Eliza

Eliza
Terus tersenyum



Lintang membaringkan tubuh Eliza dengan perlahan agar tidak membangunkan nya sekalipun masih sesegukan.


" Aku janji ,setelah ini tidak ada lagi air mata " Gumam Lintang menyekat sisa air mata yang ada di pipi mu .


" Tidurlah, saat bangun nanti lupakan semuanya " Lanjutnya lalu turun dari tempat tidur lalu menutupi tubuh Aurellia dengan lembut .


Huh !!


Lintang berjalan ke arah balkon untuk menenangkan pikiran nya, jika bisa memilih dia ingin bersama Eliza, dia sangat tahu sifat istri nya itu tapi karena kewajibannya dia harus meninggalkan sang istri di sini untuk sementara .


Dret.....dret...


Lintang menatap ponselnya yang ada di atas meja dan itu Panggilan dari ibunya .


" Hallo mi "


" Zaza ikut ke sini " Tanya to the poin .


" Kenapa Mami bangun selarut ini " Bukannya menjawab Lintang malah balik bertanya .


" Ada urusan di kamar mandi " Jawab sang ibu .


" Belum, dia akan di sini sementara waktu ! jika semuanya sudah membaik aku akan menjemput nya " Jawab Lintang serius .


" Kamu yakin meninggalkan nya Nak, sekarang ini dia butuh kamu !! Mami tahu di situ banyak keluarga nya tapi pasti dia akan lebih tenang jika bersama mu " Lintang menghela napasnya panjang.


" Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat Mi " Jawab Lintang.


" Maaf papi ...."


" It's ok mi ,harusnya Lintang yang meminta maaf karena harus merepotkan Papi " Potong Lintang .


" Mami akan menunggumu ,hati² lah " Ujarnya dengan lembut .


" Iya mi, thanks" Jawab Lintang .


" Istri mu di situ "


" Tidak ,dia lagi istirahat karena kelelahan menangis " Jawab Lintang menatap ke arah kamar di mana Eliza masih di posisi nya seperti sebelumnya .


" Kasian sekali putri Mami " Lintang hanya tersenyum mendengar ucapan ibunya .


" Iya sudah kamu temani Eliza dulu , Mami tutup ya " Pamit nya lembut .


" Iya Mi " Jawab Lintang lalu mematikan Panggilan nya .


🪵


🪵


Pukul 15.11


Eliza membuka matanya kepalanya terasa berat dan pusing,perlahan dia mengakat tangan kanannya memijat kepalanya pelan .


" sssttt kenapa sakit sekali " Gumam Eliza pelan .


Saat akan bangun Eliza merasa ada yang menindih perutnya ,dia menatap ke bawah lalu menatap ke belakang saat melihat lengan besar itu berada di perut nya .


" Tidurlah jika masih pusing " Gumam Lintang serak khas baru bangun .


" Sudah bangun " Lintang hanya mengaguk dengan mata terpejam.


" Aku lapar " Lanjutnya hingga membuat kedua mata Lintang terbuka lebar .


" Kau lapar " Eliza mengaguk tersenyum kuda karena melihat ekspresi wajah suaminya menurutnya itu sangat lucu .


" Ini jam berapa " Lintang meraih ponsel nya untuk melihat jam padahal di di dinding kamar Eliza ada jam besar di sana .


Mungkin pengaruh baru bangun sehingga kesadarannya belum pulih sepenuhnya.


" Jam 3 lewat " Jawab Lintang sambil memperlihatkan layar ponselnya .


" Sudah makan " Tanya Eliza sedikit kaget saat tahu ini sudah sore .


Apa dia tidur selama itu ,pantasan kepalanya terasa pusing dan berat .


" Sudah ,maaf tadi aku tidak membangunkan mu " Ujar Lintang lembut .


" Syukurlah ,tidak papa " Jawab Eliza dengan helaan napas panjang,dia mengira Lintang belum makan karena menunggu nya .


" Aku tidak se setia itu honey ,hanya karena menunggumu bangun aku harus menahan lapar " Ujar Lintang .


" Aku serius Honey " Ujar Lintang terus menggoda Eliza .


" Aku tidak peduli " Jawab Eliza masuk dalam kamar mandi membiarkan Lintang di tempat tidur sambil tertawa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Opa kira kamu akan kenyang setelah di makan suami mu " Eliza menatap sekilas ke arah samping di mana Henry dan Elvi mendekati nya .


" Dia tidak memakan ku ,dia sudah bosan " Jawab Eliza kesal sedangkan Lintang hanya tersenyum .


" Benarkah !! Apa itu artinya kamu akan di buang " Jawab Henry .


" Daddy ,jangan ganggu Zaza ! Kamu tahu jika dia sedang lapar " Tegur Elvi dari arah dapur .


" Aku hanya bertanya Sayang " Jawab Henry .


" Jika Zaza di buang ,apa Opa akan menampung Zaza " Tanya Eliza tanpa menatap Henry .


" Tentu saja tidak ,kau sudah terlalu banyak menghabiskan uang Opa " Eliza mendengus kesal menatap sekilas ke arah Henry .


" Itu milik Eyang " Jawab Eliza ketus .


" Dan kamu tahu siapa anak pertama di rumah ini bukan "


" Opa juga tahu Cicit pertama di rumah ini bukan " Jawab Eliza .


" Habiskan makanan nya Zaza " Tegur Elvi sambil membawa copi dan camilan untuk Lintang dan suaminya .


" Suami Oma membuatku tidak nafsu " Jawab Eliza .


" Itu karena kamu sudah kenyang,bahkan hampir saja kamu memakan piring nya " Jawab Henry ketus.


" hidup di rumah ini hidupku selalu buruk " Gumam Eliza berdiri dari duduknya sambil membawa piring kotor nya .


" Apa dia habis menangis " Tanya Henry tanpa menatap Lintang .


" Iya " Jawab Lintang seadanya.


" Cengeng sekali wanita itu " Jawab Henry .


" Lalu bagaimana dengan Daddy " Henry menatap Elvi dengan sorot mata tajam nya membuat Elvi tersenyum kuda .


" Kamu jadi berangkat besok Nak " Tanya Elvi mengalihkan pembicaraan.


" jangan bertanya padanya " Elvi memutar bola matanya jengah.


" Dia suami Cucu mu ,apa yang kamu takut kan Dad " Jawab Elvi menggeleng .


" Makanya Oma jangan menikah dengan pria seperti Opa " Eliza ikut bergabung .


" Lalu kau pikir suami mu itu tidak ,bahkan dia lebih parah " Jawab Henry kesal .


" Benarkah ?? tapi Zaza suka Opa , Sangat " Ujar Eliza menatap lembut sang suami yang hanya tersenyum .


" Menjijikkan " Henry berdiri dari duduknya " Bawa minuman sama kuenya sayang, aku mual melihat sikap Cucu mu itu " Lanjutnya meninggalkan Eliza dan Lintang .


" Oma ke depan ya " Izin Elvi lembut .


" Iya Oma " Jawab Eliza tersenyum .


" sepertinya kue buatan Oma enak " Lintang menatap Eliza " Sangat " Jawabnya jujur .


" Aku akan meminta nya untuk membuatnya banyak lalu mengirim kan ke sana " Ujar Eliza .


" Kau akan membuat suami nya mengamuk " Eliza tertawa kecil " Itu tujuan ku " Lintang mengacak rambut Eliza dengan pelan .


" Teruslah tersenyum " Eliza habya mengaguk sebagai jawabannya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟