Eliza

Eliza
Wanita luar biasa



Setelah makan malam selesai Lintang,Eliza serta Leo dan Lana langsung kembali ke hotel,tapi sebelum itu Reza sudah mewanti-wanti Eliza untuk tidak bermalam di hotel .


Sesampainya mereka di hotel Eliza langsung membuang tubuhnya di atas sofa dan mengakat kedua kakinya di atas meja


CUP


" Jangan mengusik ku, aku masih cape " Lintang tertawa kecil duduk di samping Eliza .


" Tunggu aku menyelesaikan proyek ini ,setelah itu kita akan menikah " Ujar Lintang serius.


" Kalau aku hamil gimana ? Bukannya proyek yang kamu jalani membutuhkan waktu cukup lama " Tanya Eliza menatap pria yang duduk di samping nya .


" Kita akan menikah terlebih dahulu sebelum nantinya kita membuat pesta " Eliza terdiam berpikir sejenak ,hingga dia mengaguk " Tidak buruk saat resepsi ada tuyul di atas panggung " Jawabnya sambil terkekeh pelan membayang hal itu .


" Tapi kamu sudah siap nanti kan berpisah dengan mereka " Eliza mengaguk " Aku tidak mungkin terus menempel pada mereka , aku cukup sadar diri siapa aku di keluarga itu " Jawab Eliza tersenyum miris .


" Sekalipun mereka tidak pernah mengungkit itu dan mencintai ku dengan tulus tapi aku tidak ingin karena ku membuat yang lainnya merasa tidak nyaman sekalipun itu sangat tidak mungkin " Eliza menjeda ucapannya" Mungkin sudah waktunya aku kembali pada mereka setelah pria itu berpisah dengan perempuan itu " Eliza menghela napasnya " Apa nantinya aku sanggup " Tanya nya pada Lintang .


" Kamu bisa kembali jika merindukan mereka , Aku tidak akan pernah melarang mu " Jawab Lintang .


" Bukan itu yang aku khawatir kan, tapi Bunda " Ujar Eliza .


" Kenapa dengan nya " Tanya Lintang, Tapi Eliza menaikan bahunya karena dia bingung harus mengatakan seperti apa lidah nya terasa kelu hanya untuk mengeluarkan suaranya membahas Queen .


" Dia wanita yang laur biasa " Hanya itu yang bisa Eliza ucapkan sambil tersenyum .


" Lintang " Panggil Eliza pelan


" Hebm "


" Apa urusanmu dengan mereka sudah selesai " Untuk pertama kalinya Eliza menanyakan hal sensitif seperti ini pada sang kekasih ,karena biasanya dia akan masa bodoh .


" Sudah ,tapi tidak dengan mereka "Jawab Lintang serius .


" Kenapa ?? Ada yang mengganggumu " Lanjutnya bertanya pada Eliza .


" Tidak ada , kalaupun ada aku tidak peduli karena itu membuang waktu ku ,aku hanya bertanya saja biar nantinya aku mempersiapkan diri menghadapi mereka " Jawabnya tertawa kecil .


" Kau membuatku takut Honey " Ujar Lintang mengacak rambut Eliza .


" Bisa aku minta tolong " Lintang mengaguk " Bisa kamu melakukan kerja sama dengan perusahaan nya , aku tahu perusahaan nya tidak seperti perusahaan mu dan Daddy yang di kenal banyak orang dan di incar banyak orang , Aku ...."


" Apa yang aku dapat jika melakukan itu " Tanya Lintang memotong ucapan Eliza .


" Apa pun aku akan menuruti nya " Lintang mengaguk " Nanti Leo yang akan mengurus nya " Jawab Lintang .


" Tapi apa nanti kamu akan mengambil ahli perusahaan itu " Eliza menggeleng cepat " Itu milik Lana " Jawab Eliza serius .


" Kau yakin dengan keputusan mu itu, bagaimana jika nanti mereka mengusik kehidupan nya " Tanya Lintang .


" Aku yakin kamu tidak mungkin membiarkan itu ,apa lagi kalian terikat kerja sama " Lidah Lintang berdecak "jadi itu tujuan mu " Eliza mengaguk sambil tertawa kecil .


" Aku harus kembali, sebelum wanita jahat itu mengomel dan mengusir ku " Ujar Eliza .


" Aku antar " Eliza menggeleng " Pengawal ada di bawa " Jawab Eliza .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Sudah pulang " Eliza langsung menatap ke sumber suara .


" Bunda " Panggil Eliza " Kenapa menunggu Zaza " Lanjutnya lagi .


Begitulah Queen, dia akan terus menunggu suami dan anak-anak nya jika belum kembali sekalipun itu sudah larut tapi dia tetap menunggu sekalipun rasa ngantuk nya sudah menderanya .


" Kamu tahu sendiri gimana bundamu " Jawab Lintang yang sejak tadi menemani sang istri .


Eliza mendekati mereka lalu ikut bergabung di ruangan itu ,dia duduk di antara Naufal dan Queen.


" Lancar makan malamnya " Eliza mengaguk " Mommy sama Mama Raine juga ikut " Jawab Eliza .


" Kenapa tidak bilang biar Bunda sama ayah ikut " Eliza tertawa kecil .


" Apa dia akan kembali " Eliza kembali mengaguk " Pekerjaan nya di sini sudah selesai Nanti dia akan ke sini lagi jika mengharuskan ' Jawab Eliza .


" Bisa kah Ayah bertemu dengan nya " Eliza menatap Lintang ,karena memang keduanya belum bertemu secara langsung hanya Queen saja itu pun saat wanita itu ke butik dan ternyata ada pria itu di sana.


" Bisa ,Nanti besok pagi aku mengantar nya ke perusahaan karena kami akan jalan sebelum dia kembali ke London " Ujar Eliza .


" Iya " Jawab Naufal lembut .


" Apa kamu mencintai nya " Eliza mengaguk " Sangat " Jawabnya lagi .


" Jangan terlalu banyak mencintai nya ,sisakan tempat untuk ayah " Eliza langsung menatap Naufal yang tersenyum padanya " Ayah memiliki tempat tersendiri di hati Eliza ,dan tidak ada siapa pun bisa mengisinya selain ayah " Jawab Eliza tulus dan serius .


" Benarkah ? terimakasih " Jawab Naufal tersenyum .


" Ayo kita istirahat , jangan lupa bersihkan badannya " Ujar Eliza.


" Iya Bun " Jawab Eliza .


Kini ketiga langsung ke lantai dua di mana letak kamar mereka masing-masing .


Sesampainya di kamar Eliza langsung membersihkan tubuhnya berganti pakaian tidur lalu mengambil ponselnya mengirim pesan pada Lintang .


Baru setelah itu dia merebahkan tubuhnya dan mematikan lampu utama menggunakan remote yang berada di atas meja samping tempat tidurnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Komen


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟