Eliza

Eliza
SAH



Pernikahan dan pesta yang Eliza impikan harus di kubur sedalam -dalam, di mana malam ini pernikahannya dengan Lintang di adakan di depan Mommy Ellena yang sudah tidak bersama mereka lagi .


Bukan hanya dia tapi kedua adiknya juga, Eliza menatap Rangga yang begitu tegar beda halnya dengan dia dan El .


Eliza menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan lembut.


Maaf Eyang ,Zaza tidak sekuat itu !! Zaza sudah menahan nya .Ucapnya dalam hati lalu mengelus pipinya .


Lintang,Iqbal dan Vika sudah berada di ruangan itu begitu juga penghulu sudah berada di sana ,untuk sekarang mereka akan menikah secara agama dulu dan besok mereka akan mengurus nya


Karena malam ini mereka akan fokus pada pemakaman mommy ellena terlebih dahulu karena Daddy Radit meminta malam ini juga Mommy Ellena di kuburkan .


Di rungan itu juga ada keluarga Iqbal dan Vika yang datang bersama anak mereka tidak ketinggalan keluarga Adara dan orang tua Naufal


" I Love you " Eliza menatap ke samping nya lalu memeluk Lintang tangisannya kembali pecah .


" Hubungi orang tuamu " Ujar Jose menatap Lintang .


Lintang merogoh ponselnya dalam jasnya lalu menghubungi orang tuanya sekalipun tidak yakin ke dua orang tuanya bersama karena di sana siang dan sang ayah pasti berada di perusahaan .


Dering ketiga panggilan video Lintang sudah terhubung dan benar saja Emmanuel berada di perusahaan.


" Bisa aku yang bicara " Lintang menatap Henry lalu mengaguk memberikan ponselnya pada Henry ,dimana pria itu langsung ke luar dari ruangan itu agar berbicara dengan baik .


Beberapa menit kemudian Henry sudah kembali memberikan ponselnya pada Lintang dan betapa terkejutnya ternyata di sana sudah ada ibu sahabat dan juga Agnes .


" Papi " Emmanuel hanya mengaguk tersenyum begitu juga yang lainnya sekalipun senyuman itu dilakukan dengan paksa .


' Apa semuanya sudah siap " Tanya penghulu dengan pelan .


" Sudah Pak " Jawab Jose .


" Biar Ghozi saja " Lintang menatap Gozi lalu mengaguk memberikan ponselnya pada pria itu .


" Thanks " Ghozi hanya mengaguk sebagai jawabannya .


Lintang dan Eliza lebih dulu duduk di kursi di samping ranjang Mommy Ellena berhadapan dengan penghulu .


Penghulu menatap Lintang dan Eliza " Pelan² saja " Lintang hanya mengaguk sebagai jawabannya menerima uluran tangan penghulu yang berada di atas perut mommy Ellena berjarak beberapa senti .


Lintang menarik napasnya panjang saat penghulu sudah menyelesaikan ucapannya.


" Saya terima nikah dan kawinnya Eliza Novayandri Agrata Mateo Binti Naufal Zeroun Agrata dengan mas kawin tersebut tunai " Ujar Lintang satu kali tarikan napasnya .


" SAH "


Lintang menatap ke sampingnya di mana Eliza hanya menundukkan kepalanya perlahan dia menggegam tangan Eliza .


" I Love you my wife " Bisik Lintang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Lintang dan Eliza sudah berada di dalam kamar setelah pemakaman keduanya langsung ke kamar .


Begitu juga yang lainnya ,sedangkan keluarga Vika dan Iqbal memilih kembali ke rumah mereka masing-masing .


" Honey " Eliza menatap Lintang " Ayo bersihkan dulu tubuhmu " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya .


Beberapa menit keduanya sudah selesai ,Lintang membawa Eliza duduk di tempat tidur sedangkan dia ke ruangan ganti mengambil pakaian untuk Eliza lalu kembali ke dalam kamar membawa pakaian untuk Eliza .


" Aku tidak tahu kamu akan suka atau tidak , soalnya aku mengambilnya asal " Eliza menatap Naufal lalu mengaguk .


Eliza membiarkan Lintang melakukan apa pun pada tubuhnya hingga pakaiannya terpakai dengan sempurna .


" Tidak bawah baju " Lintang mengaguk tersenyum " Tidak papa ,ayo istirahat " Jawab Lintang lembut .


Tok ....tok ...


" Tunggu sebentar " Eliza mengaguk sambil menatap Lintang yang berjalan ke arah pintu .


Ceklek .


" Bunda " Panggil Naufal sedikit kikuk karena belum terbiasa .


" Bunda tidak tahu apa ini cocok untukmu ,tapi Bunda rasa ini akan cukup di tubuh mu " Ujar Queen dengan lembut .


" Makasih Bunda " Ujar Naufal tersenyum .


" Istrimu baik² saja " Naufal mengaguk tersenyum ,entah kenapa mendengar kata istri membuatnya bahagia " Baik Bunda " Jawabnya .


" Istirahat lah ,bunda kembali ke kamar dulu " Pamit Queen .


" Iya Bunda " Jawab Lintang ,lalu menutup pintu kamarnya setelah Queen berlalu dari hadapan nya .


" Biar aku bantu " Lintang menatap Eliza " Istirahat saja ok " Ujar Lintang,tapi bukan Eliza namanya kalau menurut hingga pria itu membiarkan apa pun yang di inginkan istri nya .


" Maaf aku belum ....."


" Aku kedinginan Honey " Potong Naufal karena menang Eliza sudah membuka bathrobe nya .


" Ah iya " Ujar Eliza lalu memakaikan pakaian untuk Lintang hingga selesai lalu dia mengambil bathrobe nya di masukan dalam keranjang kotor.


Keduanya naik ke atas tempat tidur, Eliza menatap Lintang yang juga menatapnya .


" Kamu butuh sesuatu " Eliza menggeleng tersenyum " Makasih " Lintang hanya mengulum senyum " Kita istirahat ya " Eliza mengaguk mendekati Lintang .


" Aku ingin di peluk " Tanpa menjawab Lintang langsung memeluk Eliza lalu keduanya berbaring .


Tidak ada kegiatan atau adegan yang memicu adrenalin karena selain keduanya cape,suana nya juga kurang mendukung sehingga keduanya hanya tidur saling berpelukan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟