Eliza

Eliza
Mengantar calon mertua



Eliza bangun lebih pagi ,setelah mengantar Nova dan yang lainnya dia memilih kembali ke rumah nya sekalipun Daddy Radit meminta nya untuk bermalam .


Tapi karena pagi ini dia akan mengantar kedua calon mertuanya dia harus kembali ke rumah sehingga pagi buta dia sudah bangun .


" Bibi buatkan bekal dua ya " Pinta Eliza saat sudah berada di dapur .


" Roti ...."


" nasi goreng saja Bi ,salad sayur sama potongan daging " Potong Eliza .


" Baik Nona muda " Jawab pelayan , Eliza kembali ke kamarnya membersihkan dirinya .


🪵


🪵


Eliza turun di bawah sudah dengan pakaian yang rapi dia langsung ke arah dapur .


" Sudah bi " Tanya Eliza


" Sudah Nona muda " Jawab Pelayan membawa kan kotak bekal yang di minta Eliza .


" Makasih Bi, kalau bunda tanya bilang saja Zaza ke bandara ya " Ujarnya pada pelayan .


" Iya Non " Jawab Pelayan .


Eliza mengambil kotak bekal yang sudah disiapkan tapi saat akan ke luar dari ruangan makan bertepatan dengan Desi yang masuk .


" Mau ke mana sayang ,ini masih pagi sekali Lo " Tanya Desi .


" Ke bandara Oma ,orang tua Lintang kembali pagi ini ! Maaf Zaza tidak sarapan bersama kalian " Ujar Eliza mencium pipi Desi .


CUP


" Zaza akan langsung ke butik Oma " Pamitnya lagi .


" hati² salam untuk mereka " Eliza hanya mengaguk melanjutkan langkah ke luar dari rumah .


Sesampainya di bandara Eliza langsung masuk dalam bandara di mana pengawal calon mertua nya sudah menunggunya .


" Apa aku terlambat " Tanya Eliza .


" Tidak Non ,tuan dan Nyonya menunggu anda " Jawab nya dengan pelan .


Eliza mengikuti langkah pengawal hingga dia sudah berada di dekat orang tua Lintang .


" Mi ,Pi " Panggil Eliza lembut .


" Kamu datang sayang " Eliza mengaguk mencium pipi calon ibu mertua nya .


" Maaf semalam Eliza perginya tidak pamit ,ah iya ini ada bekal untuk mami sama papi ,maaf itu yang masak bukan Zaza " Ujar Eliza jujur .


" Tidak papa sayang , terimakasih " Ujar Emmanuel dengan lembut .


" Kamu tidak perlu harus sampai seperti ini, kamu pasti lelah mengurus acara pernikahan adikmu lalu pagi ini kamu harus bangun lebih pagi hanya untuk melihat kami dan mengantar kan ini " Lanjutnya lagi.


" Papi tenang saja aku melakukan nya karena di gaji sama Lintang " Jawab Eliza tersenyum kuda membuat orang tua Lintang ikut tertawa .


" Apa dia sudah mengirimkan Gajimu " Tanya Emmanuel .


" Belum ,makanya Zaza ingin mengambil gambar dan mengirimkan pada nya " Jawab Eliza .


Orang tua Lintang hanya bisa menggeleng mendengar jawaban Eliza .


" Papi ada yang ingin Zaza mau bicarakan " Ujar Eliza serius .


" bicaralah " Ujar Emmanuel menatap Eliza begitu juga dengan sang istri .


" Papi kalau mau ke ketemu orang tua Zaza ,sudah bisa ! Zaza sudah janji sama Lintang " Ujar Eliza .


" kamu yakin " Eliza mengaguk "Baiklah Papi akan mengurus nya tapi bagaimana pun kami juga harus meminta izin sama ayah mu bukan " Eliza mengaguk tersenyum " Iya Pi,makasih sudah menerima zaza yang penuh dengan kekurangan " Jawab Eliza .


" Kamu yang harus nya berterima kasih karena menerima Lintang yang banyak Cacatnya ,dan kamu sudah tahu itu " Eliza hanya menjawab dengan senyuman .


" Maaf Tuan , Nyonya pesawat nya sudah siap " Ujar pengawal sopan .


" Maaf ,kita harus kembali berpisah " Eliza mengaguk tersenyum " Hati² di jalan segera hubungi Eliza jika sudah sampai maaf selama di sini Zaza tidak memperhatikan Mami sama papi ! Ah Zaza sampai lupa Oma kirim salam " Ujar Eliza lembut .


" Salam balik sayang " Ujar ibu lintang dengan lembut .


Eliza memeluk Emmanuel lalu memeluk calon ibu mertua nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


London 09.23


" Mommy " Panggil Agnes pelan sambil memegang perut nya .


" Kamu kenapa " Tanya sang ibu menghampiri Agnes yang menahan sakit .


" astaga Agnes " Pekiknya saat memegang perut Agnes yang terasa keras .


" Bibi ....Bibi "


" Iya Nyonya " jawab Pelayan .


" Suruh sopir siapkan mobil ,dan urus semua perlengkapan Agnes dan bayinya kita akan ke rumah sakit " Titah nya .


" Baik Nyonya " Jawab pelayan lalu berlari ke arah depan .


" tahan sedikit lagi ya " Agnes mengagguk mengelus .


" Apa sakit sekali " Agnes menggeleng " Hanya sesekali Mom " Jawabnya lirih .


" Ayo kita jalan ke depan bisa kan " Agnes mengaguk menerima tangan ibu mertua nya yang sudah di anggap seperti ibunya sendiri .


" Pelan² sayang " Agnes hanya mengaguk ,tapi saat rasa sakit itu datang dia kembali mengentikan langkahnya .


Hingga mereka sampai di depan di mana mobil sudah siap dengan sigap sopir langsung membuka pintu mobil .


" Jemput Agnes jangan mengatakan apa pun padanya ,jangan lupa hubungi Leo " Titah nya sebelum ikut masuk dalam mobil menemani Agnes .


" Baik Nyonya " Jawab beberapa pelayan yang sudah harap² cemas .


Sedangkan di perusahaan Leo dan Lintang fokus menjalankan meeting bersama Chris, Albert dan petinggi perusahaan membahas tentang rencana pembangunan hotel di salah satu kita xx .


Hingga baik Leo atau Lintang dan kedua sahabatnya tidak menyadari jika ada yang menelpon mereka .


45 menit berlalu meeting harus terhenti saat ada yang membuka pintu ruangan .


Leo yang awalnya ingin mengumpat resepsionis langsung tertahan saat melihat Grace dan pelayan membuatnya bingung hingga menghentikan meeting .


" Maaf Tuan ,Nona muda kecil ingin bersama anda " Ujar pelayan terbata karena melihat tatapan Leo yang begitu dingin .


" Kenapa membawa nya ke sini ,lalu Omanya ke mana kenapa kamu yang menjemput Grace " Tanya Leo kesal .


" Nyonya Besar mengantar nyonya Agnes tuan ke rumah sakit , seperti nyonya Agnes akan melahirkan " Jawab pelayan gugup .


" APA " Pekik Leo memenuhi ruangan itu lalu dia merogoh ponselnya seketika matanya membulat melihat banyaknya panggilan .


" Shiit " Umpat Leo lalu ke luar dari ruangan itu tanpa mempedulikan Grace dan yang lainnya .


Albert dan Chris langsung berdiri menghampiri Grace yang sudah menangis .


" Bibi balik saja ke rumah ,Grace biar bersama kami " Ujar Chris .


" Iya Tuan " Jawab Pelayan .


" Uncle hiks. ..hiks ..." Chris mengakat tubuh kecil Grace membawa masuk dalam ruangan meeting mendudukan di kursi Leo tadi.


" Jangan menangis Ok, Daddy hanya menemani mommy sebentar ,untuk sementara Grace sama Uncle " Ujar Lintang lembut .


" Iya ...Uncle " Jawabnya sesegukan , Lintang memberikan iPad pada Grace mencarikan film khusus anak² .


" Uncle kerja sebentar boleh " Grace mengaguk paham .


" Lanjutkan " Titah Lintang serius , tangannya tidak lepas terus mengelus kepala Grace dengan pelan .


Membuat peserta wanita yang ada di ruangan itu merasa iri .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘