertua nya mengelus lengan Eliza dengan lembut .


" Ah iya Mami kenalkan ini adikku " Ujar Eliza .


" Bukannya dia asisten tuan Erland " Tanya Emmanuel menatap Brad.


" Ya ,dia adikku !! ibunya sama ayah ku saudara " Ujar Eliza lembut .


" Sering²lah ke sini " Ujar ibu mertua Eliza .


" Iya Nyonya " Jawab Brad.


" Kakak maaf aku harus pergi soalnya ada rapat " Pamitnya menatap Eliza .


" Maaf sudah merepotkan mu , padahal kamu bisa meminta pengawal yang menjemput ku " Ujar Eliza .


" Aku bisa di bunuh Ayah " Eliza tertawa kecil .


" Mari tuan ,nyonya " Pamit Brad sopan .


" Hati² nak, kami menunggu mu kembali ke sini " Ujar ibu mertua eliza .


" Iya Nyonya " Jawab Brad lalu masuk dalam mobilnya


🪵


🪵


London 22.12 PM


Lintang memasuki rumah nya yang sudah begitu gelap di mana penghuni nya sudah berada di alam bawah sadarnya .


Dengan langkah gontai penampilan yang sudah begitu berantakan bahkan kemejanya sudah tidak terkancing semuanya .


Seharian ini dia tidak menghubungi Eliza begitu juga sebaliknya Eliza tidak menghubungi nya mungkin dia tahu jika dia begitu sibuk pikir Lintang.


Lintang memegang handle pintu lalu membukanya dengan pelan .


Ceklek


Kamar yang gelap itulah hal pertama yang di lihat Lintang ,tapi ada yang membuat nya bingung aroma parfum Eliza begitu jelas di penciuman nya .


" Apa karena aku begitu merindukan nya " Gumam Lintang ber jalan masuk dalam kamarnya .


Tak


Lampau kamar menyala hingga membangunkan seseorang yang sejak tadi menunggunya terbangun sedangkan keberadaan nya belum di ketahui pemilik kamar itu .


" Sudah pulang ? " Dengan cepat Lintang menatap ke arah tempat tidur.


" Sepertinya aku sudah gila " Lintang tertawa kecil mengabaikan Eliza yang menatap nya bahkan pertanyaan nya pun tidak di jawab .


" Sayang " Lintang tetap mengabaikan panggilan Eliza , menurutnya dia sedang berhalusinasi karena merindukan sosok wanita bar² itu yang kini sudah menyandang status sebagai istri nya .


" Apa karena pekerjaan ku banyak , membuat ku gila apa lagi seharian ini aku tidak mendengar suaranya " Lintang menggeleng kepalanya pelan sambil tertawa kecil .


Eliza memilih turun dari tempat tidur mendekati Lintang yang kini sedang membuka pakaian nya .


" Kenapa dia terlihat nyata ,apa ini pertanda hal buruk akan terjadi " Gumam Lintang menatap Eliza yang kini berdiri di samping nya.


" Sepertinya aku harus menelpon Leo untuk libur sehari, Aku seperti orang gila sekarang " Lanjutnya ,tapi detik kemudian dia merasakan lengannya di gigit hingga membuat nya berteriak kencang.


" Aaakkkkhhhhh " Pekik Lintang memegang lengannya lalu menatap Eliza yang kini berdiri di sampingnya .


" Apa kamu masih terlihat seperti orang gila " Mata Lintang membola menatap Eliza dengan lekat .


PLak


" Lintang " Pekik Eliza saat tangan besar Lintang mendarat di pundak nya " Sakit bodoh " Lanjutnya dengan kesal .


" Kamu ....Kamu sejak kapan berada di sini " Tanya Lintang tanpa mempedulikan jeritan istri nya .


" Sejak pagi tadi " Jawab Eliza ketus .


" Bukannya aku sudah bilang akan menjemput mu " Eliza mendengus kesal memilih duduk di sofa di ikuti Lintang .


" Aku di usir Opa dan yang lainnya " Jawab Eliza .


" Tapi sepertinya aku akan kembali ke sana , karena di sini aku tidak perlakukan dengan baik " Lanjutnya kesal .


" Itu salah mu sendiri , Kenapa tidak menghubungi ku jika kamu ke sini " Jawab Lintang lantang karena tidak ingin di salahkan .


" Namanya juga kejutan " Jawab Eliza polos .


" Aku kira tadi kamu hantu " Ujar Lintang memeluk Eliza dengan erat menyalurkan rasa rindunya padahal baru seminggu mereka berpisah .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘