
"Sudah Pulang sayang " Ujar Lian pada yang Agatha .
" sayang " Panggil nya lagi dengan lembut .
" Diamlah apa kamu tidak bisa membuat ku tenang Hah " Bentak Agatha membuat Lian kaget .
" Apa ada masalah ,kenapa ....."
" iya ada masalah dan semua itu karena ibu, kenapa dulu ibu tidak menggugurkan Eliza kenapa ?? " Pekik nya dengan keras " Apa ibu tahu Lintang sudah memutuskan hubungan kami lagi² aku harus kalah sama anak haram itu " Lian melototkan matanya lalu mengambil ponselnya yang ada di atas meja .
" ibu akan bertemu dengan orang tuanya ,ini tidak benar kalau kalian putus harusnya ada kesepakatan ...."
" Percuma .....Karena semua ini hanya rencana Lintang bahkan kedua orang tuanya tidak perna menganggap kita ada ,semua ini karena ibu dan Ayah " Potong Agatha Emosi .
" Kenapa ayah tidak memberikan aku perusahaan itu, aku anak sah " Lanjutnya lagi.
" Karena kamu tidak pantas , perusahaan itu aku bangun karena usahaku sendiri bukan karena hasil menjual tubuh " Sindir Alvin yang baru saja kembali dari kantor .
" Alvin " Bentak Lian menatap tajam suaminya .
" Kamu harus sadar , perusahaan mu berdiri karena kamu menipu Naufal dan semua itu tidak lepas dari campur tangan ku " Lanjutnya dengan emosi .
"Itu kenapa aku menginginkan Eliza yang duduk di sana bukan wanita yang selalu kamu banggakan itu, jangan pikir diamku selama ini ,tidak tahu papa tentang rencana kalian bahkan kamu ikut turun tangan saat Agatha akan mencelakai Eliza , aku hanya berpesan Eliza bukan tandingan kalian " Ujar Alvin meninggalkan anak dan istri nya .
" Alvin ...Alvin " Teriak Lian memenuhi rumah mereka .
" Akan aku pastikan wanita itu mati di tangan ku " Ujar Agatha dengan sorot mata memerah .
" Apa kakak belum sadar ?? " Agatha dan Lian menatap ke sumber suara " jangan salah kan kakak Eliza jika semua yang kakak inginkan tidak tercapai tapi salahkan ibu, bahkan sampai sekarang pun itu seperti tidak punya rasa bersalah pada Kaka Eliza " Ujar Lana pada kedua wanita itu .
" Tutup mulutmu , kamu sama ayahmu sama saja !! Apa begitu caramu berterimakasih pada ibu setelah apa yang ibu korbankan untuk mu Hah " Bentak Lian " Bahkan ibu rela mati hanya untuk anak yang tidak tahu berterima seperti mu " Lanjutnya dengan emosi .
" Apa Lana harus seperti ibu dan kakak Agatha ,apa begitu cara berterimakasih maaf Lana lebih memilih hidup tenang bersama ayah " Ujar Lana meninggal kedua wanita itu .
" Lana ....Ibu belum selesai bicara Lana " Teriak Lian memenuhi ruangan itu .
Lian menatap Agatha yang juga meninggalkan nya sendirian di ruangan itu .
" Aakkkhhhhhh ini semua karena Regina aku membencimu Regina ,aku bersumpah sampai kapan pun aku tidak akan pernah membuat hidup mu tenang ,aku bersumpah untuk itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Agnes dan Eliza pulang ke apartemen dengan langkah gontai sudah beberapa hari ini Agnes menginap di apartemen Eliza atas permintaan wanita itu ,tapi saat akan memasuki Lift, keduanya di kagetkan keberadaan Ryan yang ada di dalam lift .
" Hai, kita bertemu lagi " Ujar Ryan tersenyum .
" Hai " Balas kedua nya dengan lemas .
" Apa kalian sakit " Keduanya menjawab dengan menggeleng kepala " Lalu kalian kenapa " Tanya Ryan lalu memencetnya tombol lift .
" Cape " Jawab keduanya membuat Ryan menarik sudut bibirnya " Apa kalian dari kampus " Agnes menggeleng " Dari perpustakaan mengerjakan tugas " Jawabnya dengan lirih.
" Mau singgah sebentar , kebetulan saya sudah memasak tadi ke luar sebentar karena lupa beli sesuatu " Ujar Ryan .
" Kamu serius " Ujar Eliza cepat membuat Agnes menatap nya " Iya,jika kalian tidak keberatan " Jawab Ryan bingung dengan perubahan wajah Eliza.
" Kebetulan aku sangat lapar dan tidak ada waktu buatnya memasak " Ujar Eliza menatap Agnes .
" Kau sehat " Tanya Agnes dengan wajah polosnya .
" Kau ingin aku sakit " Agnes menggeleng " Aku hanya merasa ragamu berada di dunia lain " Lidah Eliza berdecak .
" Kata Oma ku ,rezeki itu tidak bisa di tolak karena tuhan membenci itu " Ryan menahan bibirnya untuk tidak tertawa .
" Bukan kata Oma mu ,tapi memasang dasarnya kamu rakus " Jawab Agnes ketus .
" Apa kamu lupa aku siapa Hah ,bahkan aku bisa membeli harga dirimu !! Aku itu di ajarkan untuk menghargai " Agnes memutar bola matanya jengah .
" Menghargai, lalu apa kamu menghargai ku " Tanya Agnes kesal .
" Kamu sudah tidak berharga " Jawab Eliza seadanya bertepatan dengan pintu lift terbuka .
" Maaf kalau nanti kalian tidak nyaman " Ujar Ryan sebelum mereka masuk.
" Kami akan nyaman ,kalau perut kami kenyang " Agnes memukul keningnya dengan pelan " Astaga " Ujar Agnes.
" Ayo masuk " Eliza dan Agnes langsung masuk kedua mata wanita itu menatap sekeliling apartemen milik Ryan .
" Bersih sekali " Gumam Agnes jujur .
" Silahkan pakai dulu sendal nya " Eliza dan Agnes langsung membuka alas kakinya lalu menggantikan dengan alas kaki rumahan .
" Apa semua ini kamu mengurus sendiri atau membayar jasa seseorang " Tanya Eliza menatap setiap sudut apartemen milik Ryan .
" Aku kerjakan sendiri ,karena menurut ku itu lebih baik " Jawab Ryan
" Mau keliling dulu " Tanya Ryan menatap ke dua wanita itu .
" Apa boleh " Ryan membagi sebagai jawabannya " Apa ini tidak sopan " Jawab Eliza .
" Hanya untuk kalian ,karena memang sebelumnya tidak ada orang yang masuk ke sini kecuali kakak ku dan asistennya itu pun kecuali mereka ada urusan bisnis di sini " Ujar Ryan menjelaskan .
" Pantasan apartemen nya bagus sekalinya kamu orang kaya " Ujar Agnes polos membuat Ryan tertawa .
" Semuanya sama saja tidak ada yang beda " Ujar Ryan .
" Mau keliling dari mana, mau ke atas dulu " Tawar Ryan .
" Apa di atas ruangan pribadi mu " Ryan mengaguk tersenyum " di atas ada kamar khusus kakakku dan asisten nya serta kedua orang tua ku jika mereka juga ke sini " Jawab Lintang
" Tidak perlu, kami di sini saja " Tolak Eliza halus .
" Lalu kenapa kamu tidak memasang foto keluarga mu dan memilih tinggal di sini " Tanya Agnes menahan Ryan .
" Aku hanya tidak suka terlalu banyak barang atau hal yang lainnya " Jawab Ryan seadanya .
"Laki² dan perempuan memang beda iya ,bahkan di apartemen milik ku sepanjang di dinding di penuhi foto " Ujar Agnes
" itu kamu tidak dengan ku " Ryan hanya tertawa mendengar perdebatan Eliza dan Agnes .
" Ah iya , bagaimana kalau kita makan dulu ,baru kita keliling " Ujar Ryan .
" Itu yang aku tunggu dari tadi " Jawab Eliza cepat .
" Apa kamu tidak bisa basa basi " Ucap Agnes .
" Aku tidak pintar melakukan itu, karena aku didik untuk to the poin dan tidak membuang² waktu " Ryan hanya bisa tertawa .
Menurut nya Eliza wanita yang sangat unik dan langkah ,di balik sikap cuek dan kasarnya dia seperti wanita pada umumnya cerewet jika sudah mengenalinya .
" Ayo " Kedua nya mengikuti Ryan ke meja makan lalu menarik kursi nya masing-masing tanpa di persilahkan .
" Kalian tidak alergi dengan makanan tertentu kan " Tanya Ryan sebelum menghidangkan makanan.
" Kami pemakan semua jenis makanan tidak kecuali daging manusia " Jawab Agnes cepat, Ryan hanya bisa tersenyum Melayani kedua tamunya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟