Eliza

Eliza
Sangat tulus



" Bunda dengar adikmu di sini " Eliza langsung menatap Queen yang sedang menyiapkan makanan untuk Naufal .


" Daddy yang bilang " Tanya Eliza ,tapi Queen hanya diam saja .


" Tidak usah mengungkit itu Bun " Ujar Eliza tidak suka.


" Kenapa ?? " Tanya Queen lalu duduk di samping Naufal menatap Eliza .


" Tidak suka " Jawabnya serius.


" Suka tidak suka ,dia adikmu !! " Jawab Queen tegas .


" Bunda " Naufal menggeleng meminta Queen untuk tidak melanjutkan nya ,tapi bukan Queen namanya jika langsung menurut.


" Kalian lahir dari darah yang sama, bunda mengatakan ini bukan bunda tidak menyayangi mu , atau karena bukan bunda yang melahirkan kamu tapi dia tidak bersalah apa pun , jika bisa memilih pasti dia ingin seperti Zaza yang memilih untuk tidak di lahirkan tidak ada yang mau hidup dalam keluarga yang tidak sehat dan itu yang di rasakan adikmu ,cobalah buka hatimu lupakan kejadian dulu biar kamu bisa tenang " Ujar Queen .


" Yang di katakan Bunda mu benar Sayang, kamu bisa membenci mereka tapi jangan dengan adikmu , Oma tahu perasaan mu tapi kamu tidak mungkin hidup terus seperti ini !! Pelan² saja dulu mungkin dengan kedekatan kalian bisa membuat hubungan zaza sama ayah Alvin serta bunda Lian membaik karena bagaimanapun mereka orang tua kandung Zaza " Ujar Desi lembut .


" Bunda tidak memaksa Zaza ,tapi coba lah untuk mengikhlaskan semuanya bunda yakin Zaza akan lebih tenang gunakan waktu Zaza selama dia di sini tidak ada kesempatan kedua , sekalipun ada pasti akan beda jalannya Nak " Ujar Queen lagi .


" Zaza akan coba Bun " Jawab Eliza .


" Bunda tunggu, bawa dia ke rumah ini untuk makan siang besok " Eliza mengaguk sebagai jawaban nya .


" Sekalian dengan nya " Lanjut nya lagi .


" Jangan di paksa princess " Ujar Naufal lembut .


" Tidak papa Ayah " Naufal mengaguk sebagai jawabannya .


" Sudah² ,kapan kita makannya " Ujar Faisal kesal .


"Ayo makan dulu " Ujar Desi .


Setelah makan malam Eliza langsung ke kamarnya langsung membersihkan tubuhnya lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur setelah mengganti pakaian tidurnya .


Dret.....Dret.....dret.....


" Hallo "


" kau tidak ke sini ?? Apa kau membiarkan aku tidur sendirian " Eliza menghela napasnya panjang.


" Memang kenapa kalau kalau tidur sendirian ,kamu tidak akan di culik " Jawabnya ketus .


" Honey, ayo lah " Rengek Lintang manja .


" Tunggu " Jawabnya lalu mematikan ponsel nya ,lalu menurunkan kakinya berjalan ke arah ruangan ganti mengganti pakaian nya .


Setelah selesai Eliza pun langsung ke luar dari kamarnya turun ke bawah .


" Mau ke mana " Tanya Naufal .


" Ke luar sebentar " Jawab Eliza mencium mereka satu persatu .


" Jangan bermalam ,atau bunda minta Opa menyeret mu " Eliza mengaguk lalu mencium pipi Queen .


" Uncle temani Queen ya " Ujar Queen salah satu penjaga .


" Baik Non,apa saya sendiri " Tanya Penjaga .


" Bawa sama temannya Uncle " Ujar Queen lalu memberikan kunci mobilnya pada penjaga .


" Baik Non " Jawab penjaga lalu meminta satu penjaga untuk ikut bersama nya .


🪵


🪵


🪵


Ting ....tong ...Ting ....Tong


Ceklek


" Kau datang " Eliza langsung masuk tanpa menjawab ucapan Lintang .


" Temani aku kerja " Ujar Lintang setelah menutup pintu kamarnya ternyata di dalam ada Leo dan Lana.


" Ayo " Lintang membawa Eliza ke arah sofa .


Lana yang melihat kehadiran kakak nya langsung mengembangkan senyumnya .


" Malam Kakak " Sapa Lana sopan .


" Hebm " Jawab Eliza seadanya .


Lintang meminta Eliza duduk di kedua kakinya dan dia duduk di belakang Eliza di atas sofa .


" Kau memanggilku hanya untuk ini " Lintang mengaguk lalu meletakan dagunya di atas kepala Eliza membuat Eliza mendengus kesal .


Leo dan Lintang kembali melanjutkan pekerjaan mereka sedang kan Lana hanya diam sambil menatap kedua pria itu .


Eliza yang merasa bosan langsung mengeluarkan ponselnya memainkan benda tipis itu .


"Besok makan siang di rumah kata Bunda " Ujar Eliza


" Siapa " Tanya Lintang .


" Kami usahakan " Jawab Lintang .


Cup


Lintang memberikan kecupan di atas kepala Eliza membuat wanita itu menatap ke atas yang hanya di berikan senyuman tipis.


Dua jam menemani Lintang bekerja membuat wanita itu bosam dan mengantuk .


" Cape " Tanya Lintang lembut sambil mengacak rambut Eliza..


" Aku mengantuk " Jawab Eliza .


" Pulanglah, apa pengawal bersamamu " Eliza mengaguk .


" Antar Eliza ke bawah ,jika sampai dia terluka aku akan melempar mu ke jalan " Ujar Lintang menatap Lana .


" Baik tuan " Jawab Lana terbata .


" Tidak usah aku bisa sendiri mereka juga ada di bawah " Tolak Eliza halus .


" Menurut Ok " Eliza mendengus lalu mengaguk .


Cup


Lintang mengakat wajah Eliza ke atas lalu mencium bibir wanita itu bahkan dia memberikan ******* hingga membuat Eliza kaget karena di situ ada Lana kalau hanya Leo dia masa bodoh .


Lana yang melihat itu langsung menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya .


" Sudah " Ucap Lintang sambil mengelus bibir Eliza .


" Temani tidurnya nanti saja ,jika kerjaan ku sudah selesai " Lanjutnya mengacak rambut Eliza yang masih kesal .


" Tidur saja sama Leo " Jawabnya ketus lalu berdiri .


" Tidak enak Honey " Ujar Lintang .


" Iya sudah aku pulang ,cup " Eliza mencium pipi Lintang lalu berjalan ke arah pintu di ikuti Lana .


" Dia manis bukan " Tanya Lintang sambil menatap ke arah pintu .


" Agnes juga begitu " Lintang langsung menatap Leo dengan wajah bingung nya .


" Sekalipun kami hidup dengan baik tapi Agnes masih menjaga jarak sekalipun hanya sesekali mungkin dia masih merasa tidak nyaman " Ujar Leo .


" Padahal dia sudah tahu perasaan ku tapi entahlah apa yang membuat nya seperti itu " Lanjutnya lagi .


" Ajak dia liburan ,setelah kembali dari sini kamu bisa mengajaknya tidak usah memikirkan apa pun ,aku bisa atasi semua nya ada Lana yang akan menemani ku " Leo langsung menatap Lintang.


" Kau tidak berbohong kan " Lidah Lintang berdecak .


" mau aku tarik ....."


" Jangan Deal " Potong Leo cepat .


" Makanya selesai kan cepat biar kamu bisa liburan dengan cepat " Leo langsung mengagguk merenggakan ototnya lalu kembali fokus pada laptop dan kertas yang ada di depannya begitu juga Lintang .


Sedangkan Lana dan Eliza yang kini berada dalam lift hanya bisa terdiam hingga lift yang mereka tumpangi berhenti di lobby hotel tersebut.


" Lana antar sampai ke mobil ya kak " Eliza hanya mengaguk saja .


" Kakak " Panggil Lana pelan " Boleh minta Nomor nya kakak " Lanjutnya lagi ,tapi Eliza hanya diam saja.


Hingga kini keduanya sudah sampai di mobil di mana kedua pengawal sudah berdiri di samping mobil Eliza .


" Mana ponsel mu " Tanya Eliza meminta ponsel Lana .


" Hebm ,di kamar kak " Lana mengusap tengkuk nya " Lana tidak berani bawah ke kamar tuan karena ...


" Tulis lah nomor mu " Potong Eliza " Apa kamu tidak menghafal nya juga " Lana langsung mengambil ponsel Eliza dengan tangan bergetar " Hafal kak " jawabnya lalu menulis nomor ponsel nya .


" Sudah kak, terimakasih " Eliza menerima ponselnya lalu menghubungi nomor Lana .


" Kembali lah, langsung istirahat tidak usah menemui mereka ini sudah larut " Ujar Eliza datar lalu masuk dalam mobil .


" Iya Kak, hati² kak " Jawab Lana tersenyum bahagia .


Lana terus berdiri di tempatnya hingga mobil Eliza tidak terlihat lagi ,sedangkan di dalam mobil Eliza hanya bisa mengambil napas panjang nya .


Apa kamu sebahagia itu hanya karena aku memberikan nomor ponsel ku Batin Eliza dalam hati ,dia bisa melihat dengan jelas jika memang Lana tulus padanya .


" Aku akan mencoba nya " Gumam Eliza lalu menatap ke arah luar .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟