Eliza

Eliza
menjenguk keluarga kandung



Waktu terus bergulir hingga tidak terasa kepergian Nova sudah 4 bulan ,dan hari ini Eliza akan ke London atas permintaan ayah kandungnya .


Sekalipun dia enggan ke sana tapi Queen dan Naufal mengancam nya akan mengeluarkan dari kartu keluarga dan tidak akan menerimanya dalam rumah itu , begitu juga keluarga yang lainnya , sekalipun sedikit kejam tapi Eliza hanya bisa menurut .


Dia yakin jika apa yang mereka ucapkan tidak dari hati melainkan hanya ancaman saja .


Kini dia sudah berada di pesawat milik keluarga nya di mana ayah dan Bunda nya mengantar nya ke bandara sedangkan Oma dan Opanya memilih di rumah saja .


Secara perlahan pesawat jet itu mulai lepas landas,Eliza pun memilih ke kamar yang ada di ruangan itu .


" Menyusahkan saja " Gumam Eliza kesal lalu menelpon sang kekasih tidak peduli di sana larut malam dia hanya ingin melampiaskan emosinya karena ayah kandung nya .


" Hallo " Ujar di sebrang dengan serak .


" Aku di pesawat " Ujar Eliza to the poin karena Eliza memang tidak memberi tahu pria itu .


" Mau ke mana " Tanya nya dengan lirih .


" London " Jawab Eliza seadanya .


" Kamu serius honey " Lidah Eliza berdecak mendengar suara Lintang yang begitu keras .


" Memangnya kenapa ?? Kau tidak senang " Cibir Eliza kesal .


" Aku menunggu mu , tinggal di rumah tidak boleh menolak besok aku akan beri tahu mami dan papi " Eliza mendengus kesal mendengar ucapan Lintang.


"Ada rumah Eyang ,di sana juga ada adik² ku " Ujar Eliza lembut .


" Aku tidak peduli , pokoknya kamu akan tinggal di rumah !! Bila perlu aku akan hubungi Daddy mu , bundamu dan yang lainnya " Eliza memutar bola matanya jengah .


" Ya sudah aku tutup ,kamu lanjut tidur " Titah Eliza " besok bawakan mobil " Lanjutnya lagi .


" Aku yang akan menjemput mu " Ujar Lintang.


" Hebm, tapi aku harus ke rumah Lana, pria itu memintaku ke sana " Ujar Eliza .


" Ya nanti aku antar pulang nya sama sopir " Lidah Eliza berdecak .


" Terserah " Jawabnya lalu mematikan Panggilan nya sepihak .


🪵


🪵


🪵


London 6.25


" Morning " Ujar Lintang tersenyum kuda menghampiri orang tuanya lalu mencium pipi keduanya .


"Apa ada kabar bahagia " Lintang hanya mengaguk tersenyum menatap ayah nya .


" Bibi " Panggil Lintang .


" Iya Tuan muda " Jawab Pelayan.


" Bersihkan kamar yang di sebelah kamarku " Titah Lintang serius .


" Baik Tuan muda " Ujar pelayan .


" Kenapa meminta pelayan membersihkan kamar itu " Tanya sang ibu karena memang kamar kosong 3 hari sekali baru di bersihkan .


" Aku akan menjemput Eliza ,dia menginap di sini " Kedua mata orang tua Lintang membulat menatap sang anak .


" Jangan macem-macem Lintang, di sini juga ada rumah mereka nanti ...."


" Mami tenang saja tidak usah berpikiran terlalu jauh, yang mami harus siapkan menyambut wanita ku ok " Potong Lintang tersenyum .


" Kamu sudah minta izin pada keluarga nya " Tanya sang ayah menatap Lintang serius .


" Aku sudah menghubungi tuan Reza asisten tuan Raymond " Ujar Lintang jujur .


" Baguslah " jawab Sang ayah .


" Apa yang harus mami siapkan " Tanya nya menatap Lintang " Dia suka makanan yang enak " Jawab Lintang seadanya .


Setelah menyelesaikan sarapan Lintang langsung ke luar dari rumahnya mengendarai mobil sporty .


Di perjalan Lintang menghubungi Leo sang asisten agar meng-handle Pekerjaan sementara .


" Kau sudah sampai " Tanya Lintang sambil menatap lurus ke depan.


" sudah dekat " Jawab Leo seadanya .


" Kamu urus dulu meeting nya ,aku harus jemput Eliza " Ucap Lintang serius.


" Eliza ke sini " Tanya Leo dengan kaget .


" Hebm ,urus semuanya " Jawab Lintang lalu mematikan Panggilan nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menunggu beberapa menit , Lintang langsung ke luar saat melihat sang kekasih mendekati nya di ikuti bodyguard di belakang nya .


" Aku akan ikut dengannya " Ujar Eliza pada pengawal yang sudah menunggu nya .


" Baik nona muda " Jawab mereka bersamaan .


" Nanti aku ke masion ,katakan pada mereka " Ujar Eliza lagi


" Iya Non " Jawab nya lagi .


" Kiss me now " Lintang mendekat kan wajahnya ke arah Eliza " Sebentar " Ujar Eliza memasang seat belt nya .


" Come'n Honey " Titah Lintang tidak sabaran .


CUP


Eliza membungkam bibir tebal Lintang dengan sedikit memberikan ******* .


" Sudah " Ujar Eliza setelah melepaskan pangutan mereka.


" Nanti malam aku ingin lebih " Eliza hanya mengaguk sebagai jawabannya " Kita singgah di rumah atau mau langsung ke sana " Tanya Lintang menyalahkan mobilnya .


"Langsung ke sana " Jawab Eliza ,lalu merogok ponsel nya dalam tas untuk menghubungi keluarga nya .


Sedangkan Lintang hanya fokus pada kemudi nya membiarkan Eliza berbicara dengan keluarga nya .


" Sudah "Eliza menatap Lintang " Ya " Jawab Eliza seadanya lalu memejamkan matanya .


Lintang mengacak rambut Eliza dengan pelan sambil menatap wanita itu sekilas .


🪵


🪵


Pagar yang tidak terlalu tinggi itu mulai terbuka saat security membuka nya .


Sedangkan dari arah pagar Eliza bisa melihat dua pria yang beda usia sedang menunggu nya sambil tersenyum .


" Menjijikkan " Lintang hanya tersenyum mendengar ucapan sang kekasih .


Hingga akhirnya mobil Lintang bethenti tepat di dekat kedua pria itu .


" Kakak " Eliza memicingkan mata tajam saat mendengar suara nyaring Lana membuat pria itu terdiam sambil tersenyum .


" Selamat pagi " Sapa Lintang sopan .


" Pagi , terimakasih sudah mengantar Eliza " Ujar Alvin pelan.


" sudah menjadibtugasku " Jawab Lintang sekenanya .


" Nanti sopir yang menjemput mu ,aku harus kembali ke perusahaan " Eliza hanya mengaguk tersenyum .


" ya sudah sana " Usir Eliza , lintang langsung masuk dalam mobilnya meninggalkan Eliza bersama ayah dan adiknya .


" Ayo masuk Nak "Lidah Eliza berdecak " Ya " Jawabnya ketus mengikuti langkah Alvin dan Lana .


" Apa ini rumah yang kalian tempati " Tanya Eliza mengedarkan pandangannya ke segala arah .


" Ini rumah baru kak, rumah yang lama di tempati ibu " Jawab Lana .


" Hanya tinggal berdua " Tanya Eliza lagi .


" Duduk dulu nak " Eliza duduk di sofa yanga ada di ruangan itu begitu juga Lana dan ayah nya .


" Lumayan " Jawab Eliza .


" sudah hubungi keluarga mu " Eliza mengaguk " Sudah " Jawab nya.


" Pelayan sudah menyiapkan kaamr untukmu, kalau mau istirahat Lana akan mengantar mu " Ujar Alvin lembut .


" Ya ,tapi sebentar saya harus ke luar mungkin malam akan kembali " Ujar Eliza


Dia sudah memutuskan bermalam di rumah ayah kandung nya sekalipun hanya semalam saja setidaknya dia bermalam .


" Iya ,tunggu sebentar pengacara ayah sudah di perjalan maaf harus meminta mu ke sini karena ayah membutuhkan tanda tangan mu " Alvin menjeda ucapannya lalu kembali melanjutkan " Sebenarnya ayah merindukanmu , itu hanya alasan saja biar kamu ke sini " Eliza hanya diam " terimakasih sudah mempercayakan Lana untuk mengelola perusahaan " Lanjutnya lagi .


" Tidak perlu berterima kasih itu sudah haknya ,tidak ada aturan harus akan pertama yang menerima itu ,apa lagi memang saya tidak pernah di anggap " Sindir Eliza , Alvin hanya tersenyum kecut dadanya terasa sesak mendengar ucapan Eliza .


" Maafkan ayah ,ayah tidak bermaksud ...."


" Lupakan saja ,tidak perlu membahas itu lagi " Alvin menggaguk " Iya sayang " Jawab Alvin .


" Kakak tidak ingin bertemu dengan ibu " Tanya Lana ragu .


" Apa kau ingin bertemu dengan nya " Lana menggeleng " Lalu untuk apa bertanya padaku bodoh " Umpat Eliza kesal .


" Kakak " Panggil Lana lembut " Lana punya pacar eh salah incaran " Ralat nya dengan cepat


" Aku tidak peduli " Jawab Eliza ketus .


" Dia pegawai di perusahaan, orang nya lembut , baik juga dia kost dekat perusahaan seperti nya dia pendatang kak " Lana tetap menceritakan tentang wanita yang di sukai sekalipun Eliza sudah mengatakan tidak peduli .


" Tahu dari mana kalau dia pendatang " Tanya Eliza menimpali sang adik .


" dia tidak punya keluarga kak, hanya adik laki²nya yang masih sekolah dasar " Jawab Lana .


"adiknya juga itu keluarga nya Lana " Geram Eliza membuat Lana tersenyum kuda .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟