Eliza

Eliza
Dia adikku



Lintang lebih dulu bangun di banding Eliza ,bahkan pria itu tidak kembali lagi setelah kepergian menyusul Eliza dan Leo semalam ,dan acaranya sendiri di limpahkan pada Orang tuanya dan juga Chris dan Albert .


Saat tengah menikmati pagi dengan sebatang rokok Lintang menyadari pergerakan dari tempat tidur,dia mendekati ke arah tempat tidur dan duduk di sisi tempat Eliza .



"Sudah bangun, CUP " Lintang memberikan ciuman bibir manis Eliza , tapi wanita itu hanya diam saja .


" Aku bantu " Eliza menepis tangan Lintang dengan kasar " Jangan keras kepala " Lanjutnya lagi tapi Eliza tetap diam .


" Aku bukan wanita lemah ,jadi menyingkir lah " Jawab Eliza ketus .


Eliza bangun dengan memakai kemeja putih milik Lintang, saat akan menurunkan kakinya Eliza merasakan sakit bagian bawahnya hingga tanpa sadar mengeluarkan suaranya .


" Aakkhh ....sssttt " Eliza memejamkan matanya kuat menahan rasa sakit bagian bawahnya .


" Keras kepala " Ujar Lintang lalu mengakat tubuh wanita itu sekalipun Eliza menolak .


" Buka pintunya " Kali ini Eliza menurut, Lintang mendudukkan Eliza di atas kloset yang sudah tertutup lalu mengisi bathup dengan air hangat.


" Kenapa Hm " Tanya Lintang lembut .


" Pergilah, kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau " Ujar Eliza tanpa menatap Lintang yang berjongkok di depannya .


" Aku tidak akan pergi " Jawab Lintang tegas .


" Pergi lah ,aku tidak ingin Leo ....."


" Leo sudah tahu " Eliza langsung menatap Lintang dengan mata membola " Apa pun itu pergilah " Lanjutnya .


" Bukankah aku sudah katakan ,aku tidak akan pergi !! Sekalipun kamu meminta nya jika bukan aku yang ingin jadi jangan membuang energi mu hanya untuk hal itu " Ujar Lintang rendah tapi penuh penegasan .


" Kapan kamu ingin pergi ?? Apa sampai kamu puas atau bosan " Lintang menundukkan kepalanya menahan emosinya !!


Ayolah dia bukan pria sabar seperti yang lainnya bahkan mungkin kesabaran nya setara dengan Raymond atau Henry keluarga wanita yang kini duduk di depannya .


" Zaza jangan membuatku Kembali menyerang mu !! Kamu masih sakit dan kamu juga harus ke masion bukan " Tanya Lintang selembut mungkin .


" Pergilah, aku yakin tunangan mu sudah menunggu ,anggap saja semalam hadiah dari......" Lintang langsung membungkam mulut Eliza dengan kasar hingga membuat wanita itu kaget .


Secara perlahan lintang berdiri menahan tengkuk Eliza sedangkan tangan yang lainnya membuka kemeja Eliza dan mencari benda favorit nya yang semalam dia mainkan .


" Hhhmmm " Lenguh tertahan , Lintang tersenyum miring menatap Eliza lalu melepaskan pangutan mereka .


" Seperti nya kita akan mengulangi nya " Ujar Lintang ,tanpa rasa dia membuka celananya tepat di depan Eliza,lalu mengakat tubuh wanita itu kedalam bathup .


" Lakukanlah sepuasnya " Ujar Eliza serak .


" Iya aku akan melakukannya hingga aku memastikan kamu mengandung benihku " Ujar Lintang lalu menyerang leher Eliza dan tangan nya sudah berada di kedua benda kenyal itu .


Eliza memegang ujung bathup menahan gejola dalam dirinya, ini bukan yang pertama tapi baginya masih baru tapi ini masih baru untuknya dan pelaku nya dengan orang yang sama .


" Lepaska Honey " Eliza tetap menahan menggigit bibir bawahnya agar tidak kembali mengeluarkan suara yang nantinya semakin membuat Lintang terbakar gairah .


Tidak kehabisan akal , Lintang mulai menyusuri hutan belantara yang di tumbuhi rumput² kecil mengusap nya dengan pelan membuat Eliza semakin melebarkan kakinya .


" Kau menikmati nya Honey " Ujar Lintang detik kemudian jarinya mulai masuk .


" Aaahhhhh " Eliza membusungkan dada dengan mata terpejam .


" Kau suka " Eliza hanya diam saja dengan mata terpejam , tangannya terus berpegangan pada bathup .


" Sssttt..... Aahhhh ...Sudah Aaahhhh " Eliza sudah tidak bisa menahan lagi apa lagi pria itu menambahkan jarinya bermain di lembah yang sudah basah .


" Aku tidak akan bermain dengan siapa pun dan itu Janji ku " Ucap Lintang serius .


" Jadi jangan memintaku pergi " Lanjutnya ,lalu menarik tangannya membalikkan badan Eliza hingga kini keduanya saling berhadpaat .


" Lihat aku " Eliza tetap memalingkan wajahnya " Ini hanya sementara karena ada yang harus aku selesaikan " Lanjutnya sekalipun Eliza tidak menatapnya .


" Eliza Novayandri Agrata Mateo " Panggil Lintang tapi hasilnya sama, hingga membuat pria itu kembali menyerangnya .


Hap


Lintang bermain dengan benda kenyal di depannya tidak besar tapi mampu membuatnya ketagihan dan pas di tangan nya .


mengusap......mengulum .... plintir dengan lembut !!


Lintang mengakat tubuh Eliza dengan pelan hingga sesuatu yang mengeras di bawah dengan perlahan mulai menyetuh pintu lahan itu .


" Sa....kit " Lintang menatap Eliza " Aku akan pelan tahanlah " Ujarnya detik kemudian kedua benda itu menyaguh membuat kedua insan itu menggeram panjang .


" Aaahhhhhh "


" Aaarrrggggghhhhhhh "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok ...tok ....


Ceklek .


Tanpa meminta persetujuan atau di persilahkan Lintang langsung masuk sambil mengegam tangan Eliza .


" Kau gila " Pekik Leo lalu menatap ke arah tempat tidur ,dengan cepat dia berlari menutupi tubu Agnes .


Melihat itu tentu membuat Eliza terdiam di tempatnya karena syok ,apa nasib Agnes sama dengan nya pikirnya lalu dia menatap Leo .


" Ayo Honey " Lintang kembali menarik Eliza membawa wanita itu duduk di sofa .


" Pesankan sarapan kami belum sarapan " Leo mendengus kesal " Kamu kira kami sudah sarapan " Jawabnya ketus .


" Baby " Ucap Leo lembut membangunkan Agnes .


" Aku cape,badanku sakit semua jangan mengusik ku Leo " Geram Agnes dengan mata terpejam .


" Bangun dulu ,kamu belum sarapan bukannya kamu harus menemani Eliza sebelum nantinya kembali ke new York " Dengan malas Agnes membuka matanya menatap pria yang kini di depannya .


Seperti nya dia sudah mandi Ucap Agnes dalam hati karena pria itu sudah rapi dengan pakaian santainya .


" Kau tidak pergi kerja " Leo menggeleng " Hari ini aku libur ,aku tidak mungkin meninggalkan mu dalam keadaan seperti ini " Jawab Leo .


" Kau kira aku akan terharu,pergilah aku bisa melakukan sendiri " Jawabnya sambil menyibakan selimut nya tapi dengan cepat Leo kembali menutup tubuh Agnes .


" Bukannya kamu memintaku mandi " Ucap Agnes kesal .


" Agnes " Agnes langsung menatap ke sumber suara seketika matanya membola saat menyadari jika di kamar mereka ada orang lain dia langsung merapikan selimut nya menutupi tubuhnya ,lalu dia menatap Leo meminta jawaban .


" Ayo aku bantu " Leo merapikan selimut Agnes lalu membawa wanita itu ke kamar mandi .


Agnes menyembunyikan wajahnya di dada Leo karena malu tapi itu membuat Leo semakin gemas jika saja tidak ada manusia itu mungkin saja dia akan kembali menyerang Agnes seperti Lintang yang kembali berkunjung .


"Aku tinggal ,nanti panggil jika sudah selesai " Agnes hanya mengaguk sebagai jawabannya.


Cup


Leo meninggalkan Agnes setelah mencium kepala nya menemui kedua orang itu .


" Apa tidak bisa kamu memesan sendiri " Dengus nya dengan kesal lalu mengambil ponsel nya .


" Baby " Panggil nya pada Eliza membuat Lintang menatapnya tajam " Seperti nya kau sudah bosan " Ujar Lintang dingin.


" Dia kekaishku ,kau lupa apa perlu aku ingatkan " Ujar Leo kini mereka duduk berhadapan .


" Urus saja wanita itu dengan cepat agar aku bisa bebas " Ucap Lintang kesal .


" Itu urusan mu " Lidah Lintang berdecak .


" Kalian kenal wanita itu di mana " Tanya Eliza tenang .


" Siapa ?? Tunangan Lintang " Eliza mengaguk tapi dengan Lintang yang menatap Leo tajam .


" Di club' , dan dia mendekati Lintang dan mengajukan kerja sama, lalu berkahir di hotel " Jawab Leo jujur,Eliza hanya mengaguk saja sebagai jawaban nya .


" Kamu kenal dia Honey " Eliza Mengaguk " Apa dulu kalian teman " Eliza menggeleng .


" Lalu " Tanya Leo yang mulai penasaran seperti Lintang .


" Dia adikku " Kedua pria itu melototkan matanya menatap Eliza .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟