
Kau yakin akan ikut dengannya " Tanya Eliza melirik Leo yang tidak jauh dari mereka .
Jujur Eliza kaget mendengar Agnes akan ikut dengannya apa lagi wanita itu tahu pagi tadi saat dia menuju bandara sehingga dia menyempatkan diri bertemu Agnes terlebih dahulu .
"Hm " Jawab Agnes seadanya .
" Tapi bagaimana....."
" Tidak usah khawatir, aku bisa jaga diri baik-baik !! Bagaimana pun dia butuh sosok ayah sekalipun aku tidak yakin apa nanti dia bisa mendapatkan sosok itu atau tidak, untuk sekarang aku hanya ingin melakukan ini agar nanti aku tidak menyesal kalaupun nanti aku tidak kuat lagi ,aku akan meminta bantuan mu " Eliza menghela nafas panjang menatap sendu pada sahabat nya .
Dia tahu ini berat untuknya tapi dia juga harus memikirkan perasaan anaknya nanti jika bertanya tentang sosok ayah, sama halnya dengan nya dulu yang selalu merengek ingin seorang bunda bahkan dia sampai sakit hanya karena merindukan Queen yang saat itu ayah nya dengan Bunda nya belum memiliki hubungan papa ,sampai dia pun harus kembali berpisah dan bertemu saat dia berada di rumah sakit .
Semua itu tidak mudah baginya sekalipun dia sudah besar sampai sekarang tak ayal baginya jika memikirkan dulu selalu saja membuatnya menangis,apa lagi kehadirannya begitu di terima dengan baik di keluarga Bundanya sekalipun mereka tahu jika dia bukan anak dari ayah nya melainkan anak dari mantan istri nya dan selingkuhan nya mengingat itu Eliza meringis .
" Kalau butuh papa jangan sungkan, di sana ada Eyang,opa Jeje sama Opa Alan !! Aku akan memberi tahu mereka jadi seringlah ke sana " Agnes hanya mengaguk sebagai jawaban nya .
" Aku akan usahakan ke sana jika nantinya kamu lahiran " Agnes kembali mengagguk ,Eliza menundukkan Sedikit tubuh nya sejajar dengan perut Agnes .
" Maaf Aunty harus meninggalkan mu dengan Bunda tapi Aunty janji suatu saat kita akan bertemu kembali jangan nakal sampai di tempat barumu bantu bunda untuk tetap kuat karena hanya kamu obatnya " Ujar Eliza dengan lembut sambil mengelus perut besar Agnes,seolah paham Eliza langsung mendapatkan respon dan itu membuat Agnes kesakitan .
" Ok cukup, Aunty tahu jangan buat Bunda sakit ,I Love you princess " Lanjutnya lagi lalu Eliza berdiri memeluk Agnes .
Kali ini bukan Eliza yang menangis melainkan Agnes entahlah ,padahal semalam dia baik² saja .
" Maaf Non pesawatnya sudah siap " Eliza melepaskan pelukannya memberikan senyum terindahnya untuk Agnes .
" Kita masih bisa melakukan video " Agnes mengaguk .
" Aku membiarkan dia ikut bersama mu tapi jika nanti dia tidak bahagia aku sendiri yang akan datang menjemput nya ,banyak mata yang akan mengawasi mu dan aku pastikan kamu tidak akan bertemu putri mu " Ujar Eliza serius menatap Leo dengan dingin , Leo hanya mengangguk sebagai jawabannya .
" Ayo " Kini Eliza dan Agnes masuk di pintu yang terpisah sekalipun keduanya menaiki jet pribadi yang akan membawa mereka nantinya .
Sesampainya di dalam jet pribadi Agnes hanya menatap nanar ke arah luar jendela menatap pesawat jet yang di naiki Eliza .
" Sampi jumpa , terimakasih untuk semua hal yang sudah kamu lakukan untukku,sudah menerima ku tanpa melihat ku dari mana !! Maaf selalu membuat mu repot " Gumam Agnes mengusap jendela .
Tes
Leo yang sejak tadi menatap Agnes dengan pelan dia mendekati wanita itu, sekalipun nantinya Agnes tidak nyaman .
" Kau baik² saja " Agnes hanya menggaguk lalu mengusap pipinya dengan lembut .
Kita berjuang bersama ya Nak ,jika nanti Bunda sudah tidak kuat bantu bunda Ucap Agnes mengusap perutnya dengan lembut , melihat itu Leo ikut mengelus perut Agnes .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Menempuh perjalan hampir 12 jam ,kini Eliza sudah sampai di tanah kelahirannya dengan senyum mereka Eliza ke luar dari jet pribadi merentangkan tangannya dengan lebar .
" Eliza kembali " Pekik Eliza membuat pengawal menatap ke arah wanita itu.
Eliza menuruni tangga satu persatu di mana mobil sudah menunggunya di bawah sana .
Sesampainya di samping mobil pengawal langsung membukakan pintu mobil .
" Apa tuanmu tidak tahu ,aku butuh Waktu istirahat tidak bisa kah membiarkan aku tenang " Jawab Eliza kesal .
' Maaf Non " Jawab Sang sopir .
Mobil yang di tumpangi Eliza kini mulai jalan meninggalkan bandara menuju rumah utama .
" Pasti dia lagi tidur ,apa dia baik² saja di sana !! Semoga dia tetap baik² saja " Gumam Eliza lalu memejamkan matanya setelah memasukan kembali ponselnya dalam tasnya .
30 menit berlalu akhirnya mobil yang membawa Eliza sudah sampai di rumah utama .
Tapi bukannya senang Eliza malah emosi ,dia di minta ke rumah utama tapi tak ada pun satu orang yang menyambut nya datang.
Dengan kesal Eliza ke luar dari mobil sebelum sopir membukakan pintu bahkan dia menutup pintu dengan keras hingga menimbulkan suara .
BRAK
Sopir hanya bisa memegang dadanya karena kaget menatap punggung Eliza yang sudah masuk dalam rumah bahkan sapaan kepala pelayan di abaikan begitu saja .
" Kenapa meminta Zaza ke sini kalau tidak ada yang menyambut Zaza " Semua orang menatap ke sumber suara .
" Kakak bukan orang penting " Celetuk Erland .
" Apa itu yang kamu dapat selama berada di sana , berteriak pada orang tua apa lagi di meja makan " Elvi menatap tajam Eliza sambil memegang garpu .
" Bukan begitu Oma ,kan Zaza baru datang masa tidak ada yang menyambut Zaza " Ujar Eliza takut .
" Ini pagi orang mau sarapan ,kerja ,sekolah " Eliza mengaguk menunduk " Duduk " Eliza mendekati meja makan dengan gontai dan itu membuat peserta yang ada di meja makan menahan senyumnya .
" Kaka Zaza kenapa " Eliza menatap Daffa tajam menaikan garpunya ke arah Daffa .
" Eliza " Lagi² dia harus mengalah, apa begini nasib jadi yang tertua ,jika bisa di tukar dia ingin jadi yang paling bungsu " Iya Oma " Jawab Eliza mengambil sarapan nya sendiri .
" Jangan ganggu kakaknya ,cepat makan nanti kalian terlambat " Ucap Elvi.
" Iya Oma " Jawab Mereka bersamaan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘