
Ceklek
Agnes menatap ke arah pintu di mana Leo masuk sambil memegang Ponsel nya seperti nya pria itu baru melakukan panggilan .
" Ayo , aku sudah buat janji " Agnes mengaguk lalu berdiri dari duduknya dengan pelan .
" Jika tidak kuat biarkan aku minta dokter ke sini " Ucap Leo saat melihat Agnes kesusahan.
" Ke rumah sakit saja " Jawab Agnes .
" Baiklah " Jawab Leo.
Setelah itu keduanya ke luar dari lift tapi langkah keduanya saat seorang wanita kini berdiri di depan mereka .
" Apa yang kamu lakukan di sini " Tanya Leo datar.
" Apa ini alasannya kamu melarang ku ke apartemen " Bukannya menjawab wanita itu malah balik bertanya .
" Apa karena dia kamu berubah bahkan tidak melihat ku lagi " Lanjutnya lagi.
" Kembali keperusahan jangan membuatku memecatmu secara cuma² Winda " Ucap Leo datar menatap sekertaris Lintang
" Apa hubungan kita selama ini hanya sebatas partner ranjang " Tanya Winda kesal .
Sejak ke luar dari ruangan Lintang dengan buru², Winda langsung mengikuti pria itu bahkan dia tidak meminta izin pada Lintang dan setiap kali menghubungi Leo, dia selalu di tolak jika ingin ke apartemen .
Padahal sebelum pria itu selalu meminta nya untuk ke apartemen lalu kenapa dia berubah, itu yang membuat Winda curiga sehingga memutuskan untuk mengikuti nya .
" Apa kamu berharap lebih tentang itu ,kamu tahu siapa aku jadi jangan berharap lebih dari hubungan kita ,kau menikmati nya " Bentak Leo menatapnya tajam.
" Ayo " Leo memegang tangan Agnes membawa wanita pergi ,tapi saat melewati Winda dengan sengaja dia mendorong tubuh Agnes cukup keras.
" Agnes " Pekik Leo langsung menahan tubuh wanita hamil itu , sedikit lagi perut Agnes menyentuh Lantai .
' Kamu baik² saja " Agnes mengaguk dengan wajah pucatnya kaget , sekalipun tidak sesuai jawaban nya , Leo membantu Agnes berdiri lalu menghampiri Winda yang masih berdiri di tempatnya.
' Jika aku tidak bisa memiliki mu maka dia juga tidak bisa memiliki mu ...."
pLak
pLak
Leo langsung memberikan tamparan yang begitu keras hingga membuat Winda terjatuh,tidak berhenti di situ Leo berjongkok menarik rambut Winda hingga kebelakang .
" Jika terjadi papa dengan anakku akan ku pastikan ini hari terakhir kamu berada di dunia " Ucap Leo serius.
" Aku berharap dia mati " Jawab Winda tanpa rasa takut ,rahang Leo mengeras tangan nya mencekram lesgr Winda dengan keras .
" Leo " Panggil Agnes lirih, dia tidak bisa lagi menahan perutnya yang semakin sakit .
" Leo " Uangnya lagi tapi sepertinya Leo tidak mendengar karena dia masih sibuk dengan Winda yang terus memukul lengan Leo untuk melepaskan tangannya yang ada di lehernya ,bahkan wajah Winda sudah memerah .
" Leo " dengan cepat Leo melepaskan tangannya di leher Winda .
Uhuk ....Uhuk ....
Winda langsung memegang lehernya .
" Kau baik² saja " Tanya Leo panik saat melihat wajah Agnes pucat " Kita ke rumah sakit " Tanpa mempedulikan Winda Leo langsung mengakat tubuh Agnes ke arah lift .
" Aku bersumpah akan membalas nya " Guma Winda menatap pintu lift yang mulai tertutup .
" Agnes,are you Ok " Panggil Leo khawatir .
" Darah " Gumam Leo saat merasakan tangan nya basah dan benar saja darah .
" Hei Agnes " Panggil Leo .
" Selamatkan putriku " Gumam Agnes pelan sebelum kesadaran nya benar² hilang .
" Agnes ...Agnes .....Shiiit ' Leo membenarkan posisi Agnes " Bertahanlah,aku mohon maaf sudah membuatmu dalam bahaya " Lanjut nya menggigit bibir bawahnya .
Ting
" Tuan " Sapa pengawal yang sejak tadi menunggu nya .
' Buka mobilnya cepat " Bentak Leo Emosi .
" Tuan itu " Tunjuk salah satu pengawal tapi Leo mengabaikan dia langsung membawa Agnes masuk dalam mobil .
" Urus wanita sialan itu " Ujar Leo menatap pengawal .
" Langsung ke rumah sakit " Ujar Leo panik .
' Baik tuan " Jawab Sang sopir lalu menjalankan mobilnya .
" Jangan membuatku takut Agnes " Leo terus memeluk Agnes ,darah yang ke luar juga semakin banyak ,hingga membuat Leo harus membuka jasnya menutup bagian bawah Agnes .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain Eliza merasa perasaan nya tiba² tidak enak dan itu di sadari karyawan nya saat melihat perubahan wajah Eliza .
" Apa Nona sakit " Eliza menatap karyawan nya lalu menggeleng " Tidak, tapi perasaan ku tidak enak " Jawab Eliza dengan wajah cemas .
"Biasanya seperti itu pasti ada hal yang tidak menyenangkan Non " Ucap salah satu karyawan Eliza.
" Kalian lanjut dulu , saya ke ruangan " Pamit Eliza .
" Baik Non " Jawab Mereka .
" Semoga tidak terjadi papa sama nona Eliza " Ujar karyawan setelah kepergian Eliza .
" Iya semoga semuanya baik-baik saja ,begitu juga keluarga nya " Timpal yang lainnya.
" Kita positif saja jika itu hanya perasaan Nona Eliza saja " Timpal yang lainnya lagi .
Di dalam ruangan Eliza langsung mengambil ponselnya di dalam tasnya.
Tanpa berpikir dia langsung menelpon Queen,hingga panggilan ke dua langsung terjawab .
" Bunda "
" Iya sayang kenapa " Tanya Queen lembut.
" Bunda baik² saja kan " Tanya Eliza to the poin.
" Bunda baik, kenapa sayang " Tanya Queen bingung .
" Ayah, Opa , Oma balikkan ,Ade apa sudah kembali " Tanya Eliza semakin membawa Queen bingung .
" Kamu kenapa sayang ,jangan buat bunda takut" Ujar Queen yang mulai panik .
" Perasaan Eliza tidak enak Bunda ,sesak ' Jawab Eliza jujur .
" Tapi kamu tidak sakit kan " Tanya Queen khawatir .
" Tidak bunda ,tapi dada Zaza Sesak " Jawab Eliza serak .
" Bunda ke butik ' Queen langsung mematikan panggilan nya .
Tidak berhenti di situ Eliza langsung menelpon Henry, dia ingin memastikan semua keluarga nya baik² saja .
" Opa baik² saja kan " Tanya Eliza to the poin saat Panggilan sudah Terhubung .
" Baik, kenapa princess ' Jawab Henry .
' Kalau Oma ,yang lainnya baikkan , Eyang juga kan " Tanya Eliza lagi.
" Princess kenapa ,ada masalah ?? " Tanya Henry .
" Adik² sudah kembali belum Opa ,apa pengawal bersama mereka " Ucapan Eliza semakin menjauh hingga membuat Henry bingung .
" Kamu kenapa " Tanya Henry serius .
" Zaza tidak tahu Opa ,tapi perasaan Zaza tidak enak !! Ini pertama Zaza begini " jawab Eliza sesegukan dia takut jika apa yang dia pikirkan terjadi .
" Kamu di butik bukan,Opa ke sana " Ujar Henry cepat .
" Jangan ...jangan ...Opa di rumah saja jangan ke mana² " Pekik Eliza , tapi Henry langsung mematikan panggilannya .
" Agnes ...Apa dia baik² saja " Gumam Eliza .
" Tapi barusan dia mengabariku akan ke rumah sakit memeriksakan kehamilan " Lanjutnya lagi .
" Lalu ini perasaan apa ?? Tuhan aku mohon lindungi orang² yang aku cintai jangan sampai mereka terluka tuhan ,aku mohon " ucap Eliza tangannya terus memegang dadanya dengan keras .
" Apa aku telepon saja, tapi bagaimana kalau mengganggu nya sementara dia lagi di rumah sakit " Ucap Eliza lagi kedua tanganny saling bertautan ,wajah nya tetap seperti tadi khawatir dan panik .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰😘😚😘😘
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟