Eliza

Eliza
Mama tiri jahat



Ceklek


" Wah ada hot Daddy " Ujar Albert tertawa begitu juga Chris .


" Apa kau tidak bekerja " Tanya Leo sinis .


" Cape " Jawab Chris seadanya lalu duduk di sofa begitu juga dengan Albert .


" Kau kerja cape tapi bermain dengan mereka tidak " Ujar Lintang menatap kedua wanita yang di bawah sahabatnya .


" Vitamin multi fungsi" Lidah Leo berdecak .


" Otakmu yang multi fungsi " Jawabnya Ketus .


" Apa kalian sudah makan siang " Tanya Chris .


" apa.kamu tidak melihat kami sedang apa " Bentak Leo kesal .


" Kau terlalu lama libur nya " Cibir Albert .


" Ke luar lah " Usir Lintang jengah pada kedua sahabatnya .


" Kau ingin bermain " Tanya Albert menatap wanita yang di samping nya .


" Pilihan mu buruk sekali ,apa tidak ada wanita cantik hingga memilih rongsokan " jawab Lintang dingin dan tajam.


" Asal bisa bikin puas Dude " Bela Albert menatap wanita yang di sampingnya di balas dengan senyuman paksa karena kesal dengan ucapan Lintang .


"Puas dari mana ,mual mungkin " Jawabnya lagi lalu berdiri dari duduknya berjalan ke arah sofa.


" Apa Eliza sudah kembali " Lintang mengaguk sebagai jawabannya " Padahal kita belum melakukan perpisahan " Ujar Chris .


" kalian siapa ?? Denganku saja tidak " Jawab Lintang mengeluarkan nikotin dalam saku celananya .


" Aku bingung dengan hubungan kalian " Ujar Albert menggaruk alisnya sebelah .


" Kenapa kamu yang bingung ?? " Tanya Lintang bersandar di sofa mengeluarkan asap dari mulut nya hingga memenuhi ruangan itu .


" Dia begitu tenang menghadapi wanita di sekitar mu " Lintang hanya tersenyum miring mendengar ucapan Albert .


" Apa dia benaran menyukaimu " Tanya Chris memastikan ,Lintang menyimpan nikotin di asbak yang ada di atas meja .


" Kalian terlalu banyak bertanya ,lebih baik kalian menikmati tubuh mereka setelah itu suruh mereka pergi , melihat wajah buruk mereka membuat ku kesal " Kedua wanita itu langsung menahan ke arah Lintang dengan kesal .


" Kami pakai ruangan mu " Leo hanya mengaguk saja sebagai jawabannya .


" Kau tidak ingin bermain " Leo menatap Lintang " perkejaan ku masih banyak " Jawab Leo lalu kembali fokus pada berkas yang ada di depannya .


"Berhenti dulu, ini sudah masuk makan siang " Ujar Lintang .


" Aku akan membawa mereka nantinya " Jawab Leo merenggangkan badannya hingga menimbulkan bunyi .


Lain di ruangan Lintang lain pula di ruangan Leo .


" Eugh ....sssttt...Baby " Chris menekan kepala wanita yang kini berada di bawahnya hingga membuat nya tersedak tapi dia tetap mengisap sosis besar berurat milik Chris .


" Aaarrrggggghhhhhhh " Geram panjang Chris meremas rambut wanita nya .


Tidak jauh berbeda Albert pun sama halnya dengan Chris .


" Aaahhh... Kau menyukai nya " wanita itu hanya mengaguk sambil tersenyum menggoda .


" Berdiri " Ujar Albert


detik kemudian dia membalikkan badannya hingga membelakangi Albert .


Seolah paham dengan keinginan Albert wanita itu langsung memposisikan


Jleb


" Aahhhhhh " Desah panjang saat milik Albert masuk sepenuh nya dengan satu kali hentakan kuat .


pLak


" Aahhhh " Albert meremas bokong sintal itu lalu menghentakan miliknya dengan kasar dan kuat .


' Eugh ...ya bergerak " Pintah Albert saat melihat lawannya ikut bergerak nakal ' Aaarrgghhhh " Geram panjang Albert .


Chris yang sudah tidak tahan langsung menarik miliknya dari mulut wanita itu dan meminta nya memposisikan tubuhnya .


Jleb


" Aahhhhhh "


" Tuan ....Aahhhhhh " Desah nya saat dengan mata terpejam menikmati sosis urat milik Chris yang terasa penuh dan sesak .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Indonesia 19.23


Eliza baru saja kembali dari butik dia langsung menghampiri ruangan di mana keluarga nya biasa berkumpul .


" Zaza Pulang " Ujarnya lalu membuang tubuhnya di atas sofa singel .


" Lembur Kak " Tanya Naufal lembut .


" Hebm " Jawab Eliza seadanya .


" Masih banyak " Tanya Queen .


" Tinggal beberapa lagi ,tapi besok saja lanjutinya " Jawab Zaza .


" Kaka liburan tidak cape ,kerja cape " Cibir Valeno .


" Diamlah, jangan membuat Kaka marah lebih baik ke kamar sikat gigi cuci kaki lalu tidur "Jawab Eliza ketus .


" Kita belum makan malam karena nunggu kakak " Timpal sang kembaran valerio.


" Memang siapa yang melarang mu makan ?? " Tanya Eliza ketus .


" Tidak ada " Jawabnya lalu menatap Queen yang juga menatap nya membuat Valerio langsung memutuskan dan menatap ke arah lain .


" Mandi dulu ,baru kita makan sama² " Ujar Desi lembut


" iya Oma " Jawab Eliza lalu berdiri meninggalkan mereka .


" Apa kita tidak terlalu berlebihan yank " Tanya Naufal menatap Queen .


" Kita lihat saja dulu " Jawab Queen .


" Bunda itu mama tiri real ,kakak Eliza di paksa kerja di butik baru bunda yang terima uang nya " Queen langsung menatap Valeno .


" Sekali lagi coba di ulangi " Tanya Queen menatap tajam anaknya .


" Bunda mama tiri yang kejam " Timpal Xana tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya .


" Xana " Panggil Queen rendah .


" Sudah yank, kenapa sih selalu saja berdebat dengan anak² " Ujar Naufal dengan helaan napas panjang.


" Kamu membela mereka mas " Tanya Queen kesal .


" kenapa jadi kalian yang berdebat " Tanya Faisal menahan anak dan menantu nya .


" Tahu itu Cucu ayah bikin kesal saja " Jawab Queen menatap Xana dan valeno .


Sedangkan di dalam kamar Eliza langsung membersihkan tubuhnya merendam dengan air hangat .


" Serasa seperti di kayangan ' Gumam Eliza saat badannya bersentuhan dengan air hangat itu


Eliza berasa di urut Otot-otot nya yang tadi nya kencang dan kaku tidak Setegang seperti tadi .


Eliza memejamkan matanya dengan perlahan menikmati masa berendam nya, aroma terapi dan sabun membuatnya sedikit nyaman dan rileks .


" Apa aku perlu tukang urut " Gumamnya pelan " Ya seperti nya harus untuk memijat kepala ku " Lanjutnya lagi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘