Eliza

Eliza
kekesalan Eliza



"Kau sudah bangun " Agnes menatap ke sumber suara mengaguk, lalu kembali fokus pada masakan nya .


" Nanti pelayan yang kemarin menemani mu akan ikut tinggal di sini " Agnes hanya diam saja melanjutkan kegiatan nya menyiapkan sarapan pagi .


" Jika ada hal yang kamu perlukan ,kamu bisa mengirimkan pesan nantinya " Lagi² Agnes hanya diam fokus pada masakannya dan itu membuat Leo kesal .


Setelah selesai dia mengambil piring lalu menyajikan di atas meja makan ,tidak lupa segelas susu miliknya dan air mineral untuk Leo .


" Selamat makan " Ujar Agnes lalu menyantap makanan yang sudah susah payah dia masak, sedangkan Leo hanya menatap wanita itu tanpa menyentuh sarapan nya , menyadari itu Agnes menatap Leo .


" Jika tidak suka saya akan buatkan yang lain ,maaf harusnya saya menanyakan dulu....."


Pyar


Piring yang tadi berada di depan pria itu melayang begitu saja hingga mendarat di atas lantai marmer mahal .


Agnes langsung memejamkan matanya kuat kaget ,lalu dia menatap Leo yang menatap nya dengan dingin dan datar .


" Saya buatkan yang ......"


" Tidak perlu " Jawab Leo cepat meninggalkan meja makan itu berjalan ke arah kamar nya untuk membersihkan diri karena dia baru saja olahraga .


" Maaf kan bunda sayang ,jangan kaget bunda tidak papa " Ujar Agnes lembut mengelus perut nya dengan lembut .


Lalu melanjutkan makannya mungkin setelah makan baru dia membersihkan nya .


Setelah makan Agnes langsung membersihkan kekacauan yang di buat Leo, sedikit pun sedikit susah karena perutnya yang semakin besar tapi dia tetap membersihkannya .


Tidak berselang lama Leo sudah turun dari lantai dua dengan pakaian kantornya ,tanpa mengatakan apa pun dia langsung ke luar dari apartemen meninggalkan Agnes sendirian .


melihat itu Agnes hanya bisa mengulum senyum tipis, dia tidak terlalu banyak berharap karena memang mereka tidak memiliki hubungan papa selain anak dalam kandungan nya .


Agnes menyelesaikan semua urusan di dapur lalu masuk dalam kamarnya yang ada di lantai bawah tidak lupa dia mengunci pintu kamarnya .


Flashback on


Sesampainya mereka di Landon Leo langsung membawa Agnes ke apartemen namun saat mereka sampai di sana ada seorang wanita yang menunggu Leo dengan pakaian lingerie merah menyalah .


Tapi saat sadar Leo tidak datang sendiri dia langsung menatap Agnes dengan tajam .


" Dia siapa " Tanya nya menatap Leo.


" Bukan urusanmu, ke luar dari apartemen ku " Jawab Leo dingin .


" Leo ...."


pLak


Agnes langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan nya .


" Sudah aku katakan bukan jangan pernah meninggikan suaramu di depanku ****** " Bentak Leo emosi hingga membuat Agnes kaget .


" Mba tidak ...."


" Lepas " Bentak nya saat Agnes ingin membantunya berdiri .


" Maaf ,saya hanya ingin membantu Anda " Jawab Agnes .


" Kamu siapa...."


" Masuk " Titah Leo pada Agnes .


" Saya keluarga nya " Jawab Agnes sekenanya dan itu membuat Leo menatapnya tajam .


" Aku tahu Leo siapa ,anak tunggal dan ...." Leo langsung menarik wanita itu ke luar dari apartemen nya tanpa peduli dengan penampilan wanita itu .


Bugh


Bugh


" Leo buka pintunya " karena pria itu menguncinya dari dalam


Bugh


Bugh


" Maaf sudah membuat kalian bertengkar " Agnes menundukkan kepalanya sedangkan Leo pergi begitu saja .


Tidak berselang lama dia kembali membawa tas dan juga pakaian mungkin itu milik wanita tadi pikir Agnes yang masih berdiri sejak tadi karena dia bingung harus ke mana


Ceklek


Tak


" Ambil dan jangan pernah ke sini lagi " Ujar Leo lalu menutup pintu apartemen nya dengan keras lalu mengganti kode apartemen nya .


" Kamar ku di mana " Tanya Agnes terbata .


" Terserah kamu mau di mana " Jawabnya lalu meninggalkan Agnes yang masih berdiri di dekat pintu .


" Masih awal sayang, kita harus berjuang lagi !! Bukan untuk Bunda tapi untuk mu " Gumam Agnes berjalan menatap sekeliling apartemen itu .


Flashback off


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menghabiskan waktu di rumah utama Eliza langsung ke rumah orang tuanya di mana mereka juga sudah menunggunya .


Sesampainya di sana lagi² tidak ada yang menyambut nya di depan rumah .


" CK, jika tahu seperti ini lebih baik aku menetap di sana " Eliza masuk dengan wajah kesalnya bahkan barang nya di biarkan begitu saja di dalam mobil karena dia membawa salah satu mobil yang ada di rumah utama .


Bahkan saat memasuki rumah besar itu tidak melihat seorang pun selain pelayan yang bekerja .


Dengan kesalnya Eliza langsung menuju kamarnya setelah menjawab sapaan dari pelayan bahkan dia malas menanyakan di mana keberadaan penghuni rumah itu .


Ceklek


Seprais


Eliza mematung di ambang pintu kamarnya tak kalah melihat penghuni kamarnya .


Hiks ....Hiks ...Hiks ...


Queen dan kedua mertuanya menatap bingung ke arah Eliza yang tiba-tiba menangis .


" Zaza kenapa sayang " Tanya Faisal lembut .


Queen langsung menyimpan kue yang sejak tadi dia pegang dengan sebatang lilin bahkan Queen langsung mematikan lilinya .


" Zaza kenapa " Kini Queen mendekati putri sulungnya .


" Kesal " Jawabnya sesegukan .


" Kesal kenapa " Tanya Desi bingung .


" Tadi di rumah Opa tidak ada yang menyambut Zaza, di juga Tidak ada yang menunggu zaza di depan " Jawabnya terisak .


Queen dan kedua mertuanya hanya menggeleng dengan helaan napas .


" Kamu sudah lulus Kuliah,Minggu depan akan menggantikan bundamu di butik ,apa tidak bisa jangan seperti anak kecil " Ucap Faisal frustasi .


" Bahkan si kembar tidak seperti mu,apa lagi Xana kamu dan dia kaya langit dan bumi " Lanjutnya lagi .


" Dia itu kulkas bahkan kulkas yang di tutupi balok es " Jawab Eliza kesal lalu duduk di sofa .


" Ini buat Zaza " Queen hanya mengaguk ,tanpa meminta izin Zaza langsung mengambil kue mengunakan tangannya.


" Cuci tangan dulu Eliza " Pekik Desi kesal .


" Zaza lagi marah Oma " Jawab Eliza kembali memasukan kue dalam mulutnya .


" Anak ini " Gerutu Queen yang ikut kesal .


" Bunda tunggu di bawah " Ujar Queen .


" Zaza cape Bunda " Rengek Eliza manja .


" Baiklah, sampai jam makan siang karena ayah pulang makan siang di rumah " Eliza mengaguk cepat .


" Kalau begitu Bunda ke luar,Mandi dulu baru istirahat " Eliza mengagguk karena mulutnya masih penuh .


" Kamu seperti orang yang tidak makan setahun " Ujar Faisal menggeleng lalu ke luar dari kamar Eliza begitu juga dengan Desi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Eliza menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟